
" Permisi aku ke toilet sebentar " ucap Alea
Tentu saja itu cuma alasan untuk Alea... Alea mencari keberadaan Cella dan bermaksud untuk mencari tahu siapa anak itu sebenarnya, mengapa dia begitu mirip dengan Axel
" Ketemu " ucap Alea saat melihat Cella
Cella kini tengah bediri sendiri di salah satu bagian sisi kapal dan pandanganya mengarah langsung ke laut lepas. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang menarik pundak Cella dan memaksanya untuk berbalik
Cella menatap tajam orang yang kini masih memegang pundak kecilnya
" Cih si penyihir ini ternyata " Cella bermonolog dalam hati
Alea juga membalas tatapan tajam dari Cella seolah sedang meneliti setiap inchi bagian tubuh Cella. Alea memegang dagu Cella kasar membuat Cella meringis kesakitan
" Aauu... Tante apa-apa'n sih ? " ucap Cella sambil berusaha menjauhkan tangan Alea dari dagunya
Alea tidak menjawab, dia justru merenggut paksa kalung permata yang dikenakan oleh Cella. Alea lalu memperhatikan kalung itu dengan seksama dan benar saja di dalam kalung itu bertulis nama Axel 🤍 Laila membuat Alea tersenyum sinis
" Hhhmm sepertinya Axel tidak tau tentang keberadaan mu... Maka selamanya dia tidak akan pernah tau.... Hahahaha " Alea tertawa jahat
" Balikin kalung Cella dasar penyihir "
" Hahaha kalau kau ingin ini ayo cobalah ambil dari ku "
Cella berjingkrak-jingkrak mencoba menggapai kembali kalung milik mamanya namun tidak bisa karena Alea mengangkat tanganya tinggi
Alea mengarahkan tanganya ke laut dan bersiap untuk melepaskan kalung itu
" Tidak jangan... Itu milik mama " Cella berteriak nyalang
Namun percuma, Alea tetap melepaskan kalung itu ke laut dan detik-detik sebelum kalung itu terlepas dari tangan Alea, Cella masih berusaha untuk menggapainya dan buuukkk tubuh kecil Cella justru keluar dari pembatas kapal dan terjatuh
" Aaaaaa " Cella berteriak sekuat yang dia bisa karena tubuhnya mendarat jatuh ke laut lepas
" Hahah rasakan itu... " Alea tertawa dan berlalu begitu saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa
Axel saat ini masih berbincang bincang dengan Austin dan beberapa teman bisnisnya. Namun tiba-tiba ada seorang pelayan menghampiri Axel dan memberikan secarik kertas... Axel menerima kertas tersebut lalu membacanya dan Axel menyerngitkan alisnya saat membaca tulisan pada kertas itu
Axel lalu mencari-cari keberadaan pelayan tadi namun sudah tidak ada... Axel juga tidak melihat Lucas ada dibelakangnya...
" Shiitt dimana Lucas ? "
Kertas itu bertuliskan kata tolong dan Axel tau itu adalah tulisan tangan Alea. Axel mulai panik dan merasa khawatir, Axel lalu memerintahkan langsung para pengawalnya untuk mencari keberadaan Alea
Para pengawal itu kemudian mencari di setiap sudut kapal bahkan di tempat paling sulit dan berbahaya hingga akhirnya Alea di temukan di sebuah ruang kosong di bagian bawah kapal yang gelap tanpa udara dengan kaki dan tangan yang terikat serta mulut yang telah tertutup dengan lakban. Kondisi Alea pun sangat berantakan, ada memar di pipi, rambut yang telah teracak dan baju yang juga telah robek
" Aleaa " Axel kaget melihat kondisi Alea
Melihat Axel telah menemukannya Alea meronta dengan deraian air mata seolah bicara " Axel cepat bebaskan aku ".
Axel lalu berlari ke arah Alea dan dengan cepat menyelamatkan Alea. Setelah terlepas dari tali yang melilit tubuhnya Alea langsung menghambur kepelukan Axel dan menagis tersedu sedu
" Axel... hikkss hiikkss syukurlah kau cepat datang "
" Siapa yang melakukan ini Alea ? "
__ADS_1
" Hiks hiks aku tidak tau Xel mereka semua tiba-tiba menyekap ku bahkan salah satu dari mereka ingin melecehkan ku "
" Kau tenang lah, kau sudah aman " ucap Axel sambil terus memeluk Alea
" Axel aku tidak mau ada disini... Tolong... tolong antarkan aku pulang... Aku mau pulang sekarang juga "
" Baiklah kita akan pulang "
Axel lalu menatap ke arah pengawalnya dan meraka pun paham...
Axel meminta kapal itu menepi di pulau terdekat agar para pengawal Axel dapat menghubungi rekan mereka yang lain dan membawa helikopter untuk Tuan Axel pulang bersama dengan Alea
" Shhiitt kemana sebenarnya Lucas... Kenapa dia menghilang disaat genting seperti ini " batin Axel
Lucas biasanya selalu berada tidak jauh dari Axel tapi sekarang mulai saat Axel melakukan pencarian terhadap Alea bahkan saat Axel akan pulang, Lucas tidak menunjukan batang hidung nya.
Setalah menunggu beberapa saat, helikopter Axel pun tiba dan saat itu juga Lucas pun datang
" Maaf Tuan aku meninggalkan mu " ucap Lucas pada Axel
" Kau ini dari mana saja, dasar payah "
Lucas tidak menjawab dan hanya menundukan kepalanya saja
" Kita pulang ke Jakarta sekarang "
" Baik Tuan "
2 helikopter pun terbang meninggalkan sebuah pulau yang tadi disinggahi oleh Axel. Kini Axel, Alea dan Lucas dalam perjalanan menuju Jakarta
Sepanjang jalan Alea tidak membiarkan Axel melepaskan pelukannya... Alea seolah trauma dengan kejadian yang menimpanya barusan dan di dalam pelukan Axel Alea seolah mendapatkan perlindungan
Tidak butuh waktu lama, kini helikopter yang ditumpangi oleh Axel, Alea dan Lucas telah mendarat dan Axel akan mengantarkan Alea pulang ke rumahnya
Dengan menggunakan mobil mewah milik Axel, Alea duduk disebelah Axel dengan masih memeluk Axel erat seolah Axel adalah burung yang bisa terbang kapan saja jika Alea tidak memeluknya erat
Lucas yang melihat tingkah Alea ini seakan ingin muntah karena bagi Lucas sikap Alea terhadap Tuan Axel ini sungguh sangat berlebihan
Saat di jalan menuju rumah Alea tiba-tiba ponsel Alea berdering dan itu adalah panggilan dari mama Alea. Alea lalu menatap Axel seolah mencari kekuatan. Axel pun mengangguk seolah bicara lewat tatapan mata " tidak apa-apa "
" Ya ma, ada apa ? "
" Apaa... Papa kena serangan jantung "
Mendengar kabar buruk dari mamanya, Alea seolah tidak mampu lagi untuk bicara dan air mata itu kini telah keluar deras bagai air terjun
" Axel... hikkss hiikks papa Xel.. Paappaa.. "
" Ada apa ? ceritakan pelan-pelan... Papa kena serangan jantung dan sekarang ada di rumah sakit "
" Baiklah kita ke rumah sakit sekarang... Tapi sebelum itu Lucas kita mampir sebentar di butik "
" Baik Tuan " ucap Lucas yang kini bertindak sebagai supir Axel
Axel meminta Lucas mampir ke butik untuk mengganti pakain Alea yang tidak lagi utuh dan memperbaiki sedikit penampilannya yang acak-acakan... Axel melakukan itu agar kedua orang tua Alea tidak kaget melihat kondisi anaknya yang juga baru mengalami musibah
__ADS_1
Setelah sampai di rumah sakit, Alea langsung berlari menuju ruang perawatan papanya diikuti oleh Axel dan Lucas dari belakang
" Papaaaa " Alea berteriak dan berlari memeluk papanya dengai deraian air mata
" Alea... Syukurlah kamu datang nak "
" Papa... Hikss hikks "
" Sudah jangan menangis "
Papa Alea bernama Iskandar Malik dan ibunya bernama Sri Hartiati Ningsih. Tuan Iskandar memperhatikan laki-laki yang datang bersama Alea lalu tersenyum ke arah laki-laki tersebut
" Alea... Apa dia calon suami mu " ucap Tuan Iskandar menunjuk ke arah Axel
Axel diam saja dengan muka datar dan Alea pun melihat Axel tanpa ekspresi begitu sungguh sangat kesal
" Yaa paa " jawab Alea tanpa memperdulikan raut muka Axel yang berubah menjadi marah
Namun Axel tetap diam, mencoba meredam kembali amarahnya berusaha untuk tidak membuat keributan di depan orang sakit
" Dokter sudah bilang kalau papa mungkin tidak bisa bertahan lama lagi... Karena itu papa ingin sebelum papa pergi papa melihat kamu menikah "
" Yaa paa, Alea akan menikah secepatnya " jawab Alea tanpa keraguan
Axel keluar dari ruangan Tuan Iskandar tanpa permisi. Hati Axel kini benar-benar diliputi oleh amarah... Axel tidak ingin menikahi Alea tentu saja alasannya kerena satu-satunya wanita yang Axel cintai adalah Laila dan kadar cinta itu tidak sedikit pun berkurang meski Axel dan Laila telah terpisah 6 tahun lamanya
Alea mengejar Axel dan menghalangi langkah kaki Axel dengan tubuhnya
" Axel ku mohon tolong lah aku "
" Tidak " jawab Axel tegas
Alea lalu bersimpuh di kaki Axel dan menangis tersedu-sedu
" Axel aku sangat menyayangi papa ku, aku tidak mau menyakiti perasaannya apalagi ini mungkin permintaan terakhir papa... Axel aku tau kau tidak mencintai ku dan aku tidak akan memaksa itu... Tapi Axel kali ini tolong selamatkan aku, nikahi aku walau pernikahan itu hanya sebatas pernikan kontrak... Kau buatlah sebuah kontrak apa pun itu aku terima asal aku bisa memenuhi keinginan terakhir papa "
Axel diam dan Alea terus menatap Axel penuh harap meminta Axel mengasihaninya
" Tolong aku Axel "
Axel menatap ke arah Lucas dan Lucas menganggukan kepala seolah meminta agar Axel setuju dengan tawaran Alea
" Aneh sekali, kenapa Lucas setuju aku menikah dengan kontrak " batin Axel merasa ada yang tidak beres dengan asistennya ini
" Baiklah, aku akan menikahi mu dalam 3 hari lagi "
" Tidak Axel... Pernikahan itu harus dilaksanakan besok "
" Baiklah terserah kau saja "
Axel kemudian melanjutkan lagi langkah kakinya meninggalkan Alea yang masih duduk bersimpuh
" Hahaha kena kau Axel " ucap Alea dalam hati
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻