
Axel aku bisa jelaskan please kamu jangan kayak gini axel...
Praaaannkk
Praaankkkk
Axeeeel, hiks hikks aku mohon kamu jangan kayak gini hiks hiks aku sayang sama kamu
🌷🌷🌷🌷🌷❤❤❤🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Aaaahhh Dion terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya
Dion menarik nafas panjang dan mencoba mengembalikan kesadarannya lagi...
Dion melirik jam yang tergantung indah di dinding sudah menunjukan pukul 7 kurang 15 menit
" Siiiaall aku terlambat, aahh kenapa mimpi sialan itu selalu saja membuat kepala ku sakit " Dion berkata sambil memegangi kepalanya
Teringat janjinya dengan sazad, Dion bergegas menuju kamar mandi dan hanya membutuhkan waktu 5 menit untuknya beraktifitas disana
Yaa sepanjang sejarah hidup Dion sepertinya ini adalah rekor tercepatnya untuk mandi 😂
Dion bergegas mengenakan pakaian dan lalu dia mengambil beberapa lembar roti di dapur...
Dion melirik ke arah kamar Laila tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kalau Laila ada disana...
Tok tok tok " Laila apa kau di dalam...? "
Nihil tak ada sahutan dari dalam sana, Dion memberanikan diri untuk membuka pintu namun tak ada sosok Laila di dalam sana
Yaa Laila memang bangun pagi-pagi sekali.
Laila merasa dirinya sangat malu kalau sampai bertemu Dion saat ini jadi saat Dion masih terlelap Laila memutuskan untuk pergi bekerja lebih awal
Hhhmmm Dion menghembuskan nafasnya kasar
Tiit tiit ( suara klakson mobil )
Mendengar itu Dion bergegas keluar dan masuk ke dalam mobil
" Kita berangkat sekarang ? " ucap Sazad
" Tentu saja tuan, kau bosnya disini " ucap Dion
Ha ha ha
Ha ha ha
Mereka pun tertawa bersama
__ADS_1
Hampir 3 jam perjalanan mereka ditambah dengan adanya sedikit kemacetan akhirnya meraka sampai di tempat tujuan mereka
Sebelumnya Sazad memang telah menghubungi beberapa temannya yang tinggal di tengah kota untuk mencari tau lokasi yang tepat untuk membangun restorannya
Sazad dan Dion berpindah dari satu tempat ke tempat lain, namun menurut Dion tidak ada dari tempat itu yang cocok dengan konsep restoran mewah yang akan mereka bangun
Sampai pada akhirnya Dion melihat sebuah bangunan tua, sepertinya itu adalah bekas hotel dulunya namun sudah tidak digunakan lagi
" Sazad, sepertinya tempat itu cocok untuk kita memulai bisnis baru mu " ucap Dion
Sazad melihat ke arah yang di tunjuk oleh Dion alangkah terkejutnya dia dengan apa yang diusulkan dion saat ini
" Kau bercanda Dion.... bangunan itu sudah lama tidak dipakai "
" Aku tidak bercanda... Kau hanya perlu melakukan sedikit renovasi disana dan disini "
Sazad diam dan berpikir
" Ohh ayolah Sazad, kau lihat tempat itu sangat strategis dan ini dekat dengan perumahan elit juga jalan lintas utama... aku yakin tempat ini tidak akan membuat mu rugi "
" Tapi Fion.. Akan banyak mengeluarkan dana kalau aku membangun restoran ku disana "
" Bukan kah sudah aku bilang pada mu kemaren, jika kau ingin mendapatkan keuntungan yang besar maka kau juga harus mengeluarkan modal yang tidak sedikit juga "
Sazad diam dan masih menimbang apa yang diucap kan oleh Dion... memang apa yang dikatakan Dion benar adanya kalau tempat ini memang sangat strategis jika ingin menjangkau kalangan menengah ke atas
" Kau yang terbaik bos "
Mereka melangkah bersama menuju bangunan tua itu... Sazad mulai mencari tau siapa pemilik bangunan ini dan berniat untuk bertemu dengannya
Ternyata dewi fortuna sedang berpihak kepada Sazad dan Dion, pemilik gedung tua itu langsung mau menemui mereka saat itu juga dan di sinilah mereka sekarang berada di sebuah cafe di ruangan VIP
" Selamat siang tuan Jamie " ucap Sazad kepada laki-laki paruh baya sang pemilik gedung tua
" Selamat siang juga tuan Sazad "
" Hhmm baik lah kita langsung saja ke intinya, berapa Anda mau menjual gedung itu " ucap Sazad tanpa basa basi
" 5 Milyar " ucap pak Jamie tegas
" Apa... !!! ( Sazad terkejut mendengarnya ) apa Anda tidak salah ? "
" Saya rasa kuping Anda masih berfungsi dengan normal tuan Sazad... Saya tidak akan menjual gedung itu kalau harganya kurang dari 5 M " ucap pak Jamie sambil menyeringai
Sazad terdiam dan melirik ke arah Dion seolah meminta tolong bencana apa ini pikir Sazad
Dion paham dan Dion mulai membuka suaranya
" Hahahah tentu saja kuping kami masih berfungsi dengan sangat sangat normal pak Jemie.. dan tahu kah anda apa yang lebih berfungsi dengan sangat normal dan baik yang ada pada diri kami " ucap Dion
__ADS_1
Pak Jamie diam begitu pun dengan Sazad yang bahkan mengerutkan alisnya binggung
" OTAK KAMI ... Hahah.... Otak kami masih berfungsi sangat normal.. Dan kami tidak akan membeli gedung itu dengan harga 5 M "
" Kalau kalian tidak membeli gedung itu, kalian akan sangat rugi karena gedung itu letaknya sangat strategis dekat dengan pusat perbelanjaan, tempat hiburan juga kawasannya elit " ucap pak Jamie masih dengan seringai senyum menyebalkannya
" Hahahah kalau tempat itu sangat menguntungkan lalu mengapa Anda sampai bangkrut " ucap Dion lagi
Pak Jamie diam dan menunjukan muka kesalnya saat ini dan hal itu sontak membuat sebuah senyum terbit di bibir Sazad
" Baik laah... jadi kau mau harga berapa " lanjut pak Jamie
" 500 jutaa " jawab Dion mantap
Sazad tak kuasa untuk tidak membuka mulutnya kaget mendengar apa yang di ucapkan Dion, begitu pun juga dengan pak Jamie
Praaaakkk ( pak Jamie memukul meja dengan keras )
" Apa kau gila " teriak pak Jamie
" Waaah pak sepertinya yang kupingnya bermasalah disini adalah Anda, bukan kah tadi sudah Saya bilang bahwa otak kami ini berfungsi dengan baik jadi kami ini bukan orang gila " ucap Dion sambil mengeluarkan senyum iblisnya
Bahkan Sazad saat ini pun merinding seolah tak percaya kalau Dion bisa berubah menjadi sangat angkuh dan ambisius membuat Sazad bertambah yakin kalau Dion bukan lah orang sembarangan di masa lalunya
" Baik lah sekali lagi aku katakan aku tidak akan menjual gedung itu kalau harganya tidak 5 M " ucap pak Jamie mantap
" Baik lah pak jamie sepertinya Anda hanya membuang waktu kami, Sazad ayo kita pergi dan kau pak Jamie bersiap lah sepertinya rentenir siang ini akan datang lagi untuk menagih hutang-hutang mu "
Dion dan Sazad segera berdiri dari duduknya sedangkan pak Jamie saat ini mukanya sudah memucat dan seolah sangat marah dengan Dion
Saat Sazad dan Dion hendak keluar pak Jamie tiba-tiba berkata " 1 M... Bagaimana kalau 1 M "
" Heehh kena kau " batin Dion
" Setuju " jawab Dion dan ia kemudian berbalik
" Mana surat-suratnya aku akan membereskan semuanya " ucap Dion
Pak Jamie mengeluarkan beberapa berkas yang dibawa bersamanya tadi
" Kapan kalian transfer uang nya ? "
" Akan aku transfer sekarang " ucap Sazad
Sementara di tempat lain saat ini Laila sedang melamun dan tiba-tiba dering ponsel menyadarkannya....
" APAAAA DI RUMAH SAKIT "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1