
Aaaa aaaa aaaa aaaa
Laila berteriak kaget melihat ada seorang laki-laki yang berdiri tepat di samping pintu kamar mandi sedang tersenyum ke arahnya, sedangkan saat ini Laila hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi asetnya
Sang terdakwa sama sekali tidak merasa bersalah dan malah tertawa
" Haha hahah kau ini lucu sekali tak usah berteriak nanti tetangga pada bangun "
" K kaa uu ( ucap Laila terbata ) kau sudah pulang, kapan kau pulang dan kenapa kau disini kau ini mengintip ku kah "
" Hei nona salah mu sendiri mengapa tak mengunci pintu dan aku tidak mengintip mu, aku mau ke kamar mandi tapi kau mandinya lama sekali... Memangnya kau ini putri raja, mandi saja sudah seperti putri raja yang direndam di dalam kolam susu " ucap Dion berbohong
" Apa kau bilang " Laila melongo
Dan jangan ditanya lagi bagaimana kesalnya Laila saat ini, dia mengangkat tangannya dan hendak mendaratkan pukulan di dada Dion
Namun Dion dengan cepat menangkap pergerakan tangan Laila dan mengunci tangannya, Dion menarik Laila ke dalam pelukannya membuat kedua tatapan itu bertemu
Saat ini jantung Laila sungguh tak bisa dikondisikan, Laila merasa dia akan mati saat ini karena serangan jantung. Saat manik matanya yang berwarna coklat beradu pandang dengan mata Dion yang berwarna hazel
Cup
Dion mendaratkan ciuman di bibir Laila
Laila keget dan seperti biasa saat Dion melakukan serangan mendadak Laila sangat tidak siap dan dia membelalakan matanya
Tapi makin lama ciuman itu kian menuntut dan tubuh itu, yaaa tubuh itu menghiananati Laila...
Otaknya menolak pikirannya tidak suka ini... Ini buruk sangat buruk pikir Laila tapi hatinya berkata sebaliknya ini enak sangat enak nyaman dan kenyal, lagi aku mau lagi terus lakukan lagi dan itulah isi hati Laila
Dion memperdalam ciumannya semakin dalam, Dion gemas karena Laila tak membuka mulutnya dan Dion pun mengigit nakal bibir itu
Auu teriak Laila dalam pa××tan bibirnya dan seketika lidah Dion masuk menerobos memporak porandakan pertahan terakhir Laila
Dion mabuk dan dia benar benar mabuk ciuman itu membuat Dion lupa apa pun saat ini... Dion terus me××ma× dan meny×××p bibir itu dengan kuat Dion tak ingin melepaskan bibir ini
Tangan dion pun tak bisa dikondisikan dia melepas ikatan handuk yang membalut tubuh Laila... Ohh alangkah indah pemandangan ini pikir Dion
__ADS_1
Dengan sisa-sisa kesadarannya Laila mempertahan kan handuk itu agar tidak melorot ke bawah tapi tetap saja ××ndu×an kembar itu sudah terpampang jelas dan nyata
Dion mendaratkan tangannya disana, bermain-main dengan buah berwarna coklat itu, dia mere××snya dan mempelintirnya sedikit membuat Laila tidak bisa bertahan dan keluarlah suara indah nan mempesona dari mulut Laila yang masih menyatu dengan bibir Dion
Akkhh akkkh Dion, bahkan suara Laila pun saat ini terdengar parau karena diliputi kabut gai×××
Dion yang sudah terlebih dahulu bergai××× tak mampu mengendalikan na××unya, dia melepaskan pa××tan bibirnya dan merayap keleher jenjang Laila... aroma sabun yang menempel di tu××h Laila semakin menambah gai××× Dion dia membimbing Laila ke tembok, menguncinya dan tidak membiarkan Laila lari darinya
Satu tangan bergantian mere××× buah kecil berwarna coklat itu dan satu tangan lagi menyusup masuk ke bawah pa×× Laila dan bermain di area sensitifnya
Eemmm ahh des×××n itu begitu merdu, Laila yang baru pertama kali merasakan ini membuatnya melayang apalagi Dion benar-banar pandai bermain di bawah sana
Dion memasukan satu jarinya dan mulai menggesek geseknya disana
Dioonn aahhh Dioonn eemmmhhh aahhh
Laila menggeliat, tubuhnya meliuk liuk tak beraturan d×d×nya membusung dan naik turun sampai akhirnya Laila menjerit tertahan ahhhhh jeritan itu beriringan dengan keluarnya cairan hangat dari area sensitifnya
Dion yang merasakan itu tersenyum senang, Laila baru saja menjacapai puncaknya...
Dion menghentikan aktifitasnya dan menempelkan dahinya ke dahi Laila
Laila kaget sangat kaget dengan apa yang diucapkan Dion barusan, apakah Laila salah dengar pikirnya
" Aku serius Laila, ayo kita menikah, aku akan menjaga mu dan membahagiankan mu... Kita akan membina keluarga yang bahagia bersama anak-anak kita "
Laila melongo tak tau harus menjawab apa... Dion tersenyum melihat ekspresi Laila yang menurutnya sangat imut
Dion membenarkan handuk Laila yang melorot lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi meninggalkan Laila yang masih shock dengan apa yang terjadi padanya saat ini
Bruuukk Dion menutup pintu kamar mandi sedangkan Laila masih berdiri tegak disana seperti orang linglung
Laila melangkahkan kakinya ke kamar dengan langkah gontay seakan saat ini nyawanya sedang tidak berada dalam tubuhnya
Laila masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu, dia meyusutkan tubuhnya di balik pintu kamarnya
" Yaa tuhan apa ini, apa yang baru saja terjadi " batin Laila binggung
__ADS_1
Dia tidak tau dia ini senang kah atau sedih... Benarkah tadi Dion bilang ingin menikah dengannya apa aku tadi salah dengar pikir Laila
Laila mulai melamun lagi merasakan getaran aneh di dalam tubuhnya dia memejamkan mata dan muncul lah wajah Dion yang sangat tampan menurutnya
Tidaakk itu bukan hanya menurutnya tapi memang Dion sangat sangat tampan dan itu kenyataannya
Dion keluar dari kamar mandi dan dia tidak melihat keberadaan Laila lagi disana Dion pikir pasti ada di dapur
Dion melangkahkan kakinya yang masih pincang menuju dapur namun yang terlihat disana hanya lah makanan yang sudah tertata rapi di atas meja sedangkan sang koki tak nampak ada tanda keberadaannya disana
Dion menghela nafas nya berat, dia kemudian berjalan ke kamar Laila dan mengetuk pintu
Tok tok tok " Laila apa kau sudah tidur ? " ucap Dion
tapi tak ada jawaban dari dalam sana
" Laila apa kau sudah makan " namun nihil Laila juga tak menjawab pertanyaan Dion membuat Dion harus membusungkan dadanya dan menghela nafas
" Laila apa kau marah karena prilaku ku tadi ? "
Tetap saja Laila tidak menjawab, Dion lalu duduk di depan kamar Laila dan menyenderkan punggungnya disana
" Laila percaya lah pada ku, aku sama sekali tidak ada niat ingin melecehkan mu, apalagi menyakiti mu, aku serius dan sangat serius aku ingin menikahi mu, aku ingin kau jadi ibu dari anak-anak ku dan kita akan menjadi keluarga sederhana yang bahagia... Aku menginginkan masa depan itu bersama mu.....
tapi Kaila, apakah kau malu jika suami mu ini nanti adalah orang yang pincang... "
Dion berbicara panjang lebar, sedangkan Laila menggelengkan kepala dengan cepat mendengar kalimat terakhir Dion.. " Tiidak sama sekali aku tidak malu dengan kekurangan fisik mu Dion " ucap Laila dalam hati
Tapi entah lah Laila pun masih binggung dengan perasaannya saat ini
" Laila.... besok aku dan pak Sazad akan pergi ke pusat kota... Ada sedikit pekerjaan disana dan aku tidak tau apakah bisa pulang besok atau menginap disana "
Merasa tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Laila, Dion pikir Laila sudah tidur walau pun kenyataannya Laila hanya berbaring di tempat tidurnya sambil mendengarkan celoteh Dion
Dion mengangkat kembali tubuhnya dan berjalan ke tempat dimana biasa dia tidur tapi saat melihat ke arah meja makan cacing dalam perutnya melakukan demo yang sangat dasyat dan itu membuat Dion pusing
" Hhmm Laila kan sudah susah payah memasak ini, sayang kalau tidak dimakan "
__ADS_1
Lalu Dion pun duduk di meja makan dan mulai menyantap makan malamnya, melihat makanan ini cuma cukup untuk satu orang Dion merasa kalau makanan ini memang disiapkan Laila untuknya dan itu membuat Dion senang dan senyum Dion selalu terukir di bibirnya saat ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=