
Malam ini berlalu begitu saja setelah Drama King yang terjadi di pasar 😅
" Ahh aku mau tidur dengan nyenyak malam ini, hari ini sungguh melelahkan " ucap Laila pada dirinya sendiri
Tak lama Laila pun larut dalam mimpi panjangnya
Berbeda dengan Dion yang tidur di ruang tengah dengan beralaskan selimut tebal dan sebuah bantal
Dion sungguh tak dapat tidur, dia membalikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri tapi tetap saja dia gelisah
" Aahh mengapa bantal ini keras sekali, isinya terbuat dari baja kah dan apa ini aduuhh nyamuk nya banyak sekali " Dion mulai menggerutu
Plaakk plaak ( Dion menepok nyamuk 😋 )
Dion melirik ke arah kamar Laila, disana sudah tidak ada suara apa pun lagi sepertinya Laila sudah tertidur dengan pulas ( begitu pikir Dion )
Akhirnya, mau tidak mau suka tidak suka Dion harus tetap memejamkan matanya berharap malam panjang ini segera berakhir
Keesokan harinya Dion mulai mengerjabkan matanya dan bau yang sangat enak langsung menyapa indra penciumannya
Dari tempat dia berbaring tidak jauh dari dapur dan tidak ada sekat pembatas disana, Dion dapat melihat Laila dengan lihainya memainkan alat-alat memasak
" Hhmm Laila kau itu cantik juga ternyata dan tanpa sadar senyuman itu terbit dari bibir Dion "
" Hei apa kau mau diam saja disitu ? " ucap Laila
Seketika hancur lebur lah lamunan Dion
" Iishh kau ini, mengapa masih ketus saja, kau masih marah pada ku " ucap Dion
Laila tak lagi membalas perkataan Dion hanya tatapan mengintimidasi yang dilayangkan Laila sehingga Dion bergidik ngeri dibuatnya
Dion bangkit dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, tak lama Dion pun keluar setelah menyelesaikan aktifitas mandinya dan netra matanya menatap pada meja makan yang sudah tersaji makanan yang entah sejak kapan Dion sepertinya menyukai makanan ala-ala kampung yang disajikan Laila setiap hari untuknya
" Ehh kenapa kau rapi sekali " ucap Laila melihat penampilan Dion dari atas sampai bawah
" Tentu saja aku mau bekerja "
" Apaaa " ucap Laila kaget
" Bekerja dimana kau, memangnya kau bisa bekerja dengan kondisi mu itu "
" Apa kau menghina ku nona "
" Ahh tidak bukan itu maksut ku... Ya sudah lah tidak usah dibahas makan lah dulu dan habiskan, aku akan berangkat dulu "
" Kau tidak mau menunggu ku nona "
" Ehh nanti aku bisa terlambat "
__ADS_1
" tidak akan, aku akan makan dengan cepat... Lagi pula tempat tujuan kita sama "
" Emm baik lah aku akan menunggu mu sebentar, kita akan berangkat naik taksi saja begitu "
" Memangnya kau naik apa biasanya "
" Aku naik sepeda, lebih hemat dan uangnya bisa ku tabung "
" Hhhmm " Dion manggut-manggut sambil menguyah makanannya
" Memangnya kau bekerja dimana Dion ? "
" Secret "
" Isshh dasar kau ini menyebalkan, cepat habiskan makanan mu aku lelah menunggu "
Dion tak menjawab dia hanya tersenyum melihat wajah sebal Laila
Setelah memebereskan sisa makanannya, tak lama taksi yang dipesan Laila pun datang...
Seperti biasa Laila dan Dion hanya diam di dalam taksi tak ada percakapan sedikit pun sampai akhirnya Laila bertanya " Dion kau turun dimana ? "
" Ditempat kerja ku " ucap Dion
Plak laila memukul lengan Dion sampai Dion sedikit meringis
" Maksud ku tempat kerja mu itu dimana ? "
" Aahh terserah kau saja laa " ucap Laila ketus
Melihat Laila seperti itu Dion betkata dalam hati " ahh laila... Kau imut sekalii 😍, dan bibir itu oohh seperti nya itu narkob×, aku sepertinya kecanduan 😘 "
Tanpa sadar Dion memejamkan mata dan memonyongkan bibirnya mendekat ke arah Laila
" Eehh orang ini kenapa, sudah gila kah, apa otaknya tercecer saat kecelakaan " pikir Laila
Dan saat bibir Dion hampir menyentuh rambut Laila
Plaaakkk
Plaaakkk
Laila memukul mulut Dion dua kali
Auu auu sakit aduuh sakit sekali
" Hei kau ini gila kah, mengapa sering sekali melakukan kekerasan "
" Jaga sikap mu otak mesu× " dan Laila melayangkan tatapan elangnya
__ADS_1
Membuat Dion ciut seketika, iish padahal tadi indah sekali dalam lamunan ku ternyata perih sekali kanyataan yang aku dapat ( gumam Dion pelan )
" Apa kau bilang "
" Ehh tidak aku tidak bilang apa-apa "
Taksi yang mereka tumpangi berhenti tanda mereka sudah sampai di tempat tujuan
Laila membayar ongkos taksi dan pergi begitu saja meninggalkan Dion
Dion yang melihat Laila pergi pun hanya bisa geleng-geleng kepala " ahh Laila setiap detik aku melihat mu kau makin imut saja "
Dion pun juga turun dari taksi dan langsung menuju ke ruangan Sazad
Saat Laila selesai mengganti pakaiannya dengan pakain kerja, Laila tak sengaja melihat Dion masuk ke ruangan Sazad
" Ehh kenapa dia masuk kesana, ahh sudah lah jangan perdulikan palingan juga mau membuat masalah lagi pikir Laila "
Dion menunggu sebentar di ruangan itu karena Sazad belum datang tapi tak lama terdengar suara langkah kaki seseorang mendekat
Entahlah karena apa, Dion merasa telinganya sangat sensitif dengan suara-suara disekitarnya dia mulai berpikir apakah dulu pekerjaannya adalah seorang detektif mengapa semua ini sangat tidak asing untuknya
" Wah kau sudah datang Dion " ucap Sazad saat memasuki ruangannya
" Tentu saja, aku tidak mau terlambat di hari pertama aku bekerja "
" Baik lah mari kita keluar dan aku akan memperkenalkan kamu dengan para karyawan yang lain "
Sazad meraih telpon di atas meja kerjanya dan berkata pada seseorang di sebrang sana " kumpulkan semua karyawan "
" Mari Dion ikuti aku "
Dion patuh dan berjalan dibelakang Sazad
Saat Dion dan Sazad sampai di ruang tengah rumah makan itu para karyawan sudah berbaris dengan rapi
" Dioon kenapa dia bersama pak Sazad " batin Laila
" Selamat pagi semua, perkenalkan ini Dion dia adalah manager keuangan kalian yang baru "
" Selamat pagi pak Sazad dan selamat datang pak Dion " ucap semua karyawan bersamaan
Laila melongo mendengar ucapan Sazad sampai dia tak sadar mulutnya terbuka dengan lebar
" Apaa, Dion manager keuangan... Ohh tuhan mengapa perasaan ku jadi tidak enak " batin Laila
Dion melihat ekspresi yang ditunjukan Laila dan dia tersenyum jahil sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Laila
" Iiih apa itu, kenapaa.... Astagaaa aku benar benar dalam bahaya " Laila terus bermonolog pada dirinya
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≈\=\=\=\=