CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
ANGGOTA BARU


__ADS_3

Kucing yaa kalau udah ada ikan segar di depan mata mubazir banget kalau gak digarong


Axel pun menyuruh 2 orang pengawal berjaga di depan pintu kamar VVIP Laila dan tidak mengijinkan siapa pun masuk termasuk dokter


Sayang banget kalau di tolak apalagi ini bisa jadi kesempatan Axel yang terakhir untuk bermain bersama sang istri sebelum dia disuruh untuk berpuasa dalam waktu yang sangat lama


Akhirnya ranjang rumah sakit itu pun berdecit dengan Axel sebagai penunggang kuda utamanya


Misi selesai setelah Axel dan Laila sama-sama melengkuh.


"Aahh nyaman sekali rasanya" ucap Axel


Cup cup cup


Axel mengecup Laila berulang kali setelah itu barulah dia menggendong sang istri ke toilet untuk membersihkan sisa pertarungan mereka tadi atau mungkin lebih tepat nya pertarungan Axel karena Laila lebih banyak diam dan tidak agresif seperti biasa


Telpon Axel berdering dan itu adalah panggilan dari pengawal nya yang mengatakan kalau pakaian Laila telah datang


Yaa tadi saat dokter mengatakan untuk menunggu pembukaan Laila sempurna, Axel memerintahkan Saidah untuk kembali ke manshion dan mengambil beberapa potong baju untuk Laila. Laila tidak mau memakai pakaian rumah sakit, tidak tau kenapa biasanya Laila juga bukan tipe orang pemilih atau banyak mau nya. Tapi kali ini Laila benar-benar tidak suka dengan semua yang berbau rumah sakit


Bahkan jika Axel tidak melarang, Laila malah ingin menunggu di rumah saja sampai ia siap untuk melahirkan sang buah hati ke dunia


Laila kini sudah berpakaian seperti biasa setelah Axel menyerahkan baju untuk nya. Namun setelah itu tiba-tiba rasa sakit itu kembali mendera sepertinya efek semburan lahar putih tadi sudah mulai bereaksi


"Aaaahhh" Laila melengkuh sakit


Dan tepat saat itu juga keluar cairan bening yang mengalir jatuh dari sela kaki Laila. Axel yang melihat ini pun juga mendadak panik dengan cepat Axel kembali menggendong Laila untuk berbaring di tempat tidur baru kemudian pergi untuk memanggil dokter


"Wah cepat juga pembukaan nya, perasaan ini belum satu jam" batin dokter Sari


Dokter Sari pun langsung mengambil tindakan cepat. Laila kemudian di bawa ke ruang bersalin, Axel pun diberikan tawaran oleh dokter Sari apakah mau menunggu di luar atau ikut masuk ke dalam ruang bersalin


Tidak punya waktu untuk galau antara takut melihat proses melahirkan atau tak tega karena Laila harus berjuang disana sendiri hingga akhirnya Axel pun memutuskan untuk masuk


Para perawat pun membimbing dan mengarahkan Laila untuk dapat melahirkan dengan baik dan meminimalisir rasa sakit. Beruntung Laila tetap tenang dan tidak panik sehingga hal ini tidak memicu pendarahan atau sulit nya bayi untuk keluar pada jalan lahir


Laila pun mengambil pernafasan dan mendorong sesuai dengan arahan dari dokter Sari. Axel pun juga dengan setia menggenggam tangan Laila dan berdoa di dalam hati agar istri nya diberi kemudahan dalam melahirkan sang putra ke dunia


Saat dokter Sari mengatakan kalau kepala bayi Laila sudah berada di pintu keluar Laila pun menge**n dengan kuat hingga terdengar suara tangisan bayi yang merdu dan menyapa indra pendengaran mereka yang ada disana


Saat bayi itu lahir tiba-tiba genggaman tangan Axel melemah dan brruuukkk Axel jatuh pingsan


"Axeeeelll" Laila berteriak kaget

__ADS_1


Para perawat yang lain pun menolong Axel lalu membawa Axel keluar dari ruang bersalin. Sementara Laila dan bayi nya di bersihkan oleh para perawat dan juga dokter Sari


"Selamat nyonya, putra Anda lahir dengan selamat dan sempurna" Laila tersenyum haru mendengar kalimat dokter Sari


Setelah bayi itu dibersihkan, bayi itu kemudian diletakan di dada Laila dan dibiarkan untuk mengisap sumber dari kehidupan nya selama enam bulan ke depan


Laila memangis haru sembari memeluk sang buah hati. Laila merasa sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk merasakan moment ini. Karena dulu Cella lahir dengan prematur Laila tidak diijinkan untuk memiliki moment seperti saat ini karena Cella kecil langsung dimasukan kedalam inkubator bayi


Nama : Bayi Nyonya Laila Wulandari


Lahir   : 10 Agustus 2022


Pukul  : 04:49


Berat  : 3,5 kg


Panjang : 54 cm


Bayi nya putih dan tinggi seperti Axel, ohh jangan lupakan wajah bule yang juga diwarisi oleh nya walau pun bentuk muka nya lebih mirip seperti Laila tapi bayi ini tetap sangat tampan pari purna. Memang bibit dan bobot orang tua juga akan menentukan kualitas dari perawakan seorang anak. Laila yang cantik alami sebagai ladang dan Axel yang setengah bule sebagai bibit menghasilkan buah yang juga unggul dari segi paras dan rupa


Cella yang dikabari kalau adik nya telah lahir langsung meluncur ke rumah sakit subuh itu juga didampingi oleh oma


Oma Alexsandra pun cukup antusias menyambut kehadiran cucu kedua nya terlebih lagi itu adalah anak laki-laki. Oma Alexsandra sangat berharap bahwa anak ini kelak akan tumbuh cerdas seperti Axel dan juga Cella


Oma sadar selama ini terlalu menuntut Austin hingga melupakan bagaimana perasaan Austin. Semakin tua oma semakin sadar akan kesalahan nya hingga oma memutuskan untuk berubah dan lebih menerima apa pun yang menjadi pilihan hidup anak-anak nya


Laila dan bayi nya pun kini sudah berada di dalam kamar perawatan dan tentu saja Axel sudah sadar saat ini. Bayi kecil sekarang berada dalam box bayi dengan mata yang masih tertutup


"Kenapa tadi mas pingsan, mas jijik yaa?"


"Gak sayang mas gak jijik mas cuma geli liat dia lahir lewat itu"


"Astaga... Apa maksud nya itu.. Oh tuhan yang benar ajaa mas... Anak kamu loh itu"


"Hehehe gimana donk, mas gak tahan soalnya liat dia lahir dengan darah dan lendir gitu"


"Iissh dasar... Sana di adzanin dulu"


"Hehehe iyaa sayang"


Axel pun menggendong bayi kecil nya dengan sangat hati-hati. Bukan apa-apa Axel hanya takut akan menyakiti anak nya yang kecil dan mungil itu. Axel pun mengumandangkan adzan di telinga kanan sang anak lalu dilanjutkan dengan iqomah di telinga kiri nya


Tepat saat Axel selesai, Cella dan oma Alexsandra pun datang

__ADS_1


"Aaaa cucu ku...."


"Sssttt oma jangan berisik nanti dede nya bangun"


Oma pun langsung menutup mulut rempong nya itu


"Maa" ucap Cella sembari meraih tangan Laila untuk salim


"Sama papa gak salim Cel"


"Sabar pa, gantian ngapa"


"Iish kau ini kalau gak nyahut papa kayak nya hidup mu tidak bahagia yaa"


"Aduuh kalian ini kalau ketemu berantem mulu" ucap oma


Oma tak lagi perduli dengan perdebatan Cella dan Axel. Oma dengan langkah seribu langsung menghampiri anggota baru di keluarga mereka


"Astaagggaaa... Cucu ku tampan sekali..." ucap oma senang bukan kepalang


Oma Alexsandra pun menggendong sang cucu dan menghadiahi nya dengan kecupan berulang kali


"Apa warna matanya?" ucap oma


"Menurut oma apa?"


"Karena wajah nya lebih banyak mirip Laila, mungkin warna matanya juga berwarna coklat seperti Laila"


"Oma salah warna nya seperti warna mata ku" ucap Axel


"Masa sih...? Hey bayi kecil coba buka mata mu, oma mau lihat"


"Astaga omaa" ucap Cella sembari menggelengkan kepala sedangkan Laila hanya bisa tersenyum mendengar percakapan keluarga kecil nya ini


"Axel siapa nama bayi tampan ini?"


"Eehh itu... Anuu"


"Jangan bilang kau lupa mencarikan nama untuk nya"


Axel pun nyengir dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal


"Axeeelll.. Papaaaa" ucap Laila, oma dan Cella bersamaan hingga membuat Axel sedikit terkejut

__ADS_1


__ADS_2