
"Sayang kenapa kau ada disini, astaga kau ada di luar dengan gaun setipis ini, kau bisa masuk angin sayang"
Axel lalu melepaskan jas nya dan memasangkan itu ke tubuh Laila. Axel langsung duduk dan membawa Laila ke dalam pelukannya. Sangat jelas terlihat oleh Axel kalau Laila sedang menangis saat ini.
"Axel"
"Yaa sayang aku disini"
"Hikkss hiikkss hiikkks" Laila menangis di dalam pelukan Axel
Axel semakin erat mendekap Laila dan mencium puncak kepalanya agar Laila merasa tenang. Axel sangat tau kalau Laila sangat menyayangi Lula tapi Lula sama sekali tidak pernah perduli pada Laila, Axel sangat memahami bagaimana perasaan Laila saat ini
"Tidak apa sayang, aku ada disini untuk mu"
Cup
Cup
Cup
Axel mengecup puncak kepala Laila berulang kali.
"Axel... Apa aku tidak pantas bahagia"
"Hei bicara apa kau ? Apa kau tidak bahagia menikah dengan ku ?"
"Hiikks hikks Axel, kau tau sedari kecil aku terbiasa memendam sakit ku sendiri, aku selalu berdiri dengan kaki ku sendiri karena masalah selalu saja datang pada ku seolah kebahagian adalah sesuatu yang haram untuk ku"
"Saayaang kenapa kau bicara seperti itu ? Hey hey lihat aku"
Axel menangkup pipi Laila dengan kedua tangannya dan membuat tatapan Laila bertemu dengan Axel
"Sayang, jika dulu hidup mu sangat susah maka kubur lah itu, biarkan dia pergi bersama rasa sakit mu... Sekarang lihat lah aku, aku yang ada di hadapan mu, aku yang akan memeluk mu saat kau sakit, aku yang akan menggendong mu saat kau terjatuh dan aku yang akan membuat mu menjadi satu-satu nya wanita yang akan selalu menemani ku sampai kita menua, lihat aku, aku dan aku... Percaya lah pada ku sayang.... Ingatlah kau sudah punya Cella dan calon anak kita, aku dan anak-anak kita adalah keluarga mu yang baru, keluarga yang kita bangun bedua, berdua sayang bukan kau sendiri... Jadi jangan pernah kau merasa sendiri atau merasa tidak berarti"
"A-Xe-l" ucap Laila terbata
Sungguh kata-kata Axel terdengar sangat manis di telinga Laila, jujur Laila sangat tersentuh dengan kata dan perlakuan Axel terhadapnya
Axel kembali membawa Laila ke dalam pelukannya, jujur hati Axel sangat sakit melihat wanitanya bersedih seperti ini. Axel menepuk pelan pundak Laila sampai isak tangis dari wanitanya ini berhenti dengan sendirinya
"Sayang bintang malam ini sangat indah, sayang sekali jika mereka melihat mu menagis... Mereka pasti tidak akan suka karena bintang itu pasti berpikir kau tidak suka melihatnya sehingga kau jadi menangis"
Entah dapat ide dari mana Axel mengeluarkan kata-kata absurd seperti ini. Axel merasa seperti sedang membujuk anak kecil yang merajuk membuat satu sudut bibir Axel terangkat karena dia sendiri pun merasa geli dengan kata-katanya barusan
Beberapa detik Axel menunggu jawaban dari Laila, namun Laila diam dia sama sekali tidak menjawab atau menanggapi ucapan Axel. Axel kemudian melihat ke arah Laila yang masih membenamkan muka di pelukannya, ternyata Laila sudah tertidur
"Astagaa kau tertidur sayang... Heeem bagus lah setidaknya kau tidak mendengar kata-kata absurd ku tadi hehehe"
__ADS_1
Axel menggendong Laila menuju mobil dan disana sudah ada Lucas yang membukakan pintu untuk sang Tuan dan nyonya
"Kita ke villa JK Lucas"
"Baik Tuan"
Axel memutuskan untuk membawa Laila sedikit berlibur dan melihat suasana yang indah dan menenangkan agar hati Laila menjadi lebih baik
Drrrrttt ddrrrtttt drrrttr
Itu adalah suara getar dari dalam saku jas Axel tanda bahwa ada sebuah panggilan masuk untuk nya
"Hallo"
"Papa... Apa sudah ketemu mama ?"
"Yaa"
"Nemu dimana ?"
"Di jalan"
"Jalan mana ?"
"Astaga Cella, papa pusing jika kau terus cerewet seperti ini"
Axel memijit pelipisnya yang berdenyut... Anak nya ini benar-benar menguji kesabarannya... Sepertinya saat Cella di dalam kandungan dia sudah menyimpan dendam pada Axel hingga Cella melampiaskannya sekarang
"Oke baik lah, jika tidak ada yang penting papa tutup telponnya karena mama saat ini sedang tidur"
"Mana... Cella mau liat... Coba VC cella"
Axel pun mengubah panggilannya menjadi video call dan memperlihatkan Laila yang saat ini tengah tertidur di pelukan Axel
"Oke baiklah, jaga mama baik-baik awas saja jika mama terluka atau pun sampai tergores aku akan membuat perhitungan dengan papa"
Tut tut tut
Setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya Cella menutup panggilan secara sepihak
"Astaga... Sebenarnya Cella ini anak ku atau bukan sih"
"Ppprrrrrrtttt" Lucas menahan tawanya yang sudah hampir keluar
Jujur Lucas saat ini sangat ingin tertawa terbahak bahak karena bos nya yang killer ini menjadi lemah dan tak berdaya jika berhadapan dengan sang anak... Tanpa Axel sadari bahwa sikap Cella itu sama persis seperti dirinya karena Cella adalah 10000% perwujudan dari Axel dalam tubuh seorang perempuan
"Lucasssss... Apa kau menertawakan aku ?"
__ADS_1
"Tidak Tuan, aku tidak berani"
Hanya butuh waktu sekitar satu jam mobil yang di tumpangi oleh Axel kini telah sampai disebuah villa di puncak bukit. Sepanjang jalan menuju kesana di penuhi oleh pohon cemara, viilla itu juga memiliki taman bunga yang sangat indah, disana ada taman yang hanya ada bunga lili dan juga bunga mawar.
Axel memang sengaja membuat taman itu karena Laila sangat suka melihat bunga dan suka dengan pemandangan yang asri. Sekali lagi Axel menggendong Laila menuju kamar dan meletakkannya di tempat tidur. Axel pun demikian, tubuhnya pun terasa teramat lelah, karena itulah setelah selesai membersihkan dirinya dan juga menggantikan baju Laila yang masih tertidur pulas Axel pun ikut berbaring di samping sang istri kemudian menyusul Laila ke alam mimpi yang sangat dalam
Laila terbangun di tengah malam karena merasa perutnya lapar. Saat membuka mata dia mendapati dirinya berada di dalam pelukan sang suami. Laila pun memperhatikan sekitar, ini adalah tempat asing bagi Laila.
"Eem dimana ini, ini tidak seperti kamar di manshion. Apa Axel semalam membawa ku ke hotel" pikir Laila
Laila pun bangkit, dia mendapati dirinya sudah memakai stelen tidur berwarna putih berbahan sutra yang sangat lembut. Laila tau pasti Axel yang telah membersihkan dirinya dan menggantikan baju untuk nya membuat sebuah senyuman terbit di bibir Laila.
Laila memperhatikan penampilannya di depan cermin dan mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit sambil tersenyum bahagia
"Aahh mood ibu hamil memang susah di tebak, perasaan baru saja tadi aku menangis sesegukan sekarang aku sudah senyum-senyum tidak karuan di depan cermin"
Laila menertawakan tingkahnya sendiri sembari menatap pantulan diri di depan cermin
"Tunggu, hei apa ini... Astaga ini jerawat... Kenapa bisa ada jerawat di wajah ku huufffttt"
Laila pun keluar dari kamar dan dia mendapati kenyataan bahwa ini bukan sebuah hotel
"Ini terlihat seperti villa" batin Laila
Laila pun turun menuju dapur bermaksud untuk membuat masker karena entah mengapa dia sangat terganggu dengan keberadaan jerawat yang ada di wajahnya saat ini
Laila memasukan putih telur ke dalam sebuah wadah mencampurkannya dengan serbuk teh hijau serta menambahkan sedikit parutan timun yang sudah dihaluskan. Setelah itu Laila mengeloskan itu keseluruh wajahnya.
"Ahh nyaman sekali"
Teeng
Sebuah sendok jatuh ke bawah, Laila pun menunduk mengambil sendok tersebut ternyata dari arah lain Lucas datang dengan membawa gelas kosong bermaksud untuk membuat kopi.
Saat Lucas sampai di pantry tiba-tiba Laila muncul dengan baju berwarna putih dan dengan wajah yang memakai masker serta rambut panjang yang terurai. Sontak saja itu membuat Lucas kaget setengah mati
Praaaanggg
Gelas yang dibawa Lucas terjatuh
"Aaaaaaaaaa"
Lucas berteriak ketakutan karena mengira Laila adalah sosok hantu. Lucas ingin lari tapi kakinya seperti berkhianat, kini kaki Lucas sangat gemetar dengan wajah yang mengeluarkan keringat dingin dan tanpa terasa celana Lucas telah basah karena ia ngompol saking takutnya melihat sosok yang ada di hadapan matanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
__ADS_1
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻