
"Maaf Saya menganggu Tuan, nyonya Laila tiba-tiba pingsan"
"Apaa... Sekarang ada dimana ?"
"Nyonya saat ini ada di kamar utama dan Saya sudah menelpon dokter Malvin untuk datang Tuan"
Tut tut tut
Axel memutus sambungan telpon itu secara sepihak. Saat ini Axel sedang berada di tengah meeting bersama para petinggi di perusahaannya. Saat mendengar sang istri pingsan tanpa mengucapkan satu patah kata pun Axel langsung berdiri pergi meninggalkan ruang meeting
Semua orang yang ada disana pun binggung apa gerangan yang terjadi. Lucas yang sadar ada sesuatu yang tidak beres langsung mengambil alih jalannya rapat.
"Maaf bapak-bapak ibu-ibu, rapat kita tunda untuk sementara waktu"
Setelah mengatakan itu Lucas pun ikut berlari mengejar sang majikan, namun Tuan Axel sudah tidak terlihat dimana pun termasuk dengan mobil yang ditumpangi Axel pagi tadi saat berangkat ke kantor
Lucas lalu bergegas mengambil kunci mobil yang lain, untung saja ada mobil operasional perusahaan yang ada disana. Dengan sangat terpaksa Lucas menggunakan mobil tersebut untuk menyusul sang Tuan. Lucas tidak tau kemana tujuan sang Tuan tapi ini pasti berhubungan dengan sang nyonya
Lucas lalu menelpon ke Manshion Axel, dan benar saja saat deringan pertama panggilan itu telah diangkat oleh Saidah.
"Hallo"
"Saidah... Apa yang terjadi ?"
"Maaf den Lucas, nyonya Laila tiba-tiba saja pingsan"
"Ohh shiitt"
Lucas lalu menutup telpon lalu kemudian menghubungi dokter Malvin
"Ada apa Lucas ?"
"Dokter Anda dimana ?"
"Aku sedang dalam perjalanan menuju Manshion Axel"
"Sebaiknya kau cepat dokter karena jika tidak, rumah sakit mu terancam ditutup oleh Tuan Axel"
"Apa... Mengapa bisa begitu ?"
"Sudah lah Anda jangan banyak tanya... Cepat lah mengendara dan hati-hati dijalan"
Lucas pun langsung menutup telpon secara sepihak
"Oohh astaga... Ini ada apa mengapa seperti berhadapan dengan malaikat maut" gumam dokter Malvin
Dokter Malvin pun langsung melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata karena takut mendengarkan apa yang tadi dibicarakan oleh Lucas. Masa iya karena telat saja rumah sakit miliknya terancam ditutup, kejam sekali pikir dokter Malvin
Lucas pun melakukan hal yang sama, bahkan lampu merah pun diterobod oleh Lucas. Biarlah urusan tilang diurus belakangan, sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya sampai ke Manshion Axel tanpa ada kata terlambat
"Cih pantas saja Tuan Axel seperti kesetanan... Ternyata ini karena nyonya Laila... Ohh nyonya besar sekali pengaruh Anda hingga Tuan rela meninggalkan meeting triliunan dolar hanya untuk datang pada mu.... Ohh aku jadi iri" Lucas bicara sendiri
__ADS_1
Tap tap tap
Axel berlari cepat menuju kamar utama tempat dimana sang istri terbaring. Saat sampai disana Axel mendapati sang istri tengah terbaring tidak berdaya ditemani beberapa pelayan yang memijit kedua kaki Laila dan ada juga yang mengoleskan minyak kayu pitih ke beberapa bagian tubuh Laila
"Sayaang.... Kamu kenapa ?"
"Aku gak papa mas"
Ahh manisnya sudah lama Laila tidak memanggil Axel dengan sebutan mas. Jika saja Laila sedang tidak dalam keadaan sakit mungkin Axel akan berjingkrak jingkrak sekarang
"Dimana dokter Malvil Saidah ?"
"Beliau belum datang Tuan"
"Aissh benar-benar dokter tua itu mau menantang ku rupanya"
Tepat saat itu juga dokter Malvin telah tiba dikamar Laila diikuti oleh Lucas dengan nafas yang ngos ngosan karena berlari
Saat dokter Malvin tiba di depan Manshion, Lucas juga baru datang dan saat itu Lucas melihat kalau mobil sang Tuan telah terpakir sembarangan di depan Manshion
Melihat itu Lucas dan dokter Malvin pun segera berlari ke lantai 2 karena takut sang singa akan mengamuk dan mengeluarkan semburan api.
"Huh huh huh a-paa ya-ng ter-ja--di ?" ucap dokter Malvin dengan suara terbata karena nafasnya yang masih ngos-ngosan
"Kau tidak lihat istri ku sedang sakit ?"
"Hah istri, sejak kapan Tuan muda Horrison ini menikah" pikir dokter Malvin
"Baik lah aku periksa dulu"
"Hei dokter tua, apa yang kau lakukan ? Kau mau membuka baju istri ku, apa sekarang kau berubah jadi dokter mesum ?"
Dug dug dug
Semua orang yang ada disana jantungan mendengar perkataan Axel antara ingin tertawa atau ingin menangis karena takut mendengar suara Axel
Sedangkan Laila, ohh jangan ditanya ingin sekali dia mencakar mulut suaminya yang tak berakhlak ini. Jika saja Laila tidak sedang terbaring mungkin Laila akan benar-benar merealisasikan pikirannya ini. Sayang jangankan untuk bergerak, bicara pun Laila seolah tak mampu karena tubuhnya memang terasa sangat lemas
"Maaf Tuan, Saya hanya ingin sedikit membuka baju bagian tengah ini agar stetoskop Saya bisa menempel pada bagian perut"
"Apa itu harus ?"
"Yaa Tuan, agar Saya tau sakit apa yang diderita oleh nyonya"
"Kalian semua keluar, kecuali kau Saidah" perintah Axel pada para pelayan yang masih ada disana
"Dan kau Lucas, balikan badan mu dan jangan coba-coba untuk mengintip"
"Baik Tuan"
"Lanjutkan pekerjaan mu dokter tua"
__ADS_1
Dokter Malvin pun melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda. Muka dokter Malvin tiba-tiba berubah menjadi serius saat stetoskop itu menempel sempurna pada bagian perut Laila. Ini membuat Axel menjadi panik, melihat muka dokter Malvin yang berubah menjadi serius pikiran Axel mulai bertavelling ke seluruh dunia
Axel mulai memikirkan apakah istrinya sakit keras, kalau ia Axel mulai memikirkan untuk memindah lagi perusahaannya ke Amerika dan memulai pengobatan terbaik untuk Laila disana. Oh good sampai sejauh itu pikiran Axel 😅
Sultan mah bebas... Ya khan Readers 🤭🤭🤭
Dokter Malvin kemudian memegang tangan Laila dan mulai menghitung deyut nadinya. Dokter Malvin melakukan itu dengan sangat hati-hati agar dia tidak melakukan kesalahan
"Maaf nyonya.. Apa Anda belum sarapan"
"Laila pun mengangguk"
"Apaa... Jadi kau belum makan sayang ?" Saaidaaaaaahhhh apa saja yang kalian lakukan, kenapa istri ku sampai melewatkan sarapannya, apa kalian sudah bosan bekerja disini"
"Maaf Tuan"
"Maaf kau bilang, kau tidak lihat istri ku sakit karena ini"
"Axel diam lah kau membuat kuping ku sakit" ucap Laila lemah
"Sayang tapi lihat lah kau begini karena mereka bekerja tidak becus, aku akan memec......."
Seeetttt... Laila mencapit mulut Axel dengan tangannya agar Axel tak lagi bicara
Ingin sekali rasanya Lucas, Saidah dan dokter Malvin tertawa terbahak-bahak melihat adegan ini
"Aku akan bertambah sakit karena terus mendengar ocehan mu, diamlah jika tidak kau tidur diluar malam ini"
Jleeebbb... Axel terpaksa diam dan manggut mangut dari pada disuruh tidur diluar pikirnya
"Dokter lanjutkan lah dignosa Anda"
Dokter Malvin mengangguk dan melanjutkan kata-katanya
"Nyonya sepertinya Anda mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dan asupan nutrisi, juga maaf kapan terakhir Anda mengalami menstruasi ?"
"Ehh ituuuuu"
Laila berpikir karena dia tidak mengingatnya sama sekali... Memang jika dipikir pikir lagi terakhir ia menstruasi adalah sebelum pertemuannya dengan Axel di hotel waktu itu
"Aku lupa dok"
"Saya curiga kalau nyonya sekarang tengah berbadan 2, karena denyut nadi nyonya lebih cepat dari orang normal"
"Hai apa maksudnya berbadan 2, apa kau baru saja bilang kalau istri ku gendut dokter ?"
Plaaaakkk
Lucas menepok jidatnya sendiri mendengar perkataan sang Tuan. Benar kata Cella kalau papanya ini memang benar-benar bo×doh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻