
"Mas hari ini aku keluar bentar yaa, aku mau beli bibit bunga"
"Mau aku temani?"
"Gak usah ah, ntar Lucas cemburu"
"Cemburu kenapa?"
"Kan Lucas slalu nempel sama mas, kalau kau ikut nanti Lucas malah iri kan dia masih jomblo"
"Hahaha kau ini ada-ada saja sayang"
"Beneran ini mas serius, nanti mas temani kamu"
"Gak usah mas, aku tau hari ini mas ada meeting penting, jadi biar aku berangkat sama supir saja"
"Oke baiklah, kamu hati-hati dijalan"
Cup
Axel mencium puncak kepala Laila dan Laila pun membalas dengan mencium punggung tangan Axel sebelum Axel berangkat kerja.
Laila pun masuk kembali ke dalam manshion setelah melihat mobil Axel yang kian menjauh dan tak lagi terlihat di pandangan mata
Menjelang siang Laila pun pergi bersama supirnya ke toko yang menjual berbagai macam bibit bunga. Untuk mengisi waktu luang di rumah, Laila lebih senang menghabiskan waktu untuk menanam bunga dan menghias manshion dengan bunga-bunga yang ia tanam sendiri di taman di belakang manshion nya
"Pak sebelum ke toko bunga kita mampir sebentar di mall yaa, aku mau membeli sesuatu"
"Baik nyonya"
Laila pun mampir sebentar di pusat perbelanjaan mewah yang ada di kota tersebut. Sebenarnya Laila baru saja melihat iklan di ponselnya yang menjual aksesoris yang lagi naik daun belakangan ini
Laila sebenarnya bukan termasuk orang yang selalu ikut mode, hanya saja aksesoris itu modelnya sangat disukai oleh Laila dan juga harganya sangat terjangkau untuk kaum menengah ke bawah.
Jadilah itu Laila berniat untuk membeli aksesoris itu juga ke toko yang seperti tertera pada iklan di layar hp nya
"Astaga tokonya ramai sekali" ucap Laila saat sudah berada di depan toko di mall tersebut
Laila pun masuk dengan hati-hati, perutnya yang sudah membesar membuat Laila sedikit kesulitan untuk bergerak. Karena itulah Laila sangat berhati-hati dalam melangkah agar tidak menyakiti bayi yang ada dalam kandunngannya saat ini
"Permisi mbak, apa gelang seperti ini masih ada" ucap Laila sambil menunjukan screenshoot gelang di layar hp nya
"Ohh masih ada bu, tapi tinggal satu"
"Yaa udah gak papa, Saya mau ambil itu"
"Loh mbak koq di kasih ke dia... Kan tadi Saya datang duluan" ucap pengunjung yang lain
"Maaf bu, tapi ibu ini yang duluan meminta gelang ini"
"Ohh gak bisa, Saya datang duluan jadi gelang itu milik Saya"
"Maaf bu, mbak ini kan sudah bilang kalau Saya yang duluan mesan ini. Itu berarti gelang ini milik Saya"
"Gak bisa, mana ada seperti itu... Dimana mana yang datang duluan yang harus didahulukan"
"Tapikan ibu waktu datang gak bilang mau gelang ini"
"Iyaaa itu karena Saya mau liat-liat dulu tapi tetap saja gelang itu yang Saya mau"
"Lah salah ibu kenapa gak ngomong sama mbaknya... Saya ngomong duluan jadi Saya yang punya gelang ini"
"Gak bisaaa... Gelang itu milik Saya, berikan pada Saya atau kamu akan menyesal"
__ADS_1
"Memangnya kenapa Saya harus menyesal?"
"Karena mall ini milik suami Saya, kalau kalian masih mau cari nafkah disini cepat ikuti yang Saya inginkan" ucap si ibu nyolot
Entah ego dari mana kali ini Laila tak mau mengalah, biasanya Laila tidak pernah ingin berebut sesuatu tapi saat kehamilan sekarang dia selalu merasa kalau dirinya egois dan ingin selalu menang. Ini mah fix sejuta ratus persen anaknya Axel 😂
"Cepet berikan itu pada Saya"
"Gak mau" ucap Laila tegas sambil menggenggam erat gelang incarannya
"Sini berikan"
Si ibu yang juga bersikeras menginginkan gelang tersebut akhirnya berniat ingin merampas gelang tersebut dari genggaman Laila hingga terjadilah adegan tarik menarik
Pengawal bayangan Axel pun segera memberitahukan adegan ini pada Axel. Sontak saja melihat video sang istri yang sedang bersitegang dengan seseorang membuat Axel meradang. Axel langsung bangkit dari meja kerjanya dan meyeret Lucas untuk ikut bersamanya.
"Lucas siapa wanita itu?"
"Dia istri pak Demon Tuan, pak Demon pemilik 35% dari saham mall tersebut"
"Cih baru 35% saja belagu, kau beli saham itu dengan harga tinggi dan pastikan Demon tidak mendapatkan saham sedikit pun"
"Baik Tuan"
Laila dengan perut buncitnya tetap mempertahankan apa yang sudah menjadi hak nya begitu menurut Laila. Karena kalau dilihat dari segi mana pun Laila lah yang lebih dulu meminta gelang itu sehingga Laila merasa kalau dirinya lah yang lebih berhak untuk memilikinya
Melihat situasi yang sudah mulai tidak kondusif dua orang pengawal bayangan Axel pun keluar untuk melindungi sang nyonya hingga membuat istri dari pak Demon ini terpental ke belakang
"Auuu" rintih Safira istri pak Demon
"Kurang ajar kaliaaann... Awas saja aku akan melaporkan hal ini pada suami ku dan kalian semua pasti akan aku seret ke panjaraaaaaa" teriak Safira kesal
Safira pun menelpon Demon suaminya dan dengan sangat kebetulan pak Demon memang berada di sekitar mall tersebut hingga hanya dalam hitungan menit pak Demon datang ke tempat istrinya sekarang berada
"Apa buncit, dia bilang aku buncit... Apa dia tidak bisa membedakan mana hamil dan mana buncit" kesal Laila menggerutu dibalik punggung para pengawalnya
"Siapa yang berani mendorong istri ku heh" teriak pak Demon menggelegar
Para pengawal Laila tak bergeming dan tak menjawab, mereka berdiri tegak seperti patung untuk melindungi sang nyonya
"Mas, wanita sialan itu ada dibelakang mereka... Heh cepat keluar kau pengecut jangan cuma berani berlindung dibalik pengawal mu"
Laila yang geram pun berusaha untuk keluar dari balik punggung sang pengawal namun usaha Laila sia-sia. Para pengawal Axel tidak membiarkan Laila untuk bergerak maju ke arena pertarungan, ini sesuai dengan perintah Axel agar melindungi Laila dan menjauhkannya dari lalat-lalat masyarakat ini
"Astaga kenapa kalian tidak mau minggir... Cepat menyingkir aku mau mempertahankan harga diri ku"
"Maaf nyonya, sebaiknya Anda tetap berada dibelakang kami. Anda terlalu terhormat untuk meladeni sampah seperti mereka"
Omongan pengawal Laila ini tentu saja didengar oleh pak Demon hingga membuat kuping pak Demon memanas dibuatnya
"Sampah kau bilang hah... Siapa kalian pengawal rendahan berani sekali menghina ku"
Pak Demon yang tersulut emosi pun memerintahkan pengawalnya untuk menyerang pengawal Axel. Namun diluar dugaan pak Demon para pengawal Axel berhasil melumpuhkan para pengawal pak Demon hanya dalam satu kali pukulan dan tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri saat ini
Yaa itu karena pak Demon tidak tau kalau pengawal bayangan milik Axel adalah pengawal yang terbaik dalam bidangnya dan tentu saja mereka adalah rekrutan langsung dari Rendra yang juga sangat ahli dalam bidang ini
Pak Demon yang melihat 4 orang pengawalnya tumbang dalam satu pukulan pun terkejut dan mulai panik. Padahal pengawal Laila cuma 2 orang namun mampu menumbangkan 4 orang sekaligus
"Astaga, siapa mereka... Kenapa mereka hebat sekali... Siapa sebenarnya orang yang mereka lindungi" batin pak Demon
Meski menyadari kalau lawannya ini bukan orang biasa, namun karena sudah kepalang tanggung pantang untuk pak Demon mundur
"Cih kau pikir dengan melumpuhkan para pengawal ku aku kalah begitu heh.... Aku akan berbaik hati kali ini cepat serahkan apa yang menjadi milik istri ku dan aku anggap masalah ini selesai"
__ADS_1
"Enak saja milik istri mu, ini milik ku... Aku yang mendapatkannya lebih dulu" teriak Laila masih dari belakang punggung sang pengawal
"Heh kalau berani keluar dan hadapi aku pengecut. Apaan itu cuma berani berlindung di belakang pengawal mu saja" teriak Safira
Laila yang geram pun mencoba menerobos benteng hidup ini namun usahnya gagal karena pengawal Axel tak memberikan celah sedikit pun untuk Laila bisa keluar
"Astagaa kalian ini tak bisa minggir kah?...."
"Maaf nyonya kami hanya manjalankan perintah"
"Cih memang pengecut yaa pengecut saja, lihat saja aku pasti akan menuntut mu dan para pengawal mu karena sudah melakukan tindakan kekerasan"
"Heh memangnya siapa yang mulai duluan"
"Kau yang mulai duluan karena kau mengambil gelang milik ku"
"Ini milik ku.... Milik ku... Milik ku... Karena aku yang mendapatkannya lebih dulu..."
"Mas... Cepat telpon polisi dan seret mereka semua ke penjara"
"Siapa yang ingin kalian seret ke penjara heh" teriak Axel menggelegar dari seberang sana
Pak Demon pun mengenali orang yang baru saja datang, siapa yang tidak mengenal pengusaha muda Axel Harold Horrison yang wajahnya hampir setiap bulan selalu ada di majalah bisnis
"Tuan Axel, sedang apa dia disini" batin pak Demon
Pengawal Axel yang melihat kedatangan Axel pun segera bergesar dua langkah dan seketika Axel dapat melihat sang istri yang tadi berada dibalik punggung pengawalnya dengan muka judes dan kesal
"Sayaaang, ada apa dengan wajah mu?" ucap lembut Axel
Sementara pak Demon sudah mulai panik, siapa wanita hamil yang dipanggil sayang oleh Axel. Pak Demon sama sekali tidak tau kalau Axel sudah menikah, selama ini orang selalu berpikir kalau Axel itu masih singel karena Axel tidak pernah mucul bersama pasangan
"Ini, kau bayar ini dan pergi dari sini.... Aku muak berada disini" ucap Laila sambil menyerahkan gelang yang menjadi rebutan pada Axel
Axel pun dengan senang hati mengambil gelang tersebut lalu dengan sebuah isyarat Axel memanggil palayan toko. Axel pun menyerahkan gelang itu untuk dibungkus tidak lupa Axel juga menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam sebagai alat untuk pembayaran
Safira yang melihat gelang incarannya menjadi milik orang lain tidak rela dan mulai merengek lagi pada suaminya hingga membuat pak Demon mau tidak mau angkat bicara
"Maaf Tuan Axel, gelang itu milik istri Saya"
"Banar kah, tapi aku sudah membayarnya jadi gelang itu milik ku"
"Ayolah Tuan Axel, itu hanya perkara gelang murah dan tidak berharga. Anda bisa mendapatkan yang lebih mahal dari itu bukan, mengapa harus berebut gelang murahan seperti itu"
"Hahahahahaha... Apa kau baru saja menghina ku, kau pikir aku tidak mampu membelikan istri ku sesuatu yang mahal dan berharga"
"Aku tidak menghina Tuan, tapi apakah layak seorang yang kaya raya seperti Anda berebut hal murahan seperti ini"
"Kau benar Demon, aku tidak layak berebut dengan mu. Tapi aku punya prinsip, apa pun yang menjadi keinginan istri ku maka akau akan memberikannya. Dan kau juga benar kalau aku sangat mampu memberikan istri ku hal yang sangat berharga dan sangat mahal. Apa kau tau hal apa itu pak Demon?"
Pak Demon diam karena tidak tau apa yang dimaksud oleh Axel, hingga Axel memberikan kode pada Lucas. Lucas pun mendekati pak Demon dan menyerahkan sebuah berkas dimana berkas itu menyatakan bahwa kepemilikan mall ini telah resmi berganti nama menjadi milik Laila Wulandari istri dari Axel Harold Horrison.
Seketika tubuh pak Demon gemetar, karena dia sudah tidak memiliki saham apa-apa di mall ini dan tanpa terasa keringat dingin mengalir dari seluruh tubuh pak Demon
"Cih menyebalkan" gumam Axel pelan
Setelah pelayan membungkus pesanan Axel, Axel pun menggandeng Laila untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Axel pun berbisik pada pak Demon
"Jangan coba berebut dengan ku kalau kau masih ingin hidup tenang. Masih syukur aku tidak membuat kau dan istri mu ini mendekam di penjara"
Sontak saja kalimat Axel membuat nyali pak Demon menciut, dia sama sekali tidak menyangka Axel akan bermain dengan cara elegan seperti ini. Pantas saja dia mampu menjadi pembisnis yang mendunia padahal usia Axel tergolong masih sangat muda
TBC 🌺❤
__ADS_1