
"Bagaimana kabar paman?"
"Alhamdulilah paman sehat Laa"
"Alhamdulilah, Laila senang mendengar paman baik-baik saja"
"Yaa namanya juga tinggal di kampung Laa, jadi yaa seperti ini saja sudah diberi nikmat hidup sehat pun paman sudah bersyukur"
"Syukur alhamdulilah paman... Kalau Keyla apa kabar paman?"
Paman Soleh pun diam sebentar dan sontak saja pertanyaan Laila ini membuat raut wajah paman Soleh berubah menjadi muram
"Paman ada apa?"
"Sebenarnya paman selalu memikirkan Keyla belakangan ini"
"Memang Keyla kenapa paman?"
"Sudah beberapa bulan ini Keyla tidak kabar Laa, biasa nya juga setiap bulan Keyla selalu mengirim uang untuk paman tapi beberapa bulan ini jangankan mengirimkan uang bahkan paman pun tidak bisa menghubunginya. Jujur paman takut terjadi apa-apa dengan Keyla"
"Memangnya Keyla benar-benar pergi jadi TKW di Arab Saudi paman?"
"Awalnya memang mau ke Arab tapi katanya entah kenapa dia dipekerjakan di Amerika"
Axel pun ikut menyimak pembicaraan Laila dan paman Soleh. Tentu saja kini Axel tau korban salah culik dulu ternyata sepupu dari Laila. Axel pun hanya bisa diam dan menyimak tanpa mau ikut bicara
"Loh koq bisa gitu paman?"
"Yaa paman juga gak tau laa, kalau dihitung hitung ini sudah 7 tahun lamanya dia bekerja di Amerika dan sudah hampir 4 bulan ini tidak ada kabar"
Laila pun melirik Axel seolah bicara agar Axel menolong paman Soleh untuk mencari tau kabar Keyla. Axel pun paham dengan maksud dari tatapan Laila itu hingga Axel mengangguk sembari mengedipkan mata tanda bahwa dia tidak keberatan untuk menolong paman Soleh
"Ahh paman lupa membuatkan mu minum"
"Tidak usah paman, tidak usah repot"
"Aahh mana boleh seperti itu Laa, sebentar yaa paman buatkan dulu"
"Iyaa paman"
Setelah menunggu beberapa saat paman Soleh pun datang dengan sebuah nampan yang berisi tiga buah gelas teh dan sedikit cemilan
"Maaf yaa Laa seadanya"
"Tidak apa paman, ini bahkan lebih dari cukup"
"Kamu memang selalu saja seperti itu Laa dari dulu selalu merendah diri, padahal kamu sekarang sudah sukses. Oh yaa cucu paman ini sudah berapa bulan?"
"Sekarang udah jalan 8 bulan paman"
"Wah sebentar lagi lahiran donk"
"Hehehe iyaa paman, doakan yaa paman semoga nanti Laila lahiran nya lancar"
"Pasti Laa, paman pasti akan selalu mendoakan mu"
Setelah puas berbincang Laila pun pamit undur diri dan pulang kembali ke kota
"Kenapa tidak menginap saja Laa? Ini sudah hampir malam loh"
__ADS_1
"Gak usah paman, nanti Laila malah merepotkan"
"Mana ada seperti itu, paman malah senang kalau kamu menginap"
"Mungkin lain kali yaa paman"
"Yaa udah kamu hati-hati dijalan"
"Iyaa paman, Laila pamit... Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam warah matullahiwabarakatuh"
"Ehh Laila, lama gak ketemu kamu udah jadi orang kaya yaa sekarang... Pasti kamu jadi simpanan yaa" ucap salah satu warga
"Jaga mulut Anda" Axel marah
"Iddiiih mas bule marah, hati-hati mas ntar harta kamu habis loh diporitin sama dia"
Axel meradang dan ingin segera merobek serta mencabik cabik orang yang ada dihadapannya ini. Namun, Laila tentu saja mencegahnya bukannya Laila takut seperti dulu tapi Laila hanya tidak ingin membuat keributan
Laila membelai tangan Axel dan menggandengnya pergi untuk menjauh meninggalkan semua gosip dan desas desus yang kini menimpa dirinya
Jujur saja Axel tidak rela dan tidak iklas jika tidak bisa membalas semua perbuatan orang-orang yang menghina dan menyakiti istrinya. Walau Axel memilih patuh dan mengikuti Laila tapi hati nya bertekad untuk kembali ke kampung ini dan balas dendam
Yaa Axel akan balas dendam. Lailanya terlalu baik hingga tidak pernah menyimpan dendam pada siapa pun ohh tapi tentu saja itu tidak berlaku untuk dia dan juga keturunannya. Siapa lagi keturunan Axel tentu saja Cella, Axel yakin Cella akan jauh lebih meradang jika mendengar Laila mendapatkan perlakuan buruk dari orang
Axel jadi berpikir untuk melibatkan Cella dalam misi balas dendamnya kali ini. Bukan apa-apa, itu karena Cella jauh lebih usil dan lebih kejam dari Axel. Dibalik wajah Cella yang cantik rupawan serta penuh dengan sejuta pesona tidak banyak yang tau kalau sebenarnya Cella itu juga termasuk golongan iblis bertanduk jika hidupnya atau hidup orang yang dia sayangi terusik
Tidak banyak yang tau juga dibalik tubuh indah nan gemulai nya terlebih jika Cella sedang berlenggok di atas catwalk orang hanya akan berpikir bahwa Cella adalah gadis kecil yang manis dan juga imut tapi sebenarnya Cella adalah seorang yang ahli dalam beberapa ilmu bela diri sama seperti sang papa yang menguasai 5 keahlian bela diri sekaligus maka Cella pun juga begitu
Karena itulah Axel dan Cella ini bukan tipe orang yang bisa diusik atau mereka akan membalas itu dan membuat musuh tak berkutik sampai menjadi abu
"Kita lihat saja nanti orang kampung, apa mulut kalian masih berani bicara jika aku dan anak ku datang kesini" batin Axel sembari tersenyum devil
"Sayang apa kau ingin berbaring?"
"Apa tidak apa? Sebenarnya memang pinggang ku sedikit sakit"
"Astaga... Kenapa kau tidak bilang dari tadi sayang... Ayo cepat sini berbaring lah" ucap Axel sambil menepuk pahanya
Laila pun patuh, dia membaringkan tubuhnya di kursi penumpang dan menjadikan paha Axel sebagai bantal nya. Axel memiringkan sedikit kursi itu kebelakang agar Laila merasa nyaman dan tidak merasa sempit
Axel membelai rambut panjang Laila yang terurai dengan lembut hingga membuat Laila merasa nyaman.
"Sayang apa tidak apa jika kita langsung pulang, jika kau sangat lelah kita bisa mencari penginapan"
"Tidak mas, aku ingin pulang"
"Kau yakin? Apa dia baik-baik saja" ucap Axel sambil membelai perut Laila
"Yaa papa, dede baik sangat baik" ucap Laila dengan menirukan suara anak kecil
"Iisshh anak papa ini pintar sekali, nanti jika kau sudah keluar papa akan membawa mu pergi bekerja karena kakak mu Cella tidak mau berurusan dengan yang namanya kantor dan apa kau tau kakak mu Cella itu sungguh sangat menyebalkan"
"Whahahahaha" Laila tertawa mendengar aduan Axel tentang Cella
"Hei hei kau menendang, sayang bayi kita menendang"
"Iyaa mas, seperti nya dia merespon ucapan mu"
__ADS_1
"Benarkah? Wah hebat sekali kau nak, papa yakin kau pasti juga akan jadi orang hebat seperti papa"
"Eehhh sombong amat"
"Hahahah aku tidak sombong sayang, aku ini memang hebat"
"Ya ya yaaa mas ku sayang"
"Hehehe tidur lah sayang, kau pasti sangat lelah"
"Aku tidak bisa tidur"
"Kenapa?"
"Aku lapar"
"Astaga.... Maafkan aku sayang aku jadi melupakan makan siang mu.... Astaga mana ini sudah hampir jam makan malam juga... Maaf sayang, maafkan papa kau pasti kelaparan, jadi kau ingin makan apa sayang"
"Eemmm apa ajaa, ehh tapi mas di ujung jalan sana ada tempat makan tepi sawah. Bagaimana kalau kita mampir disana saja"
"Baiklah sayang, anak papa tunggu sebentar lagi yaa nak kita akan makan sepuasnya"
Tak lama mobil yang ditumpangi oleh Axel dan Laila pun sampai di sebuah tempat makan yang menyuguhkan pemandangàn di tepi sawah
"Wahh bagus sekali tempat ini mas"
"Kamu juga belum pernah kesini sayang?"
"Belum... Ini pertama kali"
"Loh koq bisa? Padahal tempat ini kan cukup dekat dengan desa mu"
"Iyaa benar mas, tapi hanya orang-orang kaya saja yang bisa makan disini... Aku dulu hanya bisa memandang saja"
Jlleebb Axel seperti tersentil hati nya, bagaimana dia bisa lupa tentang sejarah kelam istrinya
"Astagaa pertanyaan macam apa yang ku lontarkan tadi, bodoh sekali aku pasti Laila jadi sedih sekarang" batin Axel
Laila dan Axel pun duduk di salah satu gajebo yang ada di persawahan. Pemandamgan disini sangat asri dan sejauh mata memandang hanya ada hamparan hijau persawahan yang belum berbuah serta di depan dekat pintu masuk ada banyak ayunan yang digantung di pohon mahoni yang dihiasi dengan berbagai ornamen lampu kerlap kerlip hingga menjadi spot foto bagi kaum muda mudi
"Silahkan pak bu ini menunya" ucap salah satu pelayan
Laila dan Axel pun menerima itu dan mulai membuka menu tersebut satu persatu
"Eemmhh Saya pesan ikan Nila terbang yaa mbak dengan sambel dabu-dabu"
"Whaatt... Apa itu ikan terbang... Memang ada ikan bisa terbang sayang? Astaga restoran macam apa ini kenapa ada menu sinetron di dalamnya?"
"Sinetron apa sih mas maksudnya"
"Ikan terbang itu kan merek sinetron di televisi sayang, memang nya di dunia nyata beneran ada ikan terbang?"
Jujur saja jika tidak menghormati pelanggannya, pelayan restoran ini sangat ingin tertawa terbahak bahak. Bagaimana bisa menu makanan ikan terbang mereka dibilang hanyalah sebuah hayalan dan halusinasi
"Mas... Ini hanya perumpamaan, ikan terbang pada menu ini maksudnya ikan yang digoreng dengan cara memotong kedua sisi dagingnya lalu di rentangkan sehingga bentuknya mirip seperti terbang"
"Loh memang bisa begitu?"
"Yaa bisa laa... Bukan kah kau berteman dengan pak Sazad kenapa tidak kau tanyakan saja padanya perwujudan ikan terbang itu seperti apa"
__ADS_1
Dan benar saja, dengan polosnya Axel pun mengeluarkan hp nya dan bertanya langsung pada Sazad yang sudah sangat lama berkutat dengan dunia kuliner
Jangan ditanya ekspresi Sazad dari sebrang sana, sungguh Sazad saat ini rasanya ingin melompat ke jurang pendapati pertanyaan konyol dari sahabat nya ini