
" Axel... Ahh... Ku mohon berhenti lah aku lelah "
Yaa Laila memang tidak bohong sekarang kalau dia memang lelah. Setelah bekerja seharian sebagai pelayan kini di siang bolong Laila juga harus menjadi korban keganasan suaminya
" Maafkan aku sayang, kau itu benar-benar memabukkan... Aku sampai lupa kalau kau mengajak ku makan siang "
Laila menaikan alisnya bingung... Memangnya kapan aku mengajaknya makan siang begitu pikir Laila
Tapi yaa sudah lah, lebih baik pergi makan siang saja dari pada digempur habis-habisan lagi
Laila dan Axel pun kini benar-benar mandi untuk membersihkan diri, tidak ada lagi acara perang-perangan sembunyi dan keluar masuk goa
Sudah hampir 2 jam Axel mengurung Laila di dalam kamar mandi, walaupun kulit mereka sudah mulai mengeriput tapi mereka sama sekali tidak merasakan itu karena sama-sama terhanyut dalam gaira×
Axel selesai lebih dulu dan berpakaian rapi seperti biasa... Axel menunggu Laila di ruang kerjanya sambil membereskan beberapa pekerjaan bersama Lucas
Tak lama Laila pun juga selesai, Laila memakai dress selutut dengan motif bunga, menggerai rambutnya yang sebahu dan sedikit berdandan tipis natural membuat Laila benar-benar cantik alami bagai baru datang dari kayangan.
Laila mencari keberadaan Axel namun netra mata Laila tidak mendapati suaminya di ruang tengah...
" Apa tidak jadi keluar ? Apa Axel kembali ke kantor ? " pikir Laila
" Sayaaang "
Sebuah suara tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang...
" Tadi dari mana ? "
" Aku di ruang kerja sayang, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan lebih dahulu "
" Apa kau sibuk ? Kalau kau sibuk nanti saja kita jalan-jalannya "
" Tidak sayaang... Tak ada pekerjaan yang lebih penting selain bersama mu "
Laila tersipu malu, lagi dan lagi... Laila tidak bisa menyembunyikan muka merahnya saat dia malu... Karena itulah Axel sangat suka menggoda istrinya ini
Axel membawa Laila ke sebuah restoran mewah. Lucas sudah memesan tempat VIP untuk Tuan dan istrinya ini...
Laila yang tidak terbiasa dengan segala kemewahan yang diberikan oleh Axel hanya bisa diam dan mengikuti langkah suaminya
" Sayaang... Kau ingin makan apa ? "
Laila membolak balik buku menu yang ada di tangannya... Jujur saja Laila tidak mengerti dengan nama-nama makanan yang tertulis di daftar menu
" Makannya terserah, kau pesan kan apa saja " ucap Laila pada Axel
Axel tersenyum mendengar ucapan istrinya, dalam pikiran Axel Laila terlalu mencintainya sehingga makan pun ingin makanan yang sama dengan Axel. Padahal kenyataannya Laila tidak mengerti nama makanan ke barat-baratan ini 😋
" Baiklah kalau begitu, kalian bawakan semua makanan istimewa dan spesial yang ada di restoran ini " ucap Axel pada para pelayan
__ADS_1
Mereka pun mengangguk patuh lalu meninggalkan Laila dan Axel
Sembari menunggu makanan mereka siap, Axel mengeluarkan sebuah kotak berpita merah untuk Laila
" Sayang... Ini untuk mu "
Laila melihat kotak itu pun menjadi tersipu karena Laila tau itu pasti hadiah. Selama ini Laila tidak pernah mendapatkan hadiah apa pun dan dari siapa pun termasuk di hari ulang tahunnya.
" Apa itu ? "
" Kau buka lah sayang "
Laila pun mulai menarik ujung pitanya dan membuka kotak itu secara perlahan... Saat melihat isi kotak Laila menitikan air matanya
" Sayaang... Kenapa kau menangis ? "
" Axel ini... "
Laila tak mampu melanjutkan kata-katanya... Axel menghampiri Laila dengan sebuah senyum yang merekah lalu mengambil sebuah kalung dari kotak hadiah yang diberikannya tadi
Yaa Axel memberikan Laila hadiah sebuah kalung permata bertahta Benitoite. Benitoite adalah sebuah permata langka berwarna ungu kebiru-biruan yang dipesan khusus oleh Axel dari desainer perhiasan ternama di dunia..
Sumber : by Google
Axel lalu memasangkan kalung itu dileher istrinya
" Sayaang... Kau cantik sakali "
Axel berlutut dihadapan Laila dan mengahapus air mata yang jatuh di pipi istri tercintanya ini... Axel tersenyum dan Laila pun juga tersenyum bahagia
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, tapi entah mengapa Laila sama sekali tidak berselera melihat makanan itu... Makanan yang di pesan Axel adalah makanan enak dengan kualitas premium namun tak satu pun ada yang menggugah selera Laila. Laila merasakan perutnya saat ini sangat lapar namun entah mengapa dia enggan menyentuh makanan yang ada di hadapannya
" Sayaang kenapa kau tidak makan ? "
" Entah lah... Aku tidak berselera "
" Kau tidak suka makanan ini ? Kau ingin memesan lagi ? "
" Tidak... Tidak "
Laila menjawab dengan cepat. Makanan yang ada di hadapannya saja sudah sangat banyak bagaimana Axel mengatakan kalau dia ingin memesan lagi...
Tapi sedetik kemudian terlintas pikiran aneh di otak Laila dan entah kenapa dia sangat ingin makan itu sekarang seolah besok akan kiamat Laila ingin makan makanan itu sekarang
" Axel... Aku ingin sesuatu "
" Katakan sayang... "
__ADS_1
" Aku ingin telor ceplok rasa melon dan es jeruk rasa coklat "
" Uhuuk uhuukk " Axel tersedak air ludahnya sendiri mendengar permintaan istrinya
" Memangnya ada makanan seperti itu " pikir Axel
Melihat Axel hanya diam Laila menundukan wajahnya dan mulai terisak
" Hei sayang, jangan menangis... Oke kita pesan makanan itu sekarang "
" Benar kah " jawab Laila dengan mata berbinar
Ohh sungguh Tuhan... Saat Laila sudah menatap Axel dengan mengeluarkan puppy eyes nya itu adalah senjata pamungkas yang tidak bisa Axel tolak. Axel selalu meleleh melihat mata yang meruntuh kan imannya ini
Axel memanggil pelayan dan memesan makanan yang tadi disebutkan Laila
" Tuan... Di restoran ini tidak ada makanan seperti itu " ucap salah satu pelayan
Mendengar ucapan pelayan itu, mata Laila mulai kembali menganak sungai... Axel tidak bisa melihat Laila menangis, karena bagi Axel kebahagian Laila adalah segalanya
Axel membentak para pelayan
" Siap kan makanan itu sekarang... Atau jika tidak besok restoran ini akan rata dengan tanah "
" LUCCAAAASSS " Axel berteriak memanggil Lucas
Mendengar suara Tuannya yang menggelegar Lucas sangat paham pasti ini ada yang tidak beres... Lucas segera berlari ke tempat dimana Tuannya berada
" Ada apa Tuan " jawab Lucas sambil sedikit ngos-ngosan karena tadi sedikit berlari
" Kau urus mereka semua, dan pastikan mereka membuat apa yang aku mau... Jika tidak, besok kau ratakan tempat ini dan kubur semuanya dalam tanah "
Mendengar ucapan Axel, Lucas yakin para pelayan ini pasti membuat kesalahan...
Lucas memberi kode agar semua pelayan ini ke luar lalu Lucas pun juga ikut keluar
Lucas menjelaskan siapa Axel dan jangan sampai bersinggungan dengan keluarga Horrison jika ingin hidup tenang. Setelah menjelaskan itu Lucas pun bertanya apa yang terjadi, kemudian para pelayan menjelaskan bahwa Axel memesan makanan telor ceplok rasa melon dan es jeruk rasa coklat
Mendengar penjelasan para pelayan Lucas pun tak kalah terkejut... Tuannya marah-marah dan kalang kabut sampai ingin meratakan restoran ini hanya karena makanan aneh yang di pesan oleh istrinya
" Ohh Tuan sepertinya aku harus melobby Tuhan supaya memberikan aku banyak stok sabar... Hikkss hiikks sepertinya pekerjaan ku akan 5 kali lebih berat dari biasanya... Ohh nyonya Laila pelet apa yang kau berikan pada singa dingin itu "
Lucas mendumel sendiri sambil menjedot jedotkan jidat nya sendiri ke dinding
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1