
Matahari bersinar seperti biasa, Laila masih setia di petak kamar kecilnya yang sederhana
Beralas matras tipis dan selimut alakadarnya, Laila masih terlena dalam mimpinya
Karena kecelakan tadi malam, dia baru pulang ke rumah tepat pukul 3 pagi
Krriing... kriing... kriiing
Dering ponsel membangunkan Laila
" La loe gak masuk hari ini " ucap Saras
Yaa siapa lagi orang yang akan mengganggu Laila dipagi indahnya kalau bukan teman bawelnya ini
" Iyaa ras, aku gak masuk...
tadi malam ada sedikit musibah "
" Apaaa ... musibah... loe dirampok laa " pekik Saras dari seberang sana
" Yaa engga laah, tadi malam tu aku nemuian orang kecelakan
trus aku tolongin trus mobil nya meledak
dan aku sama orang itu terpental yaa jadi deh kita berdua dibawa ke rumah sakit "
" Trus sekarang loe dirumah sakit mana "
" Aku di kost ras, karena gak ada luka parah jadi aku boleh pulang "
" Hhhuuff syukur lah loe gak papa, trus orang yang loe tolongin gimana? "
" Kondisinya sih cukup parah, kakinya cidera trus dia juga hilang ingatan, kata dokter sih gitu, ehh tapi tau gak ras, waktu aku jengukkin dia di kamar dia uuhh sumpah tu cowok sombong nya gak ketulungan "
" Sombong gimana maksud loe laa? "
" Yaa sombong, masa udah aku tolong bukannya terimakasih malah aku diusir "
" Hahahah nasib loe laa, yaa udah ntar habis pulang kerja gue ke kost loe "
" Iyaa, jangan lupa bawa makanan buat aku... heheh "
" Ahh lu giliran makan ajaa cepet "
Tutt tut tutt sambungan telpon di putus oleh Saras
" Okee Laila lanjut mimpi indah " ucap Laila pada diri sendiri
2 hari berlalu, Laila sudah beraktifitas seperti biasa
saat Laila membersihkan kedai dipagi hari, pandangan Laila tertuju pada seseorang yang duduk di seberang jalan
" Ihh koq kayak pernah liat tu orang, tapi dimana " pikir Laila
__ADS_1
" Ahh sudah laa " ucap Laila pada dirinya sendiri
Hari ini rumah makan itu tergolong sangat ramai sehingga para karyawan sedikit kewalahan
setelah lama berkutat dengan pekerjaannya mereka masing-masing
Tiba waktu untuk para karyawan beristirahat, yaa karena hari ini rumah makan itu sangat ramai sehingga menu dan lauk pauk habis tak berbekas dan rumah makan ini tutup lebih awal tepat pukul 5 sore
Saat Laila duduk disalah satu meja, Laila masih melihat orang yang sama seperti yang pagi tadi Laila lihat
" Ehh orang itu sedari pagi duduk disana " pikir Laila
" Doooorrr "
" Ehhh malang malang malang "
" Hahaha makanya jangan bengong lu laa "
" Kamu tu ras, kalau gak jahilin aku kayaknya hidup kamu gak sempurna "
" Hahah yaa eluu habisnya lucu laa kalau lagi latah, mau pulang bereng gak? "
" Gak, kamu duluan ajaa "
" Yaa udah... bye ...."
Laila mulai memberes kan barang-barangnya dan bergegas untuk pulang
Laila berjalan perlahan melewati laki-laki itu, tapi laki-laki itu hanya diam seolah dia adalah seorang mayat hidup
Kreeeeetttttt
Ahhhhhhhhh " Laila terjatuh
tolong toong tolong jambrett ( teriak Laila )
Yaa tepat saat Laila sibuk dengan pemikirannya datang seorang jambret yang menarik paksa tas Laila
Karena memang sedang melamun, Laila tidak menyadari kedatangan jambret tersebut
Bruuuukkk
Jambret itu terjatuh
Yaa laki-laki yang sedari tadi berwara-wiri dipikiran Laila tadi sontak berdiri dan menghadang lari laju jambret tersebut
Dengan langkah kaki yang pincang dan dengan berbekal tongkat
Laki-laki itu menghajar jambret tersebut
Ssttt
Buuukk
__ADS_1
Taaakk
Pertarungan pun tak dapat terhindarkan
Meski laki-laki yang menolong Laila dalam keadaan pincang tapi ilmu bela dirinya sangat bagus
Dengan langkah pincang, laki-laki itu cukup piawai hanya dengan berbekal tongkat dan kedua tangannya....
Walau kakinya pincang laki-laki itu dengan mudah menangkis serangan-serangan yang datang padanya hingga jambret itu terdesak dan mengeluarkan sebilah pisau
" Awaaaaaasssss " teriak Laila
Laila menghadang pisau yang melayang ke arah jantung laki-laki itu dengan tubuhnya
Laila mendorong tubuh laki-laki itu dan treeeekkk sebilah pisau menancap tepat di lengan kanan Laila
" Auuuuuhhh " pekik Laila
Tak lama, karena mendengar suara ribut-ribut warga mulai berkumpul
Jambret itu pun langsung lari dengan langkah seribu
Warga yang melihat jambret ingin kabur segera mengejar jambret tersebut dan meninggalkan Laila bersama laki-laki yang menolongnya
Merasa tak tega, laki-laki itu menolong Laila untuk bangun dan memberikan pertolongan pertama pada luka Laila
" Tahan lah sebentar ini mungkin akan sedikit sakit "
Laila mengangguk patuh
Ssstttt ( suara pisau yang di tarik dari tangan Laila)
" Aauuuhh " rintih Laila
Laki-laki itu merobek sedikit ujung baju Laila dan membalut luka Laila dengan itu
Balutan luka yang dilakukan laki-laki itu cukup sempurna sampai lengan Laila tidak lagi mengeluarkan darah
" Ehh ini mengapa balutannya rapi sekali, apa dia seorang dokter " pikir Laila
" Eehhhmm dokter " pikir Laila linglung mencoba mengingat sesuatu
" Ahh iyaa, bukankah ia laki-laki yang kecelakaan kemaren
lalu sedang apa dia disini " pikir Laila lagi. Laki-laki itu mengembalikan tas Laila dan hendak berlalu pergi
" Ehh tunggu dulu " ucap Laila
" Kamu orang yang dua hari lalu kecelakaan kan terus amnesia " ucap Laila lagi
Laki-laki itu tidak menggubris perkataan Laila dan berlalu pergi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1