
"Mommy aku tidak ingin berdebat dengan mu... Cepat pergi dari sini sebelum aku bertindak jauh "
Kata-kata Axel membuat nyonya Alexsandra menciut... Bukan tanpa alasan, dia tau kalau Axel tak pernah main-main dengan kata-katanya
" Grace ayo kita pulang... "
" Tapi mom... " Grace merengek
" Patuh lah Grace... "
Nyonya Alexsandra menatap tajam Grace dan Grace pun menurut
Mereka berdua pergi dari ruangan Axel
" Yaa aku mengerti " Lucas menjawab panggilan telpon yang masuk ke ponselnya
Panggilan itu adalah dari orang kepercayaan Lucas untuk mengawasi nyonya Laila dan orang disekitarnya
" Tuan... Maaf mengganggu "
" Ada apa Lucas ? "
" Ini tentang adik nyonya Laila, dia saat ini sedang berada di apartemen Tuan Austin "
Axel menyengitkan alisnya heran...
" Bagaimana mereka bisa saling mengenal ? "
Lucas kemudian menunjukan laporam yang dikirim orang suruhannya melalui email... Tentang bagaimana Austin dan Lula bertemu dan tinggal bersama
" Apa kita harus bertindak Tuan ? "
" Tidak biarkan saja dan terus awasi mereka ? "
" Apa yang dilakukan istri ku sekarang ? "
" Saya akan mengirimkan kegiatan nyonya pada Anda Tuan "
" Hhhmm "
Lucas kemudian menyerahkan laporan tentang kegiatan nyonya mudanya lengkap beserta foto Laila saat ini
Axel memandang setiap foto Laila sambil tersenyum tak ubah bak ABG yang sedang kasmaran
Sebenarnya hati Lucas saat ini bagai digelitik ribuan kupu-kupu karena hal langka bisa melihat Tuan mudanya tersenyum bak orang gila dan menunjukan wajah imut
Seorang pria angkuh berwajah dingin dan tegas Axel Harold Horrison bisa tertawa cekikikan tidak jelas hanya karena foto seorang wanita
Jika boleh ingin rasanya Lucas mengabadikan moment ini
" Lucas... Apa dia ini membuat kue ? "
" Iyaa Tuan, sepertinya itu memang kue "
" Lucas... Kenapa foto ini dia seperti sedang sedih "
Lucas memperhatikan foto yang ditunjuk oleh Axel
" Tuan... Sepertinya nyonya sedang kesepian "
" Kesepian bagaimana maksud mu ? "
" Yaa sepertinya beliau butuh seorang teman "
Axel diam mencerna perkataan Lucas dan lalu berkata " Lucas kau ikut aku "
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan kita Tuan ? "
" Tinggalkan saja "
Melihat Tuannya yang gila kerja meninggalkan urusan kantor dengan mudah ini pasti adalah hal yang sangat penting dan mendesak
Lucas mengikuti langkah kaki Tuannya menjauh dari area perkantoran Horrison
" Kita kemana Tuan ? "
" Ke restoran X "
" Ehh kenapa malah pergi ke restoran apakah Tuan lapar lagi " pikir Lucas
Namun Lucas tak bertanya banyak pada Tuannya dan melajukan mobil sesuai dengan tempat tujuan Axel
Tak memakan waktu lama, Axel telah sampai di restoran X...
Para pegawai di restoran itu menyambut Axel dengan ramah karena mengira Axel adalah salah satu pelanggan mereka
Namun Axel sama sekali tidak duduk di kursi pelanggan melainkan tetap melaju lurus menuju ruangan Sazad...
Yaa restoran yang didatangi Axel adalah milik Sazad
Axel masuk ke ruangan Sazad tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat sang empunya kaget... Siapa gerangan yang datang dan masuk seenaknya
__ADS_1
" Ehh seperti pernah melihat " pikir Sazad
" Maaf Tuan Anda siapa dan ada perlu apa Anda datang menemui Saya ? " ucap Sazad
" Kau tidak mengenali ku Sazad ? "
" Dion... Kau kah itu ? Waah ternyata kau benar-benar seorang mafia "
" Whahahaha " mereka tertawa bersamaan
" Sazad kau tau aku tidak suka basi-basi " kali ini Axel berbicara dengan memasang wajah tegas membuat Sazad merasa terintimidasi
" Hey kawan kau ini menyeramkan sekali, santai saja lah... Kau mau minum kopi ? "
Axel tak menjawab pertanyaan Sazad dia hanya sedikit mengangkat bahunya
" Nita bawakan 3 buah kopi ke ruangan ku " ucap Sazad pada orang diseberang telpon
" Apa yang kau inginkan Dion ? "
" Aku ingin kau menuruti permintaan ku "
Sazad menaikan alisnya heran....
" Permisi pak, ini kopinya " Nita salah satu pegawai Sazad memberikan satu persatu kopi tersebut dan meletakannya di atas meja
" Aku akan menanamkan modal 10 Triliun untuk mu "
" Prrrrttt uhuk uhuuukkk " Sazad menyemburkan minuman yang diteguknya dan terbatuk
" Kau ini, apa penyakit di kepala mu semakin parah Dion "
" Apa aku terlihat seperti bercanda ? "
Sazad melihat wajah dingin dan serius Dion... Artinya Dion saat ini sedang tidak dalam mode teman... Selama beberapa bulan terakhir Sazad dekat dengan Dion sudah membuat Sazad paham bagaimana perangai Dion saat berbisnis
" Tunggu dulu Dion dari mana kau dapatkan semua uang itu ? "
Axel tidak menjawab dia hanya melirik ke arah Lucas... Lucas yang sudah 5 tahun bekerja dengan Axel cukup paham apa yang dimaksud Axel saat ini
Lucas menyerahkan sebuah Tab kepada Sazad... Awalnya Sazad binggung untuk apa Tab tersebut... Tapi setelah melihat apa yang ada di dalam Tab tersebut Sazad melongo tak percaya
" Ini... Ini benar kau Dion ? Jadi nama Asli mu Axel Harold Horrison sang jenius bisnis itu ? " ucap Sazad tak percaya
" Tentu saja... Tepat seperti yang kau lihat "
" Debaak, jadi kau itu konglomerat ? "
" Tidak... Aku hanya karyawan mu "
" Jadi apa yang kau inginkan Dion emm maksud ku Tuan Axel "
" Panggil saja Axel "
" Oke baiklah Axel "
" Aku mau kau membawa salah satu karyawan di rumah makan mu yang dulu "
" Siapa ? "
" Teman istri ku Saras... Bawa dia untuk bekerja disini... Dan bila Laila juga ingin bekerja disini terima dia tapi kau jangan memberikan tugas yang berat apalagi yang membuatnya pusing "
" Kau mengeluarkan uang 10 Triliun cuma untuk menarik kembali Saras kesini dan meminta ku untuk kembali memperkerjakan istri mu ? ucap Sazad dengan ekspresi yang sangat tersiksa
" Yaa... Jadi ku harap kau dapat bekerja sama "
" Apa Laila belum tau tentang diri mu ? "
" Aku akan memberitahunya, sekarang aku ingin kau membantu ku untuk menjaganya "
" Okee baiklah... " ucap Sazad
Setelah menyampaikan niatnya Axel pergi tanpa basi-basi terlebih dahulu dengan Sazad
" Ciihh, jadi ini sifat mu yang sebenarnya " Sazad hanya geleng-geleng kepala melihat sifat asli Dion atau yang lebih tepatnya Axel Harold Horrison
Axel kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan yang tadi sempat tertunda... Fakta baru yang Lucas dapatkan adalah Tuannya mau meninggalkan pekerjaan penting hanya untuk nyonya Laila...
Bahkan nyonya besar Alexsandra saja tak bisa mengusik Axel saat sedang bekerja sedangkan nyonya Laila, hanya karena foto yang terlihat murung Axel rela meninggalkan pekerjaannya
" Huh sepertinya singa sudah bertemu pawangnya hehehehe " batin Lucas
Lula datang lagi ke rumah Laila... Kali ini bukan untuk meminta uang tapi mengambil kembali barang-barangnya
" Lula... Semalam kau tidur dimana ? "
" Aku tidak jadi tinggal disini, aku akan tinggal bersama teman ku ? "
" Teman... Kau punya teman disini ? "
" Tentu saja aku punya teman... Aku tidak seperti diri mu yang udik bin kampungan ini... Cihhh "
__ADS_1
Lula lalu pergi meninggalkan Laila setelah mengemasi barang-barang miliknya
" Tunggu Lula... Kenapa aku tidak bisa menghubungi ibu ? "
" Tentu saja kau tidak bisa menghubungi ibu, kau tau tempat paman itu desa terpencil... Mana ada sinyal disana "
" Lalu bagaimana aku bisa mengirimkan uang untuk ibu "
Mendengar kata uang, Lula tersenyum licik...
" Kau kirimkan saja lewat temannya bibi, nanti aku akan mengirimkan rekeningnya untuk mu "
" Kau yakin Lula ? "
" Hei... Apa-apaan pertanyaan itu, kau tidak percaya pada ku "
" Tidak... Bukan begitu, aku percaya padamu "
" Ya sudah minggir aku mau pergi "
Lalu Lula pun benar-banar pergi meninggalkan Laila saat itu juga, membuat Laila hanya bisa menarik nafas dalam
Laila melihat ke arah ponselnya, Dion juga sama sekali tidak menghubunginya... Semua pekerjaan rumah sudah Laila kerjakan, bahkan dia juga membuat beberapa kue kering tapi Laila tetap merasa bosan sendirian dirumah
Ingin rasanya Laila kembali bekerja, tapi apakah Dion akan mengijinkannya
Huuufff Laila menarik nafasnya dalam pertanda tak tau harus berbuat apa lagi... Tiba-tiba bel rumah Laila berbunyi
" Eehh siapa itu, apa Lula kembali lagi ? " pikir Laila
Namun saat membuka pintu alangkah terkejutnya Laila ternyata yang datang adalah Saras sahabatnya
" Saraasss.... " ucap Laila kaget
" Laila... "
" Aaaaaaaaaaa " mereka berdua berteriak sambil melompat-lompat kegirangan lalu berpelukan
" Ini beneran kamu ras ? "
" Yaa iyaa laa, masa iya gue bohongan... Hahahaha "
" Kenapa kamu bisa tau alamat rumah ku ? "
" Aduh ceritanya panjang, loe gak nyuruh gue masuk laaa "
" Whahahah maaf lupa... Ayo ras silahkan masuk "
" Emang dasar loe temen gak ada akhlak "
" Whahaaha " mereka tertawa bersamaan
Nah jadi gitu la ceritanya, hari ini tiba-tiba pak Sazad narik gue buat kerja di restoran baru beliau trus gue dikasih gaji gede laa... Yaa udah aku langsung mau ajaa... Lumayan gaji nya gede... Hehehee
" Koq aneh yaa ras, pak Sazad minta kamu kerja di restoran sini padahal kamu kan cuma pelayan biasa "
" Entahlah gue juga gak tau... Tapi yang jelas gajihnya gede whahaha "
" Trus kamu tinggal dimana ras ? "
" Di kost laa, kostnya pun juga ditanggung loh sama pak Sazad dekat dengan kantor... "
" Jangan-jangan pak Sazad mau menjadikan kamu istri keduanya ras "
" What the f*ck, nazis gue dimadu "
" Wahahaha... Melihat ekspresi Saras yang seperti jijik membuat Laila terpingkal-pingkal "
" Puas loe puas banget kayak nya ngeledekin gue yaa laa "
Klitik klitik klitik Saras mengegelitik tubuh Laila sampai Laila mengeluarkan air mata karena terlalu banyak tertawa
" Ampun ras ampunn... Sudah ras geli... Ahhahah "
" Rasakan... Siapa suruh loe ngeledekin gue... Weekk " Saras menjulurkan lidahnya
" Oh iyaa laa, pak Sazad tadi titip pesan ke gue katanya elo kalau mau bisa bekerja di restoran pak Sazad
" Eemm aku sih sebenarnya mau ras.. tapi nanti aku minta izin Dion dulu "
" Ehh iya Dion kemana, koq gak keliatan... Kerja yaa ? "
Mendengar pertanyaan Saras membuat wajah Laila menjadi murung... Laila pun menceritakan semuanya kepada Saras
" Loe yang sabar yaa Laa... Gue yakin koq kalau Dion itu orang baik, yaa walaupun kadang dia itu benar-benar menyebalkan "
Laila tersenyum dan mengangguk... Jauh di lubuk hati Laila dia juga yakin kalau Dion suaminya itu adalah orang baik
Saras yang melihat wajah murung Laila membawa Laila ke dalam pelukanya dan mencoba memberi ketenangan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻