
Saat ini Laila termenung sendiri di balkon dekat kamar miliknya...
" Hhhmm saat ini pasti Cella sedang bersenang-senang dengan Ratu " gumam Laila
Laila memang tidak ada kegiatan hari ini, Laila sengaja mengosongkan jadwalnya agar bisa menemani Cella jalan-jalan
Tanpa diduga oleh Laila, Cella memintanya untuk membawa dia ke Jakarta. Jakarta adalah kota penuh dengan kenangan untuk Laila, kota itu adalah kota yang sama sekali tidak ingin Laila kunjungi lagi selama hidupnya
Beruntung Laila masih memiliki Ratu, Ratu adalah seorang teman bahkan sudah Laila anggap seperti saudaranya sendiri. Ratu juga lah yang membantu Laila untuk bangkit dan bertahan dalam menjalani kehidupan yang sulit.
Berkat bantuan dari Ratu, Laila dapat mengasuh Cella dengan baik juga saat sekarang Laila tidak bisa membawa Cella pergi ke Jakarta, Ratu yang mengambil alih semuanya
" Hmm sudah 5 tahun berlalu... Bagaimana kabar mu sekarang Axel ? Apa kau masih mengingat ku ? "
Tanpa terasa sebuah air mata lolos dari mata indah Laila... Laila megingat lagi kebersaamaannya dengan Axel, indah dan membahagiakan untuk Laila hingga akhirnya Laila sampai pada kenyataan bahwa orang tua Axel tidak bisa menerima keberadaannya dan karena itulah Laila memutuskan untuk pergi
Saat Laila tau kalau dia tengah mengandung buah hatinya dengan Axel, Laila sudah bertekat untuk menjaga dan melindungi anak itu. Tak ada yang tau takdir akan membawa kita kemana, mengingat latar belakang keluarga Axel yang kaya raya muncul ketakutan di hati Laila suatu saat Axel atau keluarganya akan membawa anak nya pergi dari diri Laila
Karena alasan itulah Laila mulai kembali untuk belajar, mengejar ketertinggalan sekolahnya dan kuliah di jurusan hukum.... Dia tidak ingin buta dan dibodohi karena dia tidak berpendidikan, Laila mengambil jurusan hukum agar dia bisa membela diri dan mempertahankan Cella jika suatu saat hal yang tidak di inginkan terjadi
Itulah alasan mengapa Laila bangkit dan berjuang dengan tanpa mengenal kata letih. Cahaya kehidupannya adalah Cella, alasan dia hidup adalah Cella, alasan kenapa Laila harus kuat dan bertahan adalah Cella... Cella... Cella... Dan Cella dia adalah segalanya untuk Laila... Bila Cella juga pergi dari Laila maka Laila takan lebih dari sebuah debu yang tertiup angin. Tak tau tujuan dan tidak tau arti mengapa dia ada. Laila menangisi sendiri kepiluan hatinya, dia menangis tersedu-sedu sampai tangis itu reda dengan sendirinya
" Aaauuuu "
Axel memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit dan tanpa disadari oleh Axel sebuah air mata keluar dari sudut matanya
" Ada apa ini, kenapa tiba-tiba hati ku merasa sedih ? Kenapa aku merasa hati ku sakit ? Laila apa kau baik-baik saja ? Tunggu aku sebentar lagi sayang aku pasti akan menemukan mu " batin Axel
" Anda tidak apa-apa Tuan ? " ucap Lucas
Lucas meihat Tuan Axel menangis sambil memegangi dada... Apa Tuan Axel sakit ? Pikir Lucas...
" Apa Tuan sakit ? Harus kah Saya buatkan janji dengan dokter Malvin ? "
" Tidak usah, lanjutkan pekerjaan mu "
" Baik Tuan "
Di Manshion nyonya besar kini tengah gelisah, dia duduk kemudian berdiri duduk lagi berdiri lagi.... Bagaikan sebuah setrika nyonya besar berjalan mondar mandir tidak jelas
" Kau tadi melihatnya kan Jack... Anak itu dia sama persis seperti Axel dan rambutnya... Rambutnya bergelombang dan berwarna coklat... Itu adalah rambut milik Rolland... Aku tidak bermimpi tadi aku melihatnya di mall "
" Benar nyonya... Nyonya tidak bermimpi... Gadis kecil itu memang terlihat seperti Tuan Muda Axel "
" Apa Axel punya wanita lain... Apa anak kecil itu adalah anak Axel dengan wanita lain ? "
__ADS_1
" Sepertinya tidak nyonya "
" Ahh berarti itu adalah anak wanita yatim itu ? Sungguh sayang sekali jika gadis kecil secantik tadi punya ibu miskin seperti mantan istri Axel "
" Atau jangan-jangan itu adalah anak Austin... Apa Austin diam-diam sudah menikah lagi Jack ? "
" Itu sepertinya juga tidak mungkin nyonya "
" Issh kau ini menyebalkan sekali... Kau tidak punya jawaban lain kah ? "
" Maafkan Saya nyonya, sebentar lagi anak buah Saya akan memberikan laporan tentang gadis kecil itu "
" Sudah sana cepat... Huss huss.. "
Nyonya besar mengibas-ngibaskan tangan agar Jack pergi dari hadapannya... Jack pun pamit dia pergi ke bagian lain Manshion keluarga Horrison untuk menemui anak buahnya yang ia suruh untuk menyelidiki gadis kecil yang tanpa sengaja nyonya besar temui di mall
Tepat saat Jack datang, anak buah Jack juga datang. Dia lalu menyerahkan laporan hasil penyelidikannya tadi... Jack duduk dan membaca laporan itu dengan teliti
" Apa-apaan ini mengapa tidak ada jejak... Mengapa juga tidak ada foto yang bisa kalian dapatkan ? "
" Maafkan kami Tuan, tapi kami memang tidak menemukan gadis kecil seperti yang Tuan maksud... Pertemuan nyonya besar Alexsandra di mall itu tadi siang ini juga tidak terekam cctv "
" Apa... Bagaimana mungkin ? "
" Sepertinya itu memang sudah di atur Tuan ! "
" Apa maksud mu ? "
" Hhhmm tapi siapa ? apa anak itu sengaja disembunyikan ? kenapa tidak ada jejak sedikit pun... Semua bersih tanpa noda " batin Jack
" Kalian selidiki ulang tentang ini, jangan lewatkan satu pun... Periksa semua cctv di mall itu, periksa setiap sudut dan disetiap toko... Juga cctv di jalanan kalian cek ulang semuanya... Ingat jangan ada kesalahan seperti dulu kalau kalian masih ingin hidup "
" Baik... Kami mengerti Tuan "
Jack pergi dan kembali mengahampiri nyonya besar di ruang tengah
" Nyonya "
" Apa kau sudah mendapatkan gadis kecil itu ? "
" Maaf Saya mengecewakan nyonya, tapi gadis kecil itu tidak dapat ditemukan "
" Apa maksud mu ? "
" Gadis kecil iti sepertinya mendapatkan perlindungan... Sama sekali tidak ada tanda atau bukti gadis kecil itu pernah ada di kota ini "
__ADS_1
" Hah... Bagaimana bisa... Apa Axel yang menyembunyikannya... Apa Axel sudah menemukan wanita yatim itu. Mereka sudah punya anak dan Axel menyembunyikannya dari ku... Bagitu kah ?
" Maaf nyonya, kami masih menyelidikinya "
" Kurang ajar... Ini tidak bisa dibiarkan... Beraninya Axel menyembunyikan cucu ku " nyonya besar Alexsandra geram
" Sebaiknya Anda jangan mengambil kesimpulan sendiri nyonya "
" Tidak aku yakin itu cucu ku... Dia memiliki wajah yang sangat kental, itu adalah aura dari keluarga Horrison... Beraninya Axel menyembunyikan itu dari dari ku... Jack kita ketempat Axel sekarang "
Jack patuh dan mengikuti langkah nyonya Alexsandra menuju kantor tempat dimana Axel berada
Nyonya besar melangkah angkuh memasuki zona kekuasaan Axel... Awalnya nyonya besar di tahan oleh para penjaga keamanan karena sesuai SOP dari perusahaan hanya orang yang telah membuat janji yang bisa bertemu dengan pemilik perusahaan Axel Coperations
Jack menelpon Lucas, setelah itu barulah nyonya besar bisa masuk ke perusahaan karena Lucas telah memberikan izin
" Issh Axel benar-benar keterlaluan " nyonya besar terus menggerutu dan marah-marah tidak jelas sepanjang jalan menuju ruangan Axel
" Mau apa mommy kesini ? "
" Kau keterlaluan Axel... Apa maksud mu menyembunyikan anak itu dari ku ? "
Axel menaikan sudut alisnya heran... Datang tidak diundang, marah-marah tidak jelas kini malah bicara absurd... Apa mommy Alexsandra ini minta di antar ke rumah sakit jiwa pikir Axel
" Apa maksud mommy ? "
" Kau jangan bohong Axel, aku sudah bertemu dengannya... Siapa lagi memang yang bisa menyembunyikan anak itu selain kau ? "
Mommy Alexsandra terus berteriak-teriak dan mengomel tidak jelas membuat Axel bertambah pusing karena harus mendengar omongan nyonya besar Alexsandra yang Axel sendiri tidak tau maksudnya apa
" Mommy, aku tidak tau apa yang mommy bicarakan... Satu hal yang akan aku lakukan jika mommy tidak segera pergi dari sini "
" Kau mengusir mommy heh "
" Aku tidak mengusir mommy tapi aku akan memasukan mommy ke rumah sakit jiwa "
Nyonya Alexsandra diam seribu bahasa mendengar perkataan Axel. Dia lalu berlalu begitu saja dari hadapan Axel
" Axel tidak bohong, dia berkata jujur Jack aku melihat ekpresinya... Apa mungkin itu adalah anak Austin ? " ucap nyonya Alexsandra pada Jack
" Maaf nyonya, Saya pun tidak tau "
" Kalau begitu kita ke tempat Austin sekarang "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻