
Tiit tiiitt tiiittt
Nyaring bunyi klakson membuat Laila dan Dion kaget dan melepaskan paguta* bibirnya
Sejenak mereka terpaku dan saling menatap, Laila malu bahkan sangat malu... Mukanya pun tak ubah bak kepiting rebus
Laila mengerjabkan matanya beberapa kali dan hal itu membuat Dion malah tersenyum dengan indah karena menurutnya apa yang dilakukan Laila saat ini sangat lah imut
Laila sadar ini salah dia pun segera bangkit
" Eheem sepertinya taksi yang ku pesan sudah datang, cepat lah bangun kita akan pergi ke pasar " ucap Laila
Dion patuh dan segera menyusul Laila yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam taksi
Bruuk ( suara pintu mobil ditutup )
"Jalan sekarang pak sesuai aplikasi " ucap Laila tanpa melihat sedikit pun ke arah Dion
Taksi mulai melaju membelah daerah pinggiran kota yang masih tetap ramai walau waktu sudah menunjukan pukul 7 malam
Sepanjang jalan tidak satu pun diantara Laila maupun Dion yang bicara, hening seolah mereka berada di dalam kubur... Hanya diri sendiri yang sibuk dengan pikiran sendiri 😅
" Mbak sudah sampai " ucap supir taksi
" Ehh sudah sampai kah " ucap Laila
Laila melirik ke sebelah tempat duduknya ternyata Dion sudah tidak ada, karena asyik melamun Laila bahkan tidak sadar kalau Dion sudah turun terlebih dahulu
Laila membayar ongkos taksi dan segera menyusul Dion
" Kenapa bengong " ucap Laila pada Dion
Dion diam dan hanya mengangkat bahunya tanda dia tidak tau tempat apa ini
" Iisshh kau ini benar-banar "
" Benar-benar tampan kan " ucapa Dion kepedean
😲 Laila melongo mendengarkan ucapan Dion
" Ini orang tadi salah makan apa? Kadang-kadang teramat sombong dan angkuh tapi sekarang teramat narsis " pikir Laila
__ADS_1
" Sudah lah sekarang kau ikuti aku, kita akan membeli beberapa baju untuk mu "
Dion patuh dan mengikuti langkah Laila
Laila mulai menghampiri pedagang yang menjual baju dan celana untuk laki-laki
" Dion sepertinya baju ini cocok untuk mu "
" Selera mu jelek sekali aku tidak mau memakai baju itu "
" Hah oke baik lah kau pilih lah sendiri "
Dion melirik sejenak ke arah baju yang bertumpuk dan bergantung itu dan dia mulai mengacak-acak dan memporak porandakan dagangan orang
" Hei tolong tuan jangan dibuat berantakan begini " ucap ibu pedagang
" Bu dagangan mu jelek sekali tak ada satu pun yang bagus disini "
Laila kaget dan membuka mulutnya lebar
" HEH KALAU TIDAK NIAT BELI TIDAK USAH HINA DAGANGAN SAYA " ucap ibu marah
" Maaf bu maafkan teman Saya " ucap Laila sambil menarik Dion pergi dari sana
" Seperti itu bagaimana, memang benar kan baju itu tidak ada yang bagus "
" Lalu kau mau yang seperti apa " ucap Laila sedikit geram
" Yaaa tentu saja yang bagus, yang cocok untuk aku yang tampan "
" OHH YAA TUHAN " geram Laila sangat geram 😂🤣
Dari pedagang satu ke pedagang yang lain Dion melakukan hal sama dari mulai mengacak ngacak sampai mengeluarkan mulut pedasnya
Dion bilang pakaian ini tidak layak pakai padahal pakain yang dijual pakain baru yang masih ada lebelnya sampai mengatakan kalau semua pakain ini harusnya tidak pernah di produksi dan harusnya semuanya ini di bakar dan dimusnahkan
Para pedangang tentu saja marah dan Laila lah yang harus menerima amukan para pedagang sedangkan si kang pembuat onar tak menunjukan rasa bersalah sedikit pun, mukanya acuh seolah tak pernah terjadi apa-apa
" Kau ini maunya apa sudah lebih dari 10 pedagang pakaian yang kita datangi mengapa tak satu pun pakaian yang bisa kau pilih "
" Hey ini bukan salah ku, mengapa kau marah "
__ADS_1
" Apanya yang bukan salah mu, kau membuat semua berantakan dan menghina jualan mereka, bagaimana bisa bukan salah mu "
" Itu salah mereka, mengapa pakaiannya jelek sekali "
" Aaaaaaaaaaaaaaaa " teriak Laila frustasi
Laila pergi dan mempercepat langkahnya
" Hei kau mau kemana ? "
" Hei " teriak Dion
Bruukk
Dion menambrak punggung Laila karena Laila berhenti secara mendadak
" Hei kau ini tega sekali, kau sengaja ya meninggalkan aku, kau sudah tau kan aku ini pincang mengapa berjalan cepat sekali "
Laila tidak menjawab dan melirik Dion secara tajam sampai Dion bergidik ngeri dibuatnya
" Iissh mengapa mata mu seram sekali " ucap Dion
" Lihat lah kau seperti hantu saja sampai bulu kuduk ku berdiri semua "
" Jika aku hantu maka aku akan menyeret mu terlebih dahulu ke neraka " ucap Laila ketus
Dion melengo mendengar ucapan Laila
Laila tak perduli dengan tanggapan Dion, saat Dion akan membuka mulutnya untuk bicara Laila terlebih dahulu melangkah kan kakinya pergi menghampiri pedagang yang menjual pakaian laki-laki
Laila tak lagi bertanya, harga dan ukuran dia langsung saja mengambil beberapa potong baju, celana, bahkan dalaman untuk laki-laki, tak ada rasa malu apa pun lagi saat Laila mengambilkan beberapa dalaman untuk Dion karena baginya rasa malu karena tingkah Dion saat ini lebih berat dari pada mengambilkan dalaman untuknya 😋
Dion diam saja melihat apa yang dilakukan Laila, kalau bicara lagi bisa-bisa dia akan benar-benar dikirim ke neraka ( pikir Dion )
Laila sudah selesai mengambikan beberapa potong pakaian dan dia pun segera membayarnya
Laila menghampiri Dion dan menyerahkan beberapa kantong belanjaan nya
" Ini, bawa ini "
Dion patuh tak berani membantah, Laila saat ini sungguh menyeramkan pikirnya
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=