
"Tuan dugaan kita benar, Tuan Anderson ternyata adalah bagian dari mafia hitam. Dia memanfaatkan nona Lula untuk menghancurkan Anda Tuan"
"Apa tujuan nya?"
"Dendam"
"Jangan bertele-tele"
"Tuan Anderson adalah cucu dari mendiang Tuan Smith Fredlic Word pendiri dari perusahan FC Finance, perusahaan mereka dulu bekerja sama dengan perusahaan Horrison saat almarhum Tuan Rolland masih hidup. Saat itu perusahaan Horrison adalah perusahaan baru dan FC Finance lah yang mendukung perusahaan Horrison hingga mampu berkembang. Namun terjadi kesalah pahaman diantara Tuan Smith dan Tuan Rolland, Tuan Smith menuduh Tuan Rolland tidak jujur dalam berbisnis hingga merugikan perusahaan FC Finance, mereka pun membuat tuntutan dengan tuduhan korupsi, penggelembungan dana dan pembagian laba yang tidak sesuai. Namun gugutan itu justru dimenangkan oleh perusahaan Horrison dan membuat FC Finance gulung tikar dan karena hal itu Tuan Smith mengalami serangan jantung lalu meninggal"
"Cih munafik sekali... Jadi maksud mu ini sudah terencana sejak lama?"
"Benar sekali Tuan"
"Lalu siapa wanita yang ada dirumah ini?"
"Itu adalah nona Keyla, nona Keyla mengalami kecelakaan di Kansas dan kehilangan ingatan. Nona Lula memanfaatkan situasi ini dan membuat nona Keyla percaya bahwa diri nya adalah nyonya Laila"
"Apa kau sudah menemukan mereka"
"Anak buah kita sedang bergerak Tuan, kita juga akan dibantu oleh pasukan dari Tuan Rendra serta clan mafia Perak"
"Cepat temukan istri ku" ucap Axel meradang
Tangan Axel kini terkepal kuat dan mata nya pun telah memerah menahan amarah. Ingin rasa nya Axel mengamuk sekarang tapi itu hanya akan membuang tenaga pikir Axel
Tidak lama telpon Lucas pun berdering, panggilan itu adalah panggilan yang sudah Lucas tunggu sedari tadi, Lucas pun menerima panggilan itu dan membiarkan orang diseberang sana mengatakan apa yang Lucas tunggu
"Tuan"
Belum selesai Lucas bicara, Axel telah berdiri dari kursi kebesaran nya. Dia menekan tombol rahasia dan mengambil senjata miliknya
Axel pun berjalan keluar diikuti oleh Lucas dari belakang lalu saat telah keluar dari Manshion ada enam buah mobil yang mengikuti mobil yang Axel naiki, tentu saja mereka semua adalah anak buah Lucas
Lucas pun memberi kabar pada Rendra dan mafia perak kalau Axel telah bergerak. Axel tidak bisa menunggu, dia sudah punya rencana untuk langsung menyerang... Bermain licik bukan lah gaya Axel, Axel lebih suka bertarung satu lawan satu
"Nona kita sudah ketahuan"
__ADS_1
Begitulah isi laporan dari anak buah Lula
"Cih cepat juga ketahuan nya... Ternyata suami mu itu cepat juga yaa" ucap Lula sembari memandang tajam pada Laila
Laila pun saat ini sedang tidak sadarkan diri karena Lula baru saja menyiksanya lagi. Kalau tadi Laila dicambuk oleh Lula kini bahkan Lula memberikan sesuatu yang lebih kejam hingga membuat seluruh tubuh Laila mengelupas
Laila dipaksa hidup walau tubuhnya sudah tidak kuat bertahan. Laila pun sudah tidak mampu mempertahankan kesadaran nya. Darah segar pun terus mengalir di tempat itu karena luka-luka di tubuh Laila begitu banyak dan terbuka hingga kini kerangkeng yang digunakan untuk mengurung Laila berubah menjadi anakan sungai yang dialiri oleh darah
"Cepat kalian seret dia" ucap Lula memerintahkan pada anak buahnya untuk membawa Laila pergi
Sungguh hati Lula belum puas saat ini. Dia sudah bertekad untuk menghancurkan Laila dan juga Justin.
Lula sangat marah karena usahanya untuk menghancurkan rumah tangga Justin dan Ratu gagal. Grace juga telah sembuh dan memaafkan Justin hingga Lula menjadi meradang. Lula melampiaskan kekesalan nya dengan menyiksa sang kakak, padahal Laila adalah kakak kandung nya sendiri tapi Lula menyalurkan amarah nya pada Laila seolah Laila lebih hina dari binatang
Bahkan Sinta yang melihat Laila disiksa bagai binatang pun tidak kuasa untuk membuka mata. Sinta berusaha memberikan pertolongan, namun Sinta justru mendapatkan murka dari Lula dan kini Sinta juga harus menanggung Luka cambuk dan lebam disana sini karena Lula membenturkan tubuh Sinta ke lantai dan dinding
Kondisi Sinta pun sebenarnya juga tidak kalah mengenaskan dari Laila. Hanya saja Sinta masih bisa berdiri dan mengikuti langkah Lula
Lula, Sinta dan dua orang pengawalnya ingin kabur dengan menaiki sebuah privat jet, tidak lupa juga ada Laila disana yang bahkan diseret begitu saja bagai menyeret anak kucing yang telah mati. Sayang nya nafas Laila masih berhembus sampai saat ini hingga dia akan terus mendapatkan siksaan dari Lula
Axel yang diberitahu kalau Lula kabur dengan menggunakan privat jet beberapa menit yang lalu segera bergerak cepat hingga kurang dari 5 menit privat jet milik Axel pun juga datang dan bukan cuma satu tapi 5 sekaligus dan tentu saja di dalam sana ada penembak jitu dan beberapa pengawal yang sangat berkompeten
Pesawat milik Axel pun bukan kaleng-kaleng hingga pewasat yang di tumpangi oleh Lula dapat disusul oleh Axel
"Sialan" Lula mulai panik
Dor
Tembakan pertama dilayangkan oleh anak buah Axel. Target dari peluru itu adalah bagian mesin pesawat
Axel diam, dia tidak peduli pengawalnya mau melakukan apa pun yang jelas sekarang dia harus mendapatkan Laila kembali
Dor dor dor
Suara tembakan pun bersahut sahutan dari kubu Axel dan kubu Lula. Lula kini mulai terdesak dan pesawat miliknya pun mulai oleng
Lula pun berteriak ke arah Axel
__ADS_1
"Kau.... Jika aku harus mati maka aku tidak akan mati sendiri... Kau dengar itu.... Breeeenggseeeeekkk"
Setelah selesai dengan kalimat nya, diluar dugaan Lula merebut pistol milik anak buah nya. Lula mengarahkan tembakan pada bagian tangki pesawat dan
Duuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrr
Pesawat Lula meledak di atas awan, sontak saja itu membuat Axel menjadi sangat panik
"Laaaaaiiiiiiiilaaaaaaaaa" Axel berteriak kencang melihat pesawat yang ditumpangi oleh Lula hancur lebur di udara
Praaakk praaaakkkk
Bagian-bagian pesawat itu pun berjatuhan di tanah. Pewasat Axel pun mendarat turun dan mendekati puing puing pesawat Lula. Api masih berkobar besar disana Axel tidak bisa menunggu dia pun ingin menerobos kobaran api tersebut namun Lucas menghalangi nya
"Lepaskan aku brengsekk, istri ku ada di dalam... Minggirrrr kalian...."
Axel mengamuk dan memukul semua orang yang menghalangi nya, Lucas pun kewalahan untuk menghalau Axel hingga akhirnya Axel terlepas dan berlari mendekati kobaran api
Tinggal beberapa langkah lagi Axel akan sampai tiba-tiba.....
DUUUUAAAAAAARRRRRR
Sebuah ledakan hebat menghentikan langkah Axel dan membuat Axel terpental hingga beberapa meter
"Tidaaaaakkkkkk..... Lailaaaaaaaaaa" teriak Axel dengan ait mata yang telah berderai
"No... No... No..."
Axel mencoba bangkit sekali lagi dengan langkah yang terpincang pincang. Tapi kaki Axel menginjak sesuatu yang kenyal hingga membuat dia kembali terjatuh
"A-apa ini...L-ucaaa-ss" Axel tebata
Axel baru saja menginjak potongan tangan manusia yang ikut terpental bersama ledakan pesawat itu.
Bukan tanpa alasan Axel sangat takut. Axel mengenali tangan itu karena di jari nya tersemat sebuah cincin pernikahan, itu adalah cincin pernikahan milik Laila. Itu artinya tangan itu adalah tangan istri nya
Lucas pun memejamkan mata karena tidak kuasa melihat sesuatu yang begitu tragis terjadi di depan matanya
__ADS_1