CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PENYERANGAN


__ADS_3

Alea kini termenung, dia duduk sendiri dan melamun menatap sang mentari yang kini mulai naik menyinari alam semesta. Saat Alea terbangun dari tidurnya dia mendapati dirinya berada di dalam sebuah perahu kecil.


Dia membiarkan perahu kecil itu terbawa ombak dan membawanya sampai ke tepi pantai. Alea sudah tau kalau ini pasti perbuatan Axel atau Ratu, karena itu Alea berjanji untuk mencari jalan pulang dan kembali ke negaranya


Saat perahu kecil yang ditumpangi oleh Alea sampai di daratan. Alea melihat ini adalah sebuah pulau yang ia sendiri tidak tau apakah ini pulau berpenghuni atau tidak. Alea mencoba keluar dari dalam perahu tapi ada yang salah mengapa tubuhnya seakan berat sekali untuk digerakan


Alea membuka kakinya perlahan dan alangkah terkejutnya dia melihat kini kakinya bahkan lebih besar dari kaki gajah


" Astaagaa.. Ada apa dengan kaki ku... Apa waktu diperahu kaki ku digigit hewan beracun sehingga membengkak seperti ini " batin Alea


Alae mencoba melihat sebelah kakinya lagi dan kini Alea tidak bisa berkata apa-apa... Kedua kakinya kini membengkak, lalu Alea mulai melihat ke dua tangannya dan tangan itu pun juga membengkak... Alea meraba wajahnya dan apalagi ini bahkan wajahnya pun juga menggembung....


Alea lalu memperhatikan tampilan dirinya melalui pantulan air laut. Dan sungguh Alea benar-benar shock mendapati keadaan dirinya yang sudah seperti penampilan mak emak beranak 10


Pipinya yang dulu tirus kini berubah menjadi gembung, hidungnya yang dulu mancung kini berubah menjadi bundar dan tubuhnya yang dulu langsing serta seksi kini berubah menjadi seperti monster gurita besar


" Hahahahaha ( tertawa jahat ) aku akan membalas mu Axel..... Aku akan membalas mu " teriak Alea ke lautan lepas


Semantera di Manshion Horrison nyonya Alexsandra masih tidak dapat terima dengan insiden yang menimpanya tadi siang. Nyonya Alexsandra memutuskan untuk balas dendam dan dia juga harus bisa mendapatkan cucunya apa pun yang terjadi


Nyonya Alexsandra lalu mengumpulkan semua anak buah terhebat yang dia miliki lalu membuat sebuah pasukan.


Pasukan pengawal yang nyonya besar kumpulkan itu kini berjumlah 100 orang dengan 30 orang memegang senjata resmi yang memiliki izin legal. Nyonya Alexsandra tidak perduli jika dia harus berurusan dengan hukum karena Austin atau pun Axel pasti akan bisa mengeluarkannya dari jeratan hukum nanti


Saat ini hati nyonya besar diliputi oleh amarah dan dia bertekad harus bisa membalas perlakukan Artawijaya tadi siang padanya dan membalas itu 10 kali lipat lebih sadis dari apa yang dia dapatkan


Nyonya Alexsandra dengan 100 orang pengawal itu pun pergi menuju kediaman Artawijaya. Rendra yang mempunyai akses dengan cctv kota pun melihat bahwa nyonya Horrison sedang menuju ke arah kediaman Artawijaya dengan membawa banyak mobil pengawal besertanya segera mengumpulkan para pengawal yang bernaung di perusahaan miliknya


Dari jumlah mobil yang mengikuti nyonya Alexsandra, Rendra sudah bisa menebak kalau para pengawal itu berjumlah 100 orang. Karena itu Rendra membawa 250 pasukan pengawal turut beserta dirinya


Rendra mengambil jalan pintas tercepat ke rumah Artawijaya dan benar saja rombongan Rendra bisa sampai lebih dulu dari pada rombongan nyonya Alexsandra


" Rendra apa-apaan ini kenapa kau bawa semua pasukan pengawal ini ke rumah ? " ucap Tuan Indra kaget karena rumahnya kini dikelilingi oleh pasukan pengawal


" Apa yang terjadi kak ? " ucap Ratu juga ikut penasaran


" Papa... Masuklah ke dalam rumah... Jaga mama dan Ratu dan kalian jangan pernah keluar "


" Jawab jujur Ren, sebenarnya ada apa ? " nyonya Novia ikut bicara


Saat ini nyonya dari keluarga Horrison ingin menyerang rumah kita. Dia membawa seratus orang pengawal untuk menyerang tempat ini


" APAAAAA "


Tuan Indra, nyonya Novia, Ratu dan Cella kaget mendengar perkataan Rendra


" Sandra mau menyerang tempat ini ? " ucap nyonya Novia kaget


" Yaa dan karena itu pergilah kalian semua dan aku akan mengatasinya "


" Hati-hati nak, papa percayakan ini pada mu " ucap Tuan Indra


" Papa ini apa-apaan sih... Manshion ini mau diserbu oleh orang gila papa malah menyuruh Rendra ada disini... Papa tu bantu Rendra kek, apa kek malah mau sembunyi duluan "

__ADS_1


" Yaa kaan Rendra punya pengawal yang hebat ma jadi papa gak usah ikut campur Rendra pasti bisa menang "


" Bilang ajaa kalau papa takut "


" Hehehehe " Tuan Indra salah tingkah


Tepat saat itu juga terdengar suara deru mesin mobil telah sampai di depan pagar Manshion Artawijaya


" Wah itu mereka semua sudah datang... Ayo cepat kita sembunyi "


Tuan Indra pun menarik lengan sang istri dan juga Ratu agar mengikuti langkahnya bersembunyi di dalam Manshion dengan Cella yang juga ada di dalam gendongan Tuan Indra.


Melihat semua orang telah masuk ke dalam Manshion, Rendra pun lalu keluar untuk mengahadang nyonya Alexsandra


" Wah wah wah.... Ternyata kalian sudah bersiap untuk menyambut ke datangan ku " ucap nyonya Alexsandra begitu dia turun dari dalam mobilnya


" Maaf nyonya besar Horrison, apa yang membawa mu kesini ? "


" Cih kau tidak usah basa basi... Kalian sudah tau dengan jelas kedatangan ku malam ini adalah untuk membalas perlakuan Artawijaya kepada ku tadi siang dan jangan lupakan kalau aku masih ingin membawa cucu ku pulang "


" Maaf nyonya, sebaiknya masalah ini kita selesaikan baik-baik agar tidak ada pertumpahan darah " ucap Rendra masih dengan gaya bicara yang sopan


" Hahahahaha bicara baik-baik kata mu... Itu tidak akan terjadi "


" Wah ternyata benar kabar burung yang beredar selama ini kalau nyonya besar Horrison itu sangat sombong "


" Kurang ajar kau ( teriak nyonya Alexsandra ) kalian semua cepat seraaaaaaannnnnggggg "


Segera setelah mendengar perintah dari nyonya besar Alexsandra maka para pengawalnya pun maju dan menyerang pasukan yang sudah disiapkan oleh Rendra.


Rendra sama sekali tidak menyangka kalau pengawal yang dibawa oleh nyonya Alexsandra itu memegang senjata. Untung saja dia selalu menyembunyikan senjata di dalam saku jas yang ia kenakan... Tepat saat sebuah pistol mengarah langsung membidik kepala Rendra


Doooorrrr


Buuuukkkk


Sebuah peluru ketapel justru mengenai mata sang pemegang pistol dan tembakan itu meleset mengenai tembok


Mendengar suara nyaring dari pistol acara perkelahian antara dua kubu ini pun terhenti sejenak, dan tepat saat itu juga seorang gadis kecil dengan santainya berjalan berlenggak lenggok bagaikan sedang di dalam acara fashion show masuk di tengah tengah perkelahian 2 kubu


Semua orang diam di tempat memperhatikan gadis kecil ini, tidak terkecuali nyonya besar Alexsandra yang memang sudah mencari gadis kecil ini.


1 detik, 2 detik, 3 detik nyonya Alexsandra dan Cella saling manatap dengan tajam.


" Apa kabar nenek tua " ucap Cella lantang


Nyonya Alexsandra membelo dangan mulut yang terbuka lebar. Anak kecil ini masih memanggilnya dengan sebutan nenek tua sedangkan Rendra kini mengulum sebuah senyum mendengar sebutan yang disematkan oleh Cella kepada sang nenek kandung


" Kau... Beraninya kau menyebutku nenek tua " ucap nyonya Alexsandra geram


" Lalu apa... Apa aku harus menyebut mu bidadari tua " ucap Cella polos


Hahhahaha

__ADS_1


Semua yang ada disana tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Cella membuat nyonya Alexsandra bertambah geram


" Kalian semua berhenti tertawa " teriak nyonya Alexsandra


Mereka semua pun langsung menutup bibir rapat mendengar sang nyonya besar berteriak marah


" Kau ini, apa kau tidak tau aku siapa ? "


" Aku tau, kau itu grandma kan... Mommy dari papa Axel "


" Kau mengenal ku ? "


" Memangnya siapa yang tidak mengenal wanita cantik penuh wibawa seperti mu walaupun sudah tua "


Awalnya nyonya besar berbunga hati mendengar kalimat sang cucu yang mengatakan kalau dia wanita cantik penuh wibawa tapi begitu Cella mengucapkan kata terakhirnya seketika musim gugur langsung tercipta di hati nyonya besar Horrison


" Iissh kau ini benar-benar angkuh seperti Axel... "


" Memangnya grandma pikir keangkuhan ku dengan papa Axel itu asalnya dari mana ? "


" Iisshh sudahlah  jangan berdebat cepat ikut aku pulang ke Manshion keluarga Horrison "


" Baiklah dengan 2 syarat "


" Apa.... Katakan "


" Tarik kembali pasukan grandma dan minta maaf pada keluarga Artawijaya "


" Apaa... Maaf kau bilang, seorang nyonya Horrison minta maaf... Hahaha kau bercanda ? Itu tidak akan pernah terjadi "


" Kalau begitu aku tidak akan pernah kemana-mana "


" Kau mengancam ku gadis kecil ? "


" Tidak... Aku hanya meminta grandma minta maaf bukannya mengancam grandma "


"Aku tidak mau "


" Tidak apa... Aku tidak akan memaksa grandma tapi aku akan tetap tinggal disini plus aku kan mengadukan perbuatan grandma yang menyerang keluarga Artawijaya.... Kita lihat setelah aku mengadukan grandma, apa papa Axel akan memasukan grandma ke rumah sakit jiwa atau akan menarik semua fasilitas yang grandma nikmati saat ini "


Deg mendengar kalimat demi kalimat yang di lontarkan oleh cucunya ini sungguh membuat nyonya Alexsandra tidak bisa berkutik... Kini dia merasa sedang berhadapan dengan Axel bahkan lebih kejam dari Axel... Tidak ada pilihan lain nyonya Alexsandra terpaksa harus meminta maaf


" Baiklah kalau begitu aku minta maaf "


" Minta maafnya yang benar donk grandma "


" Itu sudah benar, kau mau yang bagaimana lagi... Issh menyebalkan... "


Nyonya besar lalu memerintahkan satu orang pengawal untuk mengangkat Cella pergi, Rendra segera bergerak dan ingin menghalangi namun dia melihat Cella mengedipkan satu belah matanya sambil tersenyum membuat Rendra mundur dan mengurunkan niatnya


" Waahh... Gadis kecil itu ternyata lebih berbahaya dari pada seorang mafia" batin Rendra


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2