
Laila memeluk sebuah boneka teddy bear yang sangat besar, tapi aneh sekali kenapa boneka ini keras tidak empuk tapi baunya sangat wangi... Laila suka bau ini, Laila lalu menggesek-gesekan hidung di dada boneka itu seolah Laila itu adalah seekor kucing yang sedang bermanja dengan pemiliknya
" Eheemm " Axel berdehem
Axel merasakan adik kecilnya berdenyut karena tingkah Laila yang seperti ini. Axel menatap wajah Laila namun Laila masih memejamkan mata
" Aduuh bagaimana ini kalau begini terus adik kecil ku tidak akan tahan " Axel bergumam pelan
Axel mencoba melepaskan pelukan Laila, Axel mulai menggeser tubuh Laila perlahan lahan, namun yang terjadi justru sebaliknya Laila malah makin memeluknya erat
" Kau mau kemana beruang besar ? "
" Whaat... Beruang dia bilang aku beruang "
Axel melihat sekali lagi wajah Laila dan masih sama Laila masih memejamkan matanya erat
" Issh dasar berani sekali dia menyebut ku beruang "
Axel mengangkat satu tangannya dan meniup niupkan udara ke tangan itu dan " Pleeetttaakkk "
" Auuuu " Laila menjerit kesakitan karena Axel menyentel keningnya
Laila bangkit dari tidurnya dan memegang dahinya yang sakit. Kini Laila berusaha mengumpulkan kesadarannya dan netra matanya menatap bahwa ini bukan tempat tidur miliknya
Tepat di luar jendela terdengar deru ombak, Laila bertambah binggung apa dia bermimpi dan saat ini balum bangun. Lalu Laila menolehkan kepalanya ke samping
" Aujubillahiminassaytonirrojim " ucap Laila kaget dan langsung bangkit dari tempat tidur
" Kau pikir aku setan ? " ucap Axel dengan muka datar
Saat Laila menengok ke samping, Laila melihat sosok Axel duduk disamping tubuhnya. Karena kaget Laila langsung bangkit dan refleks mengucapkan Aujubillahiminassaytonirrojim seolah memang sedang melihat setan
Axel yang mendengar kalimat itu bertambah kesal, adiknya kini tidak bisa berhenti berdenyut dan saat sang pemicu denyutan bangun malah dianggap seperti setan
Wajah datar Axel sungguh membuat Laila merinding. Axel lalu bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Misi pertamanya di pagi hari adalah menidurkan adik kecilnya agar tidak membuat onar
Sementata Laila masih diam di tempat, dia mengerjabkan matanya berulang kali dan menepok ke dua pipinya. " ini nyata atau mimpi " pikir Laila
Plaaakkk Laila memukul pipinya keras dan Laila pun meringis kesakitan
" Auu sakit, jadi ini nyata... Ini benar nyata dan tadi itu benar adalah Axel "
Laila duduk lagi di tempat tidur dan mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam
" Ahh yaa benar, tadi malam Axel berhasil menangkap ku " ucap Laila lemah
Laila kini berjalan mendekati jendela lebih tepatnya dinding kaca. Kamar yang Laila tempati 30% dindingnya terbuat dari kaca dan mengarah langsung ke lautan lepas
__ADS_1
" Wooww indah sekali disini. Axel pasti sudah membawa ku pergi jauh. Tapi dimana ini ? "
Laila sungguh binggung sekarang dia tidak tau ini dimana, Laila sangat yakin kalau kini dia tidak lagi berada di Indonesia. Seketika itu juga ingatannya tertuju pada Cella
" Cella... Ahh Cella.. Apa dia baik-baik saja ? " kini Laila mulai panik mengingat Cella
Laila melihat ada sebuah telpon di atas nakas. Dia lalu meraih telpon itu dan mencoba menghubungi Cella namun nihil telpon itu sama sekali tidak tersambung, Laila juga mencoba menghubungi Ratu namun juga tidak bisa
" Ahhh sial... Axel pasti sudah memutuskan sambungan telponnya
Laila pasrah kini dia kembali merebahkan tubuhnya dengan kaki yang menjuntai ke lantai
" Cella semoga kau baik-baik saja nak... Tuhan dimana pun Cella berada tolong jaga dan lindungi dia " Laila berdoa dengan tulus
" Issh kenapa Axel lama sekali di kamar mandi, aku ingin pipis "
Tentu saja Axel lama, dia merendam adik kecilnya di air dingin supaya adiknya ini menciutkan kembali ukurannya. Namun memang naluri adik kecilnya ini sangat kuat hingga dia sulit sekali ditenangkan membuat Axel pusing 7 keliling... Ingin bersolo karier pun rasanya percuma karena adik kecilnya ini tau goa tempatnya berlabuh ada disekitarnya
Akhirnya Axel harus merelakan diri berendam di air dingin sedikit lebih lama lagi
Laila mengedarkan pandangan matanya menatap sekitar. Tiba-tiba ada satu ruangan di kamar itu yang menarik perhatiannya
" Hhmm itu pasti walk in closet milik Axel. Kita lihat apakah ada baju ganti disana untuk ku "
Saat ini Laila hanya mengenakan kemeja putih milik Axel. Laila yakin pasti tadi malam Axel yang telah menggantikan bajunya. Laila tidak mungkin memakai kemeja itu lagi karena itulah dia memutuskan untuk masuk ke walk in closet dan mencari baju ganti
Laila membuka sebuah lemari dan disana tersusun dengan rapi baju-baju milik Axel.
" Aahh apa semuanya baju Axel ? apa tidak ada baju untuk ku ? " ucap Laila sambil terus memeriksa semua lemari yang ada disana
Laila lalu membuka lemari yang paling besar dan karena kurang berhati-hati Laila tersandung kakinya sendiri dan buuukkk Laila terjatuh ke dalam lemari lalu lemari itu pun menutup otomatis
" Aauuu " Laila memegang dahinya yang berdenyut karena kejedok dinding dalam lemari
Sementara di luar walk ini closet Axel baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Axel terkejut karena netra matanya tidak mendapati Laila di tempatnya tadi
" Shiitt kemana dia " Axel mulai panik
Axel membuka walk in closet berharap Laila ada disana. Namun nihil tempat itu juga kosong.
Axel lalu bergegas mengenakan baju kaos yang tergeletak di atas sofa lalu segera turun ke bawah. Axel berteriak mencari keberadaan Laila membuat semua pelayan yang ada disana ikut panik karena kegaduhan yang dibuat oleh Tuannya ini
" Dimana istri ku ? "
Tak ada satu pun pelayan yang menjawab karena memang mereka tidak melihat keberadaan orang yang Axel maksud
" Maaf Tuan kami sama sekali tidak melihat nyonya keluar dari kamar " salah satu pelayan memberanikan untuk bicara
__ADS_1
" Kalian bodoh... Istri ku tidak ada di kamar... Cepat kalian cari atau kalian semua akan mati di tangan ku "
Axel benar-benar marah sekarang, wajah nya kini berubah menjadi seperti seorang monster dan dia mulai memecahkan barang-barang yang ada disekitarnya
Para pengawal dan pelayan pergi berhamburan meninggalkan Axel untuk mencari keberadaan nyonya mereka. Namun dimana pun mereka mencari nyonya muda mereka ini tidak dapat ditemukan
Sementara Laila saat ini baru saja berhasil keluar dari dalam lemari. Karena sudah sangat kebelet ingin pipis Laila langsung bergegas menuju kamar mandi Laila pikir Axel masih ada disana tapi saat Laila menyentuh ganggang pintu itu sama sekali tidak di kunci. Laila lalu membukanya perlahan ternyata Axel memang sudah tidak ada disana. Laila lalu bergegas menunaikan hajat yang sudah dia tahan dari tadi
Axel duduk dengan wajah yang masih memerah dan mukanya yang sangat menyeramkan
Dengan ragu-ragu salah satu pengawal mendekati Axel.
" Maaf Tuan, kami tidak menemukan nyonya dimana pun "
Axel lalu berdiri dan memukul pengawal itu membabi buta. Para pengawal yang lain pun mencoba menghentikan amukan Axel karena kalau tidak dihentikan pengawal yang Axel pukul ini bisa meregang nyawa
" Kalian semua tidak becus menjaga satu orang saja kalian tidak bisa... Apa kalian semua makan gajih buta heh " Axel berteriak dengan suara yang menggelegar
Karena kerasnya suara Axel sampai Laila pun bisa mendengar amukan itu dari dalam kamar mandi
" Ehh ada apa di luar ribut-ribut ? "
Laila lalu berjalan keluar dari kamar dan melihat Axel saat ini tengah mengamuk. Laila melihat Axel saat ini tengah memukuli para pengawalnya membuat Laila binggung apa yang terjadi dengan Axel
Laila berjalan menuruni tangga dan memanggil Axel
" Axell " teriak Laila dari atas
Mendengar namanya dipanggil Axel lalu menengok ke atas. Itu adalah Laila, itu adalah Lailanya, istrinya, miliknya, nyawa hidupnya. Axel lalu berlari menuju tempat Laila berdiri saat ini dan tanpa berkata apa-apa Axel langsung memeluk tubuh Laila erat dan menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi
Laila merasakan pelukan Axel yang penuh dengan kerinduan. Merasakan ini Laila pun merasa kalau hatinya juga menjadi damai akhirnya Laila menguatkan hati untuk membalas pelukan Axel
" Kau... Jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku apa kau mengerti " ucap Axel penuh dengan penekanan
" Aku tidak pergi kemana-mana " ucap Laila lemah
Axel kembali memeluk erat tubuh Laila sampai Laila kesulitan untuk bernafas
" Uhuuukk... Uhuukkk... Axel apa kau ingin membunuh ku ? "
Mendengar kata-kata Laila, Axel menyadari kau dia terlalu erat memeluk istrinya ini
" Hehehe maafkan aku sayang " Axel salah tingkah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻