CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
TRAGEDI


__ADS_3

Drrtt drrttt drrtrr


Ponsel Laila bergetar di atas nakas, dengan malas Laila membuka mata dan meraih ponsel itu. Terlihat disana Cella sedang melakukan panggilan


"Hallo sayang"


"Mama... Mama belum bangun ?"


"Enggak mama udah bangun, baru ajaa dibangunin Cella"


"Ahh mama gak lucu hehehe"


"Tumben Cella pagi-pagi udah nelpon mama ?"


"Iyaa... Mama udah tau belum kalau bunda Ratu sama om Austin mau nikah ?"


"Hah... Beneran ? Apa tadi...? Kayak nya kuping mama punya masalah deh"


"Enggak ma, bener... Bunda Ratu sama om Austin bakalan nikah 2 minggu lagi"


"Hah koq bisa ?"


"Cella juga gak tau, Cella kira mama tau"


"Cella tau dari mana kalau bunda Ratu nikah sama om Austin"


"Itu oma rempong, pagi-pagi udah ribut katanya harus buru-buru nyiapin pesta pernikahan bunda Ratu sama om Austin"


"Udah dulu yaa maa, Cella mau berangkat sekolah"


"Yaa sayang, kamu hati-hati belajar yang rajin"


"Iyaa mah"


Saat sambungan telpon sudah di tutup Laila pun mencoba untuk menghubungi Ratu namun ponsel Ratu tidak aktif


"Isshh kenapa tidak aktif, apa terjadi sesuatu ?" Laila bergumam pelan


Laila melihat ke sisi lain di tempat tidur, Axel sama sekali tidak terganggu dengan percakapan Laila barusan. Axel masih tidur pulas dan meringkuk seperti bayi, rupanya Axel tidak bohong bahwa tubuhnya benar-benar sangat lelah


Axel tidur dengan memeluk Laila semalaman, seolah Laila adalah obat tidur yang paling mujarab untuk Axel. Laila melihat jam yang ada di dinding ini sudah pukul 7 pagi


"Mas... Mass..." Laila mengguncang pelan tubuh Axel agar Axel bangun


"Hmmm"


"Udah jam 7 mas gak ngantor ?"


"Gak, mas hari ini mau tidur... Kamu jangan kemana-mana"


Axel kembali menarik Laila masuk ke dalam pelukannya, meletakan kepala pada ceruk leher sang istri tanpa membuka mata sedikit pun. Apa boleh buat, Laila terpaksa harus patuh karena Axel memeluknya sangat erat

__ADS_1


Flashback on


"Kamu yakin gak mau aku anter ?"


"Gak usah la, aku turun di depan sana ajaa... Nanti kamu kemalaman ngantar bu Eva"


"Ya udah hati-hati yaa"


"Iyaa kamu juga hati-hati"


Ratu pun turun dari mobil Laila, sebelumnya dia sudah mengabari asistennya untuk menjemput dia di tempat itu.


Sudah 15 menit Ratu menunggu namun sang asisten belum juga terlihat


"Astagaa... Kemana dia... Katanya urgent... Dasar menyebalkan" Ratu menggerutu


Tiba-tiba ada sebuah mobil Avan×za hitam mendekat dan menarik Ratu secara paksa


"Hey apa-apaan ini ?" Ratu berteriak dan memberontak


"Diam jika kau masih ingin hidup"


"Tolong... Tolong... Tolong... "


Ratu berteriak dan memberontak sekuat tenaga sampai perlahan lahan dia mulai merasa kepalanya pusing dan pandangannya pun berkurang hingga akhirnya Ratu pun tumbang tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius


Saat Ratu membuka mata, dia masih merasakan kepalanya berdenyut. Ratu memandang sekitar, tempat ini adalah tempat asing bagi Ratu. Perlahan lahan Ratu mencoba untuk duduk tapi saat itu Ratu menyadari kalau dia tidak mengenakan pakaian, tubuhnya polos dan hanya sebuah selimut yang menutupi semua asetnya


"Apa ini dimana aku, kenapa ada banyak kamera disini ?" Ratu berteriak frustasi


"Kau... Dari awal aku sudah tau kalau agensi mu ini tidak beres, apa yang kau lakukan pada ku heh ?"


"Tentu saja aku akan menjadikan mu bintang sayang, aku akan menjadikan mu bintang film dewasa hahahaha"


Saat itu juga datang seorang pria tanpa mengenakan pakaian sehelai pun dan dengan senjata pamungkas yang telah mengacung ke atas


"Uuuhhh ferfekto... Hahahah lihat lah wanita itu akan jadi lawan main mu, lakukan lah dengan hot dan seksihh"


"Kurang ajaaarr... Keluar kalian apa yang kalian lakukan"


Ratu berteriak histeris sambil memalingkan muka. Tentu saja pemandangan senjata sang pria itu adalah hal baru untuk Ratu. Kendati Ratu adalah seorang model tapi dia adalah seorang yang sangat menjaga pergaulan.


"Hahahah anak manis, mengapa malu-malu kucing seperti anak perawan saja hahahaha" semua yang ada disana tertawa bersamaan


Muka Ratu pun seketika berubah menjadi merah. Semua rasa bercampur menjadi satu antara rasa malu dan rasa marah, Ratu ingin lari tapi tidak bisa, tubuhnya sangat lemah dan tidak bisa digerakan


"Apa yang kau lakukan  jangan.....Jangan mendekat...."


Laki-laki itu tidak perduli, dia menyingkap selimut yang melindungi tubuh Ratu hingga membuat tubuh polos Ratu terpampang sempurna


"Uuhhh kau seksiihh sekali Ratu, aku tidak salah memilih mu sebagai bintang ku" ucap Jalal sang produser

__ADS_1


"Bian cepat kau berikan aku adegan yang ulaa ulaa laaa, kamera stand by"


"Siap bos" ucap Bian sang pemain pria


"Tidak... Ku mohon jangan" ucap Ratu lirih


Kini suara Ratu sudah melemah, derai tangisnya sudah mewarnai seluruh isi ruangan itu.


Bian melancarkan aksinya, dia mulai mencium Ratu dengan kasar, memberikan tanda kebiruan di leher dan dada Ratu. Bian juga mulai menggesek-gesekan batang pisang miliknya ke inti pemilikan Ratu


"Ahhh ku mohon jangan" ucap Ratu lirih di sela isak tangisnya


Tepat saat Bian akan memulai puncak adegannya tiba-tiba


Braaaakkkkkkk


Pintu di doprak secara paksa dengan sebuah alat berat, Itu adalah Austin dan para pengawalnya.


Para pengawalnya bertarung dan menyingkirkan semua yang menghalangi jalan Austin. Austin mendengar Ratu menangis terisak segera berlari ke arah Ratu. Melihat tubuh Ratu yang polos Austin bergegas meraih selimut dan membungkus tubuh Ratu


Austin menggendong Ratu dengan ke dua tangannya dan membawa Ratu ke dalam mobil miliknya. Ratu yang melihat kedatangan Austin pun merasa senang dan Ratu segera membenamkan kepalanya pada dada Austin seolah meminta perlindungan dari sana


Ratu dan Austin kini sudah berada di dalam mobil, Austin melepaskan jas miliknya dan memakaikan itu pada tubuh Ratu. Ratu masih terisak dia tidak bisa berhenti menangis. Ratu merasa kalau dirinya kini telah kotor, dia bukan lagi anak perawan. Ratu merasa kalau dia adalah orang paling terhina di muka bumi


Austin melihat kesedihan di wajah Ratu, wajah yang selalu jutek padanya kini berubah menjadi kucing kecil yang tertindas.


"Hey tenang lah, kau sudah aman"


"Tidak... Aku kotor, aku tidak suci lagi, aku ini hina" ucap Ratu sambil menjambak rambutnya


Austin melihat kalau Ratu sangat shock, membuat Austin takut kalau Ratu menjadi depresi. Bukan tanpa alasan Austin takut kerena sebelum Grace berakhir di RSJ dia pun melakukan apa yang Ratu lakukan saat ini


"Hey... Tidak... Tidak... Jangan lakukan itu aku mohon berhenti lah kau membuat hati ku sakit"


Austin menarik tangan Ratu agar berhenti menjambak rambutnya. Austin membawa Ratu ke dalam pelukannya dan melingkarkan tangan Ratu ke pinggang Austin


"Hikkss hikks aku telah ternoda, aku tidak suci lagi, tidak akan ada laki-laki yang mau menerima keadaan ku hikks hiikks" Ratu menangis di pelukan Austin


Austin memeluk Ratu erat, perlahan lahan Austin membelai rambut Ratu agar Ratu tenang dan berhenti menangis


"Bukan hal itu yang menjadi ukuran suci atau tidaknya seorang wanita, di mata ku kau tetap suci karena kau wanita baik"


"Tapi aku.. aaa-kuu" ucap Ratu tertahan


Austin melepaskan pelukannya, dia menangkup wajah Ratu dengan kedua tangannya. Austin menatap mata Ratu dalam, mata yang sudah mulai membengkak kerena terus menangis


"Jika kau takut tidak ada orang yang mau menerima keadaan mu maka itu tidak akan terjadi. Ratu aku akan menikahi mu, mau kah kau menjadi Istri ku ?"


Flashback off


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2