CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MENGUNDANG KE RUMAH


__ADS_3

" Heeyy tunggu " teriak Laila sambil mencoba bangun dari duduknya


Laila langsung menghadang laju laki-laki itu, karena kakinya yang masih cidera tentu saja Laila dapat menghadangnya dengan mudah


" Maaf nona sebaiknya Anda minggir sebelum Saya bertindak kasar "


Laila tak menggubris perkataan laki-laki itu


malah Laila mengangkat wajahnya menghadap ke wajah laki-laki itu dan tersenyum dengan lebar


" Ehh wanita ini sinting kah, kenapa dia tersenyum seperti itu " laki-laki itu bergidik ngeri


" Aku Laila " ucap Laila sambil mengulurkan tangannya


Kreekk kreekk ( laki-laki itu hanya diam)


" Siapa nama mu? " ucap Laila lagi


Tak ada jawaban sedikit pun dari laki-laki itu


" Ahh iyaa maaf, kata dokter kemaren kau amnesia yaa.. Apa kau juga lupa siapa nama mu ? "


" Apa kau menghina ku nona ? "


" Ahh tidak tidak maaf " Laila menggeleng dengan cepat


" Eemm bukan begitu maksud ku tuan, aku hanya ingin berterima kasih atas pertolongan mu tadi "


" Sebaiknya kau tolong diri sendiri, obati lah luka mu sebelum infeksi "


" Baiklah tuan maukah kau mengantarkan aku, di seberang sana ada klinik aku takut kalau sendirian karena aku sebenarnya takut melihat darah "


Ucap Laila jujur dengan wajah yang memang sedikit pucat... Entah apa yang ada dipikiran laki-laki ini dia menggandeng tangan Laila dan menuntunnya ke seberang jalan tempat dimana klinik itu berada


Laila pun segera mendapatkan penanganan dan Laila merasa kalau lukanya kini memang baik-baik saja... Laila dan laki-laki itu keluar dari klinik tapi laki-laki itu acuh dan berjalan mendahului Laila


Tiba-tiba saat ini langit langsung berubah menjadi mendung dan siap menurunkan hujan


Byuuur


Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya


Entah kenapa Laila refleks melindungi kepala laki-laki itu dengan tasnya dan refleks menarik tangan pria itu untuk berteduh


Merasa bahwa tidak mendapatkan perlawanan, Laila pun tersenyum tipis


" Aduuh bagaimana ini, sekarang baju mu basah semua... Kau tinggal dimana biar ku antar kau pulang dengan taksi online "


Kembali laki-laki itu hanya diam seolah tak pernah mendengar Laila bicara


" Apa kau tidak punya tempat tinggal "


Gleek laki-laki itu menatap tajam ke arah Laila


Bukannya takut Laila malah tersenyum semakin lebar


" Baik lah tuan sebagai ucapan terimakasih, mari ikut pulang ke kontrakan ku, kau bisa mengganti baju mu disana "


Kreekk kreekk ( laki-laki itu tak menjawab)


" Diam berarti aku anggap iyaa yaa " Laila berucap sambil tersenyum


Laila memutuskan untuk pulang dengan menggunakan taksi online. Sepedanya saat ini ia tinggalkan di parkiran rumah makan karena bannya kempes

__ADS_1


Tak lama taksi online itu tiba dan berhenti tepat dimana Laila saat ini berteduh


" Ayoo kita masuk " ucap Laila pada laki-laki itu


Tapi yang diajak bicara hanya diam mematung tanpa mau bergerak atau pun bicara


" Hey ayolah apa kau mau mati kedinginan disini ? "


" Apa aku kelihatan seperti penjahat " ucap Laila lagi


" Apa aku terlihat akan memperkosa mu kalau kau ikut pulang ke rumah ku ? "


Mendengar kata-kata itu sedikit membuat bibir laki-laki itu terangkat. Entah lah apa yang dipikirkannya saat ini tiba-tiba saja dia berjalan mendahului Laila dan masuk ke dalam mobil


Laila yang melihat itu menarik nafasnya dalam dan tersenyum tipis


" Sesuai titik yaa pak " ucap Laila pada supir taksi online itu


Dalam perjalanan tak ada perbincangan sedikit pun, baik Laila atau pun laki-laki itu hanya diam membisu


Yang terdengar hanya lirih air hujan yang turun membasahi bumi


" Sudah sampai " ucap Laila


Laki-laki itu pun melihat disekelilingnya


" Apa ini, rumah ini jelek sekali... Ohh tuhan, seriuskah wanita ini tinggal di tempat seperti ini " pikir laki-laki itu


" Ayoo turun " ucap Laila


Dengan langkah yang sangat terpaksa laki-laki itu keluar dari mobil dan mengikuti langkah Laila


Kreeekk ( Laila membuka pintu yang terkunci )


" Ayoo masuk jangan malu-malu "


" Sebantar yaa... Laila ambilkan  baju ganti untuk mu "


Laila masuk ke kamarnya dan mengambil baju mendiang ayahnya


Yaa.... Laila memang masih menyimpan baju mendiang ayahnya sebagai penyemangat untuk Laila begitu pikirnya


" Maaf  hanya baju ini yang laila punya  "


" Ohh tuhan kenapa baju ini begitu buruk dan lusuh, apa benar aku harus memakai ini " pikir laki-laki itu lagi


" Aku akan siapkan air hangat untuk kau mandi "


setelah itu Laila menghilang menuju bilik kamar mandi


Laki-laki itu mengamati sekitarnya rumah yang seolah tidak layak huni, atapnya sudah mulai jebol


dindingnya sudah ada yang retak dan perabot di dalamnya yang nampak sangat tua


" Yaa sudah laa, terima saja dari pada kedinginan di luar "


Puuuk ( Laila menepuk pundak laki-laki itu )


" Air hangatnya sudah siap, silahkan kau mandi lah dulu "


Eehhemm laki-laki itu hanya berdehem dan pergi begitu saja menuju kamar mandi yang ditunjuk Laila


Laila kemudian berjalan ke arah dapur, melihat lihat isi kulkasnya

__ADS_1


" Emm baiklah kita akan masak orek tempe dan ikan goreng sama tumis kangkung belacan " ucap Laila pada dirinya sendiri


Entah apa yang dilakukan laki-laki itu di kamar mandi sudah setengah jam berlalu tapi laki-laki itu tidak menampakkan batang hidungnya


Karena merasa khawatir Laila berjalan ke arah kamar mandi


Tok tok tok Laila mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan apa-apa dari dalam


Laila menjadi panik " aduh bagaimana ini apa dia pingsan " pikiran buruk Laila


Tok tok tok


Sekali lagi Laila mengetuk pintu namun masih sama, tidak ada jawaban dari dalam


Laila memegang handle pintu dan ceklek


" Ehh koq pintunya tidak di kunci " pikir Laila


Karena merasa khawatir Laila langsung membuka lebar pintu kamar mandi


Aa   A AAAAAA


A AAAAAA AAAA


( Teriak mereka bersamaan)


Ternyata di dalam kamar mandi laki-laki itu tengah bertelanjang bulat, sontak Laila kaget dan membalikan tubahnya


Namun saat hendak berjalan ke luar tiba-tiba ada cacing yang hinggap dikaki Laila


Laila pun kaget dan berjingkrak jingkrak


Aa a aaaaa cacing cacing teriak Laila panik


Laila berbalik lagi dan bruuukkk Laila terjatuh tepat di depan laki-laki itu


Karena tidak siap dan kakinya yang cidera, dia tidak dapat menahan berat tubuh Laila dan bruuuukkk mereka jatuh berdua dengan posisi Laila tepat berada di atas laki-laki itu


Hening sesaat, Laila pun mulai mengerjab-ngerjabkan matanya


" Ehh apa ini, sejak kapan ada tongkat kayu di kamar mandi ku " pikir Laila


Laila yang masih polos dan minim pengalaman tanpa sadar menggesekan tubuhnya ke atas dan kebawah karena merasa tidak nyaman dengan ganjalan yang menurutnya tongkat kayu


Merasakan gerakan Laila, laki-laki itu setengah mati menahan gairahnya wajahnya pun menjadi merah padam karena menahan hasrat


" Waahh nona, kau benar-benar ingin memperkosa ku yaa " ucap laki-laki itu


" APAAA " seketika Laila membulatkan matanya


Laila paham sekarang tongkat kayu itu ternyata senjata pemungkas laki-laki itu


Laila sungguh sangat malu dan wajah nya pun langsung memerah


Secepat kilat Laila bangkit dan berlari ke arah dapur


Uuhh uuhh uhh Laila memegangi dadanya yang terus berdegup kencang


Laila menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia benar-banar sangat malu dan wajahbya pun masih memerah


Sementara di dalam kamar mandi, laki-laki itu masih mencoba untuk berdiri


" Huuff apa-apan ini, kenapa si bocil langsung bangun karena wanita yang sama sekali tidak menarik di mata ku " pikir laki-laki itu

__ADS_1


Dan tanpa sadar dia malah tersenyum, entah apa yang dia pikirkan saat ini tapi karena kejadian tadi suasana hatinya menjadi sedikit lebih baik.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2