CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
UPAYA CELLA


__ADS_3

"Paman boleh pulang" ucap Cella setelah dia sampai di tempat tujuan nya


Lucas tau ini rumah siapa, ini adalah rumah Tuan Anderson. Untuk apa Cella kesini pikir Lucas


"Nona mau apa kesini?"


"Pulang lah paman Lucas, jika paman Anderson melihat ku bersama mu mungkin aku juga akan dileyapkan seperti mama ku"


"Tidak nona, Anda jangan terlibat ini terlalu berbahaya"


"Aku tidak akan terlibat... Memang nya paman pikir anak kecil seperti ku bisa apa?"


Lucas menaikan satu alis nya bingung. Benar Cella memang seorang anak kecil tapi Cella ini lebih licik dari pada ular derik. Lucas ingat betul bagaimana pertemuan pertama nya dengan Cella bukan tidak mungkin Cella melakukan sesuatu yang tidak akan diduga oleh semua orang dewasa


Lucas meyakini kalau Cella punya identitas tersembunyi apalagi Cella selama ini tidak pernah tampil sebagai bagian dari keluarga Horrison.


"Nona aku mendapatkan tugas dari Tuan agar selalu mengawasi mu"


"Baik lah, tapi menjauh dari ku dan jangan sampai keberadaan mu tertangkap cctv"


"Baik nona"


Lucas pun menjauh setelah menurunkan Cella. Lucas juga memasang alat penyadap pada Cella, Cella punĀ  membiarkan saja Lucas melakukan itu walau pun Lucas meletakan itu diam-diam tapi Cella tetap menyadari nya


Cella pun membunyikan bell lalu tidak lama beberapa penjaga keamanan membukakan pagar untuk Cella.


"Selamat sore paman, aku teman Ezra dan aku kesini karena mau mengambil buku ku yang dipinjam Ezra"


Penjaga keamanan itu pun memperhatikan Cella dari atas sampai bawah. Melihat outfit yang dipakai Cella mereka pun tau Cella bukan kalangan menengah ke bawah


"Apa kau datang sendiri? Dimana orang tua mu?"


"Orang tua ku masih bekerja dan aku tinggal di rumah di ujung sana"


Penjaga keamanan itu pun percaya dengan ucapan Cella karena ini adalah komplek perumahan orang kaya tentu sangat elit punya. Kadang bahkan satu sama lain penghuni komplek ini bahkan tidak saling mengenal


Tapi sebelum menyuruh Cella masuk tentu saja penjaga keamanan itu terlebih dahulu mengkonfirmasi pada Tuan muda mereka tentang kedatangan Cella


"Aahh Cella yaa, biarkan dia masuk"


"Baik tuan muda"


Setelah mengkonfirmasi pada Ezra baru lah Cella diperbolehkan untuk masuk.


"Cella"


"Selamat sore Ezra" ucap Cella dengan senyum yang manis


"Ahh iyaa, sore... Mau apa kesini?"

__ADS_1


"Eemmh aku hanya ingin mangambil buku yang kau pinjam kemaren"


"Hah buku... Buku yang mana?" jawab Ezra bingung karena dia memang tidak pernah meminjam buku dari Cella


"Hahahaha kau ini polos sekali... Tentu saja itu hanya alasan ku, aku bosan tingga di rumah. Orang tua ku bekerja sepanjang hari karena itu lah aku mencari teman bermain"


"Bagaimana kau tau aku tinggal disini?"


"Rumah ku juga ada disekitar sini dan aku pernah melihat mu turun disini jadi aku pikir yaa itu rumah mu... Ternyata aku benar kan" ucap Cella lagi sambil nyengir


Sungguh senyuman Cella begitu manis, dengan senyuman itu Cella bahkan bisa meluluh lantahkan tembok berlin


"Jadi orang tua mu tidak tau kau kesini?"


"Tidak"


"Bagaimana kalau mereka mencari mu"


"Aku akan pulang sebelum mereka datang, jadi apa tidak boleh aku bermain disini?" ucap Cella dengan menunjukan raut muka sedih di ujung kalimat nya


"Yaa ampun Cel tentu saja boleh. Aku pun sama seperti mu, orang tua ku terlalu sibuk bekerja bahkan kadang mereka tidak pulang ke rumah"


"Yeee kalau begitu ayoo kita main..."


"Eemm yaa baik lah... Kita ke kamar ku"


Cella pun berlari menaiki tangga bahkan mendahului sang tuan rumah. Tanpa bertanya dimana kamar Ezra terlebih dahulu Cella langsung main selonong bae tidak permisi lalu ketika sampai diatas dengan sembarang Cella membuka salah satu pintu kamar


"Cella kamar ku bukan yang itu" teriak Ezra masih di anakan tangga


Saat Cella berlari, Ezra pun ikut mengejar namun Ezra jauh tertingal dibelakang


"Benarkah... Ahh maafkan aku ternyata ini kamar orang tua mu yaa... Berarti kamar mu yang ini" tunjuk Cella pada kamar yang lain


"Bukan Cell, itu ruangan kerja papa ku... Kamar ku ada disebelah sini" ucap Ezra


Cella pun menyunggingkan sebuah senyum sembari berkata dalam hati "ketemu"


Ezra pun telah sampai di atas, kini dia dan Cella sudah berada di dalam kamar Ezra. Cella pun mengoceh panjang kali lebar dan memainkan semua mainan yang Ezra miliki


"Ezra aku bosan dikamar... Ayo kita main diluar"


"Oke baiklah, kita main di taman"


"Oke lets go"


Ezra dan Cella pun turun lalu bermain ditaman


"Astaga Ezra tas ku tertingga di dalam kamar mu... Kau tunggu disini biar aku ambil sebentar"

__ADS_1


"Oke baiklah, mau aku temani?"


"Tidak... Kau tunggu saja disini"


Cella pun bergegas pergi ke atas namun tujuan nya bukanlah ke kamar Ezra melainkan ke ruang kerja Tuan Anderson. Tanpa gugup Cella masuk kesana lalu mencari keberadaan laptop tuan Anderson


"Aahh ini dia"


Cella menghidupkan lapotop tersebut lalu dia memasangkan sebuah flashdisk. Di dalam flashdisk itu ada sebuah virus yang mampu membaca dan melihat tampilan komputer seseorang dari jarak jauh tanpa diketahui oleh orang yang bersangkutan


Setelah itu Cella pun mencoba meretas cctv melalui laptop milik Tuan Anderson ini. Untung saja Cella pernah mempelajari bagaimana cara Rendra menghilangkan jejak nya dulu saat mama Laila bersembunyi dari Axel. Cella pun mempraktikkan hal yang sama sekarang, beruntung Cella masih mengingat apa yang sudah pernah Rendra ajarkan pada nya


Cella menghapus semua cctv yang memuat wajah diri nya. Mulai dari kedangan hingga satu jam yang akan datang. Cella menanamkan virus seolah cctv itu memang mengalami eror.


Misi selesai, Cella pergi ke kamar Ezra untuk mengambil tas yang memang sengaja ia tinggalkan tadi setelah itu baru Cella menghampiri Ezra di taman


"Ezra maafkan aku tapi ini sudah sangat sore, orang tua ku sebentar lagi akan pulang"


"Yaah sayang sekali padahal aku senang kau datang bermain kesini"


"Lain kali aku datang lagi... Sekarang aku pulang dulu yaa"


"Yaa hati-hati dijalan"


Ezra pun mengantar Cella sampai ke pintu gerbang rumah nya. Dia melambaikan tangan pada Cella yang dibalas dengan lambaian pula oleh Cella sembari Cella berlari menjauhi rumah Tuan Anderson


Ezra pun kembali masuk ke dalam rumah nya setelah tidak lagi melihat Cella.


Lucas pun melihat kedatangan Cella, yaa Lucas benar-benar menjauh beberapa kilo meter dari wilayah rumah Tuan Anderson. Segara Lucas menghampiri sang nona muda


"Apa yang nona lakukan disana?"


"Bermain"


"Hah" Lucas melongo binggung


"Paman Lucas sekarang antarkan aku pada papa. Apa papa masih di markas tadi?"


"Untuk apa nona?"


"Paman ku mohon. Ada sesuatu yang harus aku katakan langsung pada papa"


"Tapi Tuan Axel pasti akan marah besar pada ku nona"


"Tidak akan paman. Aku yang akan menjadi jaminan nya"


"Hhuuuff" Lucas menarik nafas dalam


Apa boleh buat, Lucas terpaksa menuruti permintaan dari Cella.

__ADS_1


__ADS_2