CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MENIKAHLAH DENGAN KU


__ADS_3

Begitu turun dari taksi Laila segera bergegas mencari dimana keberadaan Dion


" Permisi sus atas nama Dion dirawat di ruangan apa ? "


" Sebentar Saya cek dulu mbak "


" Atas nama Dion dirawat di ruangan xxxx, dari lorong ini mbak lurus setelah itu belok ke kanan " ucap suster itu menjelaskan


Laila langsung berlari begitu tau tempat Dion berada, bahkan Laila pun sampai lupa kalau saat ini dia sedang bersama dengan Saras


Saras yang melihat Laila begitu panik pun hanya geleng-geleng kepala sambil mengikuti langkah Laila yang kian menjauhinya


Kreeeetttt ( pintu ruangan di buka Laila dengan kasar )


Dion dan Sazad pun melihat ke arah pintu dan alangkah terkejutnya Dion saat melihat Laila sudah berdiri disana dengan mata yang sembab...


Ada rasa tidak rela di hati Dion melihat mata itu, dia tidak suka melihat Laila menangis


" Laila kamu ikut Saya sebentar " ucap Sazad


Laila mengaguk patuh dan mengikuti Sazad ke luar dari ruangan itu


" Laila... Saya tidak tau apa hubungan kamu dengan Dion dan Saya juga tidak ingin tau karena itu bukan urusan Saya "


Laila hanya menundukan kepala saat Sazad berbicara padanya


" Laa... kamu tau saat ini cidera di kaki Dion mengalami infeksi kerena tidak mendapatkan perawatan yang benar pasca kecelakaan "


Laila mulai terisak dengan masih menundukan kepalanya... Hati Laila sakit mengapa dia tak pernah memperhatikan Dion sama sekali


Huuhhhff Sazad menarik nafasnya berat


" Laaa, saat ini mungkin hanya kamu yang bisa membujuk Dion untuk melakukan operasi... "


Mendengar kata operasi Laila mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap Sazad


" Dion harus segera di operasi laa atau dia akan kehilangan sebelah kakinya... Dion akan cacat seumur hidup "


" APAAA " Laila shock mendengarnya


Bak di sambar petir kata-kata Sazad terasa begitu menusuk hatinya...


" Tidak... Ini tidak mungkin pak... Hikss hikss hikks " ucap Laila sambil menangis pilu


" Laa... Kamu harus tenang, kalau kamu seperti ini Dion pasti tidak akan mau merubah pendiriannya "


" Apa maksud bapak "

__ADS_1


" Aku sudah menawarkan pada Dion agar besok dia mau di operasi tapi Dion menolak ku, karena tidak mau berhutang budi pada ku "


" Memangnya berapa biaya untuk operasi itu pak ? "


" 70 juta laa "


" Apaaaa.... 70 juta "


" yaa Allah aku tidak punya uang sebanyak itu " batin Laila


Seolah mengerti dengan apa yang menjadi kegundahan hati Laila, Sazad pun berkata " laa... Kamu bujuk saja Dion agar mau menjalani operasi... Masalah biaya aku yang akan menanggung semuanya... Dion itu karyawan ku dan aku pasti akan membantunya "


Laila mengangguk patuh


" Baiklah sekarang kau masuk lah kesana dan hapus air mata mu itu " ucap Sazad sambil tersenyum


Laila melangkahkan kakinya lemah dan ketika sampai di depan pintu dia menghapus air matanya dan menepuk-nepuk pipinya mencoba memasang senyum dihadapan Dion


Kreeettt Laila membuka pintu dan melihat Saras tengah duduk di kursi dekat jendela...


" Laa aku keluar dulu yaa " ucap Saras mengerti kalau dia memang harus memberikan waktu untuk Laila dan Dion berdua


" Bagaimana keadaan mu Dion " ucap Laila sambil mendekati Dion dan kemudian duduk disampingnya


" Aku yaa seperti yang kau lihat " ucap Dion angkuh seperti biasa


Laila yang melihat Dion seperti ini tidak kuasa untuk tidak menahan air matanya dan dia pun kembali terisak.


" Heii heeii kenapa kau menangis... Air mata mu itu mencederai mata ku tau..." ucap Dion


" DIIOOON " ucap Laila meninggikan suaranya


" Issh kau ini kenapa berteriak membuat ku kaget sajaa "


" Huuaaa huuaaa huuaaa " Laila menangis dengan kencang


" Ehh ada apa ini kenapa kau menangis seperti anak kecil "


Dion mulai panik mendengar tangisan Laila yang sudah seperti anak kecil meminta permen kepada ibunya


Dion mencoba untuk bangkit dan memeluk Laila, tapi saat ia menggerakan tubuhnya sakit itu datang kembali " A aaaa aaa " Dion meringis kesakitan sambil memegangi kakinya "


" Dion kau kenapa ? Sakit apakah sakit sekali ? Sebentar aku panggilkan dokter "


Saat Laila ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba Dion menarik pergelangan tangannya dan braaakkk Laila mendarat sempurna dipelukan Dion


" Tidaakk... Jangan pergi... Biar lah seperti ini... Aku ingin memeluk mu seperti ini " ucap Dion

__ADS_1


Laila membiarkan tubuhnya di peluk oleh Dion dan Laila tidak dapat memungkiri kalau dia begitu nyaman berada dalam pelukan Dion


" Dion... Apakah kau menyukai ku ? " ucap Laila malu


Dion melepaskan pelukannya dan menatap dalam wajah Laila...


" Laila walau pun aku belum lama mengenal mu dan kau pun juga tidak mengenal ku, tapi satu yang harus kamu tau Laila... Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku "


Laila tersenyum mendengar nya


" Baiklah Dion, kalau kau menyukai ku.. maka buktikan "


" Apa yang kau mau dari ku Laila "


" Lakukan laah operasi itu dan sembuh lah untuk ku "


" Apa kau malu Laila jika aku kehilangan kaki ku dan menjadi cacat seumur hidup "


" Tidakk... Bukan itu maksut ku "


" Dengar Dion walau pun operasi mu itu gagal dan cacat aku akan tetap bersama mu... Tapi aku ingin kau berjuang untuk sembuh, aku ingin kau menjadi panutan untuk anak-anak ku kelak "


Mendengar kata anak membuat Dion melengkungkan senyum di bibirnya dan hal itu tentu saja membuat Laila heran


" Kau memikirkan anak Laila... ? "


" Tentu sajaa, kalau kau sehat tentu kau akan membuat anak-anak ku nanti tidak akan kelaparan karena aku akan membuat mu bekerja 2 kali lebih keras "


" Hahahaha " Dion tertawa terbahak-bahak membuat Laila saat ini ingin sekali memukul wajah angkuh Dion


" Kau benar Laila, kalau kaki ku tidak ada sebelah bagaimana aku akan membuat anak bersama mu "


" Aaa  ppp aaa " ucap Laila terbata dengan pipi yang sudah merah merona


Pipi merona itu membuat Dion gemas dan tak tahan


" Bukan itu maks   " ucapan Laila terhenti karena Dion dengan cepat mela×ap bibir Laila...


Dion memperdalam ciumannya dan memaksa Laila untuk menerima itu... Dion menggigit pelan bibir yang sangat menggoda iman dan memasukan lidahnya kedalam sana...


Dion ******* habis sampai ke pertahanan terakhir Laila, terus masuk dan saling bertukar saliva " ahhh " desaha× itu begitu indah terdengar di telinga Dion


dan saat Dion merasa kalau oksigen mereka hampir habis Dion melepaskan ciumannya dan menempelkan dahinya ke dahi Laila....


Baiklah laa... Aku akan melakukan operasi itu tapi kau harus berjanji satu hal


" Apa itu... ? "

__ADS_1


" MENIKAHLAH DENGAN KU "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2