
Oma Alexsandra segera berlari mendengar suara deru mobil berhenti di pekarangan rumah nya
"Aaaa cucu ku... Uuhh si ganteng ganteng" ucap oma begitu Laila turun dari mobil sembari menggendong Ello
"Uuhh oma udah punya cucu baru, cucu lama dilupain tuh"
"Aduh cucu omq yang cantik ini gak boleh cemburu nanti cantik nya hilang loh"
"Ehhheemmm mau diluar sini saja kah? Apa pintu manshion ini masih terkunci?"
"Issh Axel kamu tu yaa kalo ngomong sama mommy bawaan nya ngajak berantem mulu"
"Jadi boleh masuk tidak??"
"Tentu saja boleh untuk mantu dan cucu cucu ku... Kau langsung saja sana pergi lah ke kantor tidak usah mengacaukan kesenangan kami"
"Iish dasar nenek peot"
"Apa kau bilang.... Aaaaaaxxxxxxeeeeeelllll"
Axel segera berlari eets tapi sebelum kabur Axel menyempatkan diri untuk mencium Ello barulah Axel mengambil langkah seribu dan langsung masuk ke dalam mobil
Setelah mobil melaju baru lah kemudian Axel mumbuka kaca mobil nya dan melambaikan tangan pada keluarga nya tidak lupa juga Axel memberikan ciuman jarak jauh
"Astagaaa anak itu selalu saja membuat darah tinggi ku kambuh"
"Lah kan papa emang nyebelin oma"
"Ho oh menyebelin pake banget, yaa udah ayo masuk"
Oma Alexsandra pun menggiring Laila dan juga Cella untuk masuk. Tepat saat itu juga Grace baru saja turun dari lantai atas, Grace masih ingat dengan jelas bagaimana dulu dia memfitnah dan membenci Laila tapi kini Laila hidup dengan baik sedangkan dia harus terkucilkan
Keluarga William membuang Grace karena Grace gila dan tak kunjung sembuh selama bertahun tahun. Orang tua Grace kembali ke Inggris dan saat diberitahu kalau Grace telah sembuh bukan sambutan yang Grace dapatkan melainkan kenyataan pahit dimana orang tua nya bilang mereka malu punya anak seperti Grace
Austin pun juga telah jujur dan menceritakan segalanya pada Grace tentang apa yang terjadi selama Grace di rawat di RSJ termasuk tentang pernikahan Austin dengan Ratu
Grace tidak terima di madu dan dia pun memilih untuk berpisah setelah sebelumnya dia juga terlebih dahulu memastikan apakah masih ada cinta di hati Austin untuknya
__ADS_1
Namun ternyata kosong, perasaan Austin padanya memang sudah hilang sejak lama dan yang ada hanya rasa belas kasihan. Grace tidak mau dikasihani hingga dia memilih untuk berpisah
Setelah berpisah Grace ditampung oleh nyonya Alexsandra, nyonya Alexsandra pun sebenarnya menganggap Grace sebagai anak nya sendiri walau pun jujur Grace merasa tidak nyaman tinggal di lingkungan keluarga Austin namun sekarang Grace tidak punya tempat tujuan hingga mau tidak mau Grace tetap harus tinggal disini
Grace melempar senyum pada Laila dan dibalas senyuman manis oleh Laila.
"Apa kabar Laila?"
"Baik... Bagaimana dengan mu?"
"Aku seperti yang kau lihat" ucap Grace sembari tersenyum miris
"Anak mu lucu sekali... Semoga dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kuat seperti Axel dan sabar juga penyayang seperti diri mu"
"Makasih Grace"
"Laila kau pasti lelah, masuk lah dulu ke kamar mu... Ello mungkin ingin rebahan" ucap mommy Alexsandra menimpali
Laila pun patuh dan dia pun pergi ke kamar yang sudah disiapkan oleh mommy Alexsandra dan kamar itu juga ada di lantai dua bersebelahan dengan kamar milik Cella
"Iyaa mom... Grace hanya tidak enak hati saat ingat perlakuan Grace dulu pada Laila"
"Sudah lah, Laila juga pasti sudah memaafkan mu"
Grace hanya tersenyum menanggapi perkataan mommy Alexsandra. Banar kata mommy kalau Grace harus belajar untuk memafkan dirinya sendiri agar depresinya tidak kumat lagi
Di tempat berbeda Lucas juga baru saja pergi menuju ke kantor karena Lucas terlebih dahulu harus menjemput Saras dirumah orang tua nya dan mengantar nya ke hotel
Lucas saat ini sedang dilanda sakit cinta, rasanya ingin selalu dekat dengan sang kekasih.
"Astaga apa aku kena karma, aku selalu saja mengumpat jika Tuan Axel ingin selalu dekat dengan nyonya Laila tapi sekarang aku juga malah mengalami nya... Astaga Tuhan karma mu cepat sekali berlaku" gumam Lucas
Saat Lucas sibuk dengan pemikiran nya Lucas pun melihat seseorang dengan mengendarai sepeda motor berlalu berlawanan arah dengan Lucas sekarang. Lucas mengenali orang itu, tentu saja dia adalah Ciko orang menyebalkan yang membuat pujaan hati nya merasa sakit hati
Lucas pun memutar kembali mobil nya menuju ke hotel tempat Saras bekerja
Naas nya putaran di jalan itu cukup jauh dan jalanan cukup padat pagi ini
__ADS_1
"Siiiaal... Si brengsek itu pasti sudah sampai di hotel" Lucas mengumpaat sendiri
Tepat seperti dugaan Lucas, Ciko memang sudah berada di hotel. Saras lupa mengatakan pada satpam untuk mengisir Ciko jika dia datang
Saat Ciko bertanya pada Satpam tentang keberadaan Saras, satpam itu pun mengatakan kalau Saras ada di ruangan nya
Dengan senyum yang mengembang dan hati yang gembira, Ciko pun malanjutkan langkah kaki nya menuju ruangan kerja Saras
Dan benar saja Saras ada disana sedang asik dengan monitor laptop di depan nya hingga tidak menyadari kedatangan Ciko yang masuk bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Beibh"
Saras kaget mendengar suara yang menyapa nya. Tentu saja Saras sangat mengenali suara itu, Saras pun mencoba untuk acuh dan tetap focus pada layar di depan nya
"Beibh kamu kenapa sih? Ngilang gak ada kabar trus cuekin aku kayak gini, kamu kalau marah sama aku ngomong beibh, jangan diemin aku kayak gini"
Saras pun menarik nafas dalam, baru saja kemaren dia memikirkan ucapan Laila untuk menemui Ciko eeh orang nya udah nongol ajaa dihadapan mata
"Dengar Ciko, aku sudah tidak mau berbasa basi dengan mu. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita"
"Beibh, please jangan mulai. Kita udah bahas masalah ini dulu, ku mohon tunggu aku sebentar lagi aku pasti akan menceraikan istri ku"
"Dan membuat seorang anak kehilangan ayah nya!!! Begitu kah?"
Sesaat Ciko terkejut mendengar kalimat Saras. Jujur Ciko bingung bagaimana Saras tau tentang adanya anak di dalam pernikaham Ciko
"Beibh kamu jangan marah dulu oke... Aku bisa jelasin beibh aku ini dijebak... Kamu tau aku ini hanya cinta sama kamu, hati aku cuma milik kamu"
Ciko mendekati Saras dan ingin memeluk Saras namun tangan Ciko ditangkis oleh Saras
"Beibh, please aku tau kamu juga hanya cinta sama aku... Ini cuma masalah waktu beibh, semua nya pasti akan baik-baik saja... Percaya sama aku"
"Dah lah aku capek... Mending kamu pergi dari sini"
"Gak beibh aku gak akan pergi"
Buuuuukkkkkkkk
__ADS_1