
Setelah sampai di villa di negara XxxxX, Axel benar-benar memenuhi hasrat adik kecilnya dan bertarung dengan sang empunya goa sampai mereka berdua sama-sama kelelahan
" Axell... "
" Yaa sayang "
"Apakah kita bisa kembali ke negara kita ?"
"Apa kau bosan disini?"
"Tentu saja aku bosan, aku terkurung 24 jam dalam bangunan ini dan melakukan hal yang sama setiap hari, bagaimana dengan toko kue dan pekerjaan ku di Yogya, ini sudah lebih dari 2 minggu kan kau mengurung ku disini"
"Hehehehe maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kau pergi lagi dari ku karna itulah aku membawa mu kemari"
"Jangan bilang kau sungguh-sungguh membuat bangunan ini untuk memenjarakan aku seutuhnya ? Aka kau psyco Axel ?"
Krikk kriikk krriikk
Axel menaikan satu sudut alisnya mendengar perkataan sang istri.
"Apa menurut mu aku ini psyco ?"
"Tidak, jika kau bebaskan aku dari sini... Ohh ayolah Axel, aku punya kehidupan, aku punya pekerjaan"
"Baiklah aku akan membawa mu pulang ke Indonesia tapi dengan beberapa syarat yang harus kau patuhi"
"Apa itu ?"
"Pertama kau tidak boleh pergi dari ku walau sebatas hanya ada dalam pikiran mu"
"Baiklah"
"Kedua kau dilarang merasiakan apa pun dari ku, jika ada yang menyakiti mu sekali pun itu adalah orang tua ku sendiri katakan pada ku. JANGAN PERNAH SEMBUNYIKAN APA PUN DARI KU"
Axel sedikit menekan suara pada ujung kalimatnya tanda bahwa itu adalah aturan yang sama sekali tidak boleh dilanggar
"Apa hanya itu ?"
"Jawab ya atau tidak ?"
"Yaa, aku janji tidak akan menyembunyikan apa pun dari mu"
"Ketiga kau harus berhenti dari pekerjaan mu, jadilah ibu yang baik untuk anak-anak kita dan tinggal lah dirumah layani aku dengan baik"
"Axel aku tidak keberatan dengan persyaratan pertama dan kedua tapi yang ketiga aku tidak bisa... Axel kau tau aku sudah bersusah payah sampai ke titik ini, aku bekerja sebagai konsultan hukum dan memberikan bantuan hukum untuk para wanita dan anak-anak yang tertindas, aku tidak mungkin keluar sekarang"
__ADS_1
"Aku akan mengurus itu semua... Laila aku tau kau itu wanita mandiri yang tidak berpangku tangan pada siapa pun tapi sekarang berbeda Laila, aku ini adalah suami mu dan aku masih sangat mampu untuk memenuhi semua kebutuhan materi kita, jadi sayang kali ini saja aku mohon berhenti lah untuk jadi kuat dan mencoba tegar dalam getirnya hidup mu... Ijinkan aku menjadi sandaran mu, ijinkan aku melindungi mu dan ijinkan aku untuk membuat menjadi satu-satunya ratu yang ada dalam hidup ku "
Axel menatap mata Laila dalam, berharap agar Laila mengerti kalau dia hanya ingin Laila untuk menjadikan dirinya sandaran disaat Laila senang, susah, lelah atau dalam kondisi yang sangat buruk sekali pun
"Axel akuuuu... "
Axel meletakan jari telunjuk ke bibir Laila agar Laila tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Axel mengecup bibir itu lembut dan sangat lembut
" Aku mohon sayang, ijinkan aku menebus semua kesalaham ku dulu. Mau kah kau memenuhi tiga permintaan ku tadi ?"
Ohh mata itu, mata Axel yang indah mana mungkin Laila bisa menolak. Perlahan tapi pasti Laila lalu mengangguk tanda bahwa dia setuju untuk memenuhi permintaan Axel
"Bagaimana dengan sekolah Cella dan toko kue ku?"
"Lucas akan mengurus segalanya sayang... Sekarang kau tidurlah..
Cup, Axel mengecup puncak kepala Laila
"Aku mencintai mu sayang"
******
Kini 1 minggu telah berlalu, hubungan Laila dan Axel semakin membaik. Sesekali Axel akan mengajak Cella dan Laila untuk pergi jalan-jalan setelah puas Cella kembali pulang ke Manshion utama keluarga Horrison barulah Axel dan Laila pulang ke Manshionnya sendiri. Nyonya besar Alexsandra pun benar-banar memenuhi janjinya untuk menerima Laila sebagai menantu dari keluarga Horrison dan memperlakukannya dengan baik. Sungguh indah dunia saat ini Axel rasakan seakan-akan penantiannya selama 6 tahun tidak menyisakan luka sama sekali
"Bundaaaaa.... " Teriak Cella begitu melihat Ratu memasuki area Manshion keluarga Horrison. Cella langsung menghambut memeluk Ratu, begitu pun juga Ratu segela merentangkan kedua tangannya untuk menyambut sang anak tercintanya ini"
"Bunda, Cella kangen banget sama bunda" ucap Cella manja
" Bunda juga kangen sama Cella"
"Sama mama gak kangen nih ?"
"Ihh mama kan sudah punya papa Axel... Hehehe"
Axel mengacungkan dua jempolnya ke atas mendengar ucapan sang anak sambil tersenyum
"Wah kalian sudah datang, ayo kita makan malam" ucap nyonya Alexsandra
Sebagai Tuan rumah, nyonya Alexsandra ingin menjamu tamunya dengan baik. Di sebuah meja makan yang panjang dan besar keluarga Artawijaya dan keluarga Horrison sudah duduk bersama dalam satu meja
Sambil menyantab makan malam mereka bersenda gurau bersama, terlebih lagi nyonya Alexsandra dan nyonya Novia adalah satu teman sosialita jadi mereka ngerumpi layaknya ibu-ibu sosialita, sedangkan Tuan Indra, Rendra dan Axel tengah sibuk berbincang masalah bisnis. Laila sibuk memperhatikan Cella karena Cella cenderung memeilih-milih makanan dan Laila tidak suka Cella bersikap demikian. Karena itulah Laila tidak memalingkan matanya sedikit pun dari sang anak tercinta
Austin saat ini tidak terlibat dalam obrolan apa pun, dia tengah meperhatikan Ratu dalam. Ratu bukannya tidak tau ada yang menatabnya dalam hanya saja dia terlanjur tidak perduli
"Ahh Sandra, seandainya kau punya anak perempuan pasti akan aku jodohkan dengan Rendra agar kita bisa benar-benar menjadi besan" ucap nyonya Novia pada nyonya Alexsandra
__ADS_1
"Mengapa harus punya anak perempuan dulu baru kita bisa menjadi besan, sekarang pun juga bisa. Kita jodohkan saja Austin dengan anak mu Ratu"
Uhuukk
Uhhhuuukk
Ratu dan Austin tersedak secara bersamaan mendengar percakapan aneh orang tua mereka.
"Tuh kan, kayaknya mereka emang beneran jodoh... Tuh batuknya ajaa berengan" ucap nyonya Alexsandra
"Mommy.... " ucap Austin sedikit kesal
"Loh kenapa, kau tidak suka Ratu ? Dia itu sangat cantik kau pasti sangat beruntung jika kau menikah dengannya"
"Mommy lupa kalau aku ini sudah punya istri ?"
"Cih istri mu itu sudah tidak ada harapan untuk sembuh, jadi apa salahnya kalau kau menikah lagi ?"
"Memangnya istri Austin sakit apa jeng ?"
"Istrinya 6 tahun yang lalu mengalami depresi dan sampai sekarang masih ada di rumah sakit jiwa"
Semua orang yang ada di ruangan itu kaget mendengar ucapan nyonya Alexsandra kecuali Axel tentu saja. Tidak disangka salah satu keturunan Horrison mengalami nasib buruk dalam percintaan
Austin segera berdiri dari duduknya, dia tidak tahan mendengar sang mommy menghina istrinya Grace... Austin pun segera pergi
"Austin kau mau kemana? Makan malam ini belum selesai"
"Aku sudah selesai mom, aku mau pulang ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" Austin berdalih
Ratu akhirnya mencuri pandang dengan Austin, tentu saja Ratu masih ingat dengan jelas itu adalah laki-laki yang diceritakan oleh sahabatnya Nina. Sosok laki-laki yang setia mendampingi sang istri agar bisa kembali ke keadaanya semula. Jujur saja Ratu sangat kagum dengan kesetian yang dimiliki oleh Austin
Ratu menatap tajam punggung Austin yang kian lama kian menghilang dari pandanganya.
"Eheem bunda, kalau mau ketemu pamam Austin besok bunda bisa koq main lagi kesini"
"Hah... Apa... "
Ratu salah tingkah kerena ternyata tingkahnya tadi membuatnya jadi pusat perhatian dan ini sungguh sangat memalukan untuk Ratu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1