
Setelah puas bermain-main, Laila dan Axel pun naik ke atas menuju ruangan Axel. Sisa make up tadi Laila hadiahkan untuk ke tiga satpam tadi agar diberikan kepada istri-istri mereka. Tentu saja walau pun Laila orang kaya dia juga tidak suka perbuatan yang mubajir
"Sayang sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan sampai kau menghukum mereka?"
"Tidak ada, mereka hanya menjalankan tugas mereka dengan benar. Mereka itu hanya bernasib sial karena suasana hati ku sedang buruk"
"Oke baiklah sayang ku, angin apa yang membawa mu datang kesini hem?"
"Memang nya aku tidak boleh datang kesini? Pantas saja para satpam tadi mencegah ku, rupanya memang kau yang tidak mau aku ganggu"
"Tidak bukan begitu maksud ku sayang"
"Aduh kenapa jadu begini... Huh salah ngomong deh aku" batin Axel
"Sayaangg"
"Bodo amat, aku mau pulang"
"Hei hei hei koq ngambek kek gini, aku gemaz tau gak, sini peluk dulu" ucap Axel sambil merentangkan kedua tangannya
Laila tetap acuh dengan kedua tangan yang ditolak setinggi dada dan muka yang acuh taacuh
Axel pun terpaksa membawa Laila masuk kedalam pangkuannya dan mendekapnya erat.
"Axel turun kan aku, aku berat"
"Siapa bilang kau berat, kau itu seksi dimata ku"
"Mulai deh gombalnya"
"Biarin sama istri ini"
"Apa isi paper bag itu sayang?"
"Astaga aku lupa, lepaskan dulu aku mau mengambilnya"
Axel pun patuh dan melepaskan dekapannya
"Axel tutup mata"
"Loh kenapa harus tutup mata"
"Iisshh sudahlah ayo cepat tutup mata mu"
"Oke baiklah"
Sedetik dua detik sampai detik detik berikutnya berlalu Axel tetap memejamkkan mata tanpa berani mengintip.
"Sudah belum sayang"
"Bentar bentar.... Nah sekarang kau sudah boleh buka mata"
__ADS_1
"Taaaarrraaaaaa" ucap Laila saat Axel membuka mata
Sebuah kue ulang tahun beserta lilin dan ucapan selamat ulang tahun ada dihadapan mata Axel
"Sayang ini?"
"Iyaa ini kejutan untuk mu... Selanat ulang tahun sayang, aku mencintai mu... Muaaahh"
Axel terharu langsung memeluk erat tubuh Laila.
"Aku bahkan tidak ingat kalau hari ini aku ulang tahun"
"Itu karena kau terlalu sibuk bekerja, sekarang ayo berdoa lalu tiup lilinnya"
"Baiklah"
Axel pun mejamkan mata lalu berdoa. Keinginan terbesar Axel adalah agar dia selalu bisa menjaga Laila dan anak-anaknya serta mampu membuat keluarganya bahagia lahir dan batin
"Sekarang ayo kita makan, tadi aku juga sudah memasak makanan kesukaan mu"
"Kau memasaknya sendiri"
"Tentu saja, inikan untuk suami ku tercinta"
"Sayang... Kata-kata mu manis sekali aku semakin bertambah sayang pada mu"
Axel dan Laila pun tertawa bersama, Axel membawa Laila untuk kembali duduk ke dalam pangkuannya, setelah itu dia meminta Laila untuk menyuapinya makan dan Axel juga akan menyuapi Laila. Axel sungguh sangat bahagia saat ini ingin rasanya Axel menghentikan waktu agar moment ini bisa berjalan lebih lama
"Kenapa sayang, apa ada yang sakit"
Laila menggeleng, tapi kemudian dia mengarahkan tangan Axel untuk menyentuh perut buncitnya. Sesaat Axel binggung tapi tidak lama setelah itu Axel merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam sana.
"Sayang apa yang terjadi, apa anak kita baik-baik saja?"
Axel berkata dengan panik karena ini moment pertama bagi Axel jadi Axel tidak tau apa-apa tentang dunia kehamilan
"Tidak apa, bayi mu hanya sedang menendang"
"Apa maksudnya menendang, hei kenapa dia terus bergerak... Apa dia merasa tidak nyaman, apa perut mu terasa sempit untuknya"
"Hahahaha Axel pertanyaan mu ini aneh sekali... Bayi kita menendang itu menandakan kalau dia sehat... Coba kau ajak bicara dia, dia pasti akan merespon perkataan mu"
"Benarkah bisa begitu?"
"Kau coba saja"
Axel pun patuh dan mengelus lembut perut Laila, kemudian Axel mendekatkan wajahnya dan berkata "hey sayang ini papa, apa kau baik-baik saja"
Tepat saat Axel sudah menyelesaikan kalimatnya perut Laila kembali bergerak dan kali ini gerakannya lebih aktif menendang ke kanan dan ke kiri
"Hey kau benar sayang dia merespon perkataan ku"
__ADS_1
Axel sangat bahagia, dia pun lalu mengecup perut Laila lalu memeluknya lembut. Laila pun membelai kepala Axel sebagai ungkapan kalau dia pun juga sangat berbahagia saat ini.
Sementara di belahan bumi lain, ada seorang wanita yang terbaring lemah di rumah sakit dengan kondisi wajah yang dibalut penuh dengan perban
"Aahh dimana aku?" ucap wanita itu saat ia mulai tersadar
"Kau sudah sadar Keyla?"
"Keyla siapa Keyla... Dan kau siapa kau?"
"Hey ada apa dengan mu, apa kau tidak ingat dengan diri ku"
Keyla menggeleng lalu kemudian dia merasa kalau kepalanya berdenyut dan berputar sangat hebat. Yaaa... Keyla baru saja mengalami kecelakaan dan wajahnya rusak parah karena terseret truk bermuatan buah anggur saat sedang menuju ke tempat kerja
Dan saat kejadian itu terjadi dengan sangat kebetulan Lula sedang berada disana untuk berlibur. Awalnya Lula tidak tertarik untuk menolong tapi entah kenapa hati kecilnya berkata untuk menolong Keyla dan menemani dia di rumah sakit
Melihat Keyla kesakitan, Lula pun memanggil para medis serta dokter. Lalu setelah menjalani pemeriksaan dokter mengatakan kalau Keyla mengalami amnesia karena ada benturan keras dikepalanya
"Astaga... Pucuk dicinta ulam pun tiba... Ini adalah kesempatan ku" batin Lula
Entah rencana jahat dan siasat apa lagi yang sedang direncanakan oleh Lula. Yang jelas dia sudah bertekad untuk membuat hidup Laila kakanya menderita sama seperti penderitaannya selama ini.
Lula tidak rela melihat kakaknya Laila hidup bahagia dengan bergelimang harta sedangkan dia harus merasakan dinginnya penjara lalu terjebak bersama seorang mafia yang kejam. Kerena itulah Lula ingin Laila juga hidup menderita bahkan lebih menderita dari apa yang sudah Lula jalani
Lula kembali masuk ke dalam ruang perawatan Keyla. Tapi sebelum masuk Lula terlebih dahulu menitikan sebuah cairan bening dimatanya seolah dia sedang sedih dan menangis saat ini
"Kak Ila, syukurlah kakak baik-baik saja"
"Siapa sebenarnya kau?"
"Aku ini adik mu kak, aku adalah Lula dan kakak adalah Laila"
"Tapi tadi kau memanggil ku Keyla?"
"Tidak kak, aku tadi memanggil mu Laila bukan Keyla. Keyla itu adalah saudara kembar mu yang telah tega merebut suami mu dan membuat mu berakhir di rumah sakit. Kecelakaan itu bukan terjadi kerena tidak sengaja ka... Itu sudah di atur oleh kak Keyla karena ingin menyingkirkan kakak dan memisahkan kakak dari suami kakak"
"Apa maksud perkataan mu itu?"
"Kak, kita ini adalah anak yatim piatu karena ayah dan ibu kita sudah meninggal sejak kecil. Kakak Laila yang selama ini bekerja keras banting tulang dan aku pun juga bekerja sambil kuliah sedangkan kak Keyla hanya bisa duduk manis dirumah dan meminta uang pada kita berdua. Sampai suatu hari kakak menikah dengan orang yang kaya raya dan itu membuat kak Keyla iri lalu kak Keyla merencanakan kecelakan ini untuk kakak. Karena kakak kembar, kak Keyla lalu sekarang mengambil posisi kakak sebagai nyonya besar di keluarga Horrison"
"Benar kah seperti itu"
"Untuk apa aku bohong"
"Lihatlah foto-foto ini... Ini adalah foto kakak dan juga suami kakak"
"Astaga kenapa Keyla kejam sekali"
"Itu karena dia terobsesi menjadi orang kaya sehingga dia tega ingin meleyapkan saudaranya sendiri. Kakak tenang saja, aku pasti akan membantu kak Laila untuk merebut kembali posisi kakak di rumah itu"
"Terimakasih Lula, kau memang adik yang baik"
__ADS_1
"Hahahah kena kau, tunggu aku kakak ku sayang aku pasti akan datang menjadi malaikat maut untuk mu" batin Lula