
"Ciih jadi kau sekarang memeras ku Tuan Axel... Memang like father like son"
"Hahahaha aku tidak punya urusan dengan masa lalu Tuan Anderson. Aku merasa sama sekali tidak punya masalah dengan mu. Tapi kau yang lebih dulu mengusik keluarga ku"
"Hahahaha aku kau bilang...??? Keluarga mu lah yang tidak tau berbalas budi. Kalau bukan karena kakek ku maka perusahaan yang dibangun oleh kakek mu itu tidak akan sebesar sekarang. Ayah mu telah mencuri dari kakek ku"
"Bawakan aku bukti dari tuduhan mu Tuan Anderson"
"Ciih sekali pun aku membawa kan bukti ke hadapan muka mu, itu tidak akan pernah bisa menghidupkan kakek ku kembali"
"Itulah yang aku maksud Tuan Anderson, sekali pun kau membalas dendam kakek mu atau pun ayah ku tidak akan pernah bisa hidup lagi. Lagi pula bukan kah perusahaan Horrison telah menang dipengadilan atas tuduhan dari kakek mu itu"
"Ciihh kau tidak tau betapa licik nya ayah mu itu"
"Okee baiklah, benar jika ayah ku licik tapi apa kau tau licik dalam berbisnis itu hal biasa untuk memperoleh laba... Tapi kalau melakukan kecurangan itu sama sekali bukan gaya dari keturunan Horrison. Atau jangan-jangan kakek mu yang telah membuat kecurangan"
Hening... Baik Axel ataupunĀ Tuan Anderson tidak bicara dan hanya saling melayangkan tatapan membunuh
"Lihatlah diri mu Tuan Anderson, selain kau licik kau juga suka berbuat curang dan kau juga bermain di dunia hitam. Melihat perangai mu ini bukan tidak mungkin kakek mu itu juga cerminan seperti diri mu. Dan kau lihat lah aku maupun Austin, perusahan besar yang kami miliki saat ini itu semua bersih dan murni karena kami bekerja keras, kami tidak bermain di dunia mafia atau pun mengemplang pajak apalagi memeras hak-hak karyawan"
"Ciih jadi kau sekarang menyombongkan diri mu dan membalik fakta bahwa kau disini adalah korban... Begitu hehh" Tuan Anderson berteriak pada Axel
Sesaat Axel diam dan sedikit mengorek telinganya kerena merasa bising dengan teriakan Tuan Anderson
"Rupa nya kau memang tidak bisa diajak bicara baik-baik Tuan Anderson. Sekarang pilihan mu cuma dua. Tanda tangani ini lalu kabur atau kau bisa pergi sekarang juga dari hadapan ku"
"Breeengggseeeekkkk"
Tuan Anderson langsung bangkit lalu menodongkan pistol tepat di jantung Axel. Axel tetap tenang dia sama sekali tidak ingin tersulut emosi.
Axel tetap tersenyum dan masih dalam posisi nya semula
__ADS_1
"Kau takut pada ku kan Tuan Anderson, aku bingung sebenarnya kau ini pintar atau bodoh. Seperti nya bodoh layak nya kakek mu"
Dooooorr
Tuan Anderson langsung menembak Axel. Seketika darah segar pun mengalir disana, Axel terkapar tidak berdaya
"Pergilah kau ke neraka... Senang bisa membunuh mu"
Tuan Anderson menyimpan lagi pistol milik nya di saku jas yang dia pakai. Setelah merapikan kembali pakaian nya Tuan Anderson keluar dari ruangan Axel dengan gaya cool seolah tidak pernah terjadi apa-apa
"Siapkan pesawat kita akan meninggalkan negara ini sekarang" ucap Tuan Anderson pada assisten nya
"Bagaimana dengan nyonya dan Tuan muda, Tuan?"
"Biarkan saja, kita akan jemput mereka nanti diam-diam"
"Baik Tuan"
Tujuan Tuan Anderson kali ini adalah markas rahasia nya di Thailand. Itu adalah markas rahasia clan mafia hitam yang tersembunyi, tempat dan pusat segala kegiatan nya tentang penyelundupan senjata, perdagangan manusia dan obat-obatan terlarang.
Itu adalah cara tercepat untuk menjadi kaya setelah keluarga nya jatuh bangkrut dulu.
Segera Tuan Anderson pergi menggunakan jet pribadi miliknya. Tentu saja jet pribadi itu telah dipalsukan namanya hingga tidak terlacak oleh negara sebagai aset dari keluarga Anderson
Singkat cerita kini Tuan Anderson telah berada di markas rahasia nya di Thailand. Kini Tuan Anderson akan bersembunyi disini untuk sementara waktu dan memikirkan langkah selanjut nya yang akan dia ambil
Di Indonesia kini dia telah menjadi buronan, jadi tidak mungkin dia akan kembali kesana sekarang.
Praaakkkk dor dor dor
Terdengar suara bising barang-barang yang pecah berhamburan dan juga suara tembakan yang saling bersahut sahutan
__ADS_1
Tuan Anderson binggung siapa yang berani menyerang markas nya. Markas nya ini menyimpan banyak senjata dan juga bom, orang akan berpikir ratusan kali untuk menyerang tempat ini. Tapi apa ini suara tembakan itu menggema semakin mendekat dengan tempat peristirahatan Tuan Anderson sekarang
Tuan Anderson pun telah bersiap menghadang musuh, dia mulai memposisikan dirinya untuk menembak siapa pun yang datang dari balik pintu
Buuukkk pintu ruang peristirahatan Tuan Anderson didoprak paksa. Dan tepat saat itu juga Tuan Anderson menembakan senjata laras panjang miliknya secara bertubi tubi tanpa melihat siapa yang datang
Dor dor dor dor dor dor
Setalah melepaskan tembakan Tuan Anderson lekas bersembunyi hingga lawan nya tidak melihat keberadaan Tuan Anderson
Orang yang tertembak tentu saja tidak selamat. Lima orang mati terkapar sekaligus, tapi dibalik lima orang tersebut muncul satu lagi orang yang luput dari tembakan itu
Orang itu adalah Valdo. Saat Tuan Anderson melepaskan tembakan nya Valdo dengan cepat menyingkir dan bersembunyi disebalik tembok. Ketika tembakan Tuan Anderson berhenti saat itulah Valdo muncul dan mencari keberadaan Tuan Anderson
Valdo yakin Tuan Anderson masih ada di dalam sini. Valdo pun mempertajam indra pendengaran dan penglihatan nya. Lengah sedikit saja Valdo bisa berakhir tragis seperti anak buah nya
"Cih kau takut rupanya melawan ku?" ucap Valdo
Tuan Anderson dari balik persembunyian nya pun dapat melihat dengan jalas kalau yang datang itu adalah Valdo musuh nya di dunia mafia. Valdo selalu saja menghalangi langkah Tuan Anderson dan membuat dia menjadi geram. Untuk apa bergelar geng mafia kalau tidak berbuat jahat begitu pikir Tuan Anderson
Mafia seperti Valdo tidak bisa disebut mafia karena Valdo tidak bermain di bisnis terlarang, dia hanya sebuah organisasi yang disewa olah orang-orang berpengaruh untuk melindungi bisnis haram mereka
Kali ini Valdo bekerja untuk sebuah agen rahasia yang data nya diretas oleh Tuan Anderson. Seperti yang diketahui Tuan Anderson sedang mengembangkan sebuah teknologi yang bisa meretas dan melumpuhkan jaringan internasional.
Valdo pun disewa oleh agen rahasia itu untuk meenghentikan Tuan Anderson. Langkah Valdo menemui jalan buntu, karena ternyata Tuan Anderson sangat licin seperti belut, sangat sulit menemukan bukti atau catatan elektronik dari Tuan Anderson bahkan saat melakukan serangan IT, IP yang terbaca pun palsu dan tidak bisa dilacak
Dengan sangat kebetulan Valdo bertemu Rendra yang juga menjalankan bisnis keamanan. Bedanya Rendra tidak bersifat rahasia sedangkan organisasi Valdo bersifat rahasia.
Rendra mempunyai masalah dengan Tuan Anderson karena konco-konco nya telah mengusik adik kesayangan nya Ratu dan ini pun terkait dengan keluarga Horrison.
Dengan mengusik keluarga Horrison membuat mereka semua meradang hingga berakhir pada Cella yang berhasil menanamkan virus cyber pada laptop milik Tuan Anderson. Semula data-data pada laptop tersebut ditujukan untuk menjebak Axel dan Valdo namun ternyata virus yang Cella tanamkan lebih dari itu
__ADS_1
Virus itu seperti corona yang bisa bermutasi, ada namun tidak bisa terlihat oleh mata hingga Tuan Andrson sendiri tidak menyadari keberadaan virus tersebut
Virus yang Cella tanamkan bisa singgah pada perangkat yang tersambung dengan laptot tersebut dan karena itulah Valdo bisa mengetahui semua data rahasia Tuan Anderson lengkap dengan markas tempat dia bersembunyi sekarang