
Laila makan dengan lahap makanan yang tadi dipesannya.
Tidak berhenti sampai disitu, Laila kembali memesan telor ceplok rasa strowberry, rasa semangka bahkan rasa duren
Axel bahkan tak kuasa untuk memakan makanannya lagi karena heran melihat Laila makan dengan lahap makanan aneh tersebut... Lucas pun sama juga tak kalah heran seperti Tuannya melihat tingkah Laila yang bagi Lucas sangat tidak biasa
" Huueekk " Lucas merasa mual melihat makanan yang dimakan oleh nyonya mudanya ini
" Ahhh kenyang sekali " ucap Laila sambil mengelus perutnya
" Apa mau tambah lagi ? "
" Tidak sayang, ini sudah cukup sekarang aku sangaaaaaaattt bahagia "
Mendengar itu Axel lalu menaikan sudut bibirnya
" Karena aku sudah membuat mu bahagia, berarti malan ini aku akan dapat hadiah "
Laila melirik ke arah Axel dan Axel kemudian mengedipkan sebelah matanya sambil terus tersenyum
" Isshh dasar nakal "
" Hehehe tapi kau suka juga kan sayang "
" Axel... Malu ada Lucas "
" Anggap saja Lucas itu tembok sayang "
" Benar nyonya aku ini emang tembok " ucap Lucas sedikit kesal
Axel lalu menatap nyalang pada Lucas
" Lucaass, kau mau di pecat heh "
Lucas diam seribu bahasa... Itu adalah kata-kata andalan dari Tuannya kalau dia sedang kesal pada Lucas
Axel mengajak Laila jalan-jalan sebentar di taman dan duduk santai di sebuah tepian danau...
Laila merebahkan kepalanya di pangkuan Axel, rasanya Laila tidak ingin jauh dari Axel saat ini dan tanpa terasa Laila mulai memejamkan mata sampai setelah itu dia benar-benar pergi ke alam mimpi
Laila begitu tenang, karena jujur saja tubuhnya saat ini sunggh sangat lelah dan Laila memang sangat membutuhkan istirahat saat ini. Pangkuan Axel adalah tempat ternyaman untuk Laila singgahi
Axel membiarkan saja wanitanya ini tidur dan beristirahat... Axel terus mengelus lembut kepala Laila sampai Axel mendengar sebuah dengkuran halus dan teratur dari istrinya
Axel begitu menikmati suasana ini seolah ini adalah yang terakhir untuk mereka berdua
" Tuan... Maaf menggangu "
" Ada apa Lucas ? "
" Ada sedikit masalah dari cabang perusahaan kita di jepang, kita harus segera kesana Tuan "
__ADS_1
" Apa kau tidak bisa pergi sendiri Lucas ? "
" Tidak bisa Tuan, ini adalah masalah yang harus Anda turun tangan sendiri untuk mangatasinya "
Axel diam sebentar, rasanya berat sekali untuk meninggalkan istrinya sendiri...
" Huuuhhhfff.... Baik lah kau atur penerbangan ku besok pagi, tapi malam ini aku tidak ingin diganggu... Persiapkan semuanya dengan matang aku tidak mau ada kesalahan "
" Baik Tuan "
Tidak terasa sudah hampir 2 jam Laila tertidur dipangkuan Axel, bahkan matahari pun kini nampak akan pergi ke ufuk barat
Laila mulai menggeliat pelan, tanda bahwa dia akan terbangun dari tidurnya
" Hoooaaammm ( Laila merentangkan ke dua tanggannya sambil menguap ) "
" Kau sudah bangun sayang ? "
Laila tersenyum dan mengangguk, Laila kemudian bangkit dan duduk disebelah Axel
" Apa aku membuat mu Lelah ? "
" Tidak sama sekali sayang, aku malah senang bisa menikmati hari indah ini bersama mu. Sekarang ayo kita pulang "
Laila pun mengangguk patuh kemudian mereka sama-sama pergi ke Manshion keluarga Horrison
Axel memutuskan untuk makan malam berdua saja di kamar dengan Laila, karena besok Axel ingin pergi jauh jadi Axel tak ingin melewatkan sedikit pun kebersamaanya dengan Laila
Laila menatap dalam pada Axel
" Aku akan pergi selama 5 hari, ada madalah yang harus aku selesaikan... Kau tidak apa kan aku tinggal sebentar "
" Pergi lah... Jangan khawatirkan aku " ucap Laila sambil tersenyum walaupun dalam hati kecilnya sungguh tidak rela kalau Axel pergi
Tapi mau bagaimana lagi, Axel adalah seorang pembisnis handal. Tentu hal seperti ini adalah hal yang biasa untuk kaum seperti Axel
Usai makan malam, Axel benar-benar menagih janjinya tadi siang pada Laila.
Cukup sudah bagi Axel istirahat dan mengisi tubuhnya dengan makanan sebagai bekal untuk menggempur Laila malam ini
Benar saja, Axel membuktikan kata-katanya... Axel memulai penyatuan ketika waktu masih menunjukan pukul 9 malam... Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 1 tapi Axel tak kunjung bisa berhenti
Laila bahkan sudah 4 kali mendapatkan pelepasan begitu pun juga dengan Axel...
" Axel... Aku mohon berhenti lah... Aku lelah " ucap Laila disela-sela penyatuannya
" Sebentar lagi sayang... Aku masih bisa untuk 2 ronde lagi "
" Ohh Axeell..... Aaahh "
Axel membolak balik tubuh Laila... Kadang dia meminta Laila untuk menari di atas tubunya, kadang juga dia meminta Laila untuk tengkurap, telentang bahkan membuat Laila terus ada dalam kungkunga×nya
__ADS_1
Saat melihat Laila akan tumbang Axel mengeluarkan jurus terakhirnya
Axel meminta Laila memposisikan diri, membuka kedua kakinya dan berada di atas muka Axel...
Laila patuh dan menurut
Axel memegang erat pinggul Laila dan mulai memainkan lidahnya di uforia bagian inti Laila
Axel benar-benar pandai bermain di area itu membuat Laila tak kuasa menahan gejolak h×srat yang ada dalam tubuhnya
Tapi sebelum Laila mendapatkan pelepasan Axel menghentikan aksinya, Axel kembali membalik keadaan memposisikan diri berada di atas tubuh Laila
Akhirnya pisang bule itu kembali bermain keluar masuk goa sampai mereka mengerang bersamaan
Sudah, kali ini Laila benar-banar menyerah... Laila sudah tidak kuasa melayani ha×srat suaminya dan dia pun langsung tertidur tanpa memperdulikan Axel atau membersihkan diri terlebih dahulu
Keesokan paginya Laila bangun lebih dulu, Laila merasakan seleuruh tubuhnya seperti mati rasa dan kepalanya juga berdenyut...
Laila mencoba untuk bangun namun seketika pandangannya mulai kabur, kepalanya tersa berputar dan perut bagian kirinya terasa sakit
" Auu " Laila merintih kesakitan
Karena tidak tahan dengan rasa sakit di perut juga kepalanya yang terus berputar
" Bruuukk " Laila kembali terjatuh di atas bantal, kali ini bukan tidur tapi pingsan
Tak lama setelah itu Axel terbangun dari tidurnya, Axel melihat jam di dinding kamar sekarang menunjukan pukul 7 pagi.
" Shhiitt aku kesiangan " ucap Axel pada dirinya sendiri
Axel kemudian melihat kesamping tempat tidurnya, dia melihat Laila masih tertidur pulas... Axel lalu membetulkan selimut Laila dan menutupi tubuh polosnya
Axel mengecup dahi Laila dan berkata " maafkan aku sayang karena membuat mu lelah "
Axel segera bangkit dan bergegas membersihkan diri... Tidak ingin menggangu tidur nyenyak istrinya Axel menyiapkan sendiri pakaian yang akan dia kenakan kemudian dia bergegas untuk turun dan menemui Lucas di bawah
Saat Axel turun Axel melihat Grace sudah ada di meja makan... Kali ini Grace datang bukan sebagai tunangannya melainkan calon istri dari Austin
Yaa benar... Austin telah setuju menikah dengan Grace dengan syarat mommy Alexsandra maupun Grace tidak boleh ikut campur urusan pribadi Austin
Axel tidak perduli dengan tatapan wanita beda generasi itu, dia terus melangkahkan kakinya keluar dari Manshion tapi sebelum itu Axel berpesan pada pak Mun untuk menjaga istrinya dan menyediakan segala keperluan Laila
Pak Mun pun mengangguk patuh, tanpa Axel tau bahwa Laila diperlakukan nyonya besar tidak lebih dari sekedar pelayan
Jangankan itu, Laila pingsan saat ini pun dikira Axel sedang tidur nyenyak
( Wooyy Axell.. Bini eluu tuh pingsan woyy bukannya tidur... iihhh gemes deh author sama babang Axel 👻 )
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻