CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
DITEMUKAN


__ADS_3

Karena mata dan hati Axel telah tertutup akan amarah, dengan tanpa keraguan Axel meletakan sebuah pistol di kepala Amar dan bersiap untuk menarik pelatuknya.


Dooorrrr


Ingin rasanya Axel menembak Amar sekarang juga. Tapi saat mata Axel dan mata Amar bertemu entah perasaan apa yang datang Axel pun tidak mengerti


Praaakkk


Tiba-tiba pistol yang Axel todongkan terjatuh. Axel pun tidak kuasa untuk menahan tangis, Axel langsung terduduk lalu menangis terisak isak. Ledakan pesawat tadi masih terngiang ngiang di ingatan Axel dan potongan tangan yang ia injak tadi masih membekas sempurna


Axel pun meraung dan memukul mukul kepalanya sendiri. Sesal terasa di lubuk hati Axel, ia gagal melindungi keluarganya, gagal melindungi orang paling berharga di hidup nya. Bagaimana bisa dia kehilangan Laila lagi dan sekarang untuk selama nya Axel tidak akan pernah bertemu dengan istrinya lagi


Amar melihat Axel yang menangis tersedu-sedu, Amar pun lalu berjalan perlahan mendekati Axel yang masih terduduk di lantai, satu hal yang tidak terduga pun terjadi. Amar memeluk Axel dan melingkarkan lengan kecilnya di pundak Axel, sembari satu tangan nya menepuk nepuk bahu Axel


Sontak saja perbuatan Amar ini membuat Axel kembali menatap nya dengan tajam. Namun kali ini berbeda, Amar tidak lagi menangis saat mendapatkan tatapan tajam dari Axel tapi Amar justru membalas tatapan Axel hingga mereka pun saling beradu tatap untuk beberapa saat


"Kau... Jangan kau pikir aku akan memaafkan kedua orang tua mu"


Amar yang masih tidak begitu mengerti ucapan orang dewasa malah tersenyum melihat Axel bicara padanya


Mungkin bagi Amar saat ini Axel sedang mengajak nya bercanda, padahal itu adalah kalimat serius dari Axel


"Chaaahh chhaahhh" Amar mencoba berucap pada Axel


Entah kalimat apa yang Amar keluarkan Axel tak paham. Tapi yang jelas Amar masih tersenyum sekarang


"Apa kau mengejek ku... Kau menertawakan aku kan... Ciih bahkan bayi seperti mu saja sudah pandai mengejek ku"


"He haa chaa haa"


Amar kembali tersenyum dan kali ini Amar berlari-lari mengitari tubuh Axel. Amar pun kembali asyik dengan dunia nya sebagai anak kecil


Axel memperhatikan prilaku Amar, meskipun Axel sangat membenci Lula dan Tuan Anderson tapi tetap saja Amar adalah anak yang tidak berdosa


Dosa yang dilakukan oleh kedua orang tua Amar bukan lah menjadi tanggung jawab Amar pikir Axel. Sungguh sangat tidak adil untuk Amar jika dia melampiaskan amarahnya tadi pada Amar


"Tuan" ucap Lucas yang baru saja sampai di villa

__ADS_1


"Lucas.. Kau adopsi Amar... Didik dia dibawah tangan mu langsung"


Lucas pun bingung kenapa Axel yang dulu tidak mau mengadopsi Amar, sekarang malah Axel yang meminta Lucas agar mengadopsi Amar menjadi anak Axel


Namun Lucas tidak berani bicara, biarlah nanti Lucas tanyakan belakangan saja. Sekarang suasana hati Axel sedang sangat buruk jadi terlalu beresiko jika Lucas mempertanyakan tindakan Axel saat ini juga


"Pergi lah Lucas dan bawa anak ini ke Manshion"


"Tapi Tuan..."


Belum juga selesai Lucas bicara Axel sudah terlebih dahulu melayangkan tatapan membunuh pada Lucas. Membuat Lucas menelan ludah nya kasar dan rasanya Lucas sedang berhadapan dengan malaikat maut saat ini


Lucas pun akhirnya patuh dan mengendong Amar keluar dari villa. Lucas telah meletakan beberapa pengawal untuk mengawal Axel sedangkan Lucas hanya akan di ikuti oleh satu mobil pengawal.


Belum juga Lucas masuk ke dalam mobil sebuah panggilan pun masuk. Lucas pun mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh orang dari sebrang sana


"Kalian bawa anak ini ke manshion dan katakan pada Saidah untuk mengurusnya" titah Lucas pada salah satu anak buah nya


Lucas pun kembali ke dalam dan menghampiri Axel yang masih duduk di tempat yang sama


"Tuan"


"Maaf Tuan, nyonya Laila saat ini masih hidup dan ada di rumah sakit"


Saat itu juga Axel pun mengarahkan pandangan nya pada Lucas. Tanpa berbicara Axel langsung bangkit dan pergi dari sana di ikuti oleh Lucas dari belakang


"Rumah sakit mana?" Tanya Axel pada Lucas


"Rumah sakit QZ Tuan"


Axel tidak mau duduk di samping supir. Posisi kini terbalik dimana Axel sendiri lah yang menyetir dan Lucas yang duduk disebelah nya


Axel benar-benar melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal hingga Lucas sendiri pun merasa terkejut karena selama bekerja dengan Axel Lucas tidak pernah melihat Axel menunjukan kemampuan mengemudi seperti ini


Perjalanan yang harusnya memakan waktu satu jam mampu Axel tempuh hanya dengan tempo 30 menit. Axel pun langsung bergegas keluar dari mobil dan parkir dengan sembarangan. Masa bodo mobil itu mau kenapa yang penting dia harus bertemu dengan Laila sekarang begitu pikir Axel


"Lucasss"

__ADS_1


"Nyonya ada di ruang ICU Tuan"


Dengan buru-buru Axel menuju tempat tersebut dan ternyata disana Laila telah mendapatkan pengawalan yang ketat dari Rendra bahkan Rendra pun juga ada disana


Axel memandang sekilas pada Rendra setelah itu Axel pun ingin menerobos masuk namun langkahnya dihalangi oleh Rendra


"Minggir aku ingin menemui istri ku"


"Kau boleh menemui nya setelah kau bersihkan diri mu... Lihat lah kau penuh dengan kotoran akan sangat berbahaya bagi orang yang sakit jika dijenguk oleh orang dengan tubuh terkontraminasi seperti mu"


"Ciihh sialan, aku hanya ingin melihat nya..."


"Tidak sekarang Axel. Saat ini tim dokter masih ada di dalam... Mereka sedang mengusahakan yang terbaik untuk istri mu"


"Apa yang terjadi?"


Flashback on


Saat Lula terdesak oleh pasukan Axel yang semakin mendekat, Lula pun dengan buru-buru pergi dari dari sana. Dia memerintahkan pengawalnya untuk menyeret Laila. Saat itu Sinta melihat Laila membuka mata dan menangis, sebagai sesama wanita Sinta tidak tega melihat Laila yang disiksa terlebih oleh adik kandung nya sendiri


Sinta pun bertukar posisi dengan Laila, saat dua orang pengawal Lula lengah karena sibuk mempersiapkan pelarian saat itulah Sinta bertukar. Dengan cepat Sinta melepaskan pakaian dan semua perhiasan Laila kemudian Sinta memakai itu di tubuhnya, Sinta pun menutup wajah nya dan kepalanya dengan kainĀ  dan berharap Lula tidak mengenali nya


Sinta menyembunyikan Laila dibawah rongga lemari yang ada di dapur dan menutup tubuh Laila dengan selimut. Setelah menyembunyikan Laila, Sinta pun memposisikan dirinya seperti keadaan Laila tadi dan tidak lama pengawal Lula pun datang dan membawa Sinta pergi


"Mana Sinta?"


"Tidak ada nona"


"Brengsek dia kabur... Aahh masa bodo, sekarang cepat kita pergi sebelum rombongan Axel datang dan menangkap kita"


"Baik nona"


Flashbakc off


"Aku juga belum tau apa yang terjadi Xel, tapi melihat dari luka yang istri mu dapatkan seperti nya dia disiksa"


"Kurang ajaaaaarrrrr..."

__ADS_1


Axel sangat marah mendengar kalau istri nya mendapatkan penyiksaan, tangan Axel pun terkepal erat dan muka nya memerah. Axel bersumpah akan membalas semua ini dan akan menghancurkan clan mafia hitam bagaimana pun cara nya


__ADS_2