
"Axel turun kan aku turun kan"
Laila terus saja meronta namun Axel diam tak menggubris. Axel membawa Laila menaiki lift khusus untuk para petinggi perusahaan, kini Axel membawa Laila pergi ke ruangannya.
Merasa kalau perlawanannya tidak membuahkan hasil, akhirnya Laila pun diam.
Krreeeet
Axel masuk ke dalam ruangannya dan mendudukan Laila di sofa. Laila masih saja menekuk muka dan melipat kedua tangannya di dada
"Hay sayang kau masih marah ?"
"Aku tidak marah"
"Kau cemburu ?"
"Aku tidak cemburu, aku hanya ingin kau adil... Jika kau boleh memeluk wanita lain mengapa aku tidak boleh"
Laila lalu berdiri dan ingin pergi tapi Axel dengan cepat menangkap tangan sang istri.
"Kau mau kemana sayang ?"
"Aku mau menemui Lucas"
"Untuk apa lagi kau mencari Lucas ?"
"Tentu saja aku mau memeluknya"
"Astaaggaaa... Lucas jika berani memeluk mu maka aku akan membuatnya menjadi perkedel"
"Jika kau buat Lucas jadi perkedel, maka aku akan membuat adik kecil mu menjadi sosis geprek, aku potong, aku goreng dan aku geprek dengan cobek dan sambel"
Jleeebbb Axel langsung menutup adik kecil dengan kedua tangan sambil menggeleng-gelengkan kepala
"Kau tidak serius kan sayang"
"Gimana nasib adik Cella kalau adik kecil ku jadi sosis geprek"
"Bodo amat"
Laila ingin pergi dari ruangan Axel, namun sekali lagi Axel menahannya. Kini Axel langsung melakukan serangan dengan mendaratkan sebuah ciuman hangat. Awalnya Laila menolak dan ingin lari, ohh tapi tentu bukan Axel namanya jika tidak berhasil membawa Laila ke atas ranjang
Setelah melakukan pemanasan, Axel menggendong Laila menuju kamar pribadi di ruangan itu. Itu adalah sebuah kamar pribadi milik Axel jika dia ingin lembur dan beristirahat di kantor.
Lucas menunggu lama di depan ruangan Axel, Lucas ingin masuk tapi ragu karena sang nyonya muda masih ada di dalam. Lucas takut kalau dia masuk nanti dia akan dijadikan tumbal lagi oleh sang nyonya
"Aduuuhh.. Masuk gak yaa... Masuk enggak... Masuk enggak... Masuk enggak... Ahhhhhh"
Lucas berteriak frustasi karena bingung, kalau masuk dia bisa saja sulit bernafas karena sang nyonya yang bersikap frontal padanya, tapi kalau tidak masuk ada berkas penting yang harus segera Axel tanda tangani... Jika tidak Axel bisa saja kehilangan milyaran rupiah
"Iisshh sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam sana, sudah 2 jam nyonya Laila mengapa belum keluar juga...?"
Akhirnya Lucas pun memutuskan untuk masuk ke dalam dengan mengetuk pintu terlebih dahulu
Saat Lucas ada di ruangan Axel, Lucas tidak mendapati keberadaan dua sejoli ini hanya ada onderdil Laila yang berserakan kesana kemari
"Ohh Tuhaaaaann..... Aku bisa benar-benar gila jika begini terus" ucap Lucas sambil memijit pelipisnya
Tepat saat itu, Axel baru saja keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan rambut yang sedikit basah.
__ADS_1
"Kenapa kau kemari, jika kau berniat ingin memeluk istri ku maka aku akan dengan sedang hati menjadi malaikat maut untuk mu"
"Tidak Tuan, aku tidak berani" ucap Lucas sambil menunduk
"Tuan"
"Apaaa"
"Ituuu" ucap Lucas sambil menunjuk onderdil Laila yang berserakan
"Ohh shiittt.... Tundukan lagi kepala mu awas jika sampai kau melihatnya"
"Aku tidak melihat Tuan"
Axel lalu memungut kembali onderdil Laila yang berserakan dan memasukannya lagi ke dalam kamar. Setalah itu Axel kembali berjalan menuju meja kebesarannya dan duduk seolah tidak pernah terjadi apa-apa
Lucas lalu menyodorkan beberapa berkas yang harus Axel tanda tangani lalu mereka mulai melakukan pekerjaan yang tadi sempat tertunda. Lucas pergi ke ruangannya kembali dan Axel kini tengah bersibuk dengan tumpukan berkas yang lain
"Hoooaaamm" Laila menguap dan menggeliat di dalam kamar di ruangan Axel
"Aiisshh ternyata aku tertidur... Ahh badan ku rasanya remuk semua"
Laila merentangkan kedua tangannya ke atas dan melakukan sedikit peregangan. Laila lalu mencari keberadaan kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Laila mengisi air di dalam bathup dan menuangkan sedikit sabun juga aroma terapi milik Axel. Entah kenapa Laila rasanya ingin sekali berendam.
"Waahh ternyata lengkap sekali isi kamar mandi ini, apa dulu Axel sering tidur disini... Hmm tidak heran jika dia sangat sukses sekarang" Laila bicara pada dirinya sendiri
"Tuan ini adalah pakaian yang Tuan minta" ucap Jeni sekretaris Axel
"Yaa letakkan saja disana"
Setelah Jeni pergi Axel mengambil paper bag yang dibawa oleh Jeni, itu adalah pakaian untuk Laila. Axel lalu masuk kembali ke dalam kamar tapi sang istri tercinta sudah tidak ada disana... Axel melihat tempat tidur itu sudah rapi dan spreinya pun sudah diganti oleh Laila
Axel pun tersenyum cerah, Laila nya itu memang selalu mengerti kalau Axel memang suka semua yang bersih dan tetata rapi
Karena tidak mendapi sang istri ada di tempat tidur Axel lalu mengetuk pintu kamar mandi
"Sayang... Apa kau ada di dalam"
"Yaa"
"Pakaian mu aku letakan di atas tempat tidur, jika kau sudah selesai kita akan pulang"
"Baiklah"
Setalah mengatakan itu Axel keluar dan kembali bersibuk diri dengan pekerjaannya lagi sembari menunggu sang istri tercinta
Tidak lama setelah itu Laila pun keluar, dia langsung menyambar paper bag yang tadi diberikan oleh Axel.
"Wow indah sekali" ucap Laila takjub
Ternyata paper bag itu berisi gaun yang sangat indah, gaun itu berwarna merah muda dengan taburan permata dan hiasan manik-manik indah di dadanya...
"Kenapa Axel memberikan baju ini, apa dia mau mengajak ku makan malam" pikir Laila
Laila lalu menganakan gaun itu dan sedikit berdandan. Dia memoles tipis wajahnya dan menata sedikit rambut hitam panjangnya
"Uuhh sempurna" ucap Laila saat melihat pantulan dirinya di depan cermin
__ADS_1
Laila lalu keluar dari dalam kamar dan menemukan Axel tengah sibuk di depan laptop
"Apa kau masih lama Axel ?"
"Sebentar sayang aku akan mengakhiri pekerjaan ku, kau duduk lah dulu" ucap Axel tanpa mengalihkan pandangan pada layar laptop
Tapi Laila tidak duduk, dia berjalan mendekati Axel. Sebenarnya Laila tidak berniat untuk usil dia hanya ingin melihat apa yang dikerjakan oleh sang suami
Saat Laila ada dihadapan Axel, Axel malah diam seperti terkena stroke, mulutnya menganga lebar dan air liurnya malah menetes tanpa sebab.
Tek tek tek
Laila menjentikan jarinya 3 kali karena Axel malah diam dan bengong ketika melihatnya
"Axel, apa kau kesurupan ?"
"Yaa sayang... Aku kesurupan" ucap Axel dengan pandangan mata yang masih membulat menatap sang istri
Axel menarik tangan Laila dan menuntunnya untuk duduk dipangkuan Axel. Axel lalu membelai lembut wajah sang istri dan mengecupnya sedikit
"Sayang... Rasanya aku tidak rela membawa mu keluar... Kenapa kau cantik sekali"
"Issh gombal, dasar lele"
"Kau benar-benar cantik sayang, bagaimana kalau 1 ronde lagi"
"Axeeeelll" ucap Laila geram
"Hehehehe... Kau itu memang seperti bidadari sayang, aku sangat beruntung memiliki mu"
Cup
Axel kembali mengecup bibir merah muda istrinya ini.
"Hhmm lipstik mu ini rasa apa... Mengapa manis sekali ?"
"Aku hanya menggunakan lipglos"
"Kalau begitu besok kita borong lipglos itu atau sekalian saja kita beli dengan pabriknya"
"Jangan berlebihan Axel"
Cup
Axel kembali mel××umat bibir sang istri, kali ini dengan durasi yang lama dan lebih dalam. Tapi tanpa diduga Lucas tiba-tiba masuk dan melihat adegan mesum pasangan suami istri ini membuat Laila seketika melepaskan ciumannya karena merasa malu dengan Lucas
"Astaga aku salah moment lagi" batin Lucas
"Waaahh ternyata kau memang bosan hidup yaa Lucas ?"
"Ampun Tuan aku masih sayang dengan nyawa ku"
"Ohh Tuhan, tolonglah kabulkan doa ku... Berikan aku nyawa sembilan... Jika terus seperti ini aku tidak yakin nafas ku masih bisa berhembus, aku selalu saja salah jika nyonya Laila ada di dekat Tuan Axel....Huaa huaa huua" batin Lucas
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1