
Sazad dan Dion tersenyum senang dengan apa yang mereka dapat saat ini
Tak butuh waktu lama dan tanpa proses yang panjang Sazad sudah mendapatkan apa yang dia mau
" Kau hebat Dion bagaimana kau bisa mendapatkan gedung ini dengan harga yang sangat murah "
" Entahlah aku cuma mengikuti insting ku saja "
" Okee.. Baiklah kita pulang sekarang "
" Eeemm aaaaaa aaaa " tiba-tiba Dion menjerit tertahan, dan ini tentu saja membuat Sazad sangat terkejut
" Ada apa Dion kau kenapa ? "
Dion tak menjawab dia terus merintih tertahan sambil memegangi kakinya yang cidera, mukanya tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat dan butiran keringat sebesar biji jagung mengalir dari dahinya
Melihat kondisi Dion seperti itu Sazad langsung berlari mencari pertolongan
" Hei kalian bisa tolong aku, teman ku tiba-tiba sakit " ucap Sazad kepada beberapa karyawan
Para karyawan tersebut segera berlari mengikuti langkah kaki Sazad, dan alangkah terkejutnya Sazad saat ia datang Dion sudah terkapar lemas di bawah lantai
Meraka segera mambawa Dion ke rumah sakit menggunakan mobil Sazad
Disepanjang jalan menuju rumah sakit Dion terus saja merintih dan sesekali berteriak " A aaahhh Aaaaaaa " mendengar jeritan Dion Sazad melajukan mobilnya dengan sangat cepat
Tittt tiiik tiiiittt
Sazad menyalip semua mobil yang menghalangi jalannya
Bagai orang kesetanan Sazad bahkan sudah tak perduli dengan sumpah serapah pengendara lain
Akhirnya kurang dari 20 menit Sazad sudah sampai di rumah sakit, Dion langsung di bawa ke ruang IGD dan ditindak lanjuti
"Huuuhhff " Sazad menghela nafas sambil menyapu keringat di dahinya
Setelah 1 jam menunggu akhirnya dokter keluar " bagaimana kondisi teman Saya dok " ucap Sazad
" Apa ada keluarganya ? "
__ADS_1
" Saya walinya dok "
Dokter mengangguk paham
Mari ikuti Saya ke ruangan Saya
Sazad patuh
" Silahkan duduk eemm " ucap dokter binggung
" Sazad panggil saja Sazad "
" Begini pak Sazad, saat ini kondisi pasein sangat mengkhawatirkan, ini pak lihat lah (dokter menunjukan hasil rontgen) kondisi kaki beliau tulangnya ada remukan yang mana serpihan tulang ini mengenai kulitnya
dan jika dibiarkan kondisi ini akan semakin memburuk dan kondisi terburuknya adalah kemungkinan beliau akan kehilangan sebelah kakinya
" Apaaa " Sazad kaget mendengar penjelasan dokter
" Dokter apakah tidak ada jalan lain? "
" Sebenarnya bisa saja pak kita melakukan operasi dan menanamkan pen di tulang ini (sambil menunjuk foto rontgen) tapi penyembuhannya mungkin sedikit lebih lama "
" Kalau begitu terimakasih dok, Saya akan memberi tahukan ini kepada teman Saya dulu "
" Baik lah pak tolong secepatnya karena saat ini kondisi cidera beliau sudah sangat parah "
Sazad hanya tersenyum hambar sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan dokter dan menuju ke tempat dimana Dion berada saat ini
Saat membuka pintu kamar, Sazad melihat Dion masih terlelap...
Dion menggelengkan kepalanya gelisah dalam tidurnya
" Laiilaa... Lailaa "
Dion memanggil Laila dalam tidurnya
" Ahh iyaa benar... Gadis itu... Ahh mengapa aku baru ingat sekarang "
Sazad menghubungi karyawan kepercayaannya dan memintanya untuk memberikan nomor Laila
__ADS_1
Sazad segera menekan tombol untuk memanggil begitu mendapat nomor Laila
" Hallo Laila "
" Iyaa ini siapa "
" Aku Sazad, Laila saat ini Dion sedang berada di rumah sakit "
" APAAA RUMAH SAKIT "
" Yaa cepat kesini Dion membutuhkan mu "
Hiikkss hiikks hiiks Laila menangis
" Laila ada apa " ucap Saras
" Saras tolong aku, antarkan aku ke rumah sakit xxxx "
" Hah (kaget) siapa yang sakit laa "
" Dion... Dion sakit ayo antarkan aku "
" Baiklah ayoo "
Saras dan Laila segera menaiki taksi menuju tempat Dion di rawat
" Dion kenapa bisa ada di rumah sakit laa ? "
" Aku tidak tau ras, tadi aku mendapat telpon dari pak Sazad beliau bilang Dion sakit "
Saras yang melihat Laila menangisi seorang Dion membuatnya tersenyum samar, bukan karena dia senang Dion terluka tapi karena senang sepertinya Laila memiliki perasaan terhadap Dion
Bagaimana pun Saras sudah mengangap Laila seperti saudaranya sendiri, Saras sangat kagum dengan Laila yang tangguh berjuang sendiri di ibukota demi untuk hidupnya dan membiayai sekolah adiknya
Yang Laila tau selama ini hanya berkerja dan menabung untuk hidup keluarganya tanpa memperdulikan kebahagian dirinya sendiri
Dan saat Dion hadir dalam hidup Laila, Saras menyadari bahwa Laila seperti menyimpan rasa walaupun Saras tak tau sampai sejauh mana rasa itu. Satu hal yang Saras ingin hanyalah Laila harus bahagia
Saras menarik Laila ke dalam pelukannya dan menepuk-nepuk pundaknya untuk menenangkan Laila
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=