
Axel memegang pundak Cella dan berkata " Terimaksih karena telah bertahan dan hidup dengan baik, terimaksih karena kau telah menjaga mama selama ini " ucap Axel dengan nada suara yang bergetar
Cella menatap mata Axel dalam, dan Cella yakin bahwa tidak ada kebohongan disana. Axel berkata dengan tulus dan Cella yakin bahwa Axel sangat mencintai mamanya
" Sepertinya keputusan ku untuk mempertemukan mama dan papa adalah keputusan yang tepat " batin Cella
Axel memeluk Cella erat sebagai tanda bahwa Axel sangat menyayangi keluarga kecilnya. Sebuah pelukan hangat yang baru pertama Axel rasakan membuat hati kecilnya bergetar
Lucas yang melihat adegan mengharukan ini pun juga ikut terbawa suasana. Para pelayan yang menyaksikan adegan ini juga ikut menitikan air mata. Mereka adalah saksi dari sebuah ego yang telah memisahkan satu keluarga, dalam hati mereka mengutuk perbuatan nyonya besar Alexsandra dulu yang telah dengan tega mengusir Laila dari Manshion
" Apa papa menyayangi ku ? "
" Tentu saja papa menyayangi mu sayang "
" Melebihi sayang papa ke mama ? "
" Ohh tentu saja tidak, mama mu itu adalah the one only dan tidak ada yang bisa menggantikan itu "
" Huh ternyata papa ini golongan buaya juga yaa "
" Buaayaa apa maksudnya itu ? " jawab Axel binggung
Tentu saja Axel tidak familiar dengan sebutan itu karena Axel terlalu sibuk bekerja hingga tak punya waktu untuk bergaul apalagi tau istilah-istilah kekinian
" Ahh sudah lahh..! Apa mama baik-baik saja ? "
" Tentu saja, papa menjaga mama dengan baik "
" Tapi papa meninggalkan mama sendiri di villa itu, biar Cella tebak pasti papa mengurung mama disana lalu menempatkan banyak pengawal "
" Hehehe " Axel nyengir
" Dasar " Cella memegang kepalanya sambil menggeleng-geleng
" Apa kau tidak apa tinggal disini ? "
" Tidak apa "
Setelah mengatakan tidak apa, Cella lalu berbisik di telinga Axel. " Papa tenang saja aku bisa mengatasi nenek tua itu dengan baik "
Mendengar kata-kata sang anak, Axel pun tertawa terbahak-bahak " hahhahaha kau ini memang menakutkan kadang mulut mu itu sangat beracun tapi terkadang teramat manis " ucap Axel sambil mengacak ngacak rambut sang anak
__ADS_1
Cella pun membiarkan saja Axel membelai kepalanya, karena jujur saja jauh di lubuk hati Cella yang terdalam Cella sangat merindukan sentuhan dari sosok seorang papa
" Mau ikut papa ke kantor ? "
" Tidak, aku disini saja menemani nenek tua itu memamerkan tubuhnya yang keriput "
" Hahaha kenapa tidak ingin ke kentor papa "
" Papa... Aku ini sangat tidak tertarik dengan dunia bisnis, dunia ku ini sama dengan bunda Ratu, kami ini adalah model papa... Kalau bisa papa cepat berikan aku adik laki-laki agar dia bisa mewarisi kerajaan bisnis papa... Ingat pa, Cella tidak mau di repotkan dengan urusan bisnis jadi cepat lah berikan Cella adik "
Mendengar kata adik, membuat sebuah senyuman merekah dari bibir Axel. Tentu saja sebelum Cella minta pun Axel akan dengan senang hati membuatnya karena itu adalah hobby Axel. Mana mungkin Axel tidak melakukan hobbynya kalau goa tempat berlabuh ada disekitarnya
Axel pun pamit dan pergi lagi ke kantor Axel Coperation. Ada beberapa hal yang harus dia bereskan, banyak pekerjaan yang menunggu keputusan dari Axel karena Axel pergi ke negara XxxxX sehingga beberapa pekerjaan itu sedikit terbengkalai
" Apa kau sudah mengatur pertemuan ku dengan Rendra ? "
" Sudah Tuan, pukul 11 nanti kita akan berangkat ke kantor Tuan Rendra "
" Hhhmm baiklah "
Axel pun kembali bersibuk dengan Tab nya. Ketika sampai di kantor semua orang menundukan kepala ketika melihat sang pimpinan datang. Para karyawan wanita pun merebut mencuri pandang dengan sang bos besar. Bagaimana tidak, kegagahan dan ketampanan seorang Axel adalah magnet yang mampu mengikat kaum hawa yang ada di dunia
Sementara di negara XxxxX, Laila saat ini sungguh merasa kesepian. Dia dilarang keluar dari Manshion padahal dia hanya ingin jalan-jalan di pantai. Laila memerintahkan salah satu pelayan untuk mencarikannya bunga, yaa Laila juga sangat suka untuk merangkai bunga tapi sedetik dua detik berlalu Laila pun juga mulai bosan dengan kegiatannya ini.
Bekerja sebagai konsultan hukum membuatnya sedikit memahami tentang cara orang lain mengawasi secara diam-diam. Laila sangat yakin kalau saat ini Axel pasti berada di depan sebuah layar dan melihat setiap pergerakan yang dibuat oleh Laila
Kerena itulah Laila sengaja memakai baju yang sedikit terbuka. Laila berani memakai baju seksi di dalam villa karena Axel sudah memerintahkan bahwa hanya para pelayan wanita yang boleh masuk ke dalam, sedangkan para pengawal hanya boleh berada di luar villa saja
Laila membuat kue di dapur tapi dia tidak menggunakan celemek dia mengunakan kemeja putih yang tembus pandang sehingga underware Laila dapat terlihat meskipun Laila memakai baju. Laila mengikat tinggi rambut panjangnya sehingga leher jenjang itu terlihat sempurna.
Sepintas Laila hanya membuat kue biasa, tapi jika diperhatikan lebih dalam sesekali Laila melakukan gerakan erotis yang menggoda iman.
Benar saja tepat seperti dugaan Laila, Axel saat ini tengah memperhatikan gerak gerik Laila melalui sebuah layar di handphone nya. Melihat gerakan gerakan seksi yang dibuat oleh istrinya di dapur membuat ekspektasi liar Axel kembali datang
Seketika itu juga adik kecil kembali meronta ronta ingin kembali kepada induknya
" Astagaaa aku bisa gila jika begini " gumam Axel
Axel saat ini sudah tidak bisa focus dengan pekerjaannya, semakin ia melihat Laila semakin liar otak Axel menghalu bilu. Ingin rasanya Axel pulang detik ini juga dan membawa adik kecilnya bermain-main di dapur
" Lucas... Siapkan pesawat aku ingin pulang sekarang juga "
__ADS_1
Akhirnya pertahanan Axel runtuh juga, dia sungguh tak bisa lagi jauh dari sang istri tercinta jika si adik kecil sudah meronta ronta ingin pulang
" Tapi Tuan, kita ada janji dengan Tuan Rendra Artawijaya "
" Astaga kenapa aku bisa lupa " ucap Axel sambil mengusap kasar wajahnya
" Kita berangkat sekarang "
" Baik Tuan "
Tidak lama mobil yang tumpangi Axel telah sampai di sebuah restoran. Axel melebarkan langkahnya menuju ruangan VIP tempat yang telah ia dan Rendra sepakati untuk mereka bertemu
" Wah cepat sekali kau datang " ucap Axel saat melihat ternyata Rendra sudah ada disana
" Tentu saja, aku bukan orang yang suka mengulur waktu. Setiap detik itu berharga untuk ku "
" Waahh pantas saja kau jadi pengusaha yang sukses "
" Yaa, mungkin suatu saat aku akan lebih sukses dari diri mu "
Hahahahaha mereka berdua tertawa bersamaan
" Langsung saja, aku tidak suka basa-basi tujuan ku ingin bertemu dengan mu karena aku ingin mengucapkan terimakasih karena selama ini sudah menjaga istri dan anak ku dan sebagai rasa terimaksih ku, aku akan berinfestasi di perusahaan mu dan menjadikannya berskala internasional "
" Wow menarik sekali Tuan Axel "
" Issh langsung saja jawab kau mau atau tidak "
" Hei mengapa kau terburu-buru apa kau tidak bisa sedikit lebih santai "
Axel melonggarkan sedikit dasinya merasa kalau hawa di ruangan ini sedikit panas padahal AC ditempat ini sudah sangat dingin, Axel duduk dengan gelisah seolah kursi yang ia duduki itu mengandung virus yang membuat pantatnya terasa gatal
Gerak gerik Axel ini tertangkap oleh mata Rendra. Rendra lalu melirik ke arah senjata pamungkas Axel dan disana Rendra menemukan fakta bahwa senjata pamungkas itu kini berubah menjadi ular piton raksasa membuat Rendra tertawa terbahak bahak. Tentu saja Rendra adalah seorang pemain, dia sangat paham betul kondisi seseorang jika sedang terang×sang
" Hahahahahaha.... Apa belut mu itu berubah menjadi belut raksasa dan ingin masuk ke dalam sarang nya "
" Ehhheemmm " Axel jadi salah tingkah dengan omongan Rendra
Axel berusaha mengapit si belut dengan kedua pahanya tapi karena ukuran si belut yang terlampau sudah membesar bukannya malah bersembunyi si belut malah semakin berdenyut membuat kepala Axel semakin pusing
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻