
Valdo pun masih berusaha bertahan sembari mengamati gerakan pertarungan seperti apa yang diterapkan oleh Tuan Anderson
Valdo pun hampir kewalahan namun dia masih belum bisa menemukan kelemahan Tuan Anderson
"Sial jika begini terus aku bisa terdesak" umpat Valdo dalam hati
Hoss hooss hoss
Nafas mereka berdua pun saling beradu
Dengan mengandalkan kecepatan saja tidak mungkin bisa mengecoh Tuan Anderson karena dia sendiri pun juga tidak kalah cepat
"Aahh bagaimana cara nya melumpuhkan bajinngaan ini" Valdo mulai geram
Valdo juga beberapa kali melakukan serangan, namun serangan Valdo selalu berhasil dipatah kan oleh Tuan Anderson
Saat Tuan Anderson memutar pisau nya seperti baling-baling, tiba-tiba Valdo teringat dengan kata-kata Cella
"Paman jika nanti kau tidak bisa melukai musuh mu, maka biarkan lah senjata nya yang melukai diri nya sendiri"
Kata-kata Cella itu memberikan sebuah ide untuk Valdo.
Valdo melepaskan blazer nya, sedikit meregangkan otot lalu membuat gerakan yang meminta agar Tuan Anderson menyerang nya lebih dulu
"Ciiiiaaaaaaaaa"
Tuan Anderson berlari ke arah Valdo
Hhaaaaapppp aaa buuukkk
Valdo menangkap tangan Tuan Anderson dan melilitkan nya dengan blazer yang tadi Valdo lepaskan
Tangan Tuan Anderson pun terkunci, Valdo menyerang kaki Tuan Anderson hingga membuat dia lumpuh
Dengan posisi Tuan Anderson yang seperti sedang sujud, Valdo pun memutar tangan Tuan Anderson lalu mengarahkan pisau Tuan Anderson ke mata nya
Buuukkk
Aaaaaaaaa
Tuan Anderson menjerit histeris karena pisau belati milik Tuan Anderson telah menusuk mata nya sendiri
Dalam sekejab Tuan Anderson kehilangan penglihatan nya. Tuan Anderson pun masih menjerit namun dia mencoba untuk bangkit
Tidak ingin musuh nya kembali berulah, dengan cepat Valdo kembali menyerang Tuan Anderson dan menumbangkan nya kali ini
__ADS_1
Tuan Anderson pun terkapar tidak berdaya. Dengan sangat kebetulan, polisi setempat yang mendapatkan laporran tentang adanya penyerangan di sebuah toko baju pun datang ke lokasi
Valdo pun bergegas untuk kabur, dia mengedipkan mata pada cctv yang ada di tempat tersebut
Itu adalah kode untuk anak buah Valdo yang masih mengawasi cctv agar cctv tentang pertarungan Valdo dan Tuan Anderson di hapus
Anak buah Valdo mengerti, semua peristiwa dimana ada Valdo bersama anak buahnya dihapus oleh orang-orang yang berada di belakang layar
Valdo pun segera mengabarkan tentang keberhasilan nya mengalahkan Tuan Anderson kepada orang-orang yang memang mengincar Tuan Anderson
Tentu saja laporan itu juga diberikan kepada Rendra dan juga Axel.
Tuan Anderson sendiri sudah di tangkap oleh kepolisian setempat. Valdo mengirimkan bukti secara rahasia pada kepolisian tetang tindak kejahatan Tuan Anderson di Bangkok
Tuan Anderson pun di tahan dan akan di adili sesuai dengan hukum yang berlaku disana
Flasback on
Satu minggu sebelum kejadian ini, Valdo, Axel, Rendra dan juga Austin telah berembung
Mereka pun mencapai kesepakatan agar memancing amarah Tuan Anderson dan membuat dia harus melarikan diri dari negara ini
Tujuan dari semua ini agar Valdo dan yang lainya tau dimana gerangan markas rahasia Tuan Anderson
Hanya saja Valdo in the geng tidak tau dimana keberadaan semua aset tersebut hingga dibuatlah sebuaj skenario agar Tuan Anderson melarikan diri dari negara ini
Tuan Anderson pun memakan umpat yang di tebar oleh Valdo in the geng.
Doooooorrrrr
Axel tertembak tepat di jantung nya, namun tentu saja Axel tidak mati
Axel memakai rompi anti peluru
Saat Axel tertembak, naman bukan darah yang mengalir melainkan cairan tinta merah dengan sedikit campuran saus
Flashback off
"Bagus Valdo, pastikan Tuan Anderson mendapatkan apa yang seharusnya dia dapat kan" ucap Axel
Axel saat ini tentu saja berada di rumah sakit. Segera setelah Tuan Anderson meninggalkan ruangan Axel. Axel lalu bergegas mengganti kembali pakaian nya lalu pulang kembali ke rumah sakit
Pulaang ?
Yaa sekarang rumah sakit tempat Laila di rawat adalah rumah bagi Axel hingga disana lah Axel merasa dia harus pulang
__ADS_1
Axel akan memebersihkan tubuh Laila pada pagi dan sore hari. Hanya Axel yang boleh melakukan itu, sesibuk apa pun Axel dia akan meninggalkan pekerjaan nya untuk merawat Laila
Axel selalu mengajak Laila bicara, Axel selalu berharap Laila dapat mendemgar apa yang Axel katakan. Semua cerita tentang kenangan indah dia bersama Laila Axel ceritakan lagi dan tidak pernah bosan Axel mengulang cerita yang sama setiap hari
Sementara di manshion Horrison Laila palsu sudah tidak lagi bisa membendung rasa penasaran nya
Sebenar nya apa yang terjadi begitu lah misteri yang harus dipecahkan sendiri oleh Laila palsu
Laila palsu pun dengan berani mengikuti nyonya Alexsandra saat dia keluar bersama Ello
Laila ingin tau kemana sebenarnya tujuan mertua nya ini bersama anak haram itu, begitu pikir Laila palsu
Karena keberadaan Laila palsu tidak pernah diperhatikan dia pun dengan mudah menyelinap dan mengikuti mobiil yang di tumpangi oleh nyonya Alexsandra dan juga Ello
"Hah rumah sakit" gumam Laila palsu saat mobil nyonya Alexsandra berhenti di depan sebuah rumah sakit bertaraf internasional
"Memangnya siapa yang sakit? Atau jangan-jangaannn"
Laila palsu menggantung kalimat nya karena berpikir kalau yang sakit itu adalah Axel
Laila palsu pun mengikuti langkah nyonya Alexsandra sampai nyonya Alexsandra memasuki sebuah ruangan khusus
Tidak ada pasein disana, hanya ada penjaga di sebelah kiri dan kanan nya
Laila palsu ingin masuk dan dia di tahan oleh penjaga di depan ruangan tersebut
Sesuai dengan titah Axel bahwa tidak seorang pun boleh masuk jika dia bukan lah orang yang dikenali atau yang ada di dalam daftar
"Minggir, aku ini menantu dari keluarga Horrison" ucap Laila palsu berteriak
"Maaf nona, sebaiknya Anda segera pergi atau kami yang akan memaksa Anda keluar"
"Kalian ini tidak tau yaa siapa aku, aku ini istri dari Axel Harold Horrison, kalian tidak paham haahhh"
"Silahkan pergi nyonya"
"Iiisshh dasar menyebalkan. Begini saja tolong panggilkan mertua ku yang baru saja masuk dengan seorang anak kecil tadi, setelah itu baru aku akan pergi"
Para penjaga itu pun tidak ada yang mau mendengarkan celoteh dari Laila palsu
Salah satu dari penjaga keamanan tersebut pun terpaksa menggendong Laila palsu bak memikul sekarung beras
Ini adalah cara terbaik agar Laila palsu diam dan pergi dari ruangan Laila asli. Itulah langkah keamanan yang diambil oleh para pengawal Axel
"Lepaskan akuuuu, aaahhh awas kalian" teriak Laila palsu tidak terima
__ADS_1