CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MULUT BERACUN


__ADS_3

Di negara XxxxX Axel saat ini sedang mangarungi samudera luas dengan Laila. Axel tidak lagi mampu menahan pemberontakan adik kecilnya yang meronta ronta mencari goa kenikmatan miliknya


Akhirnya pergumulan itu pun terjadi, setelah mendapatkan 2 kali pelepasan Axel tumbang. Seorang Axel tumbang hahahah itu karena dia memang sudah 6 tahun pensiun dari dunia pergoan jadi Axel seperti kembali menjadi pengantin baru yang staminanya masih dalam tahap penyesuaian


Axel memeluk Laila erat dari dalam selimut. Saat ini mereka seperti bayi yang baru lahir tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah mereka


" Kau yang terbaik sayang aku mencintai mu " ucap Axel sambil memeluk mengecup puncak kepala Laila


Laila diam menerima semua perlakuan Axel terhadapnya. Rasanya melawan pun juga percuma karena Axel pasti tidak akan pernah melepaskannya. Karena itulah Laila memutuskan untuk patuh pada pengaturan Axel agar dia bisa segera keluar dari villa ini dan menemui Cella


" Axel.. "


" Hmmm " Axel bergumam sambil memejamkan mata


" Sampai kapan kita disini ? "


" Kenapa... Kau tidak betah... Kau tidak suka aku berada di dekat mu ? "


" Tidak.. Tidaakkk... Bukan itu maksud ku " Laila menjawab dengan cepat agar Axel tidak salah paham


Tanpa terasa ada air mata yang menggenang di pelupuk mata Laila dan air mata itu kemudian jatuh tanpa permisi


Axel merasakan dadanya tiba-tiba basah lalu Axel membuka mata dengan cepat melihat ke arah Laila


Axel melihat kalau saat ini Laila tengah menangis


" Hei sayang ada apa... Apa aku menyakiti mu ? "


" Tidak Axel bukan begitu "


" Saayaaang " ucap Axel lembut


Axel lalu membawa Laila kembali ke dalam pelukannya dan dengan sangat posesif. Axel mencoba memberikan ketenangan dengan kelembutan yang Axel berikan


" Ceritakan lah sayang... Aku akan mendengarkan " ucap Axel dengan sangat lembut masih dengan posisi memeluk Laila


Laila melonggarkan pelukan Axel lalu manatap Axel dalam. Tatapan itu masih sama, Axel yang dilihatnya saat ini masih sama dengan Axel suaminya 6 tahun yang lalu. Axel yang selalu menatapnya dengan cinta dan yang selalu berusaha membuat Laila bahagia. Laila lalu menarik nafas dalam dan mencoba untuk bicara pada Axel


" Katakan lah sayang, aku akan memberikan semua yang kau inginkan jika itu masuk akal "


" Hah.. Apa maksudnya masuk akal ? "


" Iyaa tentu saja yang masuk akal, jika kau minta aku mati untuk membuktikan cinta aku tidak mau... Nanti jika aku mati kau akan menikah lagi aku tidak sudi dan tidak mau melihat mu bersama dengan laki-laki lain "


" Issh dasar kau ini "


Hehehehe Axel dan Laila pun tertawa bersama


" Axel sebenarnya ada sesuatu yang sangat membuat ku rindu "


" Apa sayang, katakan... Jika kau merindukan lelaki lain cepat katakan juga karena aku akan dengan senang hati mengirimnya ke neraka "


" Axelll aku serius..."


" Aku juga serius sayang... Aku tidak main-main "


" Huaa hua huaaa " tiba-tiba Laila menangis kencang

__ADS_1


Axel jadi bertambah binggung kenapa tiba-tiba Laila menangis seperti bayi, apa Laila ingin minta jatah lagi, apa tadi perfoma Axel kurang memuaskan untuk Laila ? Axel menerawang dengan pikiran mesum miliknya


" Sayang apa kau ingin minta jatah lagi ? "


Buuuukkk buuukk buukkk 


Laila memukul Axel dengan bantal berkali-kali... Laila kesal mengapa otak Axel ini penuh dengan kemesuman sedangkan Laila ini sangat merindukan Cella sekarang


" Hei hei hei sayang hentikan kenapa kau memukul ku "


" Aku ini merindukan Cella, kenapa otak mesum mu ini tidak bisa berhenti bekerja.... Huaa huaa huaa "


" Astaga... Jadi kau merindukan Cella ? "


Laila menghapus air matanya dan menatap Axel dalam


" Kau tau tentang Cella ? "


" Tentu saja aku tau, mana mungkin aku tidak tau tentang anak ku "


Axel lalu beranjak dari tempat tidur lalu mengenakan kembali celana boxer dan baju kaos miliknya yang tergeletak di lantai, setelah itu Axel keluar dari kamar entah pergi kemana Laila tidak tau...


Tak lama setelah itu Axel datang kembali dengan membawa sebuah laptop di tangannya.


" Sayang... Pakai pakaian mu, kau mau Cella melihat keadaan mu yang seperti itu ? "


Laila kaget mendengar ucapa Axel, apa maksudnya itu ? pikir Laila


" Apa kita akan menelpon Cella ? "


Seketika mata Laila berbinar, dia bergegas turun dari tempat tidur kemudian mencari baju ganti


" Axel apa kau tidak punya baju lain untuk ku "


" Astaga... Maafkan aku sayang aku lupa hehehe "


Dengan sangat terpaksa Laila mengambil salah satu kemeja Axel dan menganakan kemeja itu di tubuh indahnya


Saat Laila keluar dari walk in closet Axel tangah berbincang dengan Cella. Mendengar suara anak yang begitu ia rindukan Laila mempercepat langkahnya mengahampiri Axel yang duduk di atas tempat tidur


" Cellaa.... " ucap Laila menggebu


" Mamaa.... Cella kangen... "


" Mama juga kangen Cella sayang "


Laila lalu mengecup laptop Axel seolah dia sedang mengecup pipi Cella


" Cella baik-baik saja kan nak ? "


" Cella baik ma, mama gak usah khawatir... Bunda Ratu, kakek dan nenek memperlakukan Cella dengan baik. Cella senang tinggal disini " ucap Cella sambil nyegir


" Kakek nenek siapa Cel ? "


" Papa mamanya bunda Ratu ma, Cella ada dirumah bunda Ratu "


" Benarkah ? Kalau gitu Cella jangan ngerepotin kalau tinggal disana "

__ADS_1


" Iyaa ma, Cella patuh...Maa... Mama habis nangis yaa ? Koq mata mama bengkak ? papa nyakitin mama yaa ? "


" Gak sayang, papa baik koq sama mama "


" Mama jangan bohong sama Cella, kalau papa nyakitin mama jangan takut bilang ke Cella, Cella akan bawa mama pergi jauh dan kali ini Cella pastikan papa tidak akan bisa menemukan mama "


Mendengar ancaman dari putri cantiknya ini Axel langsung mengambil alih laptop itu dari tangan Laila


" Enak ajaa mau bawa mama pergi ? emang Cella bisa ? "


" Yaa tentu saja bisa, papa kan bodoh... Kalau hanya untuk membawa mama pergi itu perkara kecil buat Cella "


" Cella... Cella gak boleh ngomong gitu ke papa nak " ucap Laila menimpali


" Tuh dengar gak boleh ngomong gitu sama papa " ucap Axel sambil bermanja pada Laila seolah Axel adalah seorang anak kecil yang minta perlindungan pada ibunya


" Huueekkk Cella rasanya pengen muntah liat tingkah papa, pantas saja papa kehilangan mama 6 tahun ternyata papa ini selain bodoh juga kekanak-kanakan "


" Tapi kan akhirnya papa bisa menemukan mama "


" Papa itu ketemu mama karena Cella yang sudah mengatur pertemuan itu, mana bisa papa yang otaknya minimalis itu bisa menemukan mama kalau tidak Cella yang membuat itu terjadi "


" Oohh jadi ini ulah Cella " ucap Laila cepat


" Hehehe maaf ma, soalnya Cella kasian liat papa yang 6 tahun nyari mama gak ketemu-ketemu... Lagi pula Cella gak mau punya mama tiri "


" Mama tiri ??? Maksudnya apa "


" Ohh jadi mama gak tau kalau di hotel itu sebenarnya papa mau.... "


Buuuukkk


Axel lalu menutup laptopnya dengan kasar dan memutuskan sambungan telpon dengan sepihak


" Astaagaa ternyata mulut Cella ini beracun sekali aku harus lebih waspada dengan anak ini " batin Axel


" Apa sih, koq laptopnya ditutup... Tadi Cella belum selesai ngomong "


" Anu sayang tadi ada cicak di laptopnya "


" Hah cicak, koq aku gak liat... Mana sini aku lihat ayo buka lagi laptopnya "


" Jangan sayang, nanti cicaknya loncat ke kamu loh... Nanti kamu ternoda oleh cicak "


" Hah " Laila kaget mendengar perkataan absurd dari Axel


" Memangnya ada orang ternoda karena cicak " pikir Laila


Axel bergegas keluar dari kamar meninggalkan Laila yang masih binggung sendirian


" Huh selaamaaat... Issh anak beracun itu sebenarnya gen nya itu dari aku atau dari mommy Alexsandra ? kenapa omongan justru malah mirip seperti mommy... Uuhh aku harus lebih siaga dengan mulut beracun itu " gumam Axel pelan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻

__ADS_1


__ADS_2