CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MEMBUAT SALAD BUAH


__ADS_3

"Hai apa maksudnya berbadan 2, apa kau baru saja bilang kalau istri ku gendut dokter ?"


Plaaaakkk


Lucas menepok jidatnya sendiri. Mendengar perkataan sang Tuan. Benar kata Cella kalau papanya ini memang benar-benar boร—doh.


"Eemm bukan begitu Tuan, maksud Saya ada kemungkinan kalau nyonya saat ini sedang hamil"


"Apaa... Benarkah... Benarkah itu sayang ?" ucap Axel antusias


"Ini cuma dugaan sementara Tuan"


"Hei apa maksudnya itu... Kau mau mempermainkan aku ?


"Hedeh ini gimana ngomongnya orang nya bribet kek gini" batin dokter Malvin menggerutu


"Maaf Tuan, sebaiknya Anda langsung saja membawa nyonya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dengan dokter spesialis Obgyn"


"Cih dokter apa kau masa begitu saja tidak tau"


"Maaf Tuan itu memang bukan bidang Saya, jadi Saya tidak berani memastikan... Ini baru dugaan awal Saya saja"


"Tapi kau itu kan dokter... Harusnya kau juga Tau"


"Yaa maaf Tuan, dokter seperti Saya ini bukan Tuhan yang tau segalanya"


Dokter Malvin menggerutu di dalam hati, tentu saja mana berani kata-kata itu keluar langsung dari mulut dokter Malvin, alamat menggali kubur sendiri itu mah namanya๐Ÿ˜‚


"Axel... Aku mual.... Huuueekkk huuueekkk" Laila menutup mulut dengan kedua tangannya


Axel bergerak dengan sigap, segera setelah Laila mengatakan kalau perutnya mual Axel langsung mengendong Laila ke kamar mandi


"Huuueeekkk huuueekkk"


Laila memuntahkan apa pun yang ada di dalam perutnya, walaupun yang keluar hanya berupa cairan bening. Axel dengan setia menemani dan memijit tengkuk belakang Laila, melihat wajah sang istri yang pucat Axel menjadi merasa bersalah dan merasa tidak berdaya sebagai seorang suami.


"Sayaang, apakah sangat sakit"


Laila tidak menjawab, dia hanya menggelang sebagai isyarat kalau dia baik-baik saja. Laila menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Axel karena memang saat ini ia merasa bahwa tubuhnya benar-benar sangat lemah dan Laila seperti tidak punya kuasa untuk menggerakan seluruh anggota badannya


Tanpa rasa jijik Axel membasuh perlahan sisa muntahan yang menempel di bibir dan dagu Laila, setelah itu Axel menggendong Laila kembali ke tempat tidur


"Nyonya, Saya akan memasangkan infus untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh nyonya, Saya juga akan memberikan vitamin dan kalau bisa nyonya harus makan walau sedikit" ucap dokter Malvin


Setelah selesai memasangkan infus untuk Laila, dokter Malvin ingin pamit kerena banyak pasien yang juga harus ia tangani. Untuk Laila dokter Malvin akan mengirimkan 2 orang perawat agar menjaga sang nyonya muda Horrison


Setelah mendapatkan perawatan dari dokter Malvin, perlahan lahan Laila mulai mengantuk dan ia pun tertidur. Axel mengecup puncak kepala sang istri setelah itu ia juga keluar dari kamar utama


Perawat yang dikirim dokter Malvin telah Axel perintahkan untuk menjaga Laila di kamar utama selama Axel tidak ada disana. Axel sendiri kini ada di ruang kerjanya bersama Lucas


"Lucas... Kau atur pertemuan ku besok dengan dokter Obgyn, ingat dokternya harus perempuan"


"Saya sudah menjadwalkan itu Tuan, Anda bisa datang ke Rumah Sakit RH Hospital besok jam 9 pagi untuk bertemu denganย dokter Meisya Siregar"


"Bagus... Kau memang selalu bisa diandalkan"


"Terimakasih Tuan"

__ADS_1


"Kalau begitu kau tetap lah disini, selesaikan pekerjaan ku yang belum selesai, aku akan kembali ke kamar menemani istri ku"


"What... Big no... Oh good sepertinya aku akan kerja rodi selama 1 minggu... Hikss hikks malang sekali nasib ku seperti nya aku benar-benar akan mati dengan menyandang status perjaka" Lucas membatin


Axel sebenarnya bukan tidak tau dengan kegundahan hati sang asisten, tapi mau bagaimana lagi. Rasa cintanya pada Laila membuat Axel lebih memprioritaskan istri dari pada tumpukan berkas penghasil kekayaan untuk Axel


"Bersabar lah Lucas dan kerjakan semuanya dengan baik" ucap Axel sambil menepuk pundak Lucas


"Tuuuuaaannn" ucap Lucas dengan muka memelas


Axel akhirnya melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu meninggalkan Lucas dengan setumpuk pekerjaan


"Tega sekali kau Tuan... Huaa huaa" Lucas mengacak ngacak rambutnya sendiri


Kreeettt


Axel membuka pintu kamar utama, melihat kedatangan Axel 2 orang perawat itu langsung berdiri dan memberi hormat.


"Keluar lah"


"Baik Tuan"


Axel mendekati Laila dan ikut merebahkan diri. Axel membelai wajah sang istri yang masih terlihat pucat dengan selang infus yang masih ada di pergelangan tangan Laila


Berkali-kali Axel mendaratkan kecupan mulai dari dahi, pipi dan bibir Laila tanda bahwa Axel sangat menyayangi istrinya ini. Laila pun mulai terganggu dengan kegiatan yang dilakukan Axel terhadapnya hingga perlahan lahan Laila mulai membuka mata


"Axel"


"Kau bangun sayang... Maaf apa aku mengganggu tidur mu ?"


"Tidak apa, aku senang melihat mu" ucap Laila lemah namun masih tersenyum


"Eemm entah lah, perut ku seperti menolak semua makanan"


"Tapi kau harus makan sayang, jika tidak kasihan anak kita"


"Anaak...? Apa menurut mu aku benar-benar hamil ? Bagaimana jika prediksi dokter Malvin salah, apa kau akan kecewa pada ku ?"


"Tidak sama sekali sayang, aku tidak akan pernah kecewa hanya karena hal seperti ini... Kau tau aku hanya tidak suka melihat mu sakit karena melihat mu seperti ini bagian terdalam di hati ku pun ikut merasakan sakit yang teramat dan kau tau jika saja bisa aku pindah, aku akan memindahkan sakit mu ini pada Lucas"


"Loh koq pada Lucas, bukan pada mu ?"


"Lucas kan asisten ku sayang, sebagai asisten dia harus siap dengan semua pengaturan ku"


"Tapi kan biasanya suami itu pasti bilang biar aku yang merasakan sakit"


"Yaa kalau aku juga sakit kita tidak bisa *** *** dong sayang"


"Astagaa Axel... Memang otak mesum mu ini benar benar tidak bisa dikondisikan"


Hehehehe


Axel dan Laila pun tertawa bersama


"Sayang, katakan kau ingin makan apa ? Aku akan mencarikannya untuk mu"


"Mas yakin akan mencarikannya sendiri ? Apa bukan Lucas yang mencarinya"

__ADS_1


"Lucas sedang sibuk sayang, dia tidak bisa diganggu"


"Sibuk apa ?"


"Ya sibuk dengan pekerjaan di kantor"


"Apa kau membuat Lucas bekerja ekstra ?"


"Tidak... Hanya sedikit tambahan saja"


"Sedikit tambahan tumpukan gunung berkas di sisi kanan, satu tumpukan gunung di sisi kiri, satu lagi di tengah dan ada beberapa di belakang" batin Axel menyesalkan nasib asistennya yang malang


"Jadi kau mau makan apa sayang ? ayo katakan, aku ingin jadi suami siaga untuk mu"


"Emmm baiklah, kalau begitu pergilah ke dapur dan buatkan aku salad buah, ingat itu harus buatan mi sendiri bukan buatan para pelayan"


"Siaaap nyonya muda Horrison"


"Oh astaga sebutan macam apa lagi itu"


Axel benar benar pergi ke dapur dan membuatkan salad buah yang Laila inginkan. Axel membuka isi kulkas dan mengeluarkan beberapa buah yang masih sangat segar


Axel menggulung tinggi lengan kemeja yang ia kenakan agar Axel bisa dengan leluasa memotong motong buah, walau pun hasilnya banyakan terbuang isi buahnya karena Axel memotongnya terlalu tebal


"Tuan biar kami saja yang melakukan"


"Jangan halangi aku Saidah, ini adalah permintaan anak ku... Kalian cukup melihat dan jangan berkomentar kalau kalian masih ingin bekerja disini"


Saidah pun mundur dan membiarkan Tuannya membuat dapur menjadi ajang kompetesi perang bajak laut.


Axel sangat focus, dia memperhatikan dengan seksama layar hp yang memutar youtube untuk menunjukan cara membuat salad buah


Para pelayan yang ada disana mengerisutkan bibir, kening dan mengeleng-gelangka kepala mereka melihat cara Axel membuat salad buah


Bukan tanpa Alasan mereka begitu karena Axel baru saja memasukan dua buah air perahan jeruk nipis pada mangkuk salad yang sangat kecil


Duh kebayang gak tuh asemnya kek apa, terus Axel juga sangat banyak memasukan mayones hingga salad buah itu seperti berubah menjadi mirip mentega


Ohh astaga semua orang disana tidak akan membayangkan seperti apa rasanya itu. Mereka disana cuma berdoa semoga nyonya Laila tidak keracunan memakan salad buah buatan Axel


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terkasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


Maaf yaa Author baru bisa update sekarang karena hari ini Author benar-benar sibuk.


Doakan Author biar selalu sehat yaa Readers supaya bisa terus up dan up lagi bab bab yang kalian tunggu


Untuk pengumuman pemenang dukungan mingguan sesi kedua bulan Mei, akan Author umumkan besok yaa...


Kalian masih punya kesempatan loe sampai besok buat nambah poin dukungan kalian


Jangan lupa kasih vote yaa, like dan coment yang banyak


Maaf atas keterlambatannya semoga kalian berkenan


Salam kasih dari Author ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


By ridhatin


__ADS_2