
"Sayang, kenapa kau mengacuhkan ku lagi dan lagi kau masih marah pada ku karena aku cuek pada mu ?"
"Marah !! Untuk apa aku marah ? Aku bahkan tidak perduli"
"Astagaa tega sekali kau berkata seperti itu pada suami mu Laila"
"Astagaa... Mas sudah lah jangan berisik, anak ini bahkan takut mendengar suara mu"
"Memangnya siapa anak ini, dia bahkan bukan anak ku, kenapa aku harus perduli"
Laila tidak lagi menjawab hanya sebuah senyuman yang terbit membuat Axel merasa kalau ada sesuatu yang salah dari senyuman itu
Dengan membawa Amar dalam gendongan nya Laila berjalan ke arah pintu lalu menutup dan menguncinya dari dalam. Amar yang ada dalam gendongan Laila pun perlahan-lahan mulai tenang dan kembali memejamkan mata
"Hayyy siapa anak itu, kurang ajar... Bisa-bisa nya dia mencuri pelukan Laila dari ku" batin Axel
"Axel... Aku tau apa yang ada di dalam pikiran mu"
"Heh ehemmmm" Axel salah tingkah
"Duduk lah mas"
Axel patuh dan duduk berhadapan dengan Laila di atas matras untuk anak-anak panti biasa tidur
"Mas kenapa marah-marah ?" ucap Laila lembut
"Tidak.. Aku tidak marah"
"Benar kah ?"
"Memangnya kenapa aku harus marah ?"
"Aku juga tidak tau... Kelihatannya seharian ini mas seperti sedang kesal sekali"
Axel diam dan tidak menjawab, dia hanya melirik ke arah Laila seperti anak gadis yang sedang ngambek pada sang mama
"Axel" ucap Laila lembut sambil menggenggam tangan Axel
__ADS_1
Axel merasakan kehangatan pada genggaman tangan Laila. Kini Axel memalingkan muka dan menatap Laila dalam, Laila yang di tatap pun tersenyum dengan lembut. Aahh yaa sudah lah Axel mengaku kalah, mana bisa dia marah dengan istri kesayangan nya ini, Axel lalu membalas genggaman tangan Laila
"Aku tidak marah pada mu sayang, aku hanya kesal"
"Apa yang membuat mu kesal ?"
"Kau tau, aku hanya ingin melindungi mu dan menebus kesalahan ku dulu yang tidak pernah ada saat kau membutuh kan ku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu... Semua yang aku lakukan hanya karena aku ingin menjaga mu dan melindungi mu"
"Mas... Terimakasih... Aku tau kau tulus, tapi tidak kah menurut mu ini semua terlalu berlebihan"
"Apa maksud mu ?"
"Mas.. Aku ini cuma sedang hamil bukan sedang sekarat. Aku sudah merasa sehat sekarang kau tau aku bahkan mungkin sudah bisa melayani mu sekarang"
"Benarkah ?"
Mata Axel seketika langsung berbinar dan senyum indah terbit dari bibir Axel mendengar kalimat Laila yang mengatakan kalau dia sudah bisa melayani Axel
Ohh tapi tidak, Axel tidak ingin bertindak egois.... Sekuat tenaga Axel berusaha meredam kembali hasratnya agar adik kecil tidak bangun. Bagaimana pun Axel masih khawatir dengan kesehatan Laila dan juga anak yang ada di dalam kandungan nya... Axel berketad untuk tetap puasa sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan
"Hehehehe"
Laila tertawa jahil dan Axel pun juga ikut tertawa kecil. Dia tau kalau Laila memang sengaja untuk menggodanya
"Ayoo kita pulang, aku sangat lelah dan ingin tidur sambil memeluk mu"
"Tapi di luar hujan nya lebat banget mas"
"Tidak apa... Aku tau jalan pintas keluar dari sini"
"Benar kah ? Memang nya ada jalan pintas ? Setau ku tadi bu Eva bilang ini akses jalan satu-satu nya"
"Ahh itu mungkin kerena mereka saja yang tidak tau"
Laila menyerngitkan alisnya heran, ia tau pasti Axel tengah berulah lagi sekarang.Oh tentu saja bukan Axel namanya jika tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan, perkara membuat jalan pintas yang baru itu adalah hal sepele bagi Axel... Tapi yaa sudah lah Laila tidak akan bertanya, dia tidak ingin membuat suasana hati Axel menjadi buruk lagi
"Baiklah kita pulang sekarang, aku akan meletakan bayi ini dulu kemudian berpamitan pada mu Eva"
__ADS_1
"Hhmmm" Axel menjawab singkat dan mengangguk
Setelah meletakan Amar di dalam box bayi Laila pun keluar dan langkahnya diikuti Axel dari belakang.
"Bu Eva maaf atas kejadian tidak menyenangkan ini"
"Iyaa Laa gak papa" ucap Bu Eva dengan tatapan mata yang melirik ke arah Axel
Axel kini berdiri tepat disamping Laila dengan wajah yang tegas dan angkuh. Laila pun tau kalau bu Eva pasti sangat penasaran dengan sosok pria angkuh disampingnya ini
"Ini Axel bu, dia suami Saya"
"Ahh yaa, selamat malam Tuan Axel"
"Heemmm" jawab Axel singkat
Laila pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Axel. Setelah berpamitan Laila dan Axel pun pergi dari panti menggunakan mobil Axel dengan jalan darurat yang tadi di buat oleh Axel secara sekejab mata
Axel benar-benar lelah hari ini, dia lalu merebahkan kepalanya di paha Laila dan memeluk Laila dengan posesif. Laila pun tau kalau Axel sudah bekerja keras dan sangat menyayangi keluarga kecilnya. Laila membelai kepala Axel lembut dan satu tangannya memeluk tubuh Axel yang tengah meringkuk disisinya sampai Axel benar-benar tertidur lelap
Axel tidur dalam damai dan perlahan dengkuran halus pun mulai terdengar dari Axel. Laila pun memandang ke arah jendela yang berkabut karena hujan masih turun dengan deras
Laila sangat bersyukur karena bisa bertemu dan bersatu kembali dengan Axel. Setidaknya Laila tau kalau Axel sangat sayang pada ia dan Cella. Itu saja sudah cukup untuk Laila dan seandainya dia pergi dari dunia ini Laila tidak akan pernah menyesal karena dia tau Axel pasti akan menjaga Cella dan adiknya dengan baik
Entahlah, Laila tidak tau kemana takdir akan membawanya hanya saja Laila merasakan firasat buruk seperti sesuatu yang buruk akan terjadi kembali. Sebagai seorang hamba Laila hanya bisa berdoa semoga ini hanya memang sebuah firasat dan tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. Hanya kebahagian, senyuman dan keceriannya yang ada dan itu adalah harapan terdalam dan terbesar Laila
"Whahahaha, jadi wanita itu gila... Dia gila... Hahahaha... Rasakan itu wanita sialan... Siapa suruh dulu kau melawan ku dan membuat ku berakhir di penjara... Tunggu lah aku, aku akan datang sepertinya menyenangkan bermain-main dengan mu Hahahahahaha" Lula tertawa jahat
Entah apa yang kini tengah Lula rencanakan, yang jelas hati nya telah bertekad untuk membalas Grace dan Austin serta membuat hidup Laila menderita
"Heh kalian tunggu saja tanggal mainnya" Lula tersenyum devil
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1