
Lucas membukakan pintu untuk tuannya dan terlihat tempat itu masih sama seperti terakhir kali Axel meninggalkannya...
Lucas menyerahkan pakaian Axel, Axel menerimanya dan tak lama dia sudah kembali ke habitat aslinya sebagai seorang bos besar yang penuh kharisma dan wibawa...
Axel duduk di kursi kebesarannya dan mulai memeriksa tumpukan berkas yang tadi dibawa oleh Lucas
Sementara di Manshion nyonya besar baru saja mendapat laporan dari Jack bahwa Axel saat ini sedang berada di perusahaan dan sedang bekerja seperti biasa
Nyonya besar akhirnya menarik nafas lega karena Axel sudah kembali ke tempat dimana seharusnya dia berada dan sekarang dia tidak perlu khawatir lagi dengan nasib perusahaan Horrison
Austin baru saja tiba di kantor dan saat ini dia tengah menaiki lift menuju ruangannya di lantai paling atas, lantai tertinggi di gedung ini tempat yang sama dimana ruangan Axel berada
Austin mendengar bisik-bisik dari para karyawan bahkan ada beberapa yang menatapnya dengan sinis... " Ini ada apa ? " pikir Austin tapi dia sama sekali tidak perduli dan tetap melanjutkan langkahnya
" Nindy jam berapa hari ini rapat dengan perwakilan perusahaan X ? "
" Maaf tuan rapat tersebut sudah diambil alih oleh tuan Axel " ucap Nindy dengan sedikit ragu-ragu takut tuan Austin tersinggung dengan kata-katanya
" Apaa... Axell... Apa maksud mu diambil alih Axel ? "
" Maaf tuan, tuan Axel sudah kembali dan sekarang beliau ada di ruangannya "
" APAA " ucap Austin kaget
Austin bergegas menuju ke ruangan Axel dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
Axel hanya melirik sekilas ke arah adik kandungnya ini kemudian Axel kembali melanjutkan pekerjaannya
Dalam ingatan Axel, terakhir kali dia bertemu Austin mereka sedang dalam adegan berkelahi sehingga Axel malas untuk meladeni Austin saat ini
" Wwwaaahh... Hebat sekali kau... Setelah menghilang berbulan-bulan lamanya sekarang kau kembali dengan tidak tau malu " ucap Austin sinis
Namun Axel sama sekali tidak menanggapi ucapan Austin... Axel tetap focus pada tumpukan berkas yang harus dia tinjau ulang
Melihat tingkah Axel yang tidak menghiraukan dirinya membuat Austin menjadi sangat geram
Austin mendekati meja Axel dan braaaakkkk Austin memporak-porandakan tunpukan gunung pekerjaan Axel... Tapi Axel sama sekali tidak terpancing emosi
Axel melirik lagi ke arah Austin kemudian meraih ganggang telpon yang ada di atas meja
" Kalian cepat datang kesini " ucap Axel pada seseorang disebrang sana
Tak lama datang 4 orang bodyguard bertubuh kekar
__ADS_1
" Cepat kalian seret orang ini keluar " ucap Axel pada para bodyguard itu
Mereke kemudian menyeret Austin keluar dari ruangan Axel... Austin tentu saja tidak terima diperlakukan seperti ini...
" Hey... Apa yang kalian lakukan... Aku ini adalah atasan kalian... Beraninya kalian memegang tubuh ku, apa kalian sudah bosan hidup !!! "
Namun para bodyguard itu sama sekali tidak menanggapi ucapan Austin... Walaupun Austin memberontak namun tetap Austin bukanlah tandingan ke 4 bodyguard tersebut
Setelah Austin berhasil dikeluarkan, 4 orang bodyguard itu kemudian berjaga di depan pintu ruangan Axel
Mereka telah mendapatkan perintah dari Axel bahwa dia tidak ingin siapa pun menggangu pekerjaannya termasuk jika yang datang itu adalah nyonya besar... Axel sama sekali tidak mengijinkan ada yang mengganggunya
Di dalam ruangan Axel hanya berdua saja dengan Lucas dan mereka pun bekerja dengan sangat serius dan teliti
" Kurang ajaarrr..... Aaaaaaaa.... " Austin menghancurkan apa saja yang ada dihadapanya
Praaankkk
Buuuuukkk
Austin melemparkan vas mahal yang menghiasi ruangannya dan memporak porandakan setiap benda tidak bersalah disana
" Kau... Dasar kakak sialan... Harusnya kemaren aku bun×h saja kau.... Aaaaa " Austin berteriak frustasi
" Mommy.... "
Terdengar suara seorang wanita memanggil nyonya Alexsandra dengan sebutan mommy... Siapa lagi kalau bukan Grace
" Ada apa Grace ? "
" Apa mommy sudah menemukan Axel ? "
" Yaa... Dia ada di kantor sekarang "
" Benarkah... ? " Grace langsung berlari meninggalkan nyonya Alexsandra tanpa berkata sepatah kata pun lagi. Hal ini membuat nyonya Alexsandra geleng-geleng kepala melihat tingkah calon menantunya itu
Grace langsung melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Horrison... Grace sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya dan dia pun melupakan segalanya
Sampai disana kenyataan tak seindah yang Grace harapkan
Jangankan untuk bisa bertemu dengan Axel untuk mengetuk pintu ruangannya pun Grace tidak bisa, karena disana ada 4 orang bodyguard yang tanpa lelah berdiri di depan pintu ruangan Axel
Walaupun Grace berteriak dan melakukan perlawanan tetap saja para bodyguard itu tetap tegak berdiri ditempatnya bahkan mereka tidak terpengaruh dengan ancaman yang diberikan oleh Grace
__ADS_1
Karena kesal tidak bisa bertemu Axel, Grace akhirnya meninggalkan tempat itu dan pergi ke ruangan Austin
Saat Grace membuka pintu alangkah terkejutnya Grace mendapati ruangan Austin yang sudah kacau balau...
Pecahan beling berserakan dimana-mana... Bahkan tumpukan berkas-berkas perusahaan berceceran seolah itu bukan sesuatu yang penting
" Hei... Kau ini kenapa ? "
Austin menengok sebentar ke arah Grace kemudian dia kembali duduk di sofa sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut
" Kau tau Axel sudah kembali ? " ucap Austin
" Yaa.. Memangnya kenapa kalau Axel kembali... Kenapa kau jadi kacau begini... Bukankah bagus kalau Axel sudah kembali "
" Wahhhaaa kau ini bodoh atau apa ?... Kau tidak ingat terakhir kali pertemuan kita dengan Axel itu seperti apa ? "
Deg seketika jantung Grace berhenti berdetak... Mengapa bisa dia melupakan peristiwa itu saat dia kepergok sedang bercinta dengan Austin
" Apa kau sudah bertemu dengan Axel " ucap Grace terbata
" Yaa "
" Lalu dia berkata apa padamu ? "
" Dia tidak mengatakan apapun "
" Kalau begitu kau bantulah aku agar aku bisa bertemu dengan Axel... Aku akan menjelaskan semuanya... Axel pasti percaya pada ku... "
" Apa yang mau kau jelaskan ? "
" Aku akan bilang pada Axel kalau kau yang merayu ku "
" Whahahaha " Austin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Grace
Tapi dalam hati Austin saat ini sedang ada ribuan pisau yang menyayat nyayat hati dan perasaannya
Bagaimana bisa wanita yang dicintai Austin selama ini bahkan tidak sedikit pun mengerti dirinya... Grace bahkan tidak sedikit pun memiliki rasa iba tentang kondisi dan kegundahan hati Austin saat ini
Sungguh yang Austin butuhkan sekarang adalah hati untuk tempat bersandar, tapi malah yang dia dapatkan adalah sebuah kata yang menyalahkan semua apa yang terjadi seolah itu adalah murni kesalahan Austin
Austin yang terlanjur kecewa pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Grace tanpa mau menengok lagi ke arah wanita itu.
Bahkan buliran bening seketika menggunung di pelupuk mata Austin, pertanda kalau hatinya benar-benar luka dan tidak baik-baik saja
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=