CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
BERTEMU KETUA CLAN


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istri Saya dok?"


"Sebaiknya kita bicara di ruangan Saya saja Tuan"


Axel dan juga Rendra pun mengikuti langkah sang dokter tersebut sampai berada di dalam ruangan nya


"Silahkan duduk dulu tuan-tuan"


Axel dan Rendra pun duduk di tempat yang sudah disediakan dan berhadapan langsung dengan dokter. Dokter itu pun mengeluarkan catatan-catatan pemeriksaan kesehatan Laila dan juga beberapa foto rontgen


"Lihat lah ini pak, ada beberapa tulang nyonya yang retak... Seperti nya ini diakibatkan kerena ada nya benturan yang sangat keras... Dan kami juga menemukan luka memar disukujur tubuh nyonya, besar kemungkinan itu karena sebuah senjata tumpul atau seperti bekas cambukan... Nyonya sendiri saat ini sedang tidak sadarkan diri, beliau terlalu banyak mengeluarkan darah dan juga seperti nya nyonya mengalami shock hingga saat ini nyonya dinyatakan koma"


Ddddddaaaarrrr langit Axel seakan runtuh mendengar pernyataan dokter yang panjang kali lebar tersebut.


"Sampai kapan dia akan koma dok?"


"Saya tidak bisa memastikan itu Tuan apalagi jika dilihat dari banyak nya cidera yang nyonya dapatkan sangat kecil kemungkinan nyonya bisa bertahan"


"Kau ini bilang apa heh... Jika kau tidak bisa menyembuhkan orang maka jangan sebut diri mu dokter"


Axel kembali tersulut emosi dan mencengkram kerah baju dokter yang ada dihadapan nya. Itulah alasan Rendra mengapa dia juga ikut masuk ke ruangan itu, karena Rendra sudah menduga hal ini pasti akan terjadi apalagi melihat perangai Axel yang seperti sumbu tersulut api


"Tenangkan diri mu Axel, tidak ada guna nya kau begini... Itu tidak akan merubah keadaan..."


Axel diam dengan tangan yang masih mencengkram kuat orang yang ada di depan nya ini


"Axeeeelll" kali ini nada bicara Rendra penuh dengan intimidasi


Akhirnya Axel mengalah dan melepaskan cengkraman nya


"Dokter, aku mewakili pihak keluarga meminta maaf atas ketidak nyamanan ini. Tolong lakukan yang terbaik dok, kalau perlu datangkan lah alat dan dokter terbaik dari luar negeri. Masalah biaya itu tidak masalah dan kami ingin mendengar perubahan yang signifikan tentang kesembuhan istri teman Saya. Jadi Saya harap dokter pun mampu bekerja sama" ucap Rendra


"Baik Tuan, Saya mengerti"


Setelah Rendra mengatakan hal itu Rendra pun membawa Axel untuk ke luar dari ruangan dokter. Axel pun bersikeras ingin melihat Laila, akhirnya mau tidak mau dokter pun terpaksa mengijinkan dengan protokol kesehatan yang harus Axel taati tentunya


Axel pun terlebih dahulu harus membersihkan diri, mencuci tangan kemudian memakai pakaian medis dan juga masker. Ruangan Laila adalah ruangan steril yang tidak sembarang orang boleh masuk

__ADS_1


Axel pun tidak kuasa untuk tidak menangis. Runtuh sudah gaya seorang CEO yang berkharisma, ternyata melihat sang istri tidak berdaya sudah membuat Axel menjadi seperti orang yang seakan tidak punya kemampuan lagi untuk hidup


Dunia Axel menjadi gelap dalam sekejab dan tangisan pilu dari Axel menggema dari ruangan tersebut. Axel mencium puncak kepala Laila berulang kali, meskipun ruangan ini penuh dengan bau obat namun bau asri dari tubuh Laila masih bisa Axel endus


Axel masih bisa mencium aroma bunga gardenia disana. Benar tidak ada keraguan lagi bahwa ini adalah benar Laila istri nya. Aroma yang membuat Axel mabuk dan selalu ingin berada dekat dengan sang istri


Kini Laila nya terbaring kaku di rumah sakit tanpa suara dan tidak bisa membuka mata. Apa yang harus Axel katakan pada Cella nanti, Cella pasti akan sangat marah karena dia tidak bisa melindungi Laila


"Tuan, waktu Anda sudah habis" ucap salah seorang perawat


"Sayaang... Maaf aku harus pergi sebentar, ku mohon cepat lah bangun Cella dan Ello mencari mu.... Apa yang harus aku katakan pada mereka hikss hikks hiikk" Axel masih menangis pilu


Axel mencium kening Laila sekali lagi juga menggenggam tangan Laila erat. Sejujur nya Axel tidak ingin pergi dari sana, seandainya bisa Axel ingin terus berada disamping sang istri


"Tuaan" ucap perawat itu sekali lagi


Axel pun menyeka air matanya lalu dia keluar dan berjalan dengan acuh dan angkuh.


"Ikut aku ke markas" ucap Rendra


Markas yang Rendra maksud adalah sebuah markas rahasia, itu terdapat di dalam sebuah hutan pinus dan posisi nya pun ada di bawah tanah. Hanya pasukan khusus yang bisa menemukan dan masuk kesana tentu saja pasukan khusus yang dimaksud disini adalah clan Mafia Perak beserta para sekutu nya


Untuk pertama kali nya Axel bertemu dengan ketua dari clan Mafia Perak. Sungguh diluar dugaan Axel, dalam benak Axel ketua clan mafia ini bertubuh tinggi besar dengan banyak tato atau bekas luka dimana-mana. Namun ternyata Axel salah, ketua clan ini bahkan lebih muda dari Lucas, mempunyai wajah baby face, putih dan berkulit halus seperti oppa-oppa dari Korea. Mungkin jika Axel seorang wanita Axel akan jatuh cinta pada pandangan pertama


"Hey apa kau serius dia itu seorang ketua clan mafia" ucap Axel berbisik pada Rendra


"Ish diamlah"


"Selamat sore Tuan Axel" ucap Valdo sang ketua clan mafia Perak


"Yaa... Selamat sore"


"Aku turut berduka atas kejadian yang menimpa istri mu, semoga dia cepat pulih seperti semula"


"Hhmm yaa... Kau ini seperti anak kecil, kau benar-benar ketua mafia?"


"Hahahahahaha kau mau bertarung dengan ku Tuan Axel"

__ADS_1


Hhmm boleh juga pikir Axel, dengan sombong nya Axel membanggakan lima keahlian bela diri yang dia miliki terlebih lagi melihat lawan nya yang seperti tidak punya otot ini mana mungkin dia bisa kalah. Begitu isi pikiran Axel


Axel pun menerima tantangan dari Valdo dan memulai serangan namun diluar dugaan Valdo bisa menghindari serangan Axel


"Ciih cepat juga kau menghindar"


"Hhhmmm... Silahkan Tuan Axel, jangan malu-malu, keluarkan saja semua jurus yang kau bisa"


"Aiiisshhh buat apa aku malu-malu dengan anak ingusan seperti mu"


Axel pun kembali mendaratkan serangan namun tak satu pun dari serangan Axel bisa menyentuh tubuh Valdo, bahkan tak seujung rambut pun bisa Axel sentuh


Valdo hanya menghindar tanpa menangkis atau membalas serangan Axel.


"Hey bocah berhenti lah bermain, apa kau cuma bisa lari... Itukah keahlian mu"


Valdo pun tersenyum, namun dibalik senyuman itu tersirat sejuta makna.


"Baiklah Tuan Axel aku akan mulai menyerang sekarang"


Valdo pun membuat gerakan seolah dia akan menyerang Axel dari depan, Axel pun sudah bersiap untuk menangkis serangan dari Valdo ini, namun saat Axel sudah melihat Valdo tepat lima centi dihadapan matanya Valdo menghilang. Ternyata Valdo tepat berada dibelakang Axel lalu Valdo menjatuhkan pukulan di titik vital Axel hingga Axel tumbang dan memuntahkan darah


"Uuhhuukk uhhhuuukkk" darah segar keluar dari hidung dan mulut Axel


Pandangan Axel pun berkurang dan kepalanya serasa berputar. Sungguh Axel tidak menyangka baru kali ini ada orang yang bisa melumpuhkan nya dalam satu kali pukulan


"Apa masih mau bertarung Tuan Axel"


"Sudahlah Valdo, berhenti bermain-main" ucap Rendra


"Hehehe... Sorry aku sudah lama tidak olah raga"


Buuukkkk


Axel pun jatuh terkapar, Axel mencoba bangun dan menstabilkan kembali pernafasan nya. Axel dapat pelajaran baru kali ini bahwa jangan pernah menilai buku dari sampulnya


Setelah menarik nafas beberapa kali Axel sudah bisa berdiri kembali dan duduk lagi disamping Rendra. Axel yakin serangan yang tadi Valdo lakukan bukan lah kekuatan asli yang Valdo miliki. Mungkin jika Valdo benar-benar mengeluarkan jurus nya Axel akan berakhir di kuburan

__ADS_1


__ADS_2