
Hari ini Dion dan Laila akan kembali pulang ke kota
" Bu... Laila pamit dulu yaa "
" Iyaa sayang, kamu hati-hati dan ingat pesan ibu perlakukan suami mu dengan baik "
Laila dan Dion pun bergantian mencium punggung tangan ibunya...
Disepanjang jalan Dion tak pernah sedikit pun melepaskan Laila dari pandangannya
Saat ada laki-laki yang terlalu dekat dengan Laila maka Dion akan langsung memarahinya
Sungguh ini sifat Dion yang tidak pernah Laila tau sebelumnya ternyata suaminya ini adalah sosok yang sangat posesif dan sangat-sangat menyebalkan bagi Laila
Sekarang saja Laila merasa kalau dia ini adalah seorang tawanan yang sedang dijaga ketat oleh polisi
4 jam perjalanan mereka pun tiba di rumah kontrakan Laila...
" Sayaang... mas mau ke rumah makan dulu bertemu dengan pak Sazad... Kau jangan kemana-mana ingat itu... "
" Iya mas.. mas hati-hati dijalan "
Dion pun mencium kening Laila dan pergi menjauh...
Tubuh Laila terasa remuk kerena sejak malam pertama sampai saat ini Dion tak pernah berhenti menggempurnya membuat Laila sangat kewalahan dibuatnya
Laila pun memutuskan untuk tidur setelah selesai membereskan rumah dan pakaian mereka
Di tempat lain, saat ini Sazad dan Dion sedang bicara serius terkait pembangunan restoran yang baru saja Sazad buka di tengah kota
" Jadi bagaimana menurut mu Dion "
" Baiklah aku akan tinggal disana dengan mu dan kita akan mengembangkan restoran itu bersama "
" Bagus.. Kau memang paham apa maksud ku... Dan itu yang membuat ku suka dengan mu "
" Hei kau tidak lupa kan kalau aku ini sudah menikah "
" Whahaha tentu saja aku tidak lupa... Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk mu dan istri mu... Kau tenang saja "
__ADS_1
" Bagus lah... "
Ha ha ha
Ha ha ha
Mereka tertawa bersamaan
Keesokan harinya Dion benar-benar memboyong Laila ke tempat kerja nya yang baru
" Waahh.. Mas apa gak salah pak Sazad membiarkan kita tinggal di rumah ini... Rumah ini bagus banget mas "
" Kau suka ? "
" Suka mas... Laila suka " Laila tersenyum dengan menis membuat hati Dion selalu meleleh dengan senyuman itu
" Aku akan memberikan rumah yang lebih bagus dari ini dan yang paling penting rumah itu nanti adalah milik kita sendiri bukan milik orang lain "
" Mas... apapun keadaannya asal kita selalu bersama Laila sudah sangat bersyukur "
" Aku memang tidak salah memilih mu untuk menjadi istri ku "
Cup
" Sayaang aku pengen " bisik Dion di telinga Laila
Laila tersipu malu mendengar ucapan Dion dan seperti biasa pipinya pun menjadi memerah dan Dion sangat suka dengan istrinya yang selalu malu-malu ini
Tanpa menunggu jawaban dari Laila... Dion langsung menggendongnya ala bridal style
" Auu mas " Laila memekik kaget dengan tindakan Dion yang agresif
Laila pun menutup wajahnya dengan kedua tangan....
" Jangan kau tutup wajah mu sayang, aku suka melihat pipi mu yang kemerahan "
Mendengar ucapan Dion, Laila pun akhirnya memberanikan diri untuk menatap wajah Dion masih dengan ekspresi yang tersipu malu
Tanpa aba-aba dan babibu Dion sudah melancarkan aksinya melakukan serangan fajar bersama istrinya sampai Dion sudah beberapa kali mendapatkan pelepasan
__ADS_1
Namun Dion seakan tak pernah bisa berhenti jika itu sudah menyangkut hubungan dengan istrinya...
Dion kesusahan untuk mengakhiri ini sampai Laila merengek minta berhenti karena sudah lapar dan kelelahan
Dion pun teringat memang sejak mereka sampai disini tadi siang hingga sekarang waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, mereka memang belum makan sedikit pun
Bahkan Laila pun heran dari mana asal tenaga yang didapat oleh Dion hingga Laila merasa bahwa Dion tak pernah mengenal rasa lelah
Dion yang melihat istrinya telah tumbang merasa bersalah kerena perbuatannya yang tidak bisa berhenti, istrinya jadi sangat kelelahan seperti ini
" Kau istirahatlah dulu sayang aku akan memasak untuk mu "
Tak ada sahutan dari Laila karena saat ini Laila telah terlelap dalam tidurnya....
Dion pun menaikan selimut agar menutupi seluruh tubuh istrinya dan tak lupa Dion memberikan kecupan hangat di pipi Laila
Dion beranjak dari tempat tidur dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah itu dia mengambil pakaian santai dan menyisir rambutnya dan meletakan sedikit pomade disana sehingga penampilannya kini sungguh sangat berkarisma
Karena dia baru tiba di tempat ini tadi siang jadi tak ada persedian makanan apapun di dalam kulkas jadi Dion memutuskan untuk keluar sebentar untuk berbelanja
Dion mulai berjalan kaki menuju ke mini market di dekat rumahnya dan tentu saja penampilannya ini mengundang decak kagum dari kaum hawa yang melihatnya tapi Dion tak pernah memperdulikan itu
Baginya istrinya Laila jauh lebih sexy dari pada kupu-kupu diluaran sana... Jadi Dion tak pernah terpengaruh dengan tatapan kaum hawa yang memandangnya dengan lapar
Dion mulai mengambil beberapa keperluan untuk mengisi kulkas di rumahnya...
Mulai dari sayur mayur, bauh-buahan dan beberapa potong daging...
Tak lupa juga Dion mengambil sedikit cemilan...
Dion sudah memutuskan saat dia pindah kesini Laila tak perlu lagi bekerja karena Dion yang akan menanggung semua kebutuhan termasuk biaya sekolah Lula dan keperluan ibu Laila di kampung
Awalnya Laila menolak keputusan Dion karena ibu dan adiknya bukan menjadi tanggung jawab Dion
Tapi bukan Dion namanya kalau tidak bisa membuat Laila patuh
Dari kejauhan ada seorang wanita yang melihat kearah Dion... Dion bukannya tidak menyadari ada orang yang memperhatikannya tapi dia lebih tidak peduli
Wanita itu mempercepat langkahnya dan mendekati Dion
__ADS_1
" Axel... Kau kemana saja sayang ? "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=