CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
OBROLAN TEMAN


__ADS_3

Hari pertama Dion bekerja, dia benar-benar menggunakan kekuasaan nya....


Dia merubah semua susunan karyawan dan menempatkan mereka sesuai dengan keahliannya


Tidak terkecuali Laila, Laila saat ini hanya bertugas di dapur sebagai asisten koki tidak lagi ke depan meja pelanggan sebagai pramusaji


Bukan tanpa alasan Dion menempatkan Laila disana selain masakan Laila yang menurut Dion enak juga Dion seolah tidak rela kalau Laila berinteraksi langsung dengan  para pelanggan terutama kaum laki-laki yang menurut Dion mereka semua memandang Laila dengan lapar


Padahal yaa kalian tau lah itu cuma pikiran Dion semata 🤣🤣🤣


Satu minggu Dion bekerja disana rumah makan itu benar-benar menunjukan perubahan yang signifikan selain dari segi keuntungan yang membaik Dion juga melakukan berbagai promosi digital dan tidak hanya menyasar kaum menengah ke bawah tapi juga kaum atas


Semakin hari rumah makan itu semakin ramai  dan hari ini tepat 1 bulan sudah Dion bekerja dan tentu saja Sazad sangat bangga dengan perfoma yang Dion lakukan


Saat rumah makan itu tutup Dion dan Sazad tetap berada disana mereka terus membicarakan perkembangan usaha ini sampai ke depannya


Tidak tanggung-tanggung Dion bahkan menyarankan kepada Sazad untuk mengembangkan sayapnya membuka restoran di tengah kota dengan gaya restoran yang lebih berkelas


" Kau gila Dion, kalau aku membuka restoran di tengah kota itu akan memakan banyak biaya "


" Kau tidak yakin dengan kemampuan mu Sazad "


Yaa memang saat Sazad dan Dion hanya berdua meraka tidak lain hanyalah seorang teman tidak ada gelar atasan atau bawahan


Sazad diam memikirkan perkataan Dion


" Ini dunia bisnis Sazad, semakin besar modal yang kau keluarkan semakin banyak keuntungan yang kau dapat kan, kau sudah punya poin lebih disini... Masakan dari para koki mu itu sangat lah enak, kita tinggal melakukan sedikit polesan disana sini dan yang paling penting adalah rumah makan mu disini pun juga sudah punya pelanggan tetap sehingga kau tidak akan kesulitan untuk mempertahankan pelanggan mu "


" Tapi Dion, tempat ku disini hanya rumah makan biasa yang terletak di pinggiran kota, sedangkan kau ingin aku membangun sebuah restoran mewah  aku bahkan tidak punya pengalaman di bidang ini "


" Percaya lah sazad kau akan berhasil dan aku akan selalu ada bersama mu "


Sazad diam sejenak sampai akhirnya dia berkata


" Baik lah Dion mari kita coba... Besok kita akan pergi ke pusat kota, kita lihat apakah ada lahan yang cocok untuk kita "


" TERBAAIIKK 👍 " ucap Dion sambil mengacungkan jempolnya


Sazad berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah amplop


" Ini gajih mu bulan ini dan ini adalah bonusnya "


" Wow kawan apakah ini tidak berlebihan ? "

__ADS_1


" Ini bahkan tidak seperempatnya dari keuntungan yang kau hasilkan untuk ku selama 1 bulan terakhir "


" Ha ha haa ( Dion tertawa lebar ) baik lah Sazad kalau kau memaksa "


" Mari aku antar kau pulang "


Dion dan Sazad berjalan beriringan meninggalkan rumah makan itu dan saat ini mereka sudah berada dalam mobil Sazad


" Dion kau masih tinggal dengan wanita itu ? "


" Laila namanya Laila "


Sazad tersenyum samar


" Iyaa, maksud ku Laila... apa kau masih tinggal dengannya "


" Yaa aku masih bersamanya "


" Apa kalian punya hubungan ? "


" Tidak ada "


" Apa kau menyukainya ? "


" Kalau kau suka kau nikahi saja Dion "


Dion melirik Sazad tajam


" Kenapa.. apa ucapan ku salah "


" Aku memang tidak ingin bermain-main dengan perasaan ku juga dengan yang namanya pernikahan... Kau tau sejak pertama aku melihatnya hati ku mengatakan dia benar-banar wanita baik dan benar saja setelah aku tinggal bersama nya aku tau dia itu sangat baik, tulus dan juga sangat polos ( dion tersenyum di akhir kalimatnya ). Aku memang sangat ingin memilikinya tapi entah kenapa hati kecil ku ragu untuk itu seolah mengatakan kalau aku nanti akan menyakitinya ( Dion tertunduk lesu ) "


" Apa ingatan mu belum kembali dion, maksut ku kau benar-banar tidak ingat sedikit pun siapa diri mu ? "


Dion hanya menggeleng


" Baik lah sepertinya aku paham apa yang kau khawatirkan, kau takut akan menyakitinya bila kau ingat siapa diri mu ? "


" Yaa, aku tidak tau aku ini sebelumnya siapa dan apa pekerjaan ku.. bagaimana ternyata sebelumnya aku bukanlah orang baik atau ternyata aku adalah seorang penjahat atau pembunuh berdarah dingin "


" Hei teman.. kata-kata mu itu sangat menakutkan walaupun kadang aku merasa kalau kau itu memang benar-benar bertangan dingin "


Ha ha ha

__ADS_1


Ha ha ha


Mereka tertawa bersamaan


Sazad diam memikirkan apa yang diucapkan Dion, memang kalau dilihat lagi Dion sepertinya bukan orang sembarangan terlebih lagi dia mempunyai kemampuan yang hebat dalam berbisnis ditambah juga penampilan fisiknya, dia mempunyai warna mata hazel dan tinggi badan 180cm, badannya pun juga atletis alisnya tebal dan rahang yang tegas


Tapi semuanya itu tertutup oleh pakaian yang sederhana dan agak lusuh, Sazad yakin seandainya gaya berpakain Dion dirubah mungkin dia akan terlihat seperti bos besar


" Eemm Dion bukan kah kau tidak punya KTP ? "


" Yaa "


" Bagaimana kalau aku buatkan kau KTP dan dokumen lainnya sebagai identitas mu ? "


" Memangnya bisaa?? "


" Hahaha aku punya kenalan di bidang itu, yaa untuk berjaga jaga saja selama kau bekerja dengan ku siapa tau nanti identitas mu akan menghambat pekerjaan kita "


Dion tidak berpikir panjang dan setuju saja dengan usul Sazad mengingat betapa penting identitas diri pada masa sekarang ini


Tidak lama mobil yang dikendarai Sazad sampai di depan kontrakan Laila, Dion segera turun dan mengucapkan terimaksih kepada Sazad


" Besok aku jemput kau jam 7 pagi kita akan langsug berangkat ke pusat kota "


Dion mengangguk paham dan Sazad pun melajukan mobilnya menjauhi kediaman Dion


To tok tok ( Dion mengetuk pintu )


Tok tok tok sekali lagi Dion mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam


" Ehh kemana dia, apakah tidur ? tapi ini baru jam 9 malam " ucap Dion pada dirinya sendiri


Dion memegang handel pintu dan ternyata itu tidak dikunci " eeh koq tidak dikunci " ( pikir Dion lagi )


Saat Dion masuk dia mendengar suara Laila sedang bernyanyi di kamar mandi


Suara nya begitu indah bagi Dion, mendengar suara Laila yang begitu bahagia dan ceria membuat perasaan dion menghangat


Dion melangkahkan kakinya pelan ke arah kamar mandi dan menyandarkan dirinya tepat di samping pintu membuat senyum cerahnya terbit


Ceklekkk ( Laila membuka pintu )


A a aaa   aaaa aaaaaaa

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2