CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
BUNUH DIRI


__ADS_3

Pak Soleh meminta Laila malam ini untuk menginap di rumahnya. Laila yang memang sudah tak punya tempat tujuan menurut... Tapi esok pagi Laila memutuskan untuk kembali ke kota mencari keberadaan Lula...


Laila harus mendengar sendiri penjelasan dari adiknya ini tentang apa yang telah terjadi selama Laila tinggal di kota


Pak Soleh pun juga tidak bisa melarang keinginan Laila. Sebagai seorang paman pak Soleh hanya mampu mendoakan yang terbaik untuk keponakannya ini


" Laa... Jika kamu ingin pulang, pulang lah kesini nak, anggap lah paman ini adalah orang tua mu juga "


" Terimakasih paman, paman sudah baik sama Laila. Nanti kalau Laila berumur panjang Laila akan membalas budi paman "


" Tidak usah nak, kamu jangan sungkan "


Laila pun pamit pergi ke kota... Tempat tujuan Laila kali ini adalah apartemen dimana terakhir kali dia bertemu dengan Lula


Tapi saat dijalan Laila tidak sengaja melihat Lula sedang duduk santai di cafe bersama beberapa orang gadis seumuran dengannya


" Lulaa "


" Astaga... Kakak sialan itu, mau apa lagi sih dia ? " batin Lula


" Lula kita harus bicara "


Teman-teman Lula menatap wanita yang baru saja datang dan mereka mengamati penampilan Laila dari bawah sampai ke atas


Sebelum Lula malu karena penampilan Laila, Lula menarik kakaknya pergi menjauh dari teman-temannya


" Mau apa lagi sih ? Sudah aku bilang pergi yang jauh dari ku "


" Lula coba kamu jelaskan tentang kematian ibu "


" Apanya yang dijelaskan, kalau sudah mati yaa mati saja "


" Kenapa Lula, apa yang terjadi sampai ibu meninggal "


" Issh bawel banget sih, ibu itu mati karena memang umur "


" Iyaa aku tau, tapi kenapa ? "


" Serangan jantung mungkin "


" Kamu dimana saat itu Lula ? "


" Apa maksud pertanyaan mu itu, kau menuduh ku membunuh ibu ? "


Flashback on


" Ibu ini memang tidak bisa diandalkan, aku bilang telpon kak Laila bilang aku minta uang "


" Lula... Laila selalu mengirimkan uang setiap bulan untuk kita, dan uang itu selalu cukup untuk kita makan dan juga biaya sekolah mu... Lalu untuk apa lagi kamu meminta uang pada Laila... ? "


" Buu, aku ini sebentar lagi akan kuliah aku banyak keperluan... Uang yang ibu kasih ke aku itu mana cukup "


" Lula kita harus berhemat, kamu jangan terlalu banyak merepotkan kakak mu "


" Ibu ini berisik sekali... Ibu pilih kasih "

__ADS_1


" Tidak nak ibu tidak pernah membeda-bedakan kalian "


" Dasar ibu sialaannnn " Lula berkata sambil mendorong kursi roda ibunya ke tembok


" Aaaa " teriak bu Lastri karena kursi rodanya membentur ke tembok dan bu Lastri pun terjatuh


Melihat ibunya terjatuh Lula sama sekali tidak berniat untuk menolong, dia lalu pergi ke kamarnya dan mengemasi barang-barang miliknya


" Lula... Mau kemana kamu ? "


" Itu bukan urusan ibu "


" Jaaang....aa..nnn naak jaangan pergi " ucap bu Lastri terbata


Bu Lastri memegangi dadanya yang terasa sakit, bu Lastri pun merintih dan satu tangannya ia gerakan ke atas mencoba untuk menggapai Lula


Lula melihat ibunya tidak berdaya sama sekali tidak perduli... Sampai bu Lastri jatuh pingsan Lula melihat itu tapi dia tetap melangkahkan kakinya pergi dari rumah


" Cih dasar merepotkan "


Flashback off


" Heh kau dengar aku kakak ku sayang, mulai hari ini aku sudah bukan adik mu lagi... Aku tidak sudi punya kakak gembel seperti mu... Diantara kita tidak ada yang namanya saudara... Kau mengerti heh " Lula berkata sambil menoyor-noyor kepala Laila


" Lula kamu... "


" Kamu apa heh... Apaa " ucap Lula geram dengan nada suara yang tinggi


" Cepat pergi dari sini dasar gembel.. " Lula menyeret Laila pergi menjauh dan mendorongnya dengan kasar...


Setelah mendorong Laila, Lula pegi tanpa mau melihat ke belakang


Laila berjalan dengan gontai, tidak tau arah kemana kakinya melangkah sampai dia menyadari kalau saat ini dia berada di atas jembatan penyebrangan


Laila berpikir untuk mengakhiri hidupnya disini... Sudah tidak ada gunanya lagi aku hidup... Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi


Laila memandang langit biru dengan matahari yang terik. Hidupnya kini kosong tanpa tujuan, air matanya pun sejak tadi tidak bisa berhenti untuk keluar


" Bajingaaannn... Kau laki-laki sialaaaan "


Laila mendengar ada seorang wanita yang berteriak disebelahnya... Laila menengok ke arah wanita itu dan ternyata dia sudah bersiap untuk melompat ke bawah


Entah kenapa Laila refleks saja berlari ke arah wanita itu dan memegangi tubuhnya agar tidak melompat ke bawah


" Heii... Apa-apan... Lepaskan aku lepaskan "


Wanita itu meronta-ronta di pelukan Laila... Yaa Laila saat ini memeluk tubuh wanita itu sangat erat agar dia tidak terjatuh


" Tidak... Aku tidak akan melepaskan mu " ucap Laila


" Jangan halangi aku... Aku ingin mati sajaa... Laki-laki bajingan itu sudah menikah dengan orang lain... Dia bahkan lebih kejam dari iblis "


Wanita itu terus meracau dan berteriak tidak jelas... Dia meronta ronta dalam pelukan  Laila, sampai akhirnya dia berhasil terlepas dan Laila terpental ke belakang


" Auuuu " Laila meringis kesakitan

__ADS_1


Wanita itu berbalik dan melihat Laila terjatuh, awalnya wanita itu tidak perduli tapi setelah melihat darah segar mengalir dari sela kaki Laila wanita itu menjadi panik


" Hei kau tidak apa-apa ? "


Laila tidak menjawab, wajahnya Laila seketika menjadi pucat dan dia terus memegangi perutnya yang terasa sakit


Wanita itu bertambah panik melihat kondisi Laila


Tolong.... Tolong... Tolong


Mendengar teriakan minta tolong beberapa pejalan kaki lalu menghampiri Laila dan wanita yang bersamanya


Laila pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan wanita itu mengikuti kemana Laila di rawat... Dia merasa bersalah karena ulah nya wanita tidak bersalah menjadi korban


" Suster bagaimana keadaannya ? "


" Apa Anda saudaranya... "


" Tidak bukan, Saya hanya menolongnya saja "


" Apa Anda tau dimana keluaganya "


Wanita itu menggeleng, dia baru beberapa waktu yang lalu bertemu Laila bagaimana mungkin dia tau dari mana dia berasal dan dimana keluarganya


Dia pun akhirnya pergi menghampiri bangsal tempat dimana Laila di rawat. Wanita itu mengetuk pintu kamar dan masuk dengan perlahan... Laila melihat wanita yang tadi bersamanya di jembatan tersenyum


" Hei kenapa dia tersenyum, dia tidak marah pada ku " batin wanita itu


" Maaf, aku membuat mu seperti ini "


" Tidak apa-apa " ucap Laila


" Apa sakit sekali " Laila tersenyum dan menggeleng


" Nama ku Laila, siapa nama mu ? " ucap Laila sambil mengulurkan tangan


" Nama ku Ratu "


Mereka berdua saling berjabat tangan dan saling melemparkan senyum


Tepat saat itu dokter yang menangani Laila pun masuk


" Selamat sore nyonya Laila "


" Sore dok "


" Bagaimana perasaan Anda, apakah lebih baik "


" Seperti yang doktet lihat "


" Untung lah nyonya cepat dibawa ke rumah sakit, jadi pendarahan di rahim nyonya bisa teratasi... Kalau terlambat sedikit lagi mungkin nyonya akan kehilangan anak nyonya "


" Apa dok... Anak... Maksud dokter Saya hamil ? "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2