
" Apa yang kamu lakukan " ucap Laila kepada Dion
" Mengikuti kamu " jawab Dion ringan dengan muka tanpa dosa
" Ohh astaga tuhaann 😵 " ucap Laila frustasi, jadi siapa yang mengantar kamu kesini
" Yaa tentu saja aku berjalan kaki "
Hening... Laila diam mencerna perkataan Dion
" Kenapa ??? Apa kau tidak percaya aku berjalan dari kontrakan mu ke tempat ini ? "
" Yaa tentu saja aku tidak percaya, mana mungkin kamu bisa berjalan sejauh ini dengan kondisi kaki yang seperti itu "
" Tapi kenyataannya aku bisa "
" Ahh yaa sudah laah, terserah.. Jadi sekarang kau mau apa? "
" Aku mau apa tentu saja aku tidak tau "
" Aaaaaaaaa " teriak Laila mulai geram dengan Dion
" Dion aku harus bekerja, kau tunggu lah aku disini dan aku mohon tolong jangan membuat masalah untuk ku "
" Apa kau pikir aku ini musibah bagi mu "
" Bukaan se " kalimat Laila terpotong
" Laila " teriak saras
" Iyaaa "
" Loe ngapain disana buruan warung udah mulai rame tu "
" Iyaa ras aku kesana "
Laila pergi berlalu meninggalkan Dion sendiri di ruangan istirahat karyawan
Lama-lama Dion mulai bosan menunggu, " Hei apa bedanya ini dengan di rumahnya tadi.. Aku yaa tetap diam tidak melakukan apa-apa " gumam Dion
Karena bosan Dion memutuskan untuk keluar dan tanpa sengaja dia menabrak seorang laki-laki
Laki-laki itu melihat sekilas ke arah Dion kemudian kembali melanjutkan langkahnya
Dion juga memperhatikan penampilan laki-laki itu, dia terlihat rapi tidak seperti para pegawai disini apa dia bosnya (pikir Dion)
__ADS_1
Sebelum laki-laki itu menghilang dari pandangan Dion, Dion memanggilnya
" Hei paak " ucap Dion
Laki-laki itu pun berbalik lagi ke belakang melihat ke arah Dion
" Rumah makan mu begitu ramai tapi kenapa sepertinya keuntungan mu sangat sedikit "
Laki-laki itu bingung dan mengangkat sebelah alisnya
" Dari modal bahan baku 15.000.000/hari harusnya kamu bisa menghasilkan untung paling tidak sebesar 50%, tapi keuntungan yang kamu dapat perhari hanya sekitar 4.500.000-5.000.000 saja "
" Loh kenapa dia bisa tau" pikir laki-laki itu
Dengan langkah pelan laki-laki itu mendekati Dion dan bertanya " Dari mana kamu tau tentang itu ? "
" Saat aku masuk ke dalam pantry aku tidak sengaja melihat laporan yang dibawa oleh bawahan mu dan dari situ aku bisa menyimpulkan kalau uang mu raib setiap hari nya " ucap Dion sambil tersenyum kecut
" Kau masuk ke dalam pantry ? "
" Yaa... Karyawan mu yang membawa ku kesana "
Laki-laki itu berpikir sejenak dan berkata " Apakah kau bisa membuktikan kata-kata mu "
" Tentu saja bisa " jawab Dion yakin
" Bukan " jawab Dion mantab
" Lalu bagaimana kau bisa membuktikan kalau ada yang mencuri dari ku ? "
" Tuan itu perkara mudah untuk ku, tapi apa imbalannya untuk ku jika aku bisa memberi tau mu siapa yang mencuri dari mu "
" Apa pun yang kau minta aku akan sediakan, tapi bagaimana jika kau salah " ucap laki-laki itu
" Maka aku akan bekerja pada mu seumur hidup ku tanpa di bayar "
" Hhmn menarik... baik lah aku terima tawaran mu, nama ku Sazad " ucap Sazad sambil mengulurkan tangannya
" Dion " ucap Dion sambil menerima uluran tangan itu
" Apa yang ingin kau lakukan sekarang " ucap Sazad
" Bawa aku ke ruangan mu "
" Baik lah ikuti aku "
__ADS_1
Dion mengikuti langkah kaki Sazad menuju ke ruangannya
Sampai disana Dion memperhatikan ruangan itu dengan seksama dan tanpa sadar dia berkata " Hhmm biasa saja "
Sazad mendengar ucapan Dion dan berkata " Apa maksud mu biasa saja "
" Yaa tentu saja ruangan ini memang nya apa lagi ? "
" Heei kenapa kau malah menghina ku, cepat buktikan kata-kata mu tadi "
" Baik lah ... sekarang kau bawakan aku laporan keuangan mu 2 bulan terakhir " ucap Dion
Patuh... Sazad mengikuti perkataan Dion
Dion mulai melihat berkas-berkas yang disodorkan oleh Sazad tak lama Dion pun tersenyum
Sazad melihat tingkah Dion dengan binggung entah lah apa orang ini gila (pikir Sazad)
" Hei apa yang kau tertawakan " ucap Sazad
" Tentu saja aku mentertawakan diri mu yang bodoh hahaha "
" Kurang ajaar kau, apa maksud mu "
" Lihat lah laporan keuangan yang dibuat oleh karyawan mu, begitu hancur bahkan dengan melihatnya sekilas pun aku tau ada penyimpangan disini...
Tapi kau malah tidak menyadari ada parasit di dalam bisnis mu. Kalau seperti ini aku jamin kurang dari satu tahun lagi kau akan bangkrut... Sungguh kau adalah bos paling bodoh yang pernah aku kenal "
Sazad begitu emosi mendengar perkataan Dion, mukanya seketika berubah menjadi merah seolah amarahnya harus iya keluarkan sekarang juga
Dion kemudian melemparkan berkas-berkas itu kehadapan Sazad
" Lihat lah baik-baik bagaimana bisa keuntungan mu bahkan ada yang cuma sampai 10% padahal warung mu ramai setiap hari, kalau begini bagaimana kau akan membayar upah para pegawai mu " ucap Dion
Sazad memperhatikan apa yang dikatakan oleh Dion dan mulai meneliti berkas itu dengan seksama dan benar saja apa yang Dion katakan bahwa apa yang dia keluarkan selama ini tidak sebanding dengan apa yang harusnya dia dapatkan
Sazad menarik nafasnya dan mencoba menstabilkan kembali emosinya
" Apa kau bisa mencari tau siapa yang melakukan ini ? "
" Hahahaha tentu saja ini mudah bagi ku tuan "
" Bagaimana cara nya? "
" Panggil karyawan mu yang bertugas di pantry dan orang yang setiap hari memberikan laporan keuangan ini pada mu "
__ADS_1
" Baik lah " patuh Sazad
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=