
" Apa kau puas Tuan ? "
Lula baru saja selesai mengarungi malam panas bersama Austin
Austin sebenarnya bukan penganut **** bebas, dia hanya bercinta dengan Grace. Tapi hari ini dunia Austin seakan runtuh, sebelumnya dia tidak pernah masalah dengan penolakan dan perlakuan Grace terhadapnya, tapi kali ini entah mengapa hatinya terasa sangat sakit.
Austin merasa tak satu pun orang di dunia ini yang menyadari keberadaannya... Dia seolah mahkluk kasat mata yang ada namun tak pernah terlihat
" Siapa nama mu nona ? "
" Aku Lula... Panggil saja aku Lula ? "
" Kau berasal dari mana ? "
" Aku berasal dari desa X, aku pergi ke kota karena tak mau dijodohkan dengan orang tua yang haus daun muda... Ayah dan ibuku menjual ku seolah aku ini adalah barang tak berharga... Hiks hiks hiks " Lula menangis tersedu seolah apa yang dia ceritakan adalah kebenaran
Lula berbohong hanya semata ingin menarik perhatian Austin dan sepertinya Austin percaya begitu saja dengan cerita Lula...
Lula memperhatikan setiap detail pakaian dan aksesoris yang melekat di tubuh Austin dan dia tau itu bukan barang sembarangan. Ini membuat Lula yakin kalau dia harus bisa memikat Austin agar Austin bisa menjadi lumbung uang untuk Lula
Austin yang memang tengah kalut tak mampu berpikir jernih dan percaya saja setiap perkataan Lula
" Lalu kau sekarang tinggal dimana Lula ? " ucap Austin
" Aku tak punya tempat untuk tinggal Tuan, aku bahkan tak punya uang untuk ku makan dan melanjutkan hidup "
Austin yang mendengar rintih pilu Lula pun tersentuh hatinya... Austin merasa kalau nasib malang Lula tak jauh berbeda darinya
" Bagaimana kalau kau tinggal di Apartemen ku ? "
" Tapi Tuan... Apa istri Anda nanti tidak akan marah ? "
" Whahahahah ( Austin tertawa pahit ) aku tidak punya istri "
" Baiklah Tuan jika kau memaksa " ucap Lula sambil tersenyum devil yang mana tidak disadari oleh Austin
Sementara itu Laila tengah cemas karena Lula belum pulang sedangkan waktu sudah menunjukan pukul 12 malam...
Dion pun sama sekali tak memberinya kabar hari ini membuat Laila menjadi uring-uringan dan gundah gulana...
" Ya Allah lindungi lah adik dan suami hamba dimana pun mereka berada " doa tulus dari Laila
Laila menghubungi ponsel Lula berkali-kali namun tak satu pun telpon itu diangkat oleh sang empunya...
__ADS_1
Sedangkan Dion, Laila tau kalau Dion sedang bekerja tapi mengapa sampai selarut ini Dion tak memberikan kabar sedikit pun untuknya...
Jangankan nelpon satu pesan singkat pun tak Laila dapatkan, namun dia berusaha menguatkan hatinya kalau Dion bukan orang jahat dan Dion tidak akan mencampakannya
" Lucas... Kau pulang lah dulu ini sudah larut "
" Tidak Tuan aku akan menemani Anda disini sampai Anda selesai "
Yaa... Axel saat ini masih berada di ruang kerjanya... Tumpukan berkas yang menggunung itu hanya berkurang 1/4 nya saja... Padahal Axel sudah bekerja dari pagi sampai larut malam bahkan itupun dibantu oleh Lucas
" Kalau begitu Lucas, kita lanjutkan besok saja "
" Baik Tuan "
Axel dan Lucas pun membereskan pekerjaannya hari ini dan berjalan keluar dari gedung pencakar langit tersebut
Lucas membukakan pintu mobil untuk Tuannya dan dia pun duduk di depan untuk menyetir
Axel memijit pelipisnya, merebahkan kepalanya pada sandaran kursi lalu memejamkan mata
Stststtst saat Axel memejamkan mata terlintas wajah seorang wanita yang sudah mengisi hari-harinya beberapa bulan terakhir
" Shiit kenapa aku melupakan Laila " gumam Axel
" Sudah Tuan... Sesuai perintah Anda, Saya menugaskan 2 pengawal bayangan yang akan menjaga dan mengawasi nyonya dari jauh "
" Bagus... Lalu apa yang dia lakukan hari ini ? "
" Nyonya hari ini tidak kemana-mana Tuan, beliau tetap tinggal di rumah "
Mendengar itu Axel menaikan sudut bibirnya... " anak yang patuh " gumam Axel pelan
" Tapi hari ini beliau kedatangan tamu Tuan " lanjut Lucas
" Apaa... Tamu ???? ( jawab Axel sedikit kaget bercampur geram )... Siapa yang berkunjung ke rumah seorang wanita saat suaminya tidak ada.. ? Apa dia cari mati heh " Axel menaikan intonasi suaranya
Melihat Tuannya yang kalang kabut ingin sekali Lucas tertawa terbahak-bahak... Namun jika dia tertawa dia tau masa depannya sekarang dipertaruhkan
" Tuan tamu itu sebenarnya... "
" Apaaa... Jangan bilang kalau tamu itu masih ada di rumah... Kurang ajaar... Cepat putar balik ke rumah istriku dalam waktu 15 menit kita harus sudah sampai disana "
" Tapi Tuan... "
__ADS_1
" Jangan banyak bicara atau kau mau dipecat "
Lucas bahkan belum menyelesaikan kalimatnya tapi sudah dipotong oleh Axel. Dan alhasil Lucas harus melajukan mobilnya bak para pembalab di F1, untung saja sudah tengah malam jadi jalanan agak sedikit lenggang
Benar saja tepat 15 menit mobil Axel sudah sampai di rumah yang ditempati Laila... Laila yang memang belum tidur mendengar ada mobil berhenti di depan rumah segera berlari menghampiri pintu... Laila pikir itu adalah Lula... Tapi setelah membuka pintu ternyata.... ( jeng jeng 😜 )
Laila menaikan sebelah alisnya heran karena yang ada dihadapan matanya bukanlah Lula melainkan Dion suaminya
" Dion " ucap Laila kaget
Axel tak menjawab perkataan Laila, dia masuk melewati tubuh Laila begitu saja... Netra mata Axel melihat dan meneliti setiap inci dan sudut rumah itu namun yang ada disana hanya udara...
Axel melangkahkan kaki ke kamarnya bersama Laila namun disana juga tidak ada siapa-siapa
" Dion, kau ini kenapa... Bukankah kau bilang tidak akan pulang ? "
Dion pun menatap istrinya dalam, Dion mendekati Laila dan meneliti seluruh tubuhnya apakah ada tanda bekas percintaan disana...
Axel menyentuh pipi Laila kemudian beralih kebagian leher dan sedikit membuka dada Laila namun tidak ada, tubuh Laila bersih.
Laila yang sedang digeledah ala suami istri ini menjadi salah tingkah karena disana masih ada Lucas
" Dion.. Kau ini apa-apa'an " ucap Laila geram
" Sayaang... Kau tadi dengan siapa ? "
" Aku... Memangnya aku dengan siapa... Aku sendirian dari tadi "
" Lucas bilang kau tadi kedatangan tamu "
" Tamu... " Laila menaikan ujung alisnya lalu berkata lagi " ohh itu tadi Lula datang kesini "
" Lula adik mu ? "
" Yaa memangnya Lula siapa lagi ? "
" Huuummmfff " Axel menarik nafanya lega, ternyata bukan tamu laki-laki tapi Lula adiknya
Axel menatap Lucas tajam, seolah berkata " kurang ajar kau Lucas, kau mengerjai ku "
Lucas yang ditatap tajam oleh Tuannya pun paham dan berbicara dalam hati " bukan salah ku Tuan, itu salah mu sendiri mengapa tidak mendengar penjelasan ku "
Ingin sekali rasanya Lucas saat ini menertawakan kebodohan Tuannya... Tuannya yang dikenal jenius ternyata bisa sangat menjadi bodoh saat dihadapkan dengan cinta, membuat Lucas hanya bisa geleng-gelang kepala
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=