
Valdo, Axel dan Rendra tengah serius menyusun rencana mereka untuk menghancurkan clan mafia hitam. Ini bukan hanya masalah persaingan bisnis namun clan mafia hitam sedang mengembangkan teknologi virus cyber yang bisa melumpuhkan jaringan internasional guna memperkaya diri mereka sendiri
Dampak dari perbuatan mereka ada beberapa masyarakat di beberapa negara yang terkena imbas nya. Kesenjangan sosial akan semakin tajam, harga pun akan melonjak naik dan orang kaya akan memonopoli kaum tak berpunya. Karena itulah clan mafia hitam harus dihentikan jika tidak mereka bisa menguasai sistem dan mengendalikan pemerintahan
Buuuuuukkkkkk
Saat Axel dan yang lain nya tengah serius tiba-tiba ada yang mendoprak pintu secara paksa. Mata Axel membulat dan rasanya Axel akan terkena serangan jantung sedangkan Rendra justru tertawa cekikikan. Bukan apa, ternyata yang mendoprak pintu adalah seorang gadis kecil yang manis dan itu adalah Cella
"Cella sedang apa kau disini?"
"Papa dan paman Lucas tidak menjawab telpon ku... Aku ingin tau dimana mama"
"Iisstt tunggu dulu bagaimana cara mu kesini dan bagaimana kau tau kalau papa ada disini?"
"Aku tidak sebodoh papa, mudah bagi ku tau dimana papa sekarang"
Axel pun berpikir, kemungkinan nya cuma dua. Satu Lucas yang membawa Cella kesini tapi itu tidak mungkin karena Lucas ikut bersama Axel dan kemungkinan kedua Cella telah memasang alat pelacak pada Axel tapi dimana alat itu? Pikir Axel
Axel melirik ke pergelangan tangan nya. Aahh rupanya disini... Alat pelacak itu ada pada jam yang melekat di pergelangan tangan Axel, kenapa Axel sama sekali tidak menduga hal itu
"Whahahahaha" Rendra tertawa terbahak-bahak
Bagaimana mungkin Axel tidak menyadari kalau diri nya telah disadap apalagi itu oleh anak nya sendiri dan yang paling miris anak nya hanya seorang anak perempuan yang baru berumur enam tahun
"Iiissh diam lah... Berhenti menertawakan ku"
"Axel aku tidak tau kalau ternyata anak mu lebih cerdik dari mu hahahaha"
"Aaaiiiissshh menyebalkan sekali"
"Hhhmmm menarik sepertinya anak mu ini mempunyai darah dari kakek bunyut nya" ucap Valdo
"Darah kakek bunyut???" ucap Axel bingung
"Kau tidak tau? Dasar payah!!!"
"Hheey berhenti lah mengejek ku"
"Maaf tuan-tuan, aku disini tidak tertarik dengan obrolan kalian aku hanya ingin tau dimana mama ku?" ucap Cella menjeda
Axel menaril nafas dalam dan mencoba untuk memeluk Cella. Tapi pelukan Axel ditolak oleh Cella
"Papa saat ini aku tidak butuh penjelasan. Karena itu tidak penting bagi ku sekarang. Aku hanya ingin tau dimana mama?"
__ADS_1
"Mama ada dirumah sakit Cel"
"Rumah sakit mana?"
"Rumahh sakit QZ"
Setelah mendapatkan jawaban dari Axel, Cella pun bergegas keluar dari sana
"Cellaa.... Cell"
Axel memanggil Cella namun Cella tidak perduli, dia tetap melajukan langkah nya dan ingin segera pergi ke rumah sakit
Axel pun mengejar Cella, untung saja langkah kaki Axel lebih lebar hingga dia bisa menyusul Cella dan menangkap anak nya ini
"Kau mau kemana lagi?"
"Tentu saja menemui mama"
"Tapi Cel, saat ini maa-maa"
"Aku ingin melihat nya sendiri"
Axel menatap mata Cella dalam, sesak dada Axel kembali sesak saat mata nya berhadapan dengan mata Cella. Axel pun kembali meneteskan air matanya sedangkan Cella tetap dengan muka datar yang siap untuk perang
"Baiklah jika kau memaksa, papa akan ikut dengan mu"
"Kau tidak menyalahkan papa?"
"Aku tau papa sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi kami"
"Anak ku hikks hiikks"
Axel membungkuk dan mensejajarkan tinggi nya dengan Cella lalu membawa Cella masuk dalam pelukannya. Kali ini Cella tidak menolak dia membiarkan saja Axel menumpahkam perasaan nya. Cella paham kalau sang papa pun saat ini pasti tengah terpukul. Axel sendiri sama sekali tidak menyangka Cella akan mengatakan ini, Axel pikir Cella akan marah dan mencaci maki diri nya, menyalahkan Axel atas semua yang terjadi
Namun Cella tetap lah anak dari Laila yang berhati lembut. Walau pun darah Horrison sangat dominan dalam diri Cella namun kebaikan dari Laila tetap bersarang di jiwa Cella
"Kalau begitu kau pergi bersama Lucas"
"Tapi paa"
"Papa mohon Cell, papa tidak ingin mengambil resiko dan kehilangan mu juga"
"Baiklah"
__ADS_1
"Anak baik"
Axel pun memerintahkan Lucas untuk mendampingi Cella
"Jaga anak ku baik-baik dan jangan sampai dia lepas dari penjagaan mu" titah Axel pada Lucas
"Baik Tuan"
Lucas pun mengantar Cella ke rumah sakit dimana Laila di rawat. Kali ini Lucas membiarkan pengawalnya yang lain yang menyetir sedangkan dia duduk di belakang bersama Cella
"Nona muda, bagaimana cara nona sampai di tempat ini, bukan kah ini sebuah tempat rahasia bahkan di google map saja ini tidak terlacak"
"Aku tidak bodoh seperti papa"
Lucas pun mengggaruk kepalanya yang tidak gatal. Benar seperti nya keluarga Horrison dulu juga seorang mafia
"Eemm apa nyonya besar tau kalau nona keluar"
"Tentu saja tau, aku tidak ingin membuat orang tua itu serangan jantung karena mencari ku"
Dahlah pasrah pasrah, Lucas tidak tau lagi harus bicara apa. Kalimat Lucas selalu patah setiap kali Cella mengeluarkan kicauan nya
Singkat cerita kini Cella dan Lucas telah sampai di rumah sakit. Lucas pun menggiring langkah Cella menuju ruangan ICU, sama hal nya seperti Axel, Cella juga bersikeras ingin melihat Laila.
Akhirnya mau tidak mau tim medis terpaksa mengijinkan Cella untuk masuk dengan protokol kesehatan yang harus Cella taati
Cella dilarang mengeluarkan suara gaduh atau sesuatu yang berpotensi menimbulkan suara yang bising. Seseorang yang dalam keadaan koma meskipun tidak sadarkan diri namun mereka masih bisa mendengar suara-suara disekitarnya. Karena itu lah dilarang memicu keributan di ruang ICU.
Dug dug dug
Jantung Cella berpacu dengan cepat. Belum juga Cella menemui sang mama Cella sudah dibuat seperti serangan jantung. Dengan pelan Cella melangkahkan kaki nya menuju pembaringan sang mama
Tangis Cella pun luruh dan pecah, Cella terisak dan menggenggam tangan Laila dengan kuat. Cella tidak pernah menyangka kalau kondisi mama nya akan semengenaskan ini
"Mama... Cella mohon cepat lah sembuh... Ello merindukan mama... Dan Cella pun masih membutuhkan mama... Cella mohon ma, tolong bertahan lah... Ello perlu sosok mama, Cella belum bisa hidup dan menghadapi dunia ini sendiri ma. Cella belum siap... Cella mohon maa ayo bangun 😢😢😢"
Cella hanya diberikan waktu 15 menit untuk menengok Laila. Cella menangis terisak disana, sekuat apa pun Cella, Cella tetap masih seorang anak kecil yang butuh figur seorang mama.
"Maa, Cella janji Cella akan jaga Ello. Tapi mama juga harus janji sama Cella kalau mama harus sembuh. Kita berjuang sama-sama yaa maa"
Itu adalah kalimat terakhir Cella sebelum dia pergi dari ruangan mama nya
"Kita pulang sekarang nona muda?"
__ADS_1
"Tidak paman Lucas, sebelum pulang antar kan dulu aku ke suatu tempat"
"Baik nona"