
Hari ini Laila berencana untuk menemui Saras di tempat kerja. Saras tidak lagi bekerja sebagai pelayan restoran, Sazad telah menempatkannya di salah satu hotel yang ia kelola bersama Axel sebagai Human Resources.
Axel juga menunjang Saras dengan pendidikan agar Sarah mampu menjalankan posisi yang ditempatinya sekarang. Bukan tanpa alasan Axel juga membuat Saras dekat dan berada dalam jangkauan pengawasannya, sekali lagi Axel berharap jika Laila bisa saja sewaktu waktu mendatangi Saras agar dia bisa menemukan Laila. Tapi ternyata Tuhan memang punya rencana lain, dia dipertemukan dengan Laila justru karena ulah seorang anak yang bahkan tidak di ketahuinya sama sekali saat itu
Axel sebenarnya sangat ingin ikut dengan Laila, namun dia baru saja kedatangan seorang kolega bisnis dari Turki. Akhirnya ia terpaksa harus merelakan Laila pergi sendiri, tapi tentu saja tidak benar-banar sendiri. Axel telah memerintahkan beberapa pengawal bayangan untuk mengawasi dan melaporkan setiap kegiatan Laila dan melaporkannya setiap jam pada Axel
"Saras aku kangen"
"Hikkss hikksa laa, kamu kemana ajaa ? semua orang nyarian kamu tau gak laa... Lu tega banget yaa ninggalin gue disini"
Saras dan Laila menangis dan saling berpelukan.
"Kamu sekarang hebat yaa Ras kerjanya udah di hotel ajaa"
"Yeealah ini semua juga berkat laki elu kali, dia yang menanggung biaya pendidikan gue dan setelah itu gue di taro disini"
"Taro taro emang barang ditaro taro"
Hahahaha
Meraka pun tertawa bersama. Setelah puas saling berceloteh tentang kehidupan masing-masing Laila ingin sedikit jalan-jalan. Selama bersama dengan Axel, Laila merasa kalau Axel terlalu mengekangnya dan itu membuat Laila jadi sedikit sulit bergerak
Laila menelpon Axel namun telpon Axel tidak aktif, akhirnya Laila hanya mengirimkan pesan pada Lucas dan mengatakan bahwa dia akan jalan-jalan sebentar bersama Saras
"Udah siap ?"
"Oke bu bos"
"Hahha biasa ajaa kali Ras"
"Eeh bener kan kalau lu tu sekarang emang istrinya bos besar, gak nyangka banget gue lu bisa dapat laki tajir melintir kek Tuan Axel.... Ceri'in satu dunk juga yang kek Tuan Axek yang tajirnya kebangetan kek gitu buat gue la"
"Emang masih ada cowok yang mau sama kamu Ras ?"
"Kurang ajaar, lu ngina gue la ?"
"Enggak... Gak ngina koq cuma bicara kenyataan ajaa... Hahaha"
"Emang dasar temen gak ada ahlak"
Saras dan Laila pun pergi ke mall diantar oleh supir pribadi Laila yang disiapkan khusus oleh Axel. Tidak berapa lama mobil yang Laila tumpangi itu pun telah sampai di salah satu pusat perbelanjaan mewah di ibukota
Dua wanita ini pun berjalan beriringan dan menjadi pusat perhatian. Bukan tanpa alasan mobil yang tadi mereka tumpangi adalah sebuah mobil mewah merek ternama dan limited edition... Hanya kalangan sultan saja yang bisa membeli mobil tersebut
Selain itu, Saras dan Laila juga sangat cantik. Orang tidak akan menyangka kalau Laila itu sudah menikah dan memiliki anak, karena meski pun memakai pakaian sopan dan jauh dari kata se×ksi , tubuh Laila masih sangat indah dan juga montok. Tentu saja karena Laila juga masih sangat muda. Saras pun demikian, dia dan Laila itu seumuran meskipun Laila kini jauh lebih menawan dari Laila yang dulu ada di ingatan Saras
"Kita kemana dulu Laa ?"
"Eemmm beli baju yuuk"
"Ayuuukk"
Meraka berdua pun singgah di sebuah butik. Laila melihat beberapa dres yang cantik dan cocok menurut Laila, Saras pun juga melakukan hal yang sama.
"Ras kamu pilih aja apa yang kamu suka, nanti aku yang bayar"
"Beneran nih bu bos"
"Iyaaa"
__ADS_1
"Horeee... Wah bu bos baik banget, nanti sering-sering yaa bu bos traktirnya"
"Yeellah ngelunjak ni anak"
"Hehehehe" Saras nyengir
Saras memilih beberapa potong dres, tas dan juga sepatu... Tentu saja Saras tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi dia bisa belanja sepuasnya kalau bukan bersama istri dari sang bos besar ini
Setelah puas berbelanja, Laila dan Saras memutuskan untuk memanjakan diri sebentar di salon. Laila lupa kalau dia juga sudah lama tidak memanjakan diri, juga rasanya tubuhnya sangat remuk belakangan ini hingga Laila butuh sedikit refleksi
Setelah tiga jam lamanya berkutat di salon Laila dan Sarah menuju restoran terdekat karena waktu saat ini sudah menunjukan pukul 2 siang. Mereka baru saja melawatkan makan siangnya sehingga para cacing di perut mereka meronta ronta meminta untuk diberi sedekah makanan
"Makasih yaa bu bos traktirannya"
"Apa'n sih Ras, biasa ajaa kali ngomongnya"
"Ihh koq gak suka disebut bu bos"
"Ras aku ini tetep teman kamu loh, bukan bos kamu"
"Iihhh gemesss... Loe emang gak berubah laa, masih jaa low profile kek dulu walau pun sekarang yaa elu emang udah bukan orang biasa lagi"
"Yaa tetap ajaa Ras kita kan juga sama-sama manusia biasa"
Laila pun mengantar Saras kembali ke tempat kerjanya. Laila membuka ponsel miliknya namun disana tidak ada satu chat atau panggilan pun dari Axel.
"Tumben apa hari ini Axel sibuk banget kali yaa... Biasanya juga kerjaannya neror terus" Laila bergumam
"Pak... Kita ke kantor suami Saya sebentar"
"Baik nyonya"
"Wah benar ternyata kantor Axel benar-banar besar" batin Laila
Laila pun turun tepat di depan pintu utama kantor Axel Coperation. Laila lalu menuju meja recepsionis untuk menanyakan dimana ruangan Axel
"Maaf nona apa Anda sudah membuat janji"
"Belum"
"Kalau begitu, Anda tidak bisa menemui Tuan Axel karena ini sesuai dengan SOP (Standar Operasional Perusahaan) jika tidak membuat janji maka tidak bisa masuk"
"Hhhmm benar kah ?"
"Benar nona"
Laila kemudian mengambil hp dari dalam tas nya. Kali ini dia berniat untuk menelpon Lucas karena nomer Axel masih juga tidak aktif. Tapi belum sempat Laila menelpon rombongan Axel baru saja keluar dari dalam lift, dari jarak kurang dari 1 meter Laila dapat melihat Axel berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik dan sek×si diikuti oleh Lucas dan 2 orang laki-laki yang tidak Laila kenal
Axel lalu memeluk wanita itu, lalu mengucapkan salam perpisahan dalam bahasa inggris setelah itu wanita dan 2 orang laki-laki itu pergi meninggalkan kantor Axel
"Ehhheeemmm" Laila berdehem dari arah belakang
Axel menengok dan betapa terkejutnya Axek mendapati sang istri telah berdiri tegak di depan matanya
"Sayaang, kau datang... Kenapa tidak bilang mau kesini, aku kan bisa menjemput mu"
Axel bicara sambil berjalan mendekati Laila bermaksud ingin memeluk sang istri, namun saat Axel ingin membawa Laila ke dalam pelukannya Laila malah mundur satu langkah.
"Bagaimana mau bilang, hp mu saja tidak aktif"
__ADS_1
"Astaga maaf sayang, aku lupa mengaktifkannya"
"Bagaimana bisa ingat, kau saja sibuk berpelukan dengan wanita lain"
"Apa maksud mu sayang"
"Axel jangan kau pikir aku buta dan tidak melihat kau tadi memeluk wanita lain"
"Tapi sayang dia itu bukan siapa-siapa dia hanya kolega bisnis ku saja, bukan kah itu hal yang biasa"
"Oowwwhh baiklah hal yang biasa yaa"
"Lucas kalau begitu ayo peluk aku" ucap Laila sambil merentangkan kedua tangannya
Lucas kaget bukan main mendengar kata-kata frontal dari sang nyonya
"Lucas... Berani kau" ucap Axel dengan nada mengancam
"Tidak Tuan aku tidak berani" ucap Lucas gugup
"Hei kenapa kau marah pada Lucas, kau bilang berpelukan dengan lawan jenis itu hal biasa kan... Lucas ayo sekarang peluk aku..."
"Tidak nyonya aku tidak mau"
"Lucaaass... Pelukk... Ayo peluk aku" Laila kini berbicara dengan manja
Laila mendekati Lucas dangan tetap merentangkan kedua tangannya. Lucas yang tidak ingin mati konyol pun segera berlari untuk menghindari Laila yang sudah berlari kecil untuk mendekatinya
"Lucas ayo sini"
"Tidak nyonyaa... Tolong aku masih sayang dengan nyawa ku"
Lucas berlari dan Laila terus mengejar Lucas hingga ini bahkan menjadi tontonan semua karyawan yang ada disana
"LUUUUUUCCCCAAAAAASSSSS KAU MAU KU PECAT HAH" Axel berteriak menggelegar sampai semua orang disana menutup kedua kuping mereka
Tapi Laila tidak perduli dia masih saja berlari untuk menangkap Lucas
"Nyonyaaa tolong, kasihani aku..."
"Ayoo sini dulu peluk aku"
Haap
Dapat, saat Laila berlari Axel menangkap tubuh Laila dan mengotongnya seperti membawa karung beras
"Axell lepas kan aku lepaskan"
Laila memberontak dan mengibas-ngibaskan kakinya juga memukul-mukul punggung Axel. Namun bukan Axel namanya jika Laila bisa lepas begitu saja
Melihat Laila sudah diamankan oleh Axel membuat Lucas menarik nafas lega
"Huuhhh selamat, hampir saja aku dijadikan rempeyek oleh Tuan Axel... Tuhan jika aku masih bisa melobby mu tolong berikan aku nyawa 9"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1