
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE-77 YA READERS 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
HAPPY READING 🥳🥳🥳🥳
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
"Gak beibh aku gak akan pergi"
Buuuuukkkkkkkk
Satu bogem mentah mendarat tepat di pipi kanan Ciko
"Apa-apa'an ini???" ucap Ciko marah sembari mengusap darah yang keluar dari bibir nya
Saras pun cukup terkejut dengan kejadian ini. Entah datang dari mana Lucas tiba-tiba datang begitu saja
"Kau, apa kau tuli... Saras bilang dia sudah tidak ingin ada hubungan dengan mu... Jadi pergi lah sejauh mungkin"
"Siapa kau berani mengatur ku heeeh"
"Aku adalah calon suami Saras Indarvarti... Jadi ini adalah peringatan pertama dan terakhir dari ku untuk mu, jauhi calon istri ku atau aku akan membuat hidup hancur menjadi debu"
"Apa... Calon istri" Ciko pun diam sesaat
"Hahahahaha jadi karena ini Ras, karena kamu sudah punya laki-laki lain lalu kamu mau putus dari aku.... Hahahaha kamu lupa Saras kalau kamu itu sudah...."
Bukkk
Buukk
Buuukk
Buuukkk
Kali ini Lucas menghajar Ciko tanpa ampun, Ciko pun tak bisa melawan karena dia sudah ditumbangkan terlebih dahulu oleh Lucas. Melihat tindakan Lucas yang semakin brutal dan kondisi Ciko yang mengenaskan Saras pun mencoba untuk melepaskan cengkraman Lucas
"Lucas... Hentikan Lucas... Hentikan"
Namun Lucas tidak mau mendengar Saras, mata Lucas sudah ditutupi amarah mendengar Saras direndahkan oleh orang lain. Lucas pun meradang dan tidak ingin mengenal kata ampun
Saras pun berlari dari ruangan nya dan memanggil beberapa petugas keamanaan
"Paak paak tolong pak... Tolong itu ada yang berantem di ruangan Saya"
__ADS_1
Petugas keamanan ini pun berlari menuju ruangan Saras, namun saat mereka sudah sampai disana Ciko sudah dalam keadaan tak sadarkan diri
Saras pun shock melihat pemandangan ini... Apakah Ciko mati begitu pikir Saras
Sarah ingin menolong Ciko namun Saras tidak mau menyulut kembali api amarah di hati Lucas. Saras pun membiarkan saja petugas keamanan yang mengurus Ciko. Untung lah saat petugas keamanan itu memeriksa deyut nadi Ciko ternyata Ciko masih hidup
"Huhh syukur lah" batin Saras
Saras pun mendekati Lucas yang masih berdiri mematung dengan tatapan setajam singa. Jujur saja Saras pun takut melihat Lucas yang begini namun Saras yakin perbutan Lucas tadi tidak lebih karena ingin membela harga diri Saras
Saras pun memeluk Lucas dari belakang tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Lama Saras dalam posisi itu akhirnya Lucas menggerakan tangan nya lagi dan menggenggam tangan Saras lembut
"Maaf kan aku... Aku terlalu emosi... Apa aku membuat mu takut" ucap Lucas masih dengan posisi membelakangi Saras
"Untuk apa minta maaf... Aku yang harus nya berterima kasih karena calon suami ku ini sudah membela ku"
"Ciih calon suami" Lucas tertawa miris
Lucas pun berbalik badan dan melepaskan pelukan Sarah hingga mata mereka berdua pun saling bertemu
"Apa kau masih mencintai Ciko???" ucap Lucas dengan tatapan tajam
"Apa itu terlihat jelas yaa dimata ku?" ucap Saras sembari tersenyum tipis
Lucas pun patuh dan duduk di kursi sofa yang ada di ruangan Saras dengan posisi yang bersebrangan dengan Saras
Saras yang merasa kalau Lucas sedikit menjauh pun berinisiatif untuk duduk disamping Lucas
Saras menuntun tangan Lucas untuk menggenggam tangan nya namun Lucas sama sekali tak memberikan respon
"Lucasss... Bohong jika aku bilang kalau aku sudah tidak menyukai Ciko, hubungan ku dengan Ciko sudah berjalan selama sembilan tahun lama nya. Bohong jika aku bilang semua perasaan ku untuk Ciko sudah mati dan terkubur dalam sekejab. Tapi Lucas terlepas bagaimana pun perasaan ku saat ini, aku tetap tidak ingin menjalin hubungan yang tidak sehat ini lagi bersama Ciko. Aku sadar Ciko mungkin bukan laki-laki yang ditakdirkan Tuhan untuk ku, karena itulah aku menyerah tentang perasaan ku pada Ciko dan aku ingin membuka lembaran baru bersama orang lain... Dan orang itu adalah kau Lucas, kau yang mau menerima segala kekurangan ku, dan kau yang rela melakukan apa pun untuk membuat ku tersenyum dan kau adalah orang pertama yang memasang badan saat aku dihina atau direndahkan oleh orang lain. Aku mencintai mu Lucas"
Telinga Lucas berkedut berulang kali mendengar kalimat terakhir dari Saras. Kini Lucas pun menatap dalam ke netra mata Saras. Ingin rasa nya Lucas mendengar sekali lagi kalimat cinta dari Saras namun gensi di hati nya sedang bertahta
"Apa kau bisa membuktikan kata-kata mu?"
"Tentu saja... Apa yang kau inginkan Lucas?"
"Aku ingin kita ke KUA sekarang"
"Whaaatttt"
"Kenapa...? Kau tidak mau..? Artinya kau tidak serius dengan ucapan mu tadi"
__ADS_1
"Yaa gak gitu juga kali konsep nya bambang" gumam Saras pelan
"Lucas, maksud ku apa ini tidak terlalu cepat... Kau bahkan belum mengenalkan aku pada orang tua mu... Apa kau yakin mereka akan merima aku menjadi menantu mereka"
"Yaa mereka akan menerima nya... Mereka akan menerima wanita pilihan ku"
"Tapi... Tetap saja tidak begini juga Lucas..."
"Kalau orang tua ku yang menjadi alasan maka hari ini juga kita akan ke tempat orang tua ku dan menikah disana"
"Whaaaattt... Lalu bagaimana dengan keluarga ku?"
"Aahhh ribet sekali... Yaa sudah kita menikah disini dan orang tua ku akan datang hari ini juga"
"Astaaaggga Lucass" Saras sedikit geram namun dia mencoba untuk meredakan emosi nya
"Lucas menikah itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ada tahapan yang harus di tempuh salah satunya pertemuan antara dua keluarga"
"Memang nya harus..? Kan yang nikah kita... Kita yang jalani bukan mereka"
"Yaa tetap saja Lucas, sebagai orang Indonesia yang berbudaya kita harus seperti itu. Pertama keluarga kita harus saling bertemu terlebih dahulu baru setelah itu mereka menentukan tanggal pernikahan kita"
"Astaga mau nikah saja koq ribet sekali pantas saja banyak orang hamil di luar nikah"
"Apaaa kau bilaaang"
"Tidak aku tidak bilang apa-apa"
"Yaa sudah kalau gitu kita nikah di KUA saja dulu baru yang lain nya dibicarakan nanti"
"Nih orang kayak nya otak nya udah gesrek yaa... Jangan buat aku menyesali keputusan ku untuk menikah dengan mu Lucas"
"Hehehehe"
"Kalau begitu ayo kita ke tempat orang tua mu sekarang. Pokoknya aku ingin segera menikah dengan mu... Hal baik gak boleh di tunda loh"
"Tapi kerjaan kita gimana?"
"Tenang nanti biar aku yang ngomong sama Tuan Axel"
Akhirnya Saras pun patuh dan pulang lagi ke rumah nya menuruti kemauan Lucas. Bukan tanpa alasan Lucas ingin segera menikahi Saras, Lucas takut Saras tetap tidak bisa melupakan Ciko dan berubah haluan lagi pada Ciko lalu mencampakan diri nya
Kalau Lucas dan Saras sudah punya ikatan resmi. Lucas akan punya seribu satu alasan untuk menghalau kedatangam Ciko dan masalah perasaan Saras pada Ciko, Lucas akan pelan-pelan membuat Saras lupa pada Ciko hingga cinta Saras hanya teruntuk Lucas seorang. Tak akan ada nama lain di hati Saras itulah alasan Lucas kenapa ingin segera menghalalkan Saras
__ADS_1