CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
MESRA


__ADS_3

" Dion "


" Ya sayang "


" Kau sudah makan ? "


Axel mengangguk sambil tersenyum, Laila melihat penampilan Dion yang sangat berbeda...


Dion terlihat lebih tampan, gagah dan sangat berkharisma... Namun Laila enggan bertanya, dia menunggu Dion berkata jujur dan mengungkapkan siapa jati dirinya yang sebenarnya


" Kau bilang takkan pulang untuk waktu yang lama, katanya kau ke luar kota ? "


" Emm itu... ( Axel menggantung kalimatnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ) sayang.... Aku tidak bisa jauh dari mu dan karena acara ke luar kotanya di tunda besok, jadi malam ini aku pulang " ucap Axel sambil nyengir


" Oh Tuan Anda ternyata bermulut buaya juga " batin Lucas sambil cengar cengir


Hal itu tentu saja disadari oleh Axel dan Axel seketika memberikan tatapan panah pembunuh untuk Lucas... Seketika hawa atmosfer di tempat itu berubah menjadi sangat dingin


" Ehh kenapa koq aku jadi merinding gini " ucap Laila


" Disini ada setan sayang " ucap Axel tanpa mengalihkan mata membunuhnya dari Lucas


" Aduh mati deh gue... Ampun Tuan... Ampun " batin Lucas


Kata-kata Axel yang mengatakan bahwa disini ada setan membuat nyali Laila ciut, muka Laila langsung berubah menjadi pucat dan tubuhnya pun bergetar


" Hei sayang kau kenapa...? "


" Tii iii daak aku tidak apa-apa " ucap Laila gugup


" Hei kau takut hantu " ucap Axel sambil menyeringai


" Eheeemm ( Lucas berdehem ) Tuan, sebaiknya Saya pulang dulu "


" Yaa kau pulang lah sana... Mengganggu saja "


Lucas pun pamit undur diri membiarkan Laila dan Axel berdua dirumah sederhana mereka. Jika terus berada disana Lucas yakin dia akan menjadi bahan amukan Tuannya


" Sayaang, kau benar-banar takut hantu ? "


Laila pun mengangguk pelan tanpa mau menatap Axel


" Hahahahahah " Axel tertawa keras membuat Laila tambah cemberut


" Sayang aku tadi hanya bercanda " ucap Axel lagi


" Tapi mas... Tadi tuh beneran bulu kuduk Laila berdiri... "


" Tapi setannya sudah pergi "


" Mas tau dari mana ? Apa jangan-jangan mas Dion Indigo ? "


" Whahhahaha " Axel semakin tidak dapat menahan tawanya, bagaimana mungkin zaman semodern ini masih ada yang percaya hantu seperti istrinya ini


" Mas Dion iiihhh, gak lucu tau " Laila cemberut sambil memajukan bibir nya 5 centi dan " Hup " bibir itu langsung dilahap oleh Axel


Manis rasanya manis begitu pikir Axel

__ADS_1


Laila pun sekarang juga sudah bisa mengimbangi permainan panas suaminya


Dion langsung menggendong Laila tanpa melepaskan pagutan bibirnya... Perlahan Dion merebahkan Laila diatas kasur dan mulai membuka penutup tubuh Laila sampai tubuh polos itu terpampang sempurna


1 jam berlalu setelah mereka saling menuntaskan hasrat, berbagi peluh bersama... Sebenarnya Axel belum puas kalau hanya melakukan satu ronde tapi mengingat besok dia harus berangkat pagi ke kantor dengan segala deadline pekerjaan yang menanti, dengan amat sangat terpaksa dia menyudahi permainannya


" Mas... "


" Yaa sayang... Kau mau lagi "


Buuukk ( Laila memukul pelan dada Axel )


" Auuu sakit sayang " pura Axel bermanja


" Mas aku serius iihh jangan becanda "


" Iyaa iyaa... Kamu serius mau tambah berapa ronde ? " ucap Axel sambil menyeringai


Wajah Laila seketika menjadi merah tomat dan itu adalah wajah kesukaan Axel


" Hehehe " Axel nyengir membuat Laila jadi geram


Buuuk


Laila melemparkan bantal tepat di muka Axel, bukannya marah Axel malah semakin ingin menggoda istrinya ini


" Mas aku ini lagi cemas "


" Cemas kenapa sayang, bukankah aku sudah disini "


" Lula belum pulang mas "


" Iyaa, tadi siang dia datang trus dia bilang mau tinggal disini untuk kuliah, trus habis makan dia keluar lagi katanya mau belanja buat keperluan kuliah tapi sampai sekarang dia belum pulang mas " ucap Laila pilu


Axel yang melihat ekspresi wajah Laila menjadi sendu, segera menarik Laila ke dalam pelukannya dan menenangkan Laila dengan kecupan-kecupan lembut dari bibir Axel


" Sayang kau tenang lah, Lula pasti baik-baik saja "


" Gimana mas tau kalau Lula baik-baik saja... Jangan-jangan benar yaah kalau mau ini cenayang "


" Whahaha " Axel tertawa terbahak


Bisa-bisanya istrinya ini mengatakan kalau dia seorang cenayang, sungguh pikiran yang sangat tidak masuk akal untuk seorang Axel


Axel yakin kalau Lula baik-baik saja karena mesti tidak lama mengenal Lula itu sudah cukup buat Axel melihat bagaimana kepribadian Lula yang sesungguhnya


Lula bukan orang yang lemah dan mudah ditindas tapi justru dia adalah orang yang licik begitu menurut Axel, apalagi pertemuan terakhir membuktikan kalau Lula bukan perempuan yang baik seperti kakaknya Laila


" Sayang... Kau tidurlah... Besok aku akan menghubungi teman ku meminta bentuan mencari tau keberadaan Lula "


" Tapi mas... "


" Sttt tidur lah sayang dan percaya lah padaku "


Laila pun menurut hingga tak berapa lama Laila terlelap dalam pelukan Axel, Axel pun sama dia memejamkan matanya dan tertidur sambil memeluk erat tubuh istrinya... Seakan-akan kalau tidak dipeluk maka Laila akan Lari dan pergi


Keesokan paginya Laila bangun lebih dulu dari pada suaminya Dion, yaa Laila sampai sekarang tidak tau identitas Dion yang sebenarnya dan sang empunya pun tak pernah marah Laila memanggilnya dengan sebutan Dion

__ADS_1


" Sayaang "


" Loh, koq mas sudah rapih " ucap Laila heran, karena terakhir kali yang Laila ingat Dion masih tertidur pulas di atas ranjang, tapi sekerang Dion malah sudah rapi


Tit tit tit


Suara klapson mobil yang dikendarai oleh Lucas...


" Apa itu Lucas mas ? "


" Loh koq kamu tau... Jangan-jangan Lucas sering datang kesini saat aku tidak ada ? "


" Mas udah deh jangan mulai "


" Tapi kenapa kamu bisa tau kalau itu Lucas sayang ? "


" Yaa siapa lagi mas yang datang sepagi ini kalau bukan Lucas "


" Yakin cuma karena itu "


" Masss.... " teriak Laila geram


" Oke baiklah sayang, aku percaya... Tapi ingat lain kali kau tidak boleh mengingat laki-laki lain "


" Maksud mas ? " ucap Laila bingung


" Hehehe... Sudah lah sayang, tolong kau buatkan saja sarapan itu dalam kotak bekal... Aku buru-buru sayang... Aku tidak bisa menemani makan " Ucal Axel sambil tersenyum


" Iya mas... tunggu sebentar Laila masukan dulu bekalnya "


Beberapa menit kemudian Laila meletakan 2 paper bag sedang di hadapan Axel...


" Apa ini sayang ? "


" Ini adalah bekal untuk mu dan Lucas "


" Iiisshh kenapa kau buatkan Lucas juga "


Axel pun menenteng 2 paper bag itu dan menyerahkannya pada Lucas


Lucas menerima paper bag itu dan meletakannya di dalam mobil


" Sayang... Ingat saat aku tidak ada kau tidak boleh nakal "


Laila mengangguk dan tersenyum secerah matahari


Cup


Axel mendaratkan kecupan di bibir Laila, lalu Axel segera berjalan menuju mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Lucas


Bukannya masuk, Axel malah menghampiri Laila sekali lagi dan cup Axel kembali mendaratkan kecupan di bibir ranum Laila dan kali ini sedikit lebih lama


Laila menepuk dada Axel saat ciuman itu semakin tidak bisa di kondisinya


Axel melepaskan pagutan bibirnya dan berkata " Aku mencintai mu sayang "


Sungguh kata-kata yang indah di telinga Laila dan itu mampu membuat Laila tak bisa mengangkat wajahnya karena malu dan malah membuat Axel semakin gemas

__ADS_1


Sebelum semuanya semakin tidak bisa dikondisikan Axel pun segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Laila yang masih berdiri di depan pintu sampai mobil yang dikendarai Axel menjauh dan tak terlihat lagi oleh Laila barulah Laila masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2