CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
GAYUNG TAK BERSAMBUT


__ADS_3

"Tuan nyonya Laila terakhir kali terlihat pukul 4 sore tadi menuju jalan arah ke luar kota"


"Apaa... Astaga Laila mau kemana kau sebenarnya ?" ucap Axel sambil memijit pangkal hidungnya


"Kita kesana sekarang" ucap Axel tegas


Para pengawal itu pun menunduk patuh dan mengikuti langkah sang Tuan dari belakang


Axel sudah ratusan kali mencoba menghubungi Laila namun seberapa banyak pun Axel mencoba panggilan Axel akan disambut oleh merdunya suara otomatis telpon selular


"Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi atau tekan 1 untuk tinggalkan pesan"


Sumpah seandainya miss operator otomatis itu ada dihadapan Axel mungkin Axel akan mencincangnya kemudian menghaluskan nya menjadi daging giling


Diluar saat ini hujan turun sangat lebat membuat Axel semakin merasa tidak karuan. Axel sekarang menyesal tadi sempat marah dan mengacuhkan Laila, Axel sekarang takut kalau Laila kembali pergi dan meninggalkan nya lagi


"Astaga sayang... Kemana sebenarnya kau pergi ?" Axel bergumam sendiri dengan perasaan gelisah


"Apa mobil ini tidak bisa berjalan lebih cepat ?"


"Maaf Tuan saat ini hujan turun sangat lebat, sulit untuk kita menuju ke tempat nyonya karena akses jalan yang juga sudah rusak dan medan yang cukup sulit"


"Astagaaa... Rasanya percuma saja aku membeli mobil sport kalau jalannya pun lambat seperti keong" Axel terus menggerutu


Axel akan bertanya setiap 5 menit sekali dengan pertanyaan yang sama "apakah masih jauh, apa masih lama, kapan kita tiba, dan bla bla bla bla membuat sang supir pun ikut pusing dan geleng-geleng  kepala melihat tingkah sang Tuan apalagi Axel berbicara dengan nada yang tidak ada  lembut-lembutnya sama sekali


"Astaagaaa apa lagi ini ?"


"Maaf Tuan, sepertinya di depan terjadi kecelakaan"


"Kalau begini kapan aku bisa tiba di tempat istri ku"


Axel membentak sang supir dan membuat supir itu menjadi pucat pasi karena takut Axel akan mengamuk dan membuatnya babak belur


Axel lalu menelpon Lucas yang sedang asik menikmati liburannya di Hawai


"Tuan Axel, kenapa dia menelpon ?" Gumam Lucas di sebarang sana


"Hallo Tuan"


Tepat saat telpon itu diangkat, seketika terdengar suara menggelegar dari Axel membuat Lucas terpaksa menjauhkan telponnya satu meter dari kuping

__ADS_1


"Astagaa Tuan, baru aku tinggal sebentar kau sudah kalang kabut seperti ini, ternyata kau memang tidak bisa juah dari ku Tuan" gumam Lucas dalam hati


Setelah mendengar ceramah panjang kali lebar kali tinggi dari Tuan Axel yang sangat Unfaedah itu, Lucas langsung bergerak cepat.


Dari Hawai Lucas mengkoordinasi anak buahnya di Indonesia agar membuka jalan pintas untuk Tuan Axel. Tidak butuh waktu lama 15 menit berselang beberapa alat berat dan excavator langsung datang ke tempat Axel.


Alat-alat itu mulai bekerja untuk membuka jalan pintas baru untuk Axel agar Axel bisa cepat sampai di tempat tujuannya. Biarlah urusan sengketa pertanahan dengan pemerintah setempat di urus belakangan. Axel tak perduli kalau pun dia harus maju ke meja hijau karena masalah ini yang pasti sekarang dia harus cepat menangkap Laila sebelum istrinya ini kembali pergi untuk menjauh


Karena masalah ini pula Lucas disuruh untuk pulang oleh Axel. Mau tidak mau Lucas pun harus patuh dengan perintah Axel kalau masih ingin selamat dan hidup dengan tenang. Padahal Lucas baru 5 hari ada di Hawai kini dia harus kembali lagi ke Indonesia


"Tuan, kau harus membayar mahal karena telah mengacaukan liburan ku" ratap pilu sang Asisten


Benar saja tidak butuh waktu lama bagi Axel kini dia telah tiba tepat di sebuah bangunan yang sudah lumayan tua.


"Apa benar istri ku ada disini ?"


"Dari laporan para pengawal kita, benar Tuan nyonya Laila terakhir ada di tempat ini"


Axel pun langsung keluar dari dalam mobil dan sudah disambut oleh pengawalnya yang membawa payung besar agar sang Tuan tidak terkena tetesan air hujan


Anak-anak panti pun terkejut dengan kedatangan 3 buah mobil mewah yang singgah tepat di depan panti asuhan mereka terlebih saat melihat sosok Axel keluar dari sana membuat anak-anak panti semakin riuh karena bagai melihat sosok malaikat berwujud oppa guaanteng


Yaa tentu yaa Readers orang yang memuji Axel bak malaikat itu tidak tau aslinya Axel itu seperti apa. Padahal kalau mereka tau mereka akan menyesal bilang kalau Axel itu malaikat. Iya sih malaikat yang ada tanduk sama buntutnya... Yaa khan Readers 🤣🤣🤣


"Itu bu di luar ada malaikat "


"Hah apa sih malaikat apa ?" Ucap bu Eva binggung


Tepat saat itu juga salah satu pengawal Axel masuk ke dalam panti asuhan tanpa permisi terlebih dahulu membuat bu Eva kaget bukan main


"Maaf Tuan, Anda mencari siapa ?"


"Apa nyonya kami ada disini ?"


"Maaf nyonya siapa yang Anda maksud ?"


Belum juga pengawal itu menjawab, Axel langsung masuk ke dalam panti dan membuka kamar satu persatu


Sudah 3 buah pintu kamar di buka secara kasar oleh Axel namun dia belun juga menemukan keberadaan sang istri


"Maaf Tuan sebenarnya kalian ini mencari siapa ?"

__ADS_1


Kini bu Eva bicara dengan nada yang tegas, naluri untuk melindungi anak-anak asuhnya muncul begitu kuat kerena melihat sikap Axel yang kasar dan seenaknya


Axel tidak menjawab dia bahkan tidak perduli kalau prilakunya ini membuat takut anak-anak yang ada disana. Namun para penghuni panti juga tidak bisa mencegah atau menghentikan tindakan Axel karena para pengawal Axel mengahalangi mereka


Sampai pada kamar yang ada di pojok Axel tetap membuka itu dengan tergesa-gesa dan karena sudah sangat kesal kini Axel malah membuka pintu itu dengan sangat kasar dan membuat bunyi nyaring yang sangat memekakkan telinga


"Huaaa huuuaaa huuuuaaa"


Terdengar suara tangisan bayi dari dalam sana karena tertanggu dengan suara gaduh yang dibuat oleh Axel


Laila saat ini ada di dalam kamar mandi yang ada di dekat dapur sehingga dia tidak menyadari kedatangan Axel dan para konco-konconya


Saat baru keluar dari kamar mandi Laila malah mendengar suara tangisan bayi, Laila yakin kalau itu suara Amar karena Laila lah tadi yang menimang Amar hingga bayi kecil itu tertidur dengan pulas


Mendengar Amar menangis Laila langsung bergegas menuju kamar tempat dimana dia meletakan Amar tadi. Tapi saat keluar dari dapur mata Laila terbelalak dan membulat secara sempurna


"Astagaa... Axel pasti membuat kekacauan lagi" gumam Laila saat melihat Axel berada tepat di depan kamar Amar dan para pengawal yang mengelilingi nya


Berbeda dengan Laila, Axel malah marasa terharu dengan mata yang sudah menganak sungai. Axel begitu senang karena netra matanya menangkap keberadaan sang istri tepat di hadapannya


"Laila..." panggil Axel lirih


Axel lalu melebarkan langkahnya mendekati sang istri dan begitu juga dengan Laila yang melebarkan langkahnya menuju ke arah Axel.


Saat langkah mereka telah dekat, Axel merentangkan tangannya lebar berharap sang istri masuk ke dalam pelukannya dan memeluknya erat


Namun harapan kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan, saat langkah Axel dan Laila hampir bertemu. Laila tidak masuk ke dalam pelukan Axel, Laila masih melanjutkan langkahnya menuju kamar Amar


Krikk krriikk kriiiikk


Axel mematung karena gayung tak bersambut


"What the f×××" Axel nenggerutu frustasi


Apa Laila tidak mencintai nya lagi, mengapa Laila tidak mau memeluknya padahal Axel sudah melakukan seratus juta ribu dua ratus lima puluh satu cara agar bisa cepat sampai di tempat ini


"Apa pengorbanan ku tidak ada artinya di mata Laila, apa cinta ku ini bertepuk sebelah tangan" gumam Axel pelan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...

__ADS_1


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2