CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
LANGKAH PERTAMA


__ADS_3

Dua  minggu telah berlalu, Laila pun kini dipindahkan ke ruang perawatan biasa sejak satu minggu yang lalu, tentu saja Laila mendapat ruang perawatan VVIP tentu nya.


Laila bisa keluar dari ruang khusus ICU karena luka-luka di tubuhnya sudah mengering hanya saja dia masih dalam keadaan koma sekarang


Dia pun sudah bisa dijenguk dan tidak perlu melakukan protol kesehatan lagi jika ingin bertemu Laila. Tanda-tanda vital di tubuh Laila pun juga sudah mulai membaik namun Laila masih tidak mampu membuka mata


Dokter bilang Laila mengalami trauma otak hingga membuat dia berada dalam kondisi seperti tidur walau pun semua tanda vital tubuh nya sudah baik-baik saja


Axel jangan tanyakan dia ada dimana. Walaupun dilarang tapi Axel tetap tidur dan menginap di ruang perawatan Laila. Axel bahkan membawa semua perkerjaan ke rumah sakit. Axel tidak bisa tidur jika tidak berada di samping Laila, cukup satu minggu terpisah karena Laila berada di ruang ICU tidak lagi untuk sekarang


Cella pun juga rutin mengunjungi Laila setelah dia pulang sekolah. Begitu juga dengan oma dan Ello walaupun tidak datang setiap hari, oma sangat berharap Laila cepat bangun. Sejak Laila sakit Ello jadi lebih rewel dan sering menangis


Bukan nya oma tidak mau merawat Ello. Oma Alexsandra hanya takut kondisi Ello seperti ini berpengaruh pada tumbuh kembang nya nanti, oma takut pertumbuhan dan kecerdasan Ello tergangu jika dibiarkan sering rewel dan menangis. Saat Ello menangis kencang tidak satu pun yang bisa menenangkan Ello kecuali Ello lelah dan tertidur


Keyla alias Laila palsu pun masih ada di Manshion Horrison. Tidak satu pun di manshion itu yang mengatakan kebenaran pada Laila palsu


Laila palsu pun masih dilanda kebingungan karena selama berada di Manshion dia diperlakukan seperti orang asing dan juga tak sekali pun dia mendapi keberadaan sang suami di Manshion itu


Ketika Laila palsu bertanya mengapa Axel tak pulang semua orang hanya akan menjawab kalau Axel sedang bekerja. Tapi aneh nya jika Axel memang bekeja mengapa Laila palsu sama sekali tidak bisa menghubungi Axel dan Axel pun sama sekali tidak memberi kabar apa-apa pada nya


Cella juga sangat cuek pada Laila palsu bahkan Cella cenderung berkata sangat ketus hingga membuat Laila palsu semakin bingung sebenarnya dia itu salah apa, mengapa semua orang membuat dia seperti tidak pernah ada dan tidak pernah terlihat sama sekali di Manshion itu


"Sayaang... Kau terlihat kurus sekali sekarang dan wajah mu sedikit pucat. Cepat lah bangun aku merindukan senyum mu" ucap Axel sembari membelai tubuh Laila


"Sayang, aku pergi ke kantor sebentar. Aku janji akan pulang cepat" lanjut Axel lagi


Axel pun mengecup puncak kepala Laila setelah itu dia pun pergi dan berangkat ke kantor


Axel tidak ingin kecolongan lagi kali ini. Semua dokter dan perawat Laila tidak boleh orang yang berbeda. Mereka adalah orang yang sama setiap hari dan jika salah satu diantara mereka tidak bisa bertugas maka akan dibiarkan kosong. Tidak ada pergantian apa pun dengan alasan apa pun


Pengamanan juga Axel perketat bahkan lebih ketat jika diibaratkan penjara maka pengamanan Axel untuk Laila melebihi itu

__ADS_1


Hari ini dengan berat hati Axel pergi ke kantor. Setelah satu minggu hanya bekerja dari rumah sakit sekarang dia kembali menginjakan kaki nya di kantor


Hari ini adalah hari penting karena pembalasan dendam Axel akan dimulai hari ini.


"Mari kita mulai langkah pertama kita" batin Axel


Para pemegang saham di perusahan Tuan Anderson Axel tarik satu persatu. Banyak diantar mereka memiliki catatan hitam dan Axel berhasil melakukan negosiasi dengan mereka menggunakan kelemahan mereka ini.


Karena itulah mereka bersedia menjual saham nya pada perusahaan Axel dengan harga yang normal tentu nya. Itu jauh lebih baik dari pada catatan merah mereka terbuka ke publik, menjadi konsumsi publik dan berurusan dengan meja hijau


Axel mengadakan rapat secara tiba-tiba dan hari ini juga diputuskan kalau mereka semua harus serentak meninggalkan perusahaan Tuan Anderson. Dengan penarikan serentak saham para kolega bisnis Tuan Anderson membuat kepemilikan perusahaan itu kini 65% berada di tangan Axel


Tuan Anderson pun dibuat shock terapy di pagi hari. Baru saja beberapa menit Tuan Anderson menginjakan kaki nya di kantor kabar bahwa perusahaan nya berpindah tangan membuat dia meradang


Tuan Anderson bukan lagi pemegang saham tertinggi di perusahaan itu karena dia sekarang hanya memiliki 35% saham sedangkan Axel memiliki 65%


Tuan Anderson kembali pergi dan dia akan datang ke perusahaan Axel Coperations. Tuan Anderson kini mengeluarkan tanduk-tanduk nya dan bersiap untuk mengeluarkan semua tipu dan muslihat nya. Sesampai nya di perusahaan Axel Coperations, Tuan Anderson sama sekali tidak mengeluarkan muka marahnya, dia kembali pada mode seolah tidak terjadi apa-apa dan menebar senyum dimana-mana. Wajar lah kalau Tuan Anderson penuh dengan tipu muslihat karena dia pandai menggonta ganti ekspresi wajah nya hingga musuh kadang terkelabui


Tanpa basa basi, Axel yang memang sudah menunggu kedatangan Tuan Anderson pun segera mempersilahkan Tuan Anderson untuk masuk


"Kau ini memang selalu merendah Tuan Axel, bukan kah perusahaan mu lebih besar dari perusahaan ku"


"Aahh seperti itukah?, kalau begitu silahkan duduk Tuan"


Tuan Anderson patuh dan duduk berhadapan langsung dengan Axel di kursi sofa di ruangan itu


"Seperti nya bisnis mu berjalan baik Tuan Axel"


"Yaa seperti yang Anda lihat"


"Aahh benar, bagaimana dengan saham perusahaan ku yang kau beli?"

__ADS_1


"Eemm bagaimana yaa, seperti nya aku akan mengakuisisi perusahaan itu"


"Tidak bisa... Itu adalah perusahaan milik keluarga ku, Saya harap Anda bersedia menjual nya lagi kepada Saya"


"Okee... Karena kita sama-sama pembisnis Tuan, Saya bersedia menjual kembali saham tersebut asalkan harga yang Anda tawarkan sesuai"


"Berapa harga yang Anda mau tuan Axel"


"Eemm bagaimana kalau $5,000 per 1% nya"


Tuan Anderson tersenyum sinis, dia sagat paham sekarang Axel sedang mempermainakan dan menguji kesabaran nya


"Jangan bercanda Tuan Axel"


"Aku tidak bercanda"


"Harga saham ku bahkan tidak menyentuh angka $1,500 tapi harga yang kau minta sekarang bahkan lebih dari dua kali lipat nya"


"Ini bisnis Tuan Anderson... Kau tau kan bisnis itu memang kejam"


Tuan Anderson pun diam dan berpikir, jika dia ingin kembali memiliki perusahaan itu artinya dia harus membeli setidaknya 20% saham yang ada di tangan Axel. Dengan membeli 20% tersebut artinya tampuk kekuasaan masih berada di tangan Tuan Anderson


Tapi harga yang diminta oleh Axel sangat tinggi sekarang hingga tidak mungkin bagi Tuan Anderson memiliki 20% tersebut


"Tuan Axel demi persahabatan kita apa tidak sebaiknya Anda pertimbangkan lagi masalah harga ini"


"Whahahaha Anda luca sekali Tuan Anderson, sejak kapan Anda bersahabat dengan Saya.... Saran Saya sebainya Anda jual saham Anda yang tersisa sekarang pada Saya. Saya akan membelinya dengan harga yang sama dengan yang tadi Saya beli dari kolega bisnis Anda, dan gunakan lah uang hasil penjualan saham itu untuk kabur karena Anda mungkin menjadi buronan polisi sekarang"


Tuan Anderson bingung apa maksudnya ia menjadi borunan polisi


Axel pun menghidupkan tv yang ada di ruangan itu. Dan tepat saat Axel menyalakan tv, gambar pada layar tersebut saat ini sedang menayangkan media yang menyiarkan berita live dimana-mana, wartawan berbondong-bondong mendatangi perusahaan Tuan Anderson, polisi dan orang-orang kejaksaan sudah ada disana dan menggeledah kantor tersebut

__ADS_1


Tuan Anserson pun mengepalkan kuat tangan nya. Orang-orang kejaksaan beserta polisi datang dan mencari Tuan Anderson karena sudah melakukan penggelapan pajak dan menjalan bisnis yang tidak bersih, banyak kecurangan yang Tuan Anderson hingga hal ini membuat kerugian negara menjadi sangat besar


Axel pun menyodorkan sebuah map dan meminta Tuan Anderson menanda tangani kertas yang ada di dalam nya. Kertas itu merupakan sebuah akta jual beli dimana Tuan Anderson bersedia menjual seluruh saham nya pada Axel dengan harga $1,459


__ADS_2