
" Heeyy tunggu " teriak Laila sambil mencoba bangun dari duduknya
Laila langsung menghadang laju laki-laki itu, karena kakinya yang masih cidera tentu saja Laila dapat menghadangnya dengan mudah
" Maaf nona sebaiknya Anda minggir sebelum Saya bertindak kasar "
Laila tak menggubris perkataan laki-laki itu
malah Laila mengangkat wajahnya menghadap ke wajah laki-laki itu dan tersenyum dengan lebar
" Ehh wanita ini sinting kah, kenapa dia tersenyum seperti itu " laki-laki itu bergidik ngeri
" Aku Laila " ucap Laila sambil mengulurkan tangannya
Kreekk kreekk ( laki-laki itu hanya diam)
" Siapa nama mu? " ucap Laila lagi
Tak ada jawaban sedikit pun dari laki-laki itu
" Ahh iyaa maaf, kata dokter kemaren kau amnesia yaa.. Apa kau juga lupa siapa nama mu ? "
" Apa kau menghina ku nona ? "
" Ahh tidak tidak maaf " Laila menggeleng dengan cepat
" Eemm bukan begitu maksud ku tuan, aku hanya ingin berterima kasih atas pertolongan mu tadi "
" Sebaiknya kau tolong diri sendiri, obati lah luka mu sebelum infeksi "
" Baiklah tuan maukah kau mengantarkan aku, di seberang sana ada klinik aku takut kalau sendirian karena aku sebenarnya takut melihat darah "
Ucap Laila jujur dengan wajah yang memang sedikit pucat... Entah apa yang ada dipikiran laki-laki ini dia menggandeng tangan Laila dan menuntunnya ke seberang jalan tempat dimana klinik itu berada
Laila pun segera mendapatkan penanganan dan Laila merasa kalau lukanya kini memang baik-baik saja... Laila dan laki-laki itu keluar dari klinik tapi laki-laki itu acuh dan berjalan mendahului Laila
Tiba-tiba saat ini langit langsung berubah menjadi mendung dan siap menurunkan hujan
Byuuur
Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya
Entah kenapa Laila refleks melindungi kepala laki-laki itu dengan tasnya dan refleks menarik tangan pria itu untuk berteduh
Merasa bahwa tidak mendapatkan perlawanan, Laila pun tersenyum tipis
" Aduuh bagaimana ini, sekarang baju mu basah semua... Kau tinggal dimana biar ku antar kau pulang dengan taksi online "
Kembali laki-laki itu hanya diam seolah tak pernah mendengar Laila bicara
" Apa kau tidak punya tempat tinggal "
Gleek laki-laki itu menatap tajam ke arah Laila
Bukannya takut Laila malah tersenyum semakin lebar
" Baik lah tuan sebagai ucapan terimakasih, mari ikut pulang ke kontrakan ku, kau bisa mengganti baju mu disana "
Kreekk kreekk ( laki-laki itu tak menjawab)
" Diam berarti aku anggap iyaa yaa " Laila berucap sambil tersenyum
Laila memutuskan untuk pulang dengan menggunakan taksi online. Sepedanya saat ini ia tinggalkan di parkiran rumah makan karena bannya kempes
__ADS_1
Tak lama taksi online itu tiba dan berhenti tepat dimana Laila saat ini berteduh
" Ayoo kita masuk " ucap Laila pada laki-laki itu
Tapi yang diajak bicara hanya diam mematung tanpa mau bergerak atau pun bicara
" Hey ayolah apa kau mau mati kedinginan disini ? "
" Apa aku kelihatan seperti penjahat " ucap Laila lagi
" Apa aku terlihat akan memperkosa mu kalau kau ikut pulang ke rumah ku ? "
Mendengar kata-kata itu sedikit membuat bibir laki-laki itu terangkat. Entah lah apa yang dipikirkannya saat ini tiba-tiba saja dia berjalan mendahului Laila dan masuk ke dalam mobil
Laila yang melihat itu menarik nafasnya dalam dan tersenyum tipis
" Sesuai titik yaa pak " ucap Laila pada supir taksi online itu
Dalam perjalanan tak ada perbincangan sedikit pun, baik Laila atau pun laki-laki itu hanya diam membisu
Yang terdengar hanya lirih air hujan yang turun membasahi bumi
" Sudah sampai " ucap Laila
Laki-laki itu pun melihat disekelilingnya
" Apa ini, rumah ini jelek sekali... Ohh tuhan, seriuskah wanita ini tinggal di tempat seperti ini " pikir laki-laki itu
" Ayoo turun " ucap Laila
Dengan langkah yang sangat terpaksa laki-laki itu keluar dari mobil dan mengikuti langkah Laila
Kreeekk ( Laila membuka pintu yang terkunci )
" Ayoo masuk jangan malu-malu "
" Sebantar yaa... Laila ambilkan baju ganti untuk mu "
Laila masuk ke kamarnya dan mengambil baju mendiang ayahnya
Yaa.... Laila memang masih menyimpan baju mendiang ayahnya sebagai penyemangat untuk Laila begitu pikirnya
" Maaf hanya baju ini yang laila punya "
" Ohh tuhan kenapa baju ini begitu buruk dan lusuh, apa benar aku harus memakai ini " pikir laki-laki itu lagi
" Aku akan siapkan air hangat untuk kau mandi "
setelah itu Laila menghilang menuju bilik kamar mandi
Laki-laki itu mengamati sekitarnya rumah yang seolah tidak layak huni, atapnya sudah mulai jebol
dindingnya sudah ada yang retak dan perabot di dalamnya yang nampak sangat tua
" Yaa sudah laa, terima saja dari pada kedinginan di luar "
Puuuk ( Laila menepuk pundak laki-laki itu )
" Air hangatnya sudah siap, silahkan kau mandi lah dulu "
Eehhemm laki-laki itu hanya berdehem dan pergi begitu saja menuju kamar mandi yang ditunjuk Laila
Laila kemudian berjalan ke arah dapur, melihat lihat isi kulkasnya
__ADS_1
" Emm baiklah kita akan masak orek tempe dan ikan goreng sama tumis kangkung belacan " ucap Laila pada dirinya sendiri
Entah apa yang dilakukan laki-laki itu di kamar mandi sudah setengah jam berlalu tapi laki-laki itu tidak menampakkan batang hidungnya
Karena merasa khawatir Laila berjalan ke arah kamar mandi
Tok tok tok Laila mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan apa-apa dari dalam
Laila menjadi panik " aduh bagaimana ini apa dia pingsan " pikiran buruk Laila
Tok tok tok
Sekali lagi Laila mengetuk pintu namun masih sama, tidak ada jawaban dari dalam
Laila memegang handle pintu dan ceklek
" Ehh koq pintunya tidak di kunci " pikir Laila
Karena merasa khawatir Laila langsung membuka lebar pintu kamar mandi
Aa A AAAAAA
A AAAAAA AAAA
( Teriak mereka bersamaan)
Ternyata di dalam kamar mandi laki-laki itu tengah bertelanjang bulat, sontak Laila kaget dan membalikan tubahnya
Namun saat hendak berjalan ke luar tiba-tiba ada cacing yang hinggap dikaki Laila
Laila pun kaget dan berjingkrak jingkrak
Aa a aaaaa cacing cacing teriak Laila panik
Laila berbalik lagi dan bruuukkk Laila terjatuh tepat di depan laki-laki itu
Karena tidak siap dan kakinya yang cidera, dia tidak dapat menahan berat tubuh Laila dan bruuuukkk mereka jatuh berdua dengan posisi Laila tepat berada di atas laki-laki itu
Hening sesaat, Laila pun mulai mengerjab-ngerjabkan matanya
" Ehh apa ini, sejak kapan ada tongkat kayu di kamar mandi ku " pikir Laila
Laila yang masih polos dan minim pengalaman tanpa sadar menggesekan tubuhnya ke atas dan kebawah karena merasa tidak nyaman dengan ganjalan yang menurutnya tongkat kayu
Merasakan gerakan Laila, laki-laki itu setengah mati menahan gairahnya wajahnya pun menjadi merah padam karena menahan hasrat
" Waahh nona, kau benar-benar ingin memperkosa ku yaa " ucap laki-laki itu
" APAAA " seketika Laila membulatkan matanya
Laila paham sekarang tongkat kayu itu ternyata senjata pemungkas laki-laki itu
Laila sungguh sangat malu dan wajah nya pun langsung memerah
Secepat kilat Laila bangkit dan berlari ke arah dapur
Uuhh uuhh uhh Laila memegangi dadanya yang terus berdegup kencang
Laila menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia benar-banar sangat malu dan wajahbya pun masih memerah
Sementara di dalam kamar mandi, laki-laki itu masih mencoba untuk berdiri
" Huuff apa-apan ini, kenapa si bocil langsung bangun karena wanita yang sama sekali tidak menarik di mata ku " pikir laki-laki itu
__ADS_1
Dan tanpa sadar dia malah tersenyum, entah apa yang dia pikirkan saat ini tapi karena kejadian tadi suasana hatinya menjadi sedikit lebih baik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=