
Took
Took
Took
Terdengar seseorang mengetuk pintu rumah Laila
" Siapaa...? " ucap Laila dari dalam rumah
Namun tidak ada sahutan dari luar malah ketukan pintu itu kini berubah menjadi gedoran pintu seakan ingin melabrak sang pemilik rumah
Laila membuka pintu dan alangkah terkejutnya Laila melihat kalau yang datang itu adalah Lula adiknnya
" Lulaa... Kau disini ?... Dimana Ibu ? "
" Cih... Enak sekali kau tinggal dirumah yang bagus, sedangkan aku tinggal di kampung dengan gubuk reot "
" Astagfirullah Lula... Kamu ini kenapa... Ibu dimana ? "
" Ibu pergi ke tempat saudaranya di daerah X, dan aku kesini karena aku mau kuliah... Kau lupa kalau aku ini sudah tamat SMA "
" Astagaa... Maafkan kakak Lula... Kakak lupa... Hehehe " ucap Laila sambil nyengir
" Cih mentang-mentang sudah hidup enak, aku dan ibu kau lupakan "
" Bukan begitu Lula "
" Ahh sudahlah... Mana kamar ku, aku capek mau istirahat... Dan juga cepat buatkan makan aku lapar... "
" Kau tunggu sebentar disini aku akan membersihkan kamar mu dulu... "
" Sudah cepat sana "
Laila pun pergi untuk membersihkan kamar disebelah kamarnya, Laila membersihkan beberapa debu yang menempel, mengganti sprei dan memasang aroma terapi
" Lula... Kamar mu sudah bersih " teriak Laila dari dalam kamar
Lula pun masuk dan Laila segera keluar untuk menyiapkan makan...
Laila melihat isi kulkas, mengambil daging sapi dan beberapa potong sayur
Laila begitu terampil dengan keahlian memasaknya hingga tak berapa lama steak daging sapi pun terhidang di atas meja lengkap dengan sayur dan jus mangga kesukaan Lula
__ADS_1
Lula pun makan dengan lahap membuat hati Laila senang karena kini adik kecilnya sudah bertumbuh dewas
" Hei.. Kau ini gilakah mengapa melihat ku seperti itu ? "
" Tidak apa Lula... Kau makan lah yang banyak agar kau cepat bertumbuh besar " ucap Laila sambil tersenyum
" Issh apa-apa'an ucapan mu itu " ucap Lula sambil mengerucutkan bibirnya tanda tak suka
" Kak... Bagi aku uang "
" Untuk apa Lula ? "
" Tentu saja untuk membeli kebutuhan ku, aku ini baru saja datang dari kampung... Baju ku tidak ada yang cocok untuk aku bawa pergi kuliah... Aku perlu baju baru, tas baru dan sepatu baru "
" Berapa yang kau butuhkan Lula "
" Tidak banyak hanya 10 juta "
" Apaahhh ( Laila kaget ), mengapa bisa sebanyak itu... ? Aku tidak punya uang segitu Lula "
" Kau ini terus saja berbohong... Bukan kah kakak ipar ku itu bekerja sebagai orang kepercayaan bosnya di restoran, mana mungkin tidak punya uang segitu "
Lula kemudian pergi ke kamar Laila, dia memporak porandakan lemari baju Laila untuk mencari uang simpanan Laila dan dia juga menggeledah isi dompet Laila
" Lula... Hentikan... Kamu ini kenapa ? "
" Cih... Cuma segini uang mu ? "
Lula kemudian mengambil kartu ATM milik Laila dan berkata " Katakan berapa pinnya "
" Tapi Lula uang itu untuk kebutuhan kita sehari-hari dan juga untuk ibu di kampung "
" Kau ini pelit sekali... Kau tinggal minta sajakan pada suami mu itu... Ayo cepat katakan berapa pinnya "
Laila diam tidak menjawab lagi perkataan Lula karena bagi Laila percuma berdebat dengan adiknya ini... Tapi diluar dugaan Laila, Lula ternyata bertindak ekstrim guna mendapatkan apa yang dia mau...
Lula menghamburkan benda-benda yang ada di kamar Laila hingga kamar itu kini tak lagi berbentuk
" Hentikan Lula... Baiklah kau gunakan uang itu tapi sisakan sedikit untuk kebutuhan kita pinnya 717200 "
" Nah begitu... Harusnya kau bilang dari tadi kakak ku sayang... "
Lula pun pergi meninggalkan Laila sambil mencium uang dan kartu ATM yang dirampas paksa dari kakaknya
__ADS_1
Lula menghentikan sebuah taksi dan pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di kota itu, sebelum itu dia mampir sebentar ke ATM dan betapa bahagianya Lula ternyata uang simpanan Laila mencapai 17 juta
" Cih dasar tidak berguna... Punya uang sebanyak ini tidak digunakan dengan baik... Hahaha karena kau tidak ingin menggunakannya maka aku saja yang menghabiskan hahaha "
Lula masuk ke sebuah butik.. Dia mencoba beberapa baju mulai dari dress, gaun hingga kaos biasa... Dia juga mengambil beberapa sepatu dan sebuah tas
Tentu saja yang Lula ambil harganya menyesuaikan dengan uang yang dia bawa saat ini... Tapi Lula bertekat bahwa dia akan mendapatkan laki-laki yang kaya raya dan membeli semua barang branded di mall ini
Puas berbelanja Lula pulang sebentar ke rumah kakaknya... Terlihat bahwa Laila saat ini tengah Sholat karena waktu tengah menunjukan pukul 07 malam
Lula tak perduli... Dia masuk ke kamarnya, mandi lalu mengganti bajunya dan pergi lagi ke luar... Tujuannya kali ini adalah club malam...
Sesuai dengan tujuannya ingin mendapatkan laki-laki kaya yang mudah mengeluarkan uang maka dia akan mencarinya di club...
Lula memoles mukanya dengan sangat cantik dan memakai gaun seksi yang dia beli tadi siang
Lula duduk di salah satu meja di depan bartender dan mulai melirik mencari mangsa yang tepat untuknya
Hup... Netra mata Lula menatap seorang laki-laki yang tampan berperawakan bule tengah mabuk seorang diri
" Dapat... Kau target ku kali ini " gumam Lula pelan
Lula mendekati laki-laki itu dan mencoba mengajaknya bicara
" Kau mabuk tuan ? "
Laki-laki itu melirik sebentar ke arah Lula namun dia tidak mengatakan apa-apa... Dia kembali meneguk minumannya tanpa perduli dengan keberadaan Lula
" Kau mau aku temani ? Sepertinya kau sendirian "
" Cih... Kalian semua wanita sama saja "
" Kau patah hati ? Mau ku bantu untuk menyembuhkan ? "
Laki-laki itu melihat penampilan Lula dari atas sampai bawah... Penampilan yang lumayan untuk seorang gadis muda
" Hei aku belum pernah melihat mu disini ? " ucap Austin
Yaa.. Laki-laki yang tengah bersama Lula adalah Austin
Austin sangat kecewa dengan apa yang didengarnya dari mulut wanita yang sangat dia cintai... Hatinya terluka... Namun tak ada satu pun tempat untuknya bersandar
Akhirnya dia pergi ke apartemennya dan disana Austin meluapkan semuanya... Dia mengamuk dan membuat seluruh isi apartemen bagai terkena hantaman badai
__ADS_1
Usai meluapkan semua amarahnya Austin pergi ke club dan dia pun memesan berbagai macam jenis minuman yang berackohol berharap dia bisa melupakan semua masalahnya saat ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=