CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
JANJI AXEL


__ADS_3

"Maaa... Jujur Cella tidak setuju kalau mama mengadopsi anak itu, jujur hati kecil Cella seperti tidak suka dengan bayi itu"


"Loh kenapa Cella gak suka Amar?"


"Bukan tidak suka ma, hanya saja Cella gak mau bayi itu nanti jadi masalah buat mama"


"Hhhhmmm" Laila menarik nafas dalam


"Sudah yaa maa, kita bicarakan ini dirumah"


"Hmmm" Laila hanya berdehem tanpa mau menjawab


Wajah Laila kini ditekuk seribu, Laila tidak tau mengapa suami dan anaknya Cella tidak setuju untuk mengadopsi Amar padahal Amar jelas-jelas hanya seorang bayi biasa yang menjadi korban dari orang tua yang tidak bertanggung jawab


Cella dan Axel yang melihat Laila merajuk pun hanya saling melirik melalui kaca spion. Hingga perlahan-lahan Laila mulai tertidur dengan nafas yang sudah teratur


Cella berulang kali memastikan apakah mamanya ini sudah benar-benar tidur atau tidak dengan sedikit mengintip ke arah mata sang mama dan menarik turun kan tangannya di depan wajah Laila


"Paa kayak nya mama, mama udah tidur pulas"


"Iyaa, mama kayak nya capek sekali... Jangan ganggu biarkan mama tidur"


"Iyaa Cella tau.... Eemmmh pa, papa kenapa tidak setuju kalau mama mengadopsi Amar?


"Cella sendiri kenapa tidak setuju?"


"Ahh papa di tanya malah balik nanya"


"Yaa udah Cella kan tinggal jawab saja"


"Dasar papa menyebalkan" ucap Cella sambil meninju udara yang mengarah pada sang papa


"Heheheh" Axel tertawa cekikikan melihat anaknya yang kesal


"Cella punya firasat buruk pada bayi itu pa"


"Firasat buruk apa Cel?"


"Gak tau pa, tapi apa papa memperhatikan dengan baik bayi itu wajahnya sedikit mirip dengan mama"


"Maksudnya ?" Axel binggung


"Memang papa tidak memperhatikan?"


Axel diam, kendati Amar berada dalam pangkuan Laila Axel sama sekali tidak tertarik untuk memperhatikan... Ketika ia merasa tidak nyaman dengan keberadaan bayi itu Axel lebih memilih untuk tidak melihat wajahnya. Kini Axel hanya bisa menggeleng karena memang Axel tidak tau


"Makanya papa tu perhatikan baik-baik... Katanya sayang sama mama masa hal kecil gitu ajaa papa bisa terlewat"


Tet kini hati kecil Axel seperti tersentil mendengar kalimat Cella

__ADS_1


"Iyaa papa minta maaf, tapi coba jelaskan apa maksudnya mirip mama"


"Iyaa pa, wajah anak itu kalau diperhatikan dalam mirip dengan mama walau pun tidak terlalu mirip secara keseluruhan tapi coba papa perhatikan mata, hidung dan bentuk mukanya itu seperti wajah mama"


Axel kembali diam dan mencerna setiap ucapan Cella. Kini rasa penasaran Axel tentang siapa sebenarnya orang tua dari Amar semakin besar. Sedangkan Laila kini dia pura-pura tidur dan mendengarkan percakapan antara Cella dan Axel


Awalnya Laila memang benar tidur tapi tiba-tiba perutnya terasa sangat lapar dan matanya pun terbuka tapi saat mendengar Cella berbicara dengan Axel tentang Amar Laila pun kembali memejamkan mata dan menyimak setiap pembicaraan Cella dan Axel


Axel mengantar Cella terlebih dahulu ke manshion keluarga Horrison, Cella sebenarnya ingin menginap di tempat Axel tapi oma ALexsandra tidak mengijinkan karena oma merasa kesepian sendirian di Manshion.


Laila pun masih memejamkan mata sampai dia benar-benar tertidur kembali. Saat sampai di Manshion milik Axel, Axel dengan hati-hati mengangkat tubuh Laila dan membawanya ke atas lalu meletakan Laila di atas tempat tidur. Laila sama sekali tidak terganggu mungkin banar kalau tubuhnya kini lelah


Axel pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mandi setelah itu Axel berniat untuk kembali bekerja.


"Sayaang kau bangun?" Ucap Axel saat sudah selesai mandi


Saat keluar dari kamar mandi, Axel melihat Laila duduk termenung dan melamun. Laila yang mendengar Axel menyapa nya pun tersenyum


"Mas... Aku lapar" ucap Laila dengan nada manja


Entah kenapa Axel selalu meleleh saat nada manja ini keluar dari mulut Laila. Axel sangat suka dengan sikap Laila yang seperti ini yang selalu ingin dekat dan bermanja dengan Axel. Axel pun tersenyum dengan semeringaaaahhhh


"Kau mau makan apa sayang?"


"Gendong lagi aku kebawah aku ingin masak nasi goreng seafood"


"Mengendong mu aku tidak masalah. Tapi memasak aku tidak setuju... Ratu ku tidak boleh capek... Biar aku yang memasak untuk mu"


"Kau hanya tinggal mengarahkan ku saja dan duduk manis. Kau tau kan kalau aku ini cepat belajar"


Cup


Axel mengecup singkat bibir Laila membuat hati Laila kembali menghangat. Langsung saja lagi Axel kembali mengendong Laila untuk turun ke bawah dan mendudukannya di kursi yang menghadap ke dapur


Axel langsung saja mengambil peralatan untuk memasak dan bahan-bahan sesuai dengan apa yang diperintahkan Laila. Sesekali terdengar suara drantam drumtum karena benda yang terjatuh mulai dari teplon, centong dan lain-lain tapi malihat Axel seperti ini Laila malah menjadi sangat bahagia


Axel pun bahagia melihat istri kesayangan nya ini tersenyum dan tertawa lepas seperti tanpa beban... Axel pun mengarahkan kamera ponselnya untuk merekam moment ini, moment pertama kali Axel ada di dapur untuk memasak dan bahagia bersama istri tercinta.


"Lihat ini, ohh sayang kau lucu sekali" ucap Laila sambil menggulirkan layar ponsel menatap deretan foto yang tadi ia jepret dengan ponsel Axel


"Jika suatu saat aku tidak ada, ingat lah memori bahagia ini"


"Apa maksud mu?" Jawab Axel dengan nada tidak suka


"Aku tidak bermaksud apa-apa"


"Aku tidak suka kau bicara seperti tadi" jawab Axel marah


"Hhuuuhhff (Laila menarik nafas panjang) maafkan aku mas, aku tidak punya maksud apa-apa... Apa sekarang kau mau menyuapkan aku makan... Lihat lah aku dan anak mu sudah sangat kelaparan" ucap Laila lembut sambil mengelus perutnya

__ADS_1


Axel melirik sebentar dengan muka yang masih merajuk.


"Maasssss" ucap Laila lembut dengan memperlihatkan mata puppy eyes nya


Ahh mana bisa Axel marah, istrinya ini memang selalu tau apa kelemahan Axel. Tanpa bicara Axel langsung menghidangkan nasi goreng dan menyuapkan itu pada istrinya


"Bagaimana rasanya?"


"Nyuunn nyuuumm (Laila masih menguyah nasi goreng) ini enak mas... Beneran.. Lagi lagi suapi aku"


"Masa sih... Gak bohong kan"


"Bener mas... Ini enak"


Axel pun menyendok nasi goreng dan memasukan itu ke dalam mulutnya


"Ahh benar ternyata ini enak... Lihat suami mu ini benar jeniuskan kan"


"Iyaa iyaa suami ku sayang... Kau memang yang terbaik" ucap Laila sambil tersenyum lebar


"Aaaaaaaa" Laila kembali membuka lebar mulutnya


Suapan demi suapan pun terus masuk ke dalam mulut Laila hingga akhirnya nasi goreng itu habis tak berbekas.


"Ahh aku kenyang sekali"


Axel menatap dalam ke arah perut Laila, refleks Axel meletakan tangannya disana dan membelai lembut perut itu


"Hey anak kita sudah sebesar ini sayang, lihatlah perut mu sudah mulai membuncit"


"Tentu saja, dia kan bertumbuh setiap hari"


"Kapan jadwal kontrolnya, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya lagi"


" 2 minggu lagi papa" ucap Laila sambil menirukan suara anak kecil


Cup


Axel kembali mengecup bibir Laila karena gemas dengan tingkah laku sang istri hingga mereka pun kembali tertawa bersama


"Papa sayang, dede mau apel..."


"Tunggulah sayang papa akan ambilkan untuk mu"


Axel lalu berjalan ke arah kulkas dan memilih apel dengan ukuran yang besar dan yang masih sangat segar. Axel ingin selalu memberikan yang terbaik untuk keluarganya, kini dia tidak ingin ada satu bakteri pun yang mengacaukan keluarga kecilnya


Axel akan menyingkirkan siapa saja yang berani menyentuh keluarganya. Axel akan berubah menjadi orang yang selalu siaga dan waspada bahkan kejam danΒ  berdarah dingin jika sehelai rambut saja orang berani menyentuh dan mengusik keluarga kecilnya ini. Itu adalah janji Axel....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2