
Sazad bejalan menuju meja kebesarannya
Dia meraih sebuah telpon dan berbicara dengan orang yang ada diseberang sana " Panggilkan semua orang yang bertugas di pantry dan yang menulis laporan keuangan setiap hari "
Setelah Sazad menutup telponnya tak lama para karyawannya datang dan mengetuk pintu
tok tok tok
" Masuk " jawab Sazad
Sekarang karyawan itu sudah berjejer berdiri di depan Sazad total ada 3 orang yang bertugas di pantry dan 1 orang yang menulis laporan keuangan
Dion duduk manis dan memperhatikan, apa yang akan dilakukan oleh bos dari rumah makan ini
" Katakan apa saja tugas kalian selama ini " ucap Sazad
Mereka menjawab secara bergantian
" Saya Anton tuan, Saya bertugas untuk mencatat dan mengawasi setiap bahan baku yang dikirim ke rumah makan kita setiap hari "
" Saya Andre tuan, Saya bertugas menghubungi pemasok memastikan setiap bahan makanan yang dikirim ke kita sesuai pesanan dan dalam kualitas bagus "
" Saya Miranda tuan, dan Saya yang memberikan laporan tertulis setiap hari berapa bahan baku yang digunakan dan yang masih tersisa kepada Desy tuan "
" Saya Desy tuan, dan Saya yang bertugas merekap semua laporan keuangan setiap hariĀ mulai dari laporan di pantry atau pun laporan pendapan dari kasir "
" Apa kalian tau kenapa kalian Saya panggil kesini? "
" Tidak tau tuan " jawab mereka bersamaan
Sazad berjalan mendekati Dion dan mengambil berkas yang tadi Dion berikan kepada dia
" Kalian bisa jelaskan apa ini ? "
Desy melihat berkas itu dan dia menjawab " Itu adalah laporan keuangan yang Saya berikan setiap hari ke Anda tuan "
" Lalu apa kamu bisa jelasakan laporan macam apa ini " Jawab Sazad setengah meninggikan intonasi suaranya
" Maaf tuan laporan yang Saya berikan sudah sesuai dengan apa yang di berikan orang pantry dan kasir " Jawab Desy yakin
__ADS_1
" Jadi kamu mau bilang kalau orang-orang pantry yang salah "
Desy maupun yang lainnya tak ada yang menjawab dan hanya menundukan kepala
" JAWAAAB " bentak Zazad
Sazad memijit pangkal hidungnya pertanda dia sudah mulai pusing karena ini
" Kenapa kau ambil pusing tuan, sudah jelas yang mencuri uang mu itu adalah orang yang bernama Andre dan Miranda " ucap Dion
" APA " ucap Andre dan Miranda bersamaan
Sazad melirik ke arah Dion dan menaikan sedikit alisnya
Anton sudah banyak mengeluarkan keringat dingin sedangkan Desy hanya tersenyum samar mendengar perkataan Dion
" Tuan mangapa Anda menuduh kami melakukan itu ? Demi Allah Saya tidak pernah melakukan hal serendah itu tuan " ucap miranda
" Begitu pun dengan Saya tuan, bagaimana bisa Saya memberi makan anak-anak Saya dengan uang hasil mencuri tuan " sambung Andre
" Memangnya siapa lagi yang bisa memanipulasi ini kalau bukan kalian, bukan kah kau Andre yang bertugas untuk memesan bahan baku dan kau Miranda yang menulis laporan tentang itu bisa saja kalian bekerjasama dan memanipulasi semuanya "
" Sedangkan Anton hanya bertugas mengawasi ketika bahan baku sudah datang dan Desy cuma membuat rekapan laporan keuangan saja "
Ucap Dion panjang kali lebar
" Spa benar begitu Andre.... Mirandaa " ucap Sazad tegas
" Hiks hiks hiks" Miranda sudah tidak dapat membendung air matanya lagi
" Tuaan Saya benar-benar tidak pernah mencuri dari anda tuan, Saya berani bersumpah demi apa pun Saya tidak pernah melakukan hal biadab seperti itu... Tuan tolong ini fitnah " ucap Miranda
" Haallah gak usah akting deh kamu, udah ketahuan salah masih gak ngaku... jelas-jelas kamu pelakunya " ucap Desy memojokan Miranda
Anton yang binggung dengan situasi ini pun tidak tau harus berbuat apa, dia hanya diam saja mematung... sedangkan Desy sedari tadi terus memojokan Miranda dan juga Andre
" Sudah lah pak, jebloskan saja mereka berdua ke penjara biar mereka tau rasa " lanjut Desy
" Rasakan itu " ucap Desy dalam hati sambil tersenyum tipis
__ADS_1
" Tuaan tolong.... Semua tuduhan ini sungguh tidak benar.. Saya bahkan tak pernah membawa sepotong sayur dan lauk pun dari tempat Anda, lalu bagaimana sekarang Saya tiba-tiba di tuduh mencuri dari Anda " ucap Andre
" Iih mana ada maling ngaku " ucap Desy
" DIIIIIAAAAAMMMM " bentak Sazad yang sudah tak tahan dengan perdebatan ini
" Dion apakah kamu yakin parasit yang menggerogoti ku selama ini Andre dan Miranda " ucap Sazad
" HA HA HAA " Dion tertawa dengan keras
" Aduh tuan, sungguh drama ini lucu sekali sampai-sampai perut ku sakit karenanya " ucap Dion
" Dion kau jangan main-main, yakin tidak mereka berdua yang menjadi parasit dalam bisnis ku " ucap Sazad yang sudah geram dengan tingkah laku Dion
" Yakin..... tentu saja aku yakin " ucap Dion
Desy mengembangkan senyumnya samar mendengar perkataan Dion
" Aku yakin bahwa bukan mereka berdua pelakunya " lanjut Dion lagi
" APAAAA " ucap Desy kaget
" Huuufff " Miranda dan Andre menarik nafasnya lega
" Heiii bagaimana bisa bukan mereka pelakunya " ucap Desy
" Lalu apakah kau bisa membuktikan nona kalau mereka berdua pelakunya " ucap Dion lagi
" Tentu saja itu semua sudah jelas bukan, mereka bekerja sama untuk mengaurangi pemesanan bahan baku yang seharusnya datang 2 truk sayur setiap hari tapi hanya datang setengahnya saja dan Miranda lah yang bertugas membuat laporan seolah truk sayur itu memang datang 2 buah setiap harinya "
" Lalu apa lagi " ucap Dion
" Lauk yang mereka pesan pun sudah mereka kurangi pesanannya dari yang harusnya di butuhkan setiap hari, tapi saat disajikan ke pelanggan lauknya menjadi lebih sedikit dari ukuran yang seharusnya, dan Miranda juga lah yang bertugas melaporkan itu " ucap Desy menyakinkan opininya
Hening
Tak ada satu pun yang bersuara mendengar penjelasan Desy
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1